Kesayangan Tuan Muda Mafia

Kesayangan Tuan Muda Mafia
Bab 168


__ADS_3

"hikss aku gak salah hikss ampun"


"tolong jangan bunuh aku"


"aku mohon hikss"


"perempuan itu... merepotkan! urus seperti biasa jangan ada saksi mata. " lanjut Arion .


Mereka melanjutkan perjalanan menuju pinggiran kota, dimana tempat tindak kriminal terparah dan aib negara A tepatnya di sini.


Kenapa Arion dkk melakukan ini? walau tau mereka salah telah membunuh orang? alasannya cuman sepele mereka membenci para bajingan yang memiliki perilaku hina.


"stop" titah Ares mereka berhenti mendadak


"mundur" ucapnya lagi ,


mobil mereka berhenti tepat di depan gang, terdengar jelas teriakan minta tolong bisa di perkirakan yang berteriak adalah anak di bawah umur.


"BAJINGAN BAJINGAN INI !!!" Teriak Ares murka, turun membawa samurai miliknya .


"WOY ANJ"Ares langsung menendang laki-laki yang sedang berusaha mencabuli gadis itu.


BRUKKKKK


"AKH YA BANGS*T"


"SIAPA LO!!!"


"JANGAN IKUT CAMPUR URUSAN GUE PERGI LO BANGS*T!!"


"Cari mati ni anj"


Brukkkk


Ares mendendangkan laki-laki itu lagi,


"Gadis kecil dengar kata-kata ku, setelah hitungan ketiga lari ke depan gang. temui orang yang bertopeng Seperti ku" bisik Ares, gadis itu langsung mengangguk.


"PENGGANGGU INI.."


brukkkk


Ares menendang laki-laki itu untuk kesekian kalinya,


"3" Ucap Ares tanpa aba-aba , gadis cantik itu mendengar kata tiga langsung berlari .


"YA KEMBALI KAU ANAK DURHAKA !!!"


"Anak?" tanya Ares


" kenapa!! dia anak gue . Lo jangan ikut campur dengan keluarga gue!!"


"Orang gila ini"


"JANGAN JADI PAHLAWAN KESIANG..."


Srekkkkk


Kepala pria itu terlepas dari tempat nya, tak hanya itu Ares yang masih kesal memotong acak tubuh nya menggunakan samurai kesayangan nya.


"Game over" seringai Ares , lalu berbalik menuju depan gang.


"Bereskan Seperti biasa" titah Ares ,


Arion sedang duduk di hadapan gadis kecil itu kira-kira berumur 10tahun.


"Sudah tidak apa-apa" Arion membawa gadis kecil itu ke dalam pelukannya menenangkan .


"Jadi??" tanya Wilasa


"Kita tenangkan dia dulu , bajngan di dalam itu orang tua nya" Arion langsung mengeratkan pelukannya saat mendengar ucapan Ares,


"Cukup sampai di sini dulu mood gue gak baik" Ares masih sangat kesal,


"Rumah kamu dimana?" tanya Arion, gadis cantik itu menunjuk lurus ke depan,


"Kita antar kamu pulang ya?" gadis itu menggeleng tubuhnya bergetar kuat seperti orang ketakutan.


"Ada apa?? jangan takut ok?"


"Mam..ah jaha..t, pa.p..a j..ah..at" ucapnya dengan suara bergetar ,


"Jahat?" tanya Arion di jawab dengan mengangguk,


Arion menatap wajah sahabatnya itu seolah bertanya apa yang akan kita lakukan lagi,


"Cantik nama kamu siapa?" Ares ikut berjongkok di samping Arion


"Fera" singkatnya


"Oh Fera, Fera mau kasih tau ke kita mamah papah jahat gimana ke Fera?" mengangguk


"Mamah pukul Fera marahin , gak kasih makan Fera kalau gak bersih-bersih rumah. Papah??.."


"Papah jahat selalu maksa Fera buka pakaian tapi Fera gak mau, kalau papah marah karna Fera gak nurut suka di pukul sampe berdarah kepala Fera "


"Ok gimana kalau Fera ikut Om? Om janji bakal jahat ke Fera?" ucap Ares,

__ADS_1


"Res?" Wilasa bingung dengan keadaan sekarang,


...Drttt...


...Drttt...


...❤️ (Calling)...


^^^"Halo sayang?"^^^


"Hikss Vian hikss"


"Mommy jangan nangis"


terdengar jelas suara anak-anak


^^^"SAYANG ADA APA?"^^^


^^^"Sayang?"^^^


"Hikss Grandpa hikss Grandpa"


^^^"Grandpa? Grandpa kenapa?"^^^


^^^"Sayang jangan nangis, tarik nafas^^^


^^^keluarkan pelan-pelan ok?"^^^


"Aku mimpi grandpa ninggalin aku"


"Aku takut hikss"


^^^"Tunggu aku pulang sekarang"^^^


"Aku takut"


^^^"Sayang tunggu ya aku pusing Sekarang"^^^


...panggilan berakhir...


"Ayo balik!" titah Arion terburu-buru,


"Ada apa?"


"Kenapa Ar?" tanya kedua sahabatnya,


"Kaila lagi butuh gue" singkat Arion, wajah Arion terlihat sangat serius saat melepaskan topeng nya.


...Luke (Calling)...


"Ha?"


^^^Tut^^^


...Panggilan berakhir...


"Rileks Ar tarik nafas pelan-pelan dan keluarkan" titah Ares


"hmmmmmmm huhhhhhhhh"


Di mansion keluarga Nelson,


"Mommy jangan nangis" ucap anak-anak dengan mata yang sudah banjir air mata,


"Tentu mommy hanya kelilipan" memeluk ketiga anaknya ini, sedangkan baby boy berada di box .


"Kalian jangan nangis mommy gapapa sayang" mereka mengangguk,


"Mommy mau telpon Oma sama Opa kalian dulu jaga Ade Ade ya bang sebentar" Kaila melepaskan pelukannya lalu berjalan menuju balkon,


...MY MOM (Calling)...


..."Nomor yang anda tuju sedang sibuk, cobalah beberapa saat lagi"...


...MY DAD (Calling)...


^^^"Dad??"^^^


"Ada apa putri ku?"


^^^"Daddy Kaila gak bisa hubungin grandpa dan grandma , Kaila takut Kaila tadi mimpi"^^^


^^^"Mimpi grandpa ninggalin^^^


^^^Kaila hikss hiks ga mau"^^^


^^^(ga suka gelayy canda gelay)^^^


(maaf suka ngeselin emang yang ngetik)


"Mungkin grandpa grandma kamu tidur kan di sana sudah dini hari, nanti Daddy coba hubungin Om Kenan"


^^^"Iya dad, Daddy jaga kesehatan yang lain juga"^^^


"tentu sayang, jangan terlalu


dipikirkan ok?"

__ADS_1


^^^"ok"^^^


...Panggilan berakhir...


"El iya El sama Al gak ada kerumah kemana"


...MY AL (chat)...


^^^"Al dimana?"^^^


^^^"Kenapa gak kerumah?"^^^


^^^"El mana? ko ceklis"^^^


^^^"Al"^^^


^^^"balas"^^^


^^^"p"^^^


^^^"p"^^^


^^^"Aku takut"^^^


^^^"El gak ada Al juga gak ada"^^^


Di negara H,


Albert membaca pesan Kaila lewat notif,


"Bang Ka kai ngechat"


"Apa katanya?"


"nyari kita trus bilang dia takut"


"Takut? tanya takut apa"


...MY OLDER SISTER (chat)...


"Al dimana?"


"Kenapa gak kerumah?"


"El mana? ko ceklis"


"Al"


"balas"


"p"


"p"


"Aku takut"


"El gak ada Al juga gak ada"


^^^"hadir"^^^


^^^"Ada apa ka?"^^^


^^^"Takut apa? kakak kenapa?"^^^


"Aku mimpi grandpa sakit ,


trus ninggalin aku"


"itu gak mungkin kan!"


^^^"Jangan di pikirkan ka itu gak mungkin"^^^


"Kalian dimana! ke sini aku takut"


"Al??"


"Albert"


"ceklis"


"abis kuota? belum bayar WiFi?"


"Albert Einstein Kenan!!"


..........


"Jadi gimana bang?"


"gue bakal tanya papah dulu" Albert mengangguk.


Sebenarnya Albert maupun Elvano tak tega kalau melihat kaila menangis namun melihat kondisi Kaila saat ini sibuk menjaga anak-anak nya , maka itu El dan Al takut Kaila bakal sakit karna banyak yang di pikirkan.


"Jangan buat kaila marah ke kamu El karna menyembunyikan hal ini , jadi kasih tau Kaila dan abang-abang mu boy" ucap sang ayah di seberang sana,


"baik Pa" Panggilan berakhir.


......🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE 🖤......

__ADS_1


__ADS_2