
Kaila berangkat bersama dengan Kevin ke markas, Tentu saja Kevin yang menyetir dan Kaila berada di kursi penumpang di belakang.
"Lo sudah masukin barang-barang yang gue suruh kan?"
"Sudah Queen"
"Oke nanti Lo bagiin aja ke anak-anak itu emang sengaja gue beliin Buat mereka semoga aja pas ga kurang"
"Baik Queen"
Mereka dalam perjalanan menuju markas, Sebelum tiba di markas kaila memilih untuk menepi di sebuah kedai makanan yang mana menjual beberapa cemilan seperti kebab pancake dan lainnya,
"Beliin Kebab 2 tanpa tomat, Ice cream vanila 1 UK besar" Titah Kaila
"Baik Queen" Kevin pun beranjak pergi memesankan apa yang di inginkan oleh Kaila,
...🐻 (Chat)...
^^^"Apa anak-anak cerewet?"^^^
"Tidak, Anak-anak sedang
Bermain dengan para penjaga"
"Dan boy sedang aku gendong"
..........
"Woy Res fotoin gue" pinta Arion, Setelah di foto kan Ares Arion pun mengirimkan foto tersebut ke Kaila.
...❤️ (Chat)...
^^^"Tidak, Anak-anak sedang^^^
^^^Bermain dengan para penjaga"^^^
^^^"Dan boy sedang aku gendong"^^^
^^^"Lihat kami mirip pake kupluk"^^^
"Uuwuwu foto anak-anak by"
^^^"Oke tunggu mereka di halaman^^^
^^^belakang aku foto mereka dulu"^^^
"okee"
............
...❤️ (chat)...
^^^"Lihat dia , aku minta dia bergaya^^^
^^^malah buang muka dasar"^^^
^^^"Dia main lari-lari dengan Davian trus jatuh^^^
__ADS_1
^^^Untung mainnya di rumput jadi tidak luka"^^^
"Oh astaga anakku"
"Tidak papa laki-laki itu kuat"
"Davian mana?"
^^^"Sabar aku sedang ngejar Davian"^^^
^^^"aekakqoavdipwndja"^^^
"Apanya??"
^^^"pelit banget senyum Davian!!"^^^
"Di lihat-lihat mirip kamu"
^^^"Iya jelas bapaknya"^^^
^^^"kamu diman?"^^^
"Baru sampe markas ini"
^^^"Oke kamu lanjut aja dulu"^^^
............
Arion kembali ke tempat Ares dan Wilasa, Mereka sedang ada tamu dari tim dekorasi Arion sengaja meminta mereka segera datang walau dadakan mintanya tetap saja mereka mengusahakan datang.
"Bisa gak kalian dekornya 3hari?" tanya Arion
"Biasa aja sih" ucap Arion
Mereka pun mengecek aula yang akan di gunakan mengukur setiap bagian agar memudahkan mereka menyiapkan bahan-bahan yang akan di gunakan.
Arion dkk sibuk dengan urusan di mansion sekarang kita menuju ke Kaila yang mana dirinya sudah berada di markas,
"Gue mau meriksa berkas jadi jangan berisik" titah kaila
"Baik Queen"
"Oh ya Vin bagikan oleh-oleh untuk mereka, harganya gak seberapa tapi tolong di hargain ya?"
"Tentu Queen"
"Terimakasih banyak Queen"
"Queen terbaikk" puji para anak buah ke Kaila,
Kaila berjalan keruangan pribadinya terlebih dahulu karna kalau dia langsung menuju ke ruang tahanan dan bertemu ibu dan anak itu bisa-bisa dirinya malas mengerjakan yang lain.
"Kevin" panggil Kaila,
"Iya Queen?"
"Siapkan benang dan ada semua pisau milikku" titah Kaila
"Baik Queen"
Kevin tidak bisa berpikir jernih apa yang di rencanakan Kaila dirinya tidak bisa menebak namun tetap saja dirinya melaksanakan tugas nya sebagai anak buah yang di perintahkan.
__ADS_1
"Ibu atau anaknya lebih dulu??" gumam Kaila lalu membuka berkas-berkas yang harus di setujui nya,
Fokus Kaila hanya ke tumpukan berkas yang ada di hadapannya, sekitar hampir 2jam Kaila berada dalam ruangan pribadi nya akhirnya selesai juga memeriksa berkas,
Kaila bersandar di kursi kebanggaan nya memejamkan mata beberapa menit menetralkan semua yang ada di dalam dirinya, Kaila sedang teringat kembali dengan grandpa nya maka itu dirinya mencoba menenangkan diri.
Menutup matanya dengan lengannya namun tetap saja air mata Kaila keluar deras tanpa henti, kenangan dirinya bersama grandpa sedari kecil dan kini grandpa nya sudah tak ada,
Tak ada yang membelanya lagi di kala sedang berebut Mainan dengan El, tak ada yang memintanya untuk mengajari Al menembak. Dan tak ada yang menghukum kedua abangnya kala dirinya di kerjai dan di tinggal main.
"Grandpa kai kangen hiks"
"Kenapa grandpa ninggalin kai"
"Hwaa grandpa hikss!"
...Tokk...
...tokk...
...tokk...
"uhuk emhh ya ada apa?" Kaila mencoba bersikap tegar, Kaila memutar kursinya membelakangi pintu masuk.
"Queen ada apa? apa memanggil saya?" tanya Kevin
"Tidak! apa yang gue minta sudah siap?"
"Sudah Queen"
"Baiklah siapkan semuanya" Kaila memutar kursinya kembali,
"Kalia atau Kaila yang ekseskusi?" tanyanya pada diri sediri
"Kaila aja" jawabnya
Kaila langsung berdiri berjalan keluar dari ruangan pribadi nya, seperti tidak terjadi apa-apa beberapa menit lalu.
Para anak buah BD bergidik saat Kaila lewat, aura yang di keluarkan oleh Kaila sangat membuat mereka ketakutan. Saat bertukar dengan Kalia Kaila akan sangat mengerikan, dan saat ini Kaila lah yang mengendalikan dirinya sendiri tanpa kalia,
Itu lebih mengerikan sadisnya seseorang yang di juluki Queen of the devil dari dunia bawah, mengeksekusi korbannya tanpa rasa iba ataupun kasian, Terlalu kejam siapapun yang pernah melihat langsung pasti akan muntah ataupun tak kuat melihat.
"Queen" panggil salah satu anak buahnya
Kaila hanya menatap anak buahnya itu tanpa bertanya kenapa ada apa, hanya di tatap saja saat ini Kaila seperti orang berbeda saat menjadi dirinya sendiri,
"Kemarin kita memukul ibu itu sesuai yang Queen perintah" Kaila mengangguk lalu melanjutkan langkahnya.
Udara di sekitaran Kaila berasa hampa, nafas mereka pun seperti terhenti saat berbicara dengan Kaila.
Masuk ke lorong untuk menuju ruang tahanan khusus untuk Andrea dan ibu nya, Kaila berjalan tanpa ekspresi menuju sel itu.
"Kailaa!!" kaget Ibu Andrea ,
Andrea sudah mengatakan kalau Kaila lah yang mengurung mereka namun ibunya ini tidka percaya karna tau kalau Kaila anak kampung dan miskin, walau sudah melihat di berita bahwa Kaila salah satu putri dari keluarga Nelson.
"Lepasin kita Tolong! tolong lepasin kita!!" pinta ibu Andrea
"Ck! jangan sentuh kaki gue!" Kaila menoleh ke arah Kevin tanda untuk Kevin segera menjauhkan ibu Andrea darinya.
...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE 🖤...
__ADS_1