
"Mbaaaa" panggil Kaila sesaat sampai di ruang tengah
"Iya non"
"Ah aku mau minta tolong , ini Snack sm ice cream tolong d susun di lemari kamar aku yang khusus makanan, trus baju yang di dalam koper cuci semua ya?"
"baik non" Kaila menuju garasi
"Queen mau kemana?" tanya pengawal Kaila
"Markas, Lo berdua gak usah ikut jaga Mansion aja"
"tapi Queen?"
"ucapan ku mutlak!"
Kaila berlalu masuk ke dalam mobil, dirinya ingin bertemu dengan pemuas nafsu nya mungkin.
Skip markas
"Astaga Queen" kaget Kevin saat Kaila sudah berdiri di belakang nya
Kevin sedang berada di halaman belakang menikmati suasana malam, kaila datang tanpa bersuara dan tidak ada yang menyadari dirinya
"kenapa Kevin " canda Kaila
"kagett, Ada apa Queen?"
"Gak boleh ya gue ke sini?"
"ya kali Queen, duduk Queen" Kaila pun ikut duduk di sebelah Kevin
Kaila dan Kevin sudah bersama sangat lama tetapi itu hanya sebatas bos dan anak Buah, terkadang Kevin bisa menjadi Abang maupun adik Kaila sesuka hati Queen.
"Apa Queen bahagia?"
"Maksudnya?"
"Apa Queen sekarang bahagia? punya banyak teman tidak seperti dulu di batasi untuk berteman dengan orang luar? kecuali saya dan king juga prince?"
"Ya aku bahagia namun tidak full mungkin" Kaila menatap langit
"Saya akan selalu bersama Queen apapun yang terjadi"
"Lo terbaik Vin, ayo masuk gue harus olahraga" keduanya pun berjalan masuk ke dalam.
Kaila menuju ruangannya di ikuti Kevin,
"Ada berkas yang harus gue tanda tangan? gimana semua penjualan dan untungnya? apa ada yang berkhianat?"
"Semua masih baik-baik saja Queen, tidak ada berkas yang perlu Queen tanda tangani karna King Kaivan sudah menyelesaikan semuanya"
Kaila pun melemaskan otot-otot badannya, berpikir sejenak apa yang harus dia lakukan kepada Kirana.
"Vin, apapun yang terjadi ke gue besok, BoNyok jangan sampai tau. gue punya firasat yang buruk"
"Apa maksud Queen" Kaila berjalan tanpa menjawab pertanyaan Kevin
Di ruang tahanan Kirana,
Di setiap ruang tahanan selalu ada kursi untuk kaila duduk sebelum memanjakan para pemuas nafsu nya.
Clikk
Kirana menoleh ke arah bunyi yang mana pintu terbuka, Kaila sengaja tidak Merantai tubuh Kirana ataupun menutupi mulutnya agar tidak berisik.
"Kaila tolong lepasin gue plis" mohon Kirana
"gue , gue janji gak hikss bakal ganggu Lo hikss lagi "
"Tolong kai hikss hikss gue mau pulang , gue mohon"
__ADS_1
"ada syarat nya" ucap Kaila
"Apa? gue bakal turutin semua mau Lo apapun selagi gue bisa" Kaila berpikir sejenak
"Gimana kalo Lo mati dulu? baru gue perbolehkan keluar?" menyeringai
"Ck, masih aja ngasih harapan palsu Lo" ucap El
"Itu bukan harapan palsu Lo tau gue El"
Elvano tadi ke Mansion dan saat menanyakan keberadaan Kaila salah satu anak buahnya mengatakan bahwa Kaila ke markas, El pun langsung pergi menuju ke markas.
"El tolong gue plis, gue tau gue salah gue minta maaf"
"Lo kapan datang?"
"Gue? barusan" ucap El
Kaila mendekati Kirana, kaila saat ini ingin sekali melalukan apa yang kalia inginkan namun Kaila menolak keinginan itu.
"Lo tau na, Bokap Lo nelpon gue" ucap Kaila lalu mengeluarkan pisau kesayangannya.
"Kaila gue mohon ampuni gue" rengek nya
"kai balik ayo, besok Senin" ajak El , bukan El menyelamatkan Kirana tetapi El tidak mau kerepotan menjaga Kaila kalau sakit.
"El lain kali gak usah ikutin gue kemana! gue yang awalnya senang jadi badmood gara-gara Lo" kesal Kaila
"Kai gue minta maaf, tolong keluarin gue plis"
PLAKK
PLAKKK
"BRISIKkkkkkk"
"Diam Na!!! telinga Lo gak denger hah!! gue lagi ngomong sama El"
"KALO LO GA DENGER PERCUMA LO PUNYA TELINGA!!!" Kaila tanpa aba-aba memotong telinga kiri Kirana
"Ampun am hikss pun kai ampun hikss" Kirana memegangi telinga kirinya yang hampir terlepas
"KENAPA LO NANGIS HAH!!! LO MUKUL GUE, LO BIKIN GUE JADI BAHAN BULLY , FITNAH GUE SEENAK JIDAT LO BERTIGA ! GUE SABARIN TERNYATA MAKIN MENJADI!!" Kaila menarik telinga Kirana untung saja tidak terlepas dan tidak menarik kulit wajahnya.
"hikss am hikss ampun kai sakit hikss hikss gue Minta maaf hiks" Darah segar keluar terus menerus tanpa henti dari telinga Kirana
Kaila menutup mata kirinya seraya menyeringai aura dan hawa ruangan seketika membuat orang bergidik ngeri, El pun ikut bergidik.
"Sial banget gue" batin Elvano
"Gue gak dendam, tapi gue ingat tiap detik tiap jam , tiap saat orang-orang ngomongin gue"
"Ah gue kayaknya lupa apa yang gue tanyain ya waktu di hutan itu sama Lo" berpikir sejenak
"lupain , Gue mau ngasih tau Lo! Gue bukan anak jalang! Nama gue Kaila Chalondra Adara Nelson. Lo tau Keluarga Nelson? gue sengaja ngasih tau Lo biar Lo tenang di alam sana nanti"
"Elvano" sapa kalia
"Huuhhh" El menghela napas panjang "Kal balikin Kaila ya? gue cape, besok gue mau sekolah"
"Haisshh El gak asik"
mata kiri Kaila kembali ke semula, El mengambil pisau yang ada di genggaman Kaila tak ingin berlanjut lebih jauh.
"Ayo balik, gue gak mau ngurus Lo kalo sampe kelelahan" ajak El seraya menarik Kaila
"Ah ya, gue gak ngelindungin Lo jangan salah paham! gue cuman gak mau ijin terus gara-gara ni bocah" ucap El kepada Kirana
__ADS_1
"Anj ganggu aja Lo, mau banget gue balikin Lo ke kota H" kesal Kaila
"gue cuman gak mau ijin trus anj" Kaila pasrah El menariknya keluar ruangan.
"Mobil Lo biar Kevin yang ngantar! Lo gue antar pulang !"
"gak gue bawa mobil sendiri" Kaila memberontak melepaskan genggaman tangan El
"Gak Lo pulang sama gue, biar gue gak disalahin Abang lo!!!"
"huaaaa huaaaa gue laporin Kaivan Lo narik lengan guee" El membelalakkan matanya
"dihhh idihhh pengen rasanya selentik ginjalnya" ucap El
"yaudah Lo Bawa mobil Lo, tapi gue ikutin di belakang"
Kaila langsung masuk ke dalam mobilnya, tanpa menunggu El Kaila melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi
saat ini pukul 9 malam,
Arion sempat menghubungi Kaila namun tak ada jawaban ntah Kaila ketiduran atau tidak mendengar ponselnya berbunyi, Arion juga tak terlalu curiga apalagi dia sendiri yang mengantarkan Kaila kerumahnya.
"Luke udah Lo Atur pengawal bayangan buat kaila?" isi pesan Arion
"gue udah siapin, tapi besok gue minta mulai menjalankan tugas itu mereka" balas Luke
Skip Pagi .
Kaila dalam perjalanan menuju sekolah,
Senin pagi dirinya harus buru-buru ke sekolah karna perjalanan cukup memakan waktunya.
pengawal dan pengawal bayangan juga mengikuti Kaila pastinya.
Di sekolah.
Kaila baru saja tiba banyak yang membicarakan Andrea dkk yang berada di club' malam bersama beberapa pria, foto dan tempatnya pun tertera jelas di mading.
"Kai Lo udah tau belum?" Kaila yang baru saja duduk langsung di hampir Feli yang membawa beberapa cemilan tentunya susu pisang di genggaman.
"Emang kenapa si? dari gue Sampe heboh banget"
Brakkkkk
"Heh !! maksud Lo apa ngefitnah gue pake edit foto gue gitu anj!!!" bentak Andrea yang baru masuk ke kelas Kaila
"Masih pagi gak boleh panas" batin Kaila
"Gue yang harusnya nanya! Lo apa-apa an nuduh gue, gua aja baru datang gila Lo ya."
"Gak usah sok gak tau deh Lo!! ini semua rencana Lo kan" tukas jova yang ikut kesal karna ada dirinya di foto itu
"Gue baru datang anj!!" kesal Kaila dirinya belum tau apa-apa Feli pun belum menyelesaikan ucapannya
"Alesannn!!" Andrea melayangkan tangannya hendak menampar wajah Kaila , namun dengan cepat Kaila menahan tangan Andrea
"Kalo kesabaran gue habis, Lo udah nyusul sodara Lo" bisik Kaila
Degg
"Lo bunuh Kirana?" teriak Andrea
"Lo Lo pembunuh!!" ucapnya lagi
Sontak semua murid yang tadinya takut-takut menguping dan mengintip sekarang terang-terangan memperhatikan mereka .
"Heh!!! Kalo punya mulut di jaga! makin lama ngelunjak Lo ya Dre" ucap Feli yang kesal sahabatnya di bilang pembunuh
"gak seharusnya Lo bela gue fel, gue emang pembunuh" batin Kaila
"ADA APA INI? BUBAR KELAS MAU DI MULAI!" tegur guru yang mengajar
__ADS_1
"AWAS LO !! GUE BAKAL BUAT LO NYESAL!!" memperingati Kaila
...🐻 Jangan lupa like dan vote 🐻...