Kesayangan Tuan Muda Mafia

Kesayangan Tuan Muda Mafia
Bab 156


__ADS_3

Arion mengerutkan keningnya bukan tanda tak setuju dengan apa yang kaila inginkan, tetapi


dirinya hanya kaget dengan keputusan yang di ambil kaila walau begitu dirinya tetap menyetujui apapun yang Kaila inginkan .


" kamu yakin?"


"sedikit ragu tetapi kalau aku semakin lama mengurung mereka , entah masalah apa lagi yang akan datang"


" Terserah kamu , yang pasti ingat jangan sampai terluka" kaila mengangguk


mereka tiba di halaman mansion,


Arion membukakan pintu untuk kaila ada angin apa seorang Arion gunung es berjalan membukakan pintu untuk perempuan, Arion paling anti dengan namanya bucin akut dulu berbeda dengan sekarang. keduannya berjalan masuk ke dalam rumah.


"MAMIIIIII ARION PULANGGGGGGGG"


"PLAKKKK" Kaila memukul punggung Arion


"aw!!! sayang iih"


"bisa gak! gak usah teriak kek lagi di hutan aja!!!!" Arion hanya cengar-cengir


Kaila berjalan lebih dulu dirinya kesal dengan tingkah Arion , walau begitu juga dirinya sudah terlanjur jatuh cinta dengan si gunung es . Arion meminta salah satu maid untuk membuatkan  cemilan untuk kaila  agar tak bosan,


"aku ke kamar mami dulu jemput si boy" kaila hanya menatap Arion sekilas


selang beberapa saat mami dan Arion juga si boy turun bersamaan dengan itu maid mengantarkan cemilan yang diminta Arion.


"hallo boy" Kaila mencium pipi bayi laki-laki ,


"tidur di sini aja kai, biar mami bisa bantu jaga boy"


"liat nanti ya mi, soalnya kasian rumah kaila kalau kosong"


"Arion tidur di tempat kaila ya?" Arion berucap seraya memasukan cemilan ke dalam mulutnya


Sebenarnya kaila juga tak enak kalau Arion selalu berada di rumahnya apa lagi Arion,


walaupun mereka tidak melebihi batas namun untuk remaja seumuran keduanya bakal jadi pro dan kontra di kalangan orang dewasa terutama ibu-ibu saat kumpul beli sayur depan gang.


"Ar mandi gih bau asem tuh badan" ucap sang mami seraya bergaya seperti prang yang ke bau an,


" emang suka sembarangan mulutnya mami, anaknya harum gini di bilang bau!" setelah berucap Arion berjalan meninggalkan mereka untuk mandi, walau badannya tidak bau dirinya pun memang berencana untuk mandi karna terasa lengket


Kaila bersama mami dan si boy duduk di depan tv, mami nya pun berulang kali meminta kaila untuk menginap disini tapi kaila selalu saja berkata nanti kaila pikirkan , berulang kali meminta jawaban kaila tetap sama walau begitu mami tetap berusaha.


"Eh ada kaila" sapa Zeanisa yang baru saja datang


"Ka, apa kabar?" sapa Kaila


"baik, lo gimana? sorry ya waktu itu gua lagi sibuk banget jadi gak bisa datang"


"Baik juga ,sans kali ka next acara harus datang ok? atau agensi kaka Kaila beli biar ka Ze bisa libur" Candaan orang kaya memang tidak main-main bisa-bisa berujung jadi kenyataan , mereka pun tertawa mendengar Kaila beruap seperti ini jarang sekali .


" gue ke atas dulu, mi Zea ke atas dulu. dah baby boy" Zea sudah sudah tahu bayi kecil ini dari grub keluarga mereka


Kaila mengambil ponselnya mengecek apakah ada hal penting atau tidak,


                                BangWill ( chat )


kita udah sampe


"lo jaga diri baik-baik jangan


macam-macam di sana, ingat gue


selalu manatu lo! walau gak sedetail banget


tapi tetap aja gue manatu lo!!!"


                                                       "iya Tuan muda"


Lo dimana? kata penjaga

__ADS_1


lo belum balik? ini udah jam berapa ?


balik ga lo!!!


                                                       "di tempat Arion"


"Jangan terlalu lama"


^^^"bentar lagi juga balik"^^^


"Yaudah, kalo ada apa-apa


hubungi kita, i love you princess"


^^^"me to prince"^^^


Arion datang dengan penampilan yang sudah segar seperti ice cream yang baru saja di ambil dari kulkas,


"Pulang Sekarang atau nanti?" tanya Arion ,


"Sekarang juga bisa terserah kamu aja" Arion mengangguk lalu beralih ke bayi kecil itu,


"Habis makan malam aja kan sebentar lagi makan malam" Kaila mengangguk


"mami ke atas dulu mau mandi, jangan pulang ok?"


"Baik Mami sayangg" ucap Arion


Kaila mengurus bayi kecil itu yang mulai ngantuk, sedangkan Arion mengecek data perusahaan miliknya yang di kirimkan oleh Luke.


...Luke (Chat)...


^^^"Kalo ada berkas yang harus^^^


^^^gue ttd lu bawa aja ke sekolah^^^


^^^besok, tapi kabarin gue dulu"^^^


lu terus, sebagian sudah di


jemput orang tuanya, setelah


dapat kabar dari pihak


kepolisian mereka langsung


berangkat hari itu ke sini"


^^^"Besok malam gue ke sana,^^^


^^^Gue lagi sibuk-sibuknya hari ini nemanin^^^


^^^Kaila, besok malam El dan Al baru^^^


^^^menginap di rumahnya jadi^^^


^^^malam ini gue gak bisa kemana-mana^^^


^^^ninggalin anak dan istri gue."^^^


"Istri gundul Lo,


Oh ya pihak rumah sakit


sudah ngasih hasil tes DNA,


bayi laki-laki itu orang tuanya


sudah tidak ada lagi"


^^^"Ke mansion Kaila, jam 8 gue tunggu"^^^


Makan malam,

__ADS_1


Keluarga Walsh sudah berada di meja makan hanya kurang Zainisa karna di rumah sakit sangat sibuk,


"Gimana sekolah kalian?" tanya sang papah


walau padahal sang papah pasti tau tentang anak-anak nya di sekolah maupun di luar sekolah tapi tetap saja dirinya bertanya agar peran Ayah dalam keluarga tidak di lupakan,


"Baik Pa, Ka Thania jadi bulan depan nikah?" tanya Arion


"Uhukk uhukkk"


"Minum dulu" Zea memberikan gelas berisi air ke Thania


"Insyallah"


"Ko gak bahas sama mami dan papah si?" gerutu sang mami


"Pokoknya kamu mami dan papa sidang!!" ucap sang mami lagi , Sang suami hanya bisa mengembuskan napas berat padahal sebelum acara konferensi pers Kaila kemarin Luke sudah membahas nya untuk mempercepat pernikahan dirinya dan Thania .


"Suka suka mami lahh, padahal kemarin udah di bicarakan" Thania tak ingin menjelaskan berulang kali


"Gak mau tau pokoknya!" keputusan sang mami


Yang lain hanya menyimak perdebatan keduanya.


Makan malam selesai,


Saat ini Arion sedang membantu membereskan perlengkapan bayi kecil itu, walau di rumah Kaila pun pasti ada Dodot yang lainnya tetap saja Kaila bawa yang ada di sini satu untuk di perjalanan kalau bayi ini terbangun,


apalagi jarak rumah Arion dan Kaila sangat jauh butuh waktu 1 jam lebih kira-kira, Setelah semuanya beres mereka berpamitan pulang,


"Hati-hati di jalan" ucap kedua orang tua dan yang lainnya


"See u baby boy" ucap Zea


Mereka langsung pergi karna tak ingin terlalu lama dalam perjalanan mengingat si baby masih terlalu kecil untuk di bawa jalan-jalan.


"Luke nanti kerumah"


"Tumben? ada apa?"


"Mau bahas tentang baby, hasil tes DNA sudah keluar tadi kata Luke, jadi aku minta dia datang dan langsung menjelaskan ke kita" Kaila hanya mengangguk,


Wajah kaila terlihat murung, dirinya tak ingin bayi kecil yang menggemaskan ini di ambil orang tuanya namun apa haknya? Kaila sudah menganggap bayi kecil ini anaknya sendiri walau hanya beberapa hari bertemu entah kenapa dirinya merasa cocok dan sangat nyaman dengan bayi laki-laki ini.


"Apapun yang terjadi kita tak bisa memaksa kan keadaan ok?" Kaila mengangguk lalu mengecup bayi kecil Yang sedang terlelap itu.


"jangan terlalu di pikirkan" mata Kaila sudah berkaca-kaca,


Kaila juga manusia yang memiliki perasaan dan bisa merasakan rasa sakit, ya walau kadang dia menyiksa korbannya tanpa memiliki apakah korban ini akan kesakitan nantinya,


"Jangan tinggalin mommy ya? mommy udah nyaman sama kamu" Kaila tak bisa lagi menahan air matanya karna sudah sangat terasa perih dan perasaan nya seperti sedang di tusuk jarum berulang kali


Arion mengelus kepala Kaila agar kekasih nya ini tenang, dirinya tak bisa memeluk karna sedang menyetir walau bisa saja Arion menepi dan memberikan pelukan ke Kaila,


Tapi ya kalian tau kalau Arion si gunung es,sudah bersifat dingin tidak peka lagi dengan hal seperti ini,


"Cupcupcupcup sudah dong jangan nangis" Arion masih mengelus kepala Kaila


"Mau beli ice cream?" Kaila menoleh sebentar lalu fokusnya kembali ke depan


"Enggak, ga mood" singkatnya


"mau apa?"


"Gak ada, udah ah itu udah lampu hijau"


"Yee gak bisa di romantisin"


"Yii gik bisi di rimintisin" cibir Kaila yang sudah tak menangis lagi setelah beberapa saat tadi


"YAAA! kamu ya awas aja" Kaila mengangguk


...✨ JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE ✨...

__ADS_1


__ADS_2