Kesayangan Tuan Muda Mafia

Kesayangan Tuan Muda Mafia
Bab 186


__ADS_3

"BENARKAH MOM DAD?"


Kedua orang tua mereka hanya bisa menggeleng melihat kaila dan Arion yang bingung harus bagaimana menghadapi situasi seperti ini,


"El liat aja Lo!!" batin Kaila,


"Ya mom dan dad punya banyak tapi kalian masih kecil belum boleh main yang itu, jadi minta dengan Aunt dan Uncle mu yang bisa kalian gunakan" ucap Arion ,Mereka langsung mengangguk


"Good boy" ucap Arion lagi,


"Oke besok uncle dan Aunt jemput jangan sampai lupa ya?" ucap Wilasa,


Pemberian permintaan dari semua orang yang berada di situ pun di berikan ke anak-anak Kaila, namun Kaila dan Arion berkata simpan saja dulu karna sudah cukup permintaan mereka akan bingung nanti di letakkan ke mana,


"Terimakasih telah hadir di acara syukuran hari ini" ucap Kaila


Hari semakin gelap mereka semua masuk ke dalam mansion untuk makan malam bersama, anak-anak maupun orang tua begitu senang dengan hari ini mereka berkumpul bercanda bersama,



ada kiranya 2 atau 3 meja besar seperti ini yang di sediakan untuk makan malam bersama, dan tak hanya untuk mereka saja para anak buah BD yang sedang bekerja mengawasi keamanan mansion pun sudah di berikan tempat untuk makan,


"Selamat malam dan selamat menikmati makan malam hari ini saya selaku kepala keluarga mengucapkan terimakasih banyak kepada tamu undangan yang turut hadir dalam syukuran menyambut nama-nama cucu kami yang tampan dan cantik" ucap Tuan Nelson,


Makan malam keluarga besar kali ini sangat penuh makna dan kebahagiaan bagi mereka semua.


Selesai makan malam mereka masih duduk di kursi masing-masing, Jantung Arion serasa berdetak lebih lambat dirinya gugup ingin sekali berteriak karna ini yang paling di nanti dari semua bab yang di baca.


"Kita main tebak-tebakan yang pertama main nona muda kita Kaila" ucap El penuh tepuk tangan,


"Ko gue?" Kaila bingung apa yang terjadi sebenarnya,


"Tutup mata dulu, Alvarez nya kasih Mommy dulu" ucap Wiliam yang greget melihat kaila yang akan di tutupi matanya dengan kain namun Varez masih dalam dekapan Kaila,


"Eh iya lupa" Ujar El,


"Mom titip bentar" Kaila memberikan Varez ke Mommy,


"Setelah mata di tutup Lo harus ikuti arahan kit" kini Feli berkata,


Mata kaila sudah tertutup namun masih berdiri diam di tempat padahal keluarga besar sudah meninggalkan pergi ke Aula,


"Kai Lo denger gue kan? jangan tidur Lo" mengajak Kaila bicara


"kapan jalannya woy gelap"


...Ting...


...Tfgeneration (Grub Chat)...


Arthur : Udah


Elvano : Anj deg-degan gue


MyBo : alay Lo alay

__ADS_1


^^^"gue Kaila otw"^^^


.............


Feli menuntun Kaila ke arah Aula,


"jauh banget anjir ke mana nih??"


"udah bacot Lo ikut aja"


"Ini masih di rumah gue kan?"


"Iya cok di rumah Lo, makanya beli rumah kecil an dikit cape gue jalan ujung ke ujung nih"


"Brisik fel lama kah??"


"Lu yang ngomong tros gue yang di salahin"


cukup lama mereka berjala menuju aula akhirnya sudah berada di pintu masuk, walau Kaila yang akan di lama semua orang yang berada di situ juga ikut degdegan karna mereka ikut ambil dalam rencana kali ini.


bagaimana yang lain bisa cepat sampai ke aula? Itu semua ulah Kaivan yang sangat malas berjalan lalu meminta anak buahnya menyiapkan tadi pagi mobil yang biasa di pakai untuk golf di bawa masuk ke dalam rumah,


beberapa barang sempat di pindahkan agar memudahkan mereka berjalan, dan tak hanya itu saja Hover board hampir 20 pcs, salah mereka membeli rumah sebesar istana dan merepotkan mereka sendiri.


"Astaga lama banget gila Lo"


"ini udah sampe cok sabar"


sedangkan yang di dalam aula,


"Alana takut Uncle" adu Alana dalam dekapan Al


Pintu Aula terbuka Kaila di bantu Feli masuk ke dalam aula yang gelap itu hanya ada beberapa cahaya yang menuntun Kaila naik ke atas podium,


di podium itu sendiri sudah ada Arion yang berdiri menggunakan jas hitam nya, dirinya sangat deg-degan walau ini hanya lamaran belum pengucapan janji suci tetap saja dirinya tidak karuan,


Para dokumentasi bersusun di beberapa bagian untuk mengabadikan momen kebahagiaan mereka, anak-anak dan para orang tua yang sedang duduk menunggu si gunung es melamar Kaila,


"Ini dimana si? pake naik tangga segala"


"Mata gue nih muter-muter udah"


"Woy fel bisu Lo?"


"Mom?"


"Dad?"


"fel ngomong dong"


"BangWill?


"Davian? Laxy? Alana? Varez??"


"Albert??"

__ADS_1


"Astagfirullahhhhh mana sih?"


"gue buka nih?"


"Sabar kai, Lo tunggu sini jangan gerak!" baru Feli berucap,


Arion semakin bernafas tak karuan pasalnya Masalah mereka 2 hari lalu saja masih belum terselesaikan Arion takut kalau Kaila akan menolaknya,


walau keduanya terlihat baik-baik saja di hadapan orang-orang yang ada namun sebenarnya Kaila masih suka mendiamkan Arion saat sudah berdua di kamar dan sering menjauhi Arion,


Arion sudah menjelaskan berulang kali kalau mereka baru saja bertemu hari itu jam itu menit itu dan detik itu namun namanya cewe biasalahhh batinan,


"Kai lepas ikatannya" teriak Feli,


Kaila membuka ikatan kain perlahan dirinya seketika gugup entah apa yang terjadi, awalnya mereka hendak bermain game tiba-tiba malah seperti ini, jantung nya berdetak lebih cepat kakinya serasa lemas tak karuan,


Saat kain itu sudah terlepas dari penutup matanya karna menyesuaikan cahaya yang hanya ada beberapa saja,


"Ekhemm!!" Arion berdehem Kaila pun langsung fokus ke arah Arion yang berjongkok di depannya,


Orang-orang yang ada di aula masih diam membisu memperhatikan keduanya yang ada di podium itu.


"Kaila"


...Tringg...


lampu aula full menyala menampilkan suasana dekorasi yang sangat cantik, Kaila melihat sekeliling nya kaki nya semakin lemas reaksi tubuh yang sangat membingungkan.


"What's going on here?"


(apa yang terjadi di sini?)


"Aku Gak tau harus mulai dari mana" gumam Arion,


"Drama Dolo brohh" sindir Ares,


mereka yang ada di aula menahan tawanya muka gugup Arion dan racauan Arion yang tidak jelas membuat mereka sangat ingin memukul wajahnya.


"why are you squatting " tanya kaila lagi,


(kenapa kamu jongkok)


"Kai, Aku tau kita berdua sama-sama keras kepala. aduh gue gak bisa nih anjirt" potong Arion lagi,


"Okeoke serius" ucapnya,


"Apa sihh?? kenapa juga ini hah? kan aku gak ulang tahun!" bingung Kaila,


"Uhuk uhuk!! tes tes anjayy. oke sudah!!" Arion sudah menetralkan gugupnya,


"Sayang aku tau kita masih dalam proses pendewasaan, Kadang kita berbeda pendapat dalam hal apapun apalagi masalah anak-anak, tapi kita selalu mencoba dan terus mencoba mencari jalan terbaik dan menyelesaikan masalah.."


"Walau kita dekat kenal akrab bisa di bilang baru-baru aja tapi aku serius sangat serius sama kamu, aku takut kamu ninggalin aku.."


"Kaila Chalondra Adara Nelson do you want?..."

__ADS_1


...^^^🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE 🖤^^^...


__ADS_2