Kesayangan Tuan Muda Mafia

Kesayangan Tuan Muda Mafia
Bab 109


__ADS_3

Berulang kali Arion mengirimkan pesan ke Kaila namun tak ada balasan, pikirannya sekarang mungkin kekasihnya ini sedang tertidur jadi tak membalas pesan yang dikirim kan dirinya .


"Bang Kaila sakit?" tanya Arion ke Wiliam


"Tidak , kenapa tanya kan ada kailanya , tanya sendiri" Wiliam menunjukkan ke samping namun tidak ada kaila di sana kiri kanannya pun tidak ada


"Eh Kaila kemana? " Wiliam tidak menyadari sang adik tidak ada


"Dia ijin balik ke kamar" Wiliam hanya ber oh ria ,


"mungkin dia kelelahan soalnya dia juga ambil andil kan mengurus semua nya agar peserta berjalan dengan lancar" Kaivan berujar agar kekasih adiknya ini tidak membuat yang lain khawatir juga


"benar juga" Arion langsung melanjutkan makannya, yang lain pun juga.


para orang tua berbincang berbagai macam yang mereka bahas apa lagi sesama istri CEO yang berkumpul keluh kesah yang mereka miliki di curahkan bersama , mommy Kaila dan mamah Arion walaupun baru saja kenalan keduanya langsung cocok Seperti sahabat begitu pun dengan Mommy Elvano.


Sedangkan para Kepala Keluarga lebih banyak membahas pekerjaan, dan mereka berencana akan mengembangkan bisnis bersama yang akan mereka buat juga mempererat hubungan bisnis yang mereka jalin satu sama lain.


(Bisnis tetaplah bisnis -Author)


Sampai pukul 9 malam acara barbeque pun selesai mengingat besok hari Senin para anak-anak dan orang tua harus kembali melakukan kegiatan masing-masing.


"Terimakasih atas undangannya Tuan dan Nyonya Nelson" ucap Tuan Walsh


"Kami jiga berterimakasih kepada kalian saat kami tidak di sini , anakku Kaila pasti merepotkan kalian" ucap Tuan Nelson beberapa bulan lalu sempat mengawasi putrinya ini


"Tentu jangan sungkan, kami pamit dulu" Keluarga Walsh pamit pulang begitu pun dengan orang tua Ares , anak anak mengekori orang tuanya di belakang.


"Yo Bro, kita juga mau balik " ucap Tuan Kenan


"Kenapa cepat sekali, tidak menginap?" tanya nyonya Nelson


"Next time saja, besok kami harus pergi lagi" ucap Nyonya Kenan


"Apa anak-anak akan tinggal di sini?"


"Ya El dan Al meminta untuk tinggal dan bersekolah di sini"


"oh itu ide yang bagus" ucap Nyonya Walsh


"Sudah semakin malam, kita pulang dulu terimakasih undangan nya" ucap tuan Kenan


mereka semua pun sudah pergi meninggalkan mansion, tentunya mereka di kawal dari mansion sampai depan jalan raya sesuai perintah tuan Nelson.


"Ayo aku antar kamu ke kamar sayang" ajak sang suami


"Setelah mengantar kamu mau kemana?"


"Aku akan berbicara dengan Wiliam dan Kaivan tentang perusahaan" sang istri mengangguk.

__ADS_1


Mengantarkan sang istri menuju kamar mereka lalu kembali ke ruang tengah, menghubungi kedua anaknya yang entah kemana setelah acara makan malam bersama itu selesai,


kalau Athifa sudah berada di kamarnya di antarkan Wiliam tadi saat jam 8 malam, tidak tidur dengan Kaila karna kaila tidak membuka pintu kamarnya .


"Ada apa dad?" tanya Wiliam yang baru saja datang


"Dimana Kaivan?"


"Di sini dad? ada apa?"


"Daddy ingin berbicara serius dengan kalian! kita ke ruang kerja Wiliam dulu!" pinta sang Daddy


Ketiganya berjalan, udara sekitar mereka berasa menghilang keringat bercucuran dari wajah mereka entah apa yang akan Daddy nya bahas apapun itu mereka akan tanggung akibat kalau itu mutlak kesalahan mereka.


"Duduk kalian berdua!" titah sang Daddy saat sudah berada di ruangan


"Apa ada yang ingin kalian katakan ke Daddy?"


"Wiliam do not understand what that means"


"Daddy tanya!! apa ada yang ingin kalian katakan ke Daddy??" tanya Daddy nya lagi sedikit tegas


"No dad, is there anything you want Daddy to tell us? "tanya Kaivan


Sang Daddy melemparkan kertas laporan tentang Kaila beberapa bulan ini juga akhir-akhir ini, juga flashdisk yang berisikan video dimana Kaila di bully d sekolah maupun di mall .


"Kamu Wiliam, jelaskan!!" Wiliam diam seribu bahasa


"Kaivan?"


"Kenapa kalian menyembunyikan semuanya ini?"


"Dad, kami tidak menyembunyikan kami hanya belum siap memberitahu semuanya" ucap Wiliam


"Apa kalia benar-benar terbangun?" Wiliam mengangguk


"oh astaga!! lalu bagaimana dengan anak walikota itu? apa tindakan kalian? apa kalian membiarkan nama baik adik perempuan kalian rusak??!!!"


"no dad, kami bisa saja langsung memberikan pelajaran kepada mereka atau membunuh semua keluarga mereka tetapi Kaila menahan kami"


Sang Daddy memijit pelipisnya, Kesal ingin memberikan pelajaran ke anak-anak ini yang lalai namun itu juga tidak mungkin.


"Siapkan semua nya kita bawa Kaila pulang!!"


"Apa harus dad? Kaila terlihat senang saat di sini" bela Kaivan


"Pikirkan dulu dad, Kaila pasti tidak akan ingin pulang "


"Huh!" menghela nafas kasar "Kalian ini sebagai Abang kenapa bisa sampai mendapatkan kesalahan seperti ini? Adik kalian itu perempuan Daddy tidak ingin banyak yang menilai dirinya buruk apalagi sampai mencap dirinya tidak normal"

__ADS_1


"Itu tidak mungkin dad!! siapapun yang berani mengatakan hal gila tersebut siap untuk mati " tegas Wiliam yang kesal mendengar ucapan sang Daddy.


"Benar kata BangWill dad, tenang lah kami yang akan segera menyelesaikan semuanya, ini juga akibat kami yang tidak becus mengawasi adik kami" ucap Kaivan.


"Daddy tak ingin anak-anak Daddy kenapa-kenapa, Daddy ingin Kalian hidup bahagia semuanya" rintih sang Daddy


"forgive us dad, we were negligent don't be angry dad " kedua tuan muda itu memeluk sang Daddy mereka salah mereka lalai .


"Daddy is not angry, Daddy hanya kecewa dengan diri Daddy karna tak bisa menjaga kalian dengan baik"


"no Daddy menjaga kami sangat baik, Daddy sempurna" bantah Wiliam


"Sudah kenapa jadi melow gini sih gak asik" tukas Kaivan


ketiganya terkekeh,


"Daddy tidak ingin mendengar atau mengetahui kejadian seperti ini lagi"


"Tentu dad" ucap keduanya


Mereka kembali ke kamar masing-masing, tentunya Wiliam dan Kaivan akan segera melakukan tindakan tegas kepada keluarga Lovata dan kedua sahabatnya itu, berani bertindak bodoh melukai princess mereka.


Tentu mereka akan melakukan dalam bayangan terlebih dahulu menyerang perusahaan mereka yang pasti, sesuai janji keduanya ke Kaila tidak ikut campur dengan mengurus Andrea dkk.


Malam panjang yang terasa begitu cepat berlalu, sudah pagi saja rasanya baru tidur Semenit yang lalu bagi mereka.


Keluarga Nelson sudah berada di meja makan, kecuali Kaila masih berada di kamar bersiap untuk berangkat ke sekolah.


"Morning" sapa kaila ,


"Morning" sapa mereka balik


Kaila lebih banyak diam, ntah apa yang membuat nya seperti orang bisu dan bersikap dingin,


"Tidak sarapan nasi?" tanya sang mommy , Kaila menggeleng


"Tidak mom, kaila sudah terlambat" ucapnya setelah selesai mengoleskan selai roti,


"Kaila berangkat dulu" mendaratkan kecupan di kedua pipi Mommy dan Daddy juga Abang dan adiknya


"hati-hati di jalan sayang" Kaila hanya memberikan jempolnya seraya berjalan menuju bagasi mobil.


Sebelum berangkat, ponsel kaila yang awalnya di matikan dirinya baru dia hidupkan banyak notif masuk dari sang kekasih, selang berapa detik ponselnya berbunyi


"🐻" Kaila mengganti nama Arion dengan emoticon.


"Oh akhirnya aku bisa menghubungi mu, apa kamu sakit? apa sudah makan? apa kamu marah dengan ku? kenapa kamu mengabaikan aku? apa ada yang membuat mu marah? apa ada yang terjadi saat di mall?"


...✨ jangan lupa like dan vote πŸ€ΈπŸ”«βœ¨ ...

__ADS_1


__ADS_2