
"Queen ini yang anda minta" Kevin memberikan gelas kecil itu ke Kaila
"Buka penutup wajah mereka" pinta Kaila
Kevin membuka penutup wajah empat orang itu, mereka berempat memberontak berteriak agar ada yang melepaskan mereka.
"Kalian yang ingin membunuh adikku?"
"lepasin kita j*lang" bentak salah satu pelaku
"Mulut Lo ringan banget kalo ngomong kasar!!"
"Heh!! Lo mau apa? lepasin kita!! kita gak ada urusan dengan Lo"
"Kalian tidak mendengar aku berkata apa tadi?" Kaila berjalan mendekati mereka tak lupa dengan pisau kesayangan nya di dalam genggaman.
"Yang mana? ohhh si bocah sok keras itu?"
"Dia pantas untuk di bunuh banyak bacot doang"
"Suttt" Kaila memberikan kode seraya menutupi bibirnya dengan jari telunjuk
"Jangan berani mencelakai orang terdekat ku" Kaila menyeringai lalu berdiri menuju meja untuk mengambil salah satu jarum jahit.
Di tempat lain tepatnya pintu masuk markas Wiliam dan Kaivan baru saja tiba di markas.
keduanya bergegas menuju kedalam markas mencari sang adik,
"DIMANA QUEEN!!" mereka bungkam sesuai perintah Kaila tadi
"JAWAB!!"
"OKEY! KALIAN TAK INGIN MENJAWAB KALAU AKU YANG LEBIH DULU MENEMUKAN AKAN AKU BUAT INI HAR TERAKHIR KALIAN!!"
"Maaf King, Queen bilang jangan ada yang menggangu dan memberitahu keberadaan nya"
"Tinggal katakan dimana dia sekarang!!!"
"Ruang bawah tanah" Wiliam mengerutkan keningnya Kaivan pun ikut mengerutkan sejak kapan Markas memiliki ruang bawah tanah? kenapa mereka tidak tau!
"Tunjukkan jalannya."
Anak buah yang memberitahu kan lun mengajak kedua king itu berjalan ke halaman belakang agak jauh dari markas , jalan masuk ke ruang bawah tanah di tutupi rerumputan entah kapan mereka membangun ruangan bawah tanah ini.
"Di sini tuan" anak buah itu membersihkan serta membukakan jalan ke bawah sana.
Wiliam dan Kaivan terkesiap saat memasuki ruangan itu ,anak buah itu mengantarkan Samapi atas saja tidak ikut masuk ke dalam sana. Di ruangan bawah tanah itu Kalia sedang menjahit mulut tahanan itu lalu melepaskan dengan cara di tarik.
"ada dua ruangan yang mana?" tanya Kaivan
bersamaan karna Kaivan menanyakan Kevin keluar dari ruangan itu ketiganya sama-sama terkejut.
"King" sapa Kevin duluan
__ADS_1
"bikin kaget saja!"
"maaf King"
"dimana Kaila?"
"Di dalam"
"kenapa kamu keluar?"
"Mual king, saya permisi ke atas sebentar"
Wiliam dan Kaivan mengangguk, mereka berdua masuk ke dalam ruangan itu, memperhatikan kaila menggores serta bergumam kecil sesekali bertanya namun mereka malah mengatai dirinya.
goresan demi goresan di dapati keempat orang itu ketika Kaila bertanya kepada salah satu dari mereka lalu mereka tidak mau menjawab maka keempat nya mendapatkan goresan.
"Kaila" panggil Wiliam , Kaila menoleh ke belakang
eh maksudnya kalia menoleh ke belakang.
"Abang?" Kalia yang tadinya menguasai tubuh mereka sepenuhnya kini terbagi Kaila bangun saat mendengar suara Wiliam memanggilnya.
"kai bisa jelasin" ucap Kaila , sedangkan kalia hanya diam saja .
"masih mau bermain?" Kaila diam , Kaila sedang bertanya ke kalia apa masih mau bermain atau tidak.
"enggak bang" Kaila menjauh dari keempat orang tersebut mendekati kedua abangnya. menutup matanya agar kembali seperti semula.
"kata kal mereka berempat gak asik di ajak main" Wiliam dan Kaivan menghela nafas panjang, sepersekian detik tubuh kaila lunglai Kaivan yang lebih dekat dengan sigap memeluk sang adik.
"kaki kai lemes , pinggang sama perut juga sakit, tadi kuat-kuat aja" gumamnya
"bisa naik tangga gak?" Kaila mengangguk sedikit ragu-ragu dia bingung tangga mana? padahal dirinya tadi hanya melewati pintu dari markas keluar lalu memasuki pintu dan sampai di sini, soal tangga mungkin itu jalur darurat pikir Kaila.
"Kevin mana?" tanya kaila yang tak mendapati anak buah sekaligus tangan kanannya itu.
"ke markas mual katanyanya"
"Ayo pulang sebelum ketahuan Daddy"
mereka bertiga pun meninggalkan keempat tahanan itu, darah di sekujur tubuh keempatnya banyak sangat malahan keluar dari setiap goresan yang kalia berikan Tak hanya goresan tetapi sengaja di perdalam apalagi mulut mereka yang bekas di jahit benar-benar sakit dan perih.
Kakak beradik itu ingin mengikuti arah mereka datang bingung dan bingung seperti labirin di bawah situ ternyata tak hanya dua ruangan ada beberapa ruangan lagi dan lorong lainnya.
"seperti nya tadi aku tidak melihat ini" gumam Kaivan
"hubungi Kevin saja langsung aku sudah tidak kuat" ucap Kaila yang saat ini perutnya nyeri dan pinggang nya serasa ingin di lepas
kaivan langsung menghubungi Kevin karna dirinya tidak tega melihat sang adik kesakitan padahal tadi saat ingin mengeksekusi setiap tahanan tidak merasakan sakit sama sekali .
"Vin kesini sekarang!"
"baik King" Kevin Langsung menuju ruang bawah tanah "astaga pasti mereka tersesat mampus dah gue" gumam Kevin
__ADS_1
Sebelum itu Kevin menghidupkan lampu di ruangan tersebut menjadi lebih terang agar karna sedari awal lampunya di redup kan agar menipu orang-orang dan ternyata bos nya sendiri yang tertipu.
"ko bisa berubah terang?" tanya Kaivan , Kaila yang berjongkok pun menjawab seraya menahan sakit nya.
"ini ruangan ini di buat kaya labirin, pembuatan ini juga awalnya Kaila yang rancang tapi untuk yang di kota B , trus waktu kaila baru tau kalau ada markas kita di kota A rencananya Kaila ingin bikin labirin gini eh ternyata Kevin udah melakukan tugasnya dengan baik."
"King , Queen" sapa Kevin yang ngos-ngosan berlari mencari ketiganya ini
"lewat sini" ajaknya
beberapa menit berjalan mereka keluar lewat pintu dan beberapa anak tangga menuju ke atas, pintu rahasia yang ada di markas hanya beberapa yang mengetahui itu.
"Minta salah satu anak buah mengantarkan mobil Kaila" perintah Wiliam
Andai adiknya ini tidak sakit pastilah Wiliam akan memberikan hukuman kepadanya, mereka bertiga pulang ke mansion karna waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari
"bang beli sate dulu dong" pinta Kaila lagi
"oh astaga!!" walau berkata begitu Wiliam tetap menuruti permintaan sang adik.
mereka berhenti di salah satu tukang sate memesan tiga porsi karna mereka juga ikutan lapar.
"Karna mengendap keluar rumah tanpa seijin orang tua, Kaila di hukum untuk istirahat di rumah seminggu masalah sekolah nanti Abang yang bilang kepala sekolah" ucap Wiliam di sela memakan sate.
"ko gitu bang!" tak terima dengan keputusan Wiliam
"tidak ada bantahan atau mau Abang lapor ke Daddy?"
Kaila hanya pasrah dia juga mengingat kalau tamu bulanannya ini sakit kalau dirinya paksa lalu di sekolah bertemu mak lampir bisa-bisa dia di kalahkan karna tak melawan.
Setelah makan dan membayar mereka kembali menuju Mansion, ada rasa kesal ketika mengingat kedua abangnya ini ber IQ tinggi apalagi kaivan yang bisa melacak dan meretas cctv manapun , Wiliam yang lebih tegas dan mengerikan ketika benar-benar marah jika ada yang menyalah gunakan kebaikan nya.
"masuk kamar ganti semua pakaian kamu! darah penuh di Baju dan dimana-mana" ucap Kaivan mengingatkan sang adik.
"cuci mobil ini besok" perintah Wiliam
mereka masuk ke dalam rumah Masih sepi untunglah , Wiliam juga meminta kepada pengawal yang ada untuk diam dan merahasiakan kejadian malam ini.
"Abang tau dari mana Kaila keluar?" pertanyaan yang sedari tadi Kaila tahan
"Athifa"
"kalau Athifa tau trus bilang Daddy gimana " takut kalau dirinya ketahuan keluar.
"ya gak tau" mereka berpisah di lantai dua,
Kaivan berencana akan pindah ke kamar lantai tiga tak jauh dari kamar Kaila mengingat kedua adik perempuan nya ini hanya berdua di lantai tiga itu.
"istirahat jangan kemana-mana lagi" perintah Kaivan yang sudah mengantarkan Kaila sampai ke kamarnya.
"iya" Kaila masuk lalu mengunci kamarnya , Kaila langsung menuju kamar mandi seraya memikirkan bagaimana apa yang akan terjadi besok apalagi Athifa mengetahui dirinya keluar rumah.
...✨ jangan lupa like dan vote 🤸✨...
__ADS_1