
"gue ini sebenarnya apa sih kai buat Lo? banyak banget kayaknya yang gue gak tau tentang Lo" gumam Arion sambil mengusap wajahnya , Ares sudah tak ada di kamar Arion anak cunguk satu itu memilih ke kamar game milik Arion .
"Andrea" ucap Arion kesal karna sudah berani terang-terangan mengganggu Kaila setelah di diamkan makin menjadi .
Arion berjalan keluar kamar menuju ke lantai dasar, baru tiba di lantai dasar Arion bertemu sang ayah yang baru saja pulang sekolah.
"Pah, Arion mau ngomong"
"oke tunggu di ruang kerja papah, papah mandi dulu"
Arion mengangguk paham, sebelum ikut menyusul ke ruangan kerja ayahnya Arion ke dapur dulu karna mulutnya ingin nyemil.
Ares masih betah di dalam ruangan game ntah apa yang dia kerjakan, Arion tak menggubris tingkah sahabat sekaligus sepupu nya itu.
Setelah dari dapur membawa buah apel juga Snack Arion berjalan menuju ruang kerja ayahnya di lantai dua, bertepatan lagi bertemu ka Thania yang keluar dari lift .
Keduanya hanya diam saja tampak tak saling kenal , Arion malas mengajak kakaknya itu berbicara ntah mood nya sedang gak enak.
Di ruangan kerja ayahnya, sembari menunggu Arion mengirimkan pesan untuk kaila, karna khawatir sudah pukul 06.47 malam Kaila tak menghubungi nya atau mengirimkan nya pesan.
"Kaila?"
"kaii?"
"kamu sakit?"
"sibuk??"
"hmm ok hehe"
tak ada balasan dari Kaila, rasa sesak di dada Arion perasaan bercampur aduk kesal tak tau kabar kekasihnya. tak lama sang ayah yang di tunggu datang, mereka berbicara empat mata entah apa yang Arion bicarakan Kepada ayahnya.
Dimansion,
Kepulangan Wiliam dan Kaivan di tunda sampai keadaan Kaila lebih baik menurut mereka, sehabis perdebatan mereka dengan Kaila , Kaila nampak pucat dan tertidur Seperti putri tidur di kamar.
mereka bertiga bingung apa hang harus mereka lakukan,pasalnya hal seperti ini di akibatkan karna kalia terbangun dan langsung membantai musuh tapi sekarang ? kaila tertidur padahal tidak menguliti mangsanya.
"Van, hubungi papah kita akan pulang besok pilih alasan yang dapat di percaya" titah Wiliam
"Oke bang, oh ya El kalo nanti Kaila belum bangun kabar sekolah dia ijin"
"baik bang"
Kaila masih setia menutup matanya, ketiga tuan muda duduk di ruang keluarga ntah apa yang mereka sibukkan yang pasti menghilangkan rasa cemas mereka dan rasa kesal mereka .
"Bang , gue mau beli mansion juga" ucap El
"emang BoNyok udah kasih ijin?" tanya Wiliam
"Udah, soalnya papah gak mau kalah sama Om punya mansion d kota A" ucap El sambil bercanda
"Haha ada-ada aja bokap Lo" ucap Wiliam
"Tempat gue kemarin beli aja, di jamin nih bagusnya kaya mansion gue" sombong Kaivan
"mau nya gitu, gue cek dulu nanti " ucap Elvano
Mereka memesan makanan karna malas masak, makanan untuk seluruh penghuni mansion, karna tak mungkin para penjaga tak mereka ksih makan walau bisa beli sendiri.
Setelah makan malam mereka pesan tiba , mereka langsung makan tanpa bacot .
Di tempat Arion,
Arion baru saja selesai berbicara dengan ayahnya, ntah curhat atau mengadu nasib ke ayahnya.
Arion menghubungi Kaila lagi berulang kali juga mengirimkan pesan kepada Kaila sama tak ada jawaban.
__ADS_1
Arion menghampiri Ares di kamar game berencana mengajak sepupunya itu untuk ke apartemen untuk menemui Kaila.
"Res , ikut gak?"
"gak ah mager gue, lagi enak nih"
"Anj Lo res, ayo ah gak gue bolehin masuk sini lagi Lo ntar"
"ancaman Lo jelek banget Ri gibeng juga Lo"
"bacot cepat ah!!"
Mereka keluar dari kamar game dan berjalan meninggalkan mansion milik keluarga Walsh.
di dalam perjalanan menuju apartemen, si cunguk Ares ngebacot lagi ke Arion..
"mau kemana sih?"
"apartemen Kaila"
"ngapain?"
"banyak tanya"
dengan kecepatan tinggi seperti kesetanan Arion dan Ares tiba di apartemen,
Arion langsung berjalan menuju apartemen Kaila, berulang kali memencet bel tak satupun yang membukakan pintu.
"Mungkin Kaila di tempat Elvano"
"ngapain?"
"Tadi di sekolah dia bawa Kaila, mungkin aja kan"
"ada nomornya gak?"
Arion berjalan menuju parkiran,Ares hanya mengekori Arion. rasa kesal bercampur aduk cemburu mendengar Kaila di bawa ke tempat El makin naik pitam.
"Abang Kaila" gumamnya di dalam lift.
tiba di parkiran Arion langsung menghubungi Wiliam, untung saja Abang Kaila yang satu itu bisa di hubungi tanpa harus menghubungi Kaivan.
"Halo bang"
^^^^^^"ada apa?"^^^^^^
"Anu, Kaila nya ada? gue ke apartemen nya gak ada yang bukain pintu"
^^^"Kaila gak bilang Lo? Kalo dia udah gak di sana lagi?"^^^
"maksudnya bang?"
^^^^^^"kita pindah ke Mansion, gue kirim alamat nya deh ke elo"^^^^^^
"oke bang, thx ya"
Panggilan terputus.
"Gue beneran gak penting ya kai? gue berasa gak di perlukan sama Lo" gumam Arion sambil menutup matanya perih rasanya mata Arion .
"Lo gapapa kan?" tanya Ares yang sedari tadi memperhatikan Arion .
Ting
pesan masuk dari Wiliam mengirimkan alamat mansion milik mereka, dengan cepat Arion masuk ke dalam mobil. Ares hanya ngikut aja .
Butuh waktu setengah jam untuk Arion dengan kecepatan tinggi tiba di mansion keluarga Nelson.
__ADS_1
"Maaf , mau cari siapa?" tanya penjaga
"Saya mau ketemu dengan Wiliam"
"maaf anda siapa ya? ada hal apa ingin mencari tuan Wiliam"
malas basa basi Arion langsung menghubungi Wiliam lagi,
"Kehapha lahgi?" tanya Wiliam sambil nyemil
"bang ga bisa masuk"
"kasih hp Lo ke dia" Arion langsung nurut memberikan hp nya ke penjaga
"buka gerbangnya dia tamu gue"
"baik tuan"
setelah berkata demikian penjaga itu membukakan gerbang, Panggilan tadi sudah di akhiri Wiliam.
"Gede banget gila" gerutu Ares
"jangan malu-malu in res" celetuk Arion
"enggk soalnya lebih besar ini dari mansion Lo"
"******!"
mereka berhenti di depan pintu masuk.
penjaga di depan pintu langsung membukakan dan memberikan arahan dimana Wiliam berada.
"Bang" ucap Arion , Wiliam ,Kaivan dan Elvano langsung menoleh ke arah sumber suara.
"Eh Lo sudah datang"
"Kaila mana?" mereka bertiga pun langsung saling pandang,
"Istirahat dia, oh ya mungkin Kaila belum sempat kasih tau Lo kalo kita pindah jangan di ambil hati" ucap Wiliam
"iya bang"
"duduk sini gabung"
"gue boleh ketemu Kaila?"
"Boleh, El kasih tunjuk jalan kamar Kaila"
"Gue tros aja Lo pada enak duduk" kesal El
Ares tak ikut dia memilih menunggu bersama kedua prince Nelson ( maaf klo d bab sblumnya klo bilng prince Walshv kelupaan)
Elvano dan Arion tiba di depan kamar Kaila,
"Ah ya Ri, gue gak maksud buat Lo marah atau cemburu gue gak lebih dari sahabat Kaila , Kaila di dalam dia mungkin belum sadar gue mau Lo paham, mungkin Kaila belum terbuka sama Lo tapi gue yakin dia..."
"...serius sama Lo ,gue dari kecil bareng dia dan paham Kaila, tunggu aja dia mau terbuka sama Lo klo pun itu lama, semoga Lo serius sama Kaila jangan mainin sahabat gue, kalo nyakitin hati dia gue yang langsung habisin Lo. gue tau Lo siapa di sini maupun dunia bawah, dah kebanyakan ngomong gue , gue tinggal jangan macem-macem Lo"
Arion terkesiap mendengar kata-kata Elvano, dalam otak Arion berpikir siapa Elvano? banyak yang di pikirkan Arion saat ini serasa ingin meledak.
Arion langsung membuka pintu kamar Kaila dengan pelan, tempat tidur Kaila tak langsung berhadapan dengan pintu harus masuk dulu baru bisa melihat tempat tidur Kaila .
**Di usahain banyak up ko😭😌
"maaf kalo banyak typo atau salah nama:)"
jangan lupa like dan vote bby❤️**
__ADS_1