
"Jangan nangis ade bayi" ucap salah satu anak kecil yang berada di situ
Arion langsung menghampiri nya, terkejut sangat terkejut bagaimana bisa bayi laki-laki yang dapat di lihat dari usianya ini kisaran satu atau dua bulan .
"shuttt jangan nangis nanti kita di marahin om galak" memperingati bayi itu
Semua anak-anak yang berada di sel tersebut takut-takut saat melihat Arion dan yang lainnya, namun dengan perasaan hangat Arion membuat mereka agr tidak takut.
"biar om yang bawa adeknya" Anak kecil berusia 5tahun yang menenangkan bayi itu pun mengangguk
"Bagaimana?" tanya Arion ke anak buah
"hanya mereka saja bos, para wanita yang di tahan ada 10 bos"
Ada kira-kira 20 anak kecil di tambah 1 bayi laki-laki yang saat ini dalam gendongan Arion,
"hubungi Luke pinta dia membawa pihak berwajib ke sini dan bereskan sisanya jangan sampai menyulitkan kita" anak Buah itu pun mengangguk
"Anak anak, kalian mau ikut Om dulu?" tanya Arion
"Om? tua banget gua" batinnya Arion
"Maksud Lo apa Ar?" tanya Ares, mereka sih tak masalah anak-anak ini ikut dengan mereka tapi dimana di taruh.
Wilasa dan beberapa anak buah lainnya yang terluka sudah di larikan ke rumah sakit milik keluarga Walsh,
"Apa!" tanya balik Arion
"Tak apa, terserh Lo deh , Lo bos nya suka-suka Lo!"
Arion menggendong seraya menenangkan bayi laki-laki itu, Menghubungi Kaila untuk memberikan kabar baru menghidupkan ponselnya sudah puluhan spam chat dan telpon di layar ponselnya terlihat.
...🐻 (Calling)...
^^^"Halo sayang"^^^
^^^"gimana udah selesai?"^^^
^^^"kamu gapapa?"^^^
^^^"gak ada luka kan?"^^^
^^^"Aku di jalan pulang, kamu cepat pulang!"^^^
^^^"Hallo!!"^^^
"Sudah selesai by"
"ini lagi nunggu Luke datang"
"mereka melakukan perdagangan
manusia, ada anak-anak juga
yang mereka jual"
...Uwekkk...
...uwekkk...
"Cup cup jangan nangis ,
lapar ya? tunggu sebentar ya"
^^^"Ada bayi juga?"^^^
"iya, nanti aku cerita.
aku akan membawa anak-anak
ini terlebih dahulu meninggalkan
tempat jelek ini"
^^^"oke aku tunggu, kirimkan aku foto^^^
^^^bayi nya okey?"^^^
"tentu"
...Panggilan berakhir...
...🐻...
__ADS_1
"itu dia laki-laki yang tampan"
^^^"ya tentu aku langsung^^^
^^^jatuh hati pandangan pertama"^^^
"Yaa! kamu hanya boleh jatuh hati
ke aku saja tau!!"
^^^"dihh apa-apaan kamu😝"^^^
"tunggu aku pulang!! awas kamu!!"
"Aku akan membawa mereka
kerumah sakit dahulu untuk
mengecek keadaan mereka"
^^^"baiklah hati-hati, kalau bisa^^^
^^^baby boy bawa pulang"^^^
Pukul 3 siang,
Arion melirik jam di ponselnya saat hendak memasuki ke dalam saku celananya, bergegas untuk pulang agar tak terlambat menghadiri konferensi pers Kaila.
Naresh yang melihat Arion keluar di ikuti dua puluh anak kecil di belakang nya tercengang, apalagi Arion yang menggendong bayi itu sangat cocok menjadi seorang ayah.
"Selamat sore kami dari pihak kepolisian,
bisa kami meminta keterangan dari anda Tuan?" tanya seorang polisi
"Saya harus ke rumah sakit, silahkan tanyakan ke anak buah saya"
Luke langsung menghampiri Arion membawakan payung agar tidak silau baby-nya,
"Luke urus!" Luke mengangguk ,
Arion menuju Bus mini yang mana akan membawa mereka semua ke rumah sakit pastinya, tetapi Arion tak masuk ke dalam Bus itu dia hanya mengarahkan ke anak-anak agar masuk kedalam.
"om kita takut" rengek anak-anak bahkan ada yang menangis sesenggukan
"Ini teman om yang punya jadi aman okey? om akan berada di mobil belakang jadi jangan takut" mereka mengangguk
Setelah semuanya duduk anteng dan menikmati cemilan barulah Arion kembali ke dalam mobilnya yang mana di situ ada Naresh dan Mark.
"Lo mau bawa kemana ni bayi?" tanya Ares
"Jalan res!" titah Arion , Ares hanya mendengus kesal
"jangan terlalu ngebut!"
"Res yang benar!"
"nangis kan!!"
"Oh damn!! cerewet Lo !" kesal Ares ,Mark hanya bisa menggeleng melihat tingkah keduanya
Skip rumah sakit,
Lantai tiga rumah sakit di kosongkan atas permintaan tuan muda Walsh agar anak-anak merasa nyaman, yang pertama di periksa adalah baby karna Arion berencana membawa dia pulang seraya di cek DNA nya agar menemukan orang tua bayi tersebut.
"Lo yakin bawa baby pulang?" tanya Zainisa kakak Arion
"Maybe, Kaila mau dia di bawa pulang" Zai mengangguk
"Lo adopsi?" tanyanya lagi
"Masih pikir-pikir, liat keadaan dulu"
"ko Lo selow banget si, trus langsung berpikiran gitu"
"Gak tau, gue nyaman aja sama dia"
"Terserah Lo deh, oh ya gue gak bisa datang ke konferensi pers Kaila bilang maaf gitu" Arion mengangguk lalu keluar dari ruangan Zainisa seraya menggendong bayi tersebut.
Para media terbagi dua fokus antara konferensi pers dan penggerebekan peradangan Manusia, Arion meminta agar identitas mereka tidak tersebar di media. Luke sudah mengurus semuanya di bantu Ares,
Arion dalam perjalanan menuju Mansion Kaila, karna mereka akan berangkat bersama dari Mansion Keluarga Nelson.
__ADS_1
hasil pemeriksaan bayi kecil itu semua baik-baik saja, hanya saja dirinya haus maka itu menangis dan sudah di berikan vitamin oleh dokter.
Awalnya Arion ingin meninggalkan bayi kecil ini di rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut, tetapi sehabis mendengar ucapan dokter kalau dia baik-baik saja dan saat Arion melepaskan gendongannya bayi kecil itu langsung menangis sejadi-jadinya.
Arion yang melihat itupun tak tega, mau tak mau dirinya membawa bayi kecil tersebut. apalagi kaila yang terus-menerus meminta agar dia di bawa pulang.
entah apa yang terjadi dengan Kaila yang bersikeras untuk membawa bayi kecil ini pulang, Arion yang suka dan nyaman bersama bayi ini pun menyetujui permintaan Kaila.
Skip di Mansion Keluarga Nelson,
Kaila yang awalnya sedang di make up mendengar kalau Arion datang langsung pergi menghampiri walau make up nya belum Selesai.
"Mommy Arion pulang!" teriaknya
Keluarga Nelson dan Walsh yang sudah mendengar cerita dari Kaila kalau Arion akan membawa bayi kecil itu pun langsung excited menanti, awalnya mereka tidak menyetujui tetapi Kaila bersikeras meyakinkan kalau dia suka pandangan pertama dengan bayi itu.
"Halo baby boy" sapa kaila di depan pintu
"aku mau gendong" ucap Kaila lagi
"No! kamu selesaikan make up dulu, dan biar Mommy yang bawa Ar, kamu juga bersiap waktunya sudah mepet" Mencabik kan bibir Kaila menatap sendu bayi kecil itu
"Lucu banget si" puji Mommy
"tampan" puji mami
kedua nyonya itu pun ikut jatuh cinta pandangan pertama ke bayi kecil tersebut,
Arion berjalan bersama Kaila menuju kamar Kaila untuk mengambil baju yang akan di gunakan,
"Aku mau rawat bayi itu, boleh???" ucap Kaila
Arion menatap wajah Kaila lalu tersenyum,
"Tentu, tapi kita harus mencari tahu terlebih dahulu orang tuanya" Kaila mengangguk.
Beberapa saat kemudian,
Kaila dan Arion sudah bersiap begitupun yang lainnya, Bayi kecil itu pun sudah di pakaikan pakaian rapi, dan lebih epic nya peralatan dan perlengkapan bayi yang tadinya tidak ada tiba-tiba ada di lantai dasar, kekuatan para Nyonya Walsh dan Nelson untuk memesan semua itu .
"Kamu cantik" puji Arion saat berada di lift
"Kamu juga tampan malam ini"
"aku memang tampan"
Ting
mereka sampai di lantai dasar ,
"Lihat ini gara-gara kalian berdua istri ku jadi mengutamakan bayi kecil ini" canda Tuan Nelson kepada Arion dan Kaila
"benar itu, kalian harus tanggung jawab" ucap Tuan Walsh
"Bisa diam tidak! cucu ku akan nangis nanti" Tegur Nyonya Walsh
Arion dan Kaila sontak membelalakkan matanya tak percaya dengan ucapan sang Mami, Di Manson hanya ada mereka dan Thalia juga Athifa , Wiliam dan Kaivan sudah berada di aula hotel tempat di selenggarakan nya konferensi pers.
"Cucu?" tanya Arion
"Ya dia cucu mami, kamu akan adopsi kan? pokoknya harus!" Mommy Kaila pun mengangguk setuju
Apa yang dipikirkan oleh dua perempuan ini tapi tetap saja mereka menyetujui ucapan itu yang akan mengadopsi, tak mungkin juga Arion meminta maminya Ade baru sudah jelas pasti di tolak.
"Ayo kita terlambat" ucap Tuan Nelson
"Sini baby nya aku yang bawa" ucap Kaila ,Kaila menggendong bayi kecil itu di ikuti Arion yang berada di sampingnya berjalan keluar rumah bersama dengan yang lain.
"ganteng banget siii" kaila mengelus hidung bayi kecil itu
(bayangin aja hehe)
"Nanti dia di kamar hotel aja kan? kasian masih bayi" Arion mengangguk
"Tadi niatnya mau aku tinggal dulu di rumah sakit tapi dianya nangis kaya tau kalau mau di tinggal dulu"
"Kamu peka banget sii, tapi nanti kamu di kamar dulu ya? soalnya rame aku takut kamu gak nyaman nanti" seperti mengerti maksud Kaila bayi itu itu tersenyum
__ADS_1
...✨ JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE ✨...