Kesayangan Tuan Muda Mafia

Kesayangan Tuan Muda Mafia
Bab 89


__ADS_3

Paginya ,


Arion masih berada di bar karna tertidur di sana dengan keadaan masih pusing dia berjalan menuju kamarnya untuk bersiap berangkat sekolah , sehabis di bangunkan oleh Ares .


"Ah males gue sekolah" gerutunya lalu merebahkan badannya ke ranjang.


Ares yang sudah siap sedari tadi menunggu Arion di meja makan bersama keluarga Arion.


"Res, Arion mana?" tanya Iswara ibu Arion


"tadi waktu Ares turun, Arion sedang bersiap mungkin bentar lagi datang"


"oh oke, Yasudah lanjutkan makan kamu"


Sedari awal sarapan sampai selesai sarapan Arion tak turun dari kamar, Ares yang akan berangkat bersama Arion pun merasa kesal dan menyusul ke kamar.


"astaga titisan syton!!! di tunggu malah tidur!!! anj." kesal Ares saat tiba di kamar Arion mendapati Arion yang sedang enak rebahan .


"Bangun woy!! sekolah anj!! keburu telat!!!" Ares mencoba membangunkan Arion.


"Brisikkk b*gst" tukas Arion


"Lo yang b*gst!! di tunggu Lo ga tau dir bnget malah asik molor!!"


"Pusing pala gue, Lo aja deh sekolah males gue!"


"Ekhmm" deheman seseorang depan pintu kamar Arion


Keduanya yang asik berdebat langsung menoleh ke arah pintu, Ya Thania yang berdehem di depan pintu sambil menyederhanakan bahunya di dinding .


saat hendak berangkat tadi Thania melihat Ares yang duduk di ruang tamu seperti menunggu seseorang tak lama Ares berdiri dan menuju kamar Arion. Thania yang penasaran pun ikut menyusul Ares ke kamar Arion ternyata oh ternyata si adik nya dengan malas untuk berangkat ke sekolah.


"Udah pintar sekarang?" tanya Thania


"Ini nih ka malas ke sekolah katanya di tunggu dari tadi malah asik tidur!" adu Ares ke Thania


"Siapa bilang gitu ngadi-ngadi Lo! ayo berangkat ah lama Lo" Arion yang sudah siap sedari tadi namun tertidur lagi karna merasa pusing .


"Ayo ngapain Lo masih di situ" ucap Arion yang sudah di luar kamar.


"Brisik" ucap Ares lalu menyusul Arion


"kita berangkat dulu ka" ucap keduanya pada Thania


Mereka meninggalkan Thania yang baru saja menutup pintu kamar Arion, kedua remaja itu berangkat sekolah tanpa bawa tas karna semua barang mereka berada di loker dan ruang pribadi.


Sebenarnya Arion dan Ares berangkat dengan mobil masing-masing namun Ares tak ingin kena hukum sendiri maka itu dia mengajak Arion berangkat bersama. sudah di pastikan mereka akan terlambat karna ulah Arion .


Di mansion keluarga Nelson,


Kaila masih setia menutup mata, El sudah berangkat sedari tadi tinggallah Wiliam dan Kaivan di kamar Kaila, mereka berjaga dari tadi malam di kamar Kaila.


"Lo gak ke kantor cabang?" tanya Kaivan mengisi keheningan kamar Kaila


"Nanti, Lo aja gih duluan cek ke sana gantian kita"


"Yasudah, gue sekalian ke markas, kalo ada apa-apa kabarin gue!"


"iya , hati-hati" ucap Wiliam "oh ya kabarin mommy dan Daddy kalau kita ga bisa pulang hari ini, karna sibuk urusan di kantor cabang"


"iya ,gue berangkat"


Kaivan meninggal Wiliam dan Kaila di kamar, Wiliam meninggalkan Kaila di kamar bukan menyusul Kaivan tetapi turun ke dapur untuk sarapannya yang terlambat.

__ADS_1


Lima belas menit Wiliam di dapur, Kaila sudah bangun namun keadaan nya saat ini cukup lemah. Kaila hanya bisa rebahan ingin rasanya berteriak namun haus di tenggorokan membuat nya tak bisa berteriak.


Wiliam masih duduk di meja dapur sehabis makan tak langsung ke kamar Kaila, karna sibuk mengecek file-file yang dikirimkan asisten nya melalui email.


"Yang lain udah pada makan?" tanya Wiliam ke salah satu anak buahnya


"Sudah Tuan"


"Okeoke "


Wiliam ingin ke kamar Kaila namun d urungkan dia memilih ke kamarnya sebentar mengambil charger dan laptopnya.


setelah berkutik di kamar mengambil keperluan nya baru dia menuju kamar Kaila,


setiba di kamar Kaila, Wiliam panik pasalnya Kaila sudah bangun dan berusaha mengambil air yang berada di samping ranjangnya.


"Astaga, syukurlah" gumamnya sambil mengambilkan air putih untuk kaila dan membantunya duduk untuk minum barulah Kaila bisa bicara setelah menghabiskan satu gelas ai penuh.


"Lo kemana aja sih! dari tadi gue haus banget! serasa mau jemput ajal tau!!" kesal Kaila


"mulut Lo!! apa² ngomong gitu! baru juga bangun udah dendaman sama orang!!"


"gue gak dendam kesal aja, kalia ni gara-gara nya!!" tukas kaila


"udah Lo istirht, mau makan apa?"


"nanti aja masih belum kuat nih badan"


"istirahat, gue di sini juga gak kemana-mana"


Kaila merebahkan badannya lagi untuk istirahat memulihkan badannya.


"Apa-apaan nih badan! lemah banget di tinggal bentar" batin Kaila.


Wiliam juga mengirimkan pesan untuk Kaivan bahwa Kaila sudah bangun, Kaivan yang dapat kabar adiknya sudah bangun buru-buru pulang.


Arion tak di kabari sesuai permintaan Kaila karna pikir Kaila tak mungkin dia memberitahu Mansion nya ini walau Arion tahu kalau Kaila adalah salah satu anak dari Tuan Nelson.


begitupun dengan El ,dia tidak di kabari takutnya pulang duluan dari yang lain apa lagi Elvano murid baru. Kaila memainkan ponselnya seraya menunggu makanannya datang.


Makanan tiba setelah di antarkan ke kamar oleh penjaga di depan, Kaila langsung memakan makanannya.


kedua Kakak beradik itu tak saling bicara sibuk dengan urusan masing-masing, berjam-jam Wiliam di kamar Kaila sampai kaivan tiba.


"Bang " panggil nya


"kenpa?"


"gue laper lagi, pengen kebab"


"Hah?? seriously? " Kaila hanya mengangguk


"kenapa?" sahut kaivan yang baru saja membuka pintu .


"I want to eat kebabs " gumam Kaila


"Tinggal beli apa susahnya?" sambil duduk Kaivan berucap


"Dia barusan selesai makan beberapa jam yang lalu" kritik Wiliam


"he's hungry you know? just buy don't complicate things "


"Lo yang beli."

__ADS_1


"gak gue cape, baru juga datang"


"Dasar malas!" ejek Wiliam


"bacot untung abang! suruh Elvano aja sekalian pulang toh sekarang waktunya pulang"


"Lo suruh gih, gue mau mandi dulu dari lgi gue gak mandi"


"jorok banget Lo"


"Ribut aja gelud gelud! ga usah peduliin gue!" kesal Kaila yang merasa di abaikan.


"noh Abang Lo tuh yang ngajak" Kaivan membela dirinya


"Tau gue mau balik kamar ," Wiliam langsung pergi meninggalkan mereka.


Kaivan menghubungi Elvano langsung agar Kaila tak bacot.


"Lo dimana?" to the point Kaivan


"baru juga mau keluar kelas"


"pulang nitip kebab sepuluh"


"Hah?? gak salah denger ? buat siapa?


"Kaila ngidam, cepet ya"


"What? say this is kidding !! Kaila kenapa mulut Lo gak lucu bang!!" kesal El


"Kenapa Kaila El?" tanya Feli sedikit berteriak , tak sengaja mendengar ucapan El dari ambang pintu, El pun menggeleng .


"El Kaila kenapa!!! " teriak Feli lagi membuat semua siswa yang baru saja keluar kelas menatap ke arah Feli begitu pun Arion dkk, tak jauh dari Feli


Arion mendengar nama kaila langsung bergegas menghampiri Feli,


"Nih gara-gara Lo sih ribet kan!!" kesal El langsung mematikan panggilan karna melihat kondisi sekarang di ambang pintu Feli dan Arion dkk.


"Gue tanya sekali lagi El, KAILA KENAPA!!!" Mata Feli sudah merah menahan air matanya pasalny sahabatnya itu tak memberi kabar lagi setelah mengatakan dirinya baik-baik saja.


"Kaila kenapa El?" tanya Arion juga sambil mendekati El


"Kaila gapapa, dia ..." El kesusahan menjawab


"dia? dia kenapa anj!!" kesal Arion


"sini gue bisikin" Arion mendekat "Kaila pengen makan kebab, kata Kaivan ngidam"


"What??? no kidding!! "


"lahh gue keliatan bercanda? lo gak apa-apain sahabat gue kan?" ucap keduanya bisik-bisik


membuat teman-teman nya mendekat ingin tau apa yang mereka bicarakan.


"Gila ya kalo! gue masih punya otak!"


"kirain, untung gue gak langsung percaya bisa habis Lo sekarang" gerutu El


"Gue mau balik bye!" ucap El lagi


"El?" panggil Arion


like sama vote nya jangan lupa bby❤️

__ADS_1


__ADS_2