
"Lo gapapa?" tanya Ares saat sudha menemukan Arion yang terduduk di perahu,
Karna Gelap minim penerangan, mereka tak menyadari bahwa Arion terkena tembakan.
"Hmm" saat hendak keluar perahu bergoyang membuat lengan Arion terkena dinding perahu "Akhh!"
"Ada apa?" tanya ketiganya
"Gak papa" bohong Arion , dia pun langsung keluar dari perahu, saat baru saja berdiri tegap di atas jembatan Luke menyadari sesuatu terjadi pada Arion.
"Tangan Lo tertembak?" membuat Ares dan Wilasa menoleh ke arah lengan Arion
Arion hanya diam, "Ayo sebelum tengah malam harus selesai besok sekolah"
"Kalo gue nanya di jawab!" tanya Luke lagi ,
"Gak papa!" tak kalah tinggi jawaban Arion
"Res,Wil urus di sini , perintah di tangan kalian berdua untuk anak Buah BigBos ! gue bawa Arion kerumah sakit dulu" Luke langsung menarik tangan Arion di ikuti kedua tuan muda lainnya
"Lepas Luke! Gue gapapa!"
"Ikut kata gue untuk sekarang Ri" Luke masih menarik Arion,
Arion pasrah tak bisa melawan, karna Arion pun menyadari sedari tadi darah yang keluar tak berhenti walau sudah di tekan.
"Ikuti perintah Naresh dan Wilasa" perintah Luke pada anak buah dari BigBos setelah berkata demikian Luke dan Arion berjalan ke arah mobil Luke.
"Lima orang urus mayat di sini, sisanya ikut gue" ucap Ares
"baik Tuan"
"Res kenapa bisa gagal?" tanya Wilasa yang masih tidak tau lebih jelas permasalahan nya.
"Mereka menjebak kita"
"Siapa?"
"I don't know Wil, that's why it's being searched for !! "
okay, relax you know my gut feeling says this is Ariel's doing "
"Aku juga berpikir begitu, tapi kalau di ingat lagi musuh kita tidak cuman satu" sambil mengarahkan tangannya tanda berhenti dan waspada di depan.
Didepan sana beberapa anak buah dari Ares tumbang dan beberapa di tahan dengan keadaan babak belur.
"Cepat katakan! Dimana bos Lo!" ucap pria itu
Ares dan Wilasa yang berada di balik pepohonan dibantu cahaya bulan dapat melihat keadaan di depan tak jauh dari tempat mereka bersembunyi.
"Res? Apa Lo memikirkan apa yang gue pikirkan?"
Ares mengangguk, mereka mengenali suara pria yang berteriak di depan sana.
"Ariel" gumam keduanya
Ntah darimana Ariel mengetahui informasi malam ini, mereka tak bisa berbuat apa-apa tanpa memikirkan bagaimana keadaan semua anak buahnya.
"Bawa peredam?" tanya Ares ke salah satu anak buahnya
"Bawa" anak buah itu langsung memberitahu teman-teman untuk memasang peredam di senjata mereka.
Ares mengarahkan jarinya kepada musuh di depan karna jumlah anak buah yang saat ini di bawanya lebih banyak dari pada yang di depan jadi dengan muda melumpuhkan pikir Ares.
"Bidik setiap musuh di bagian lengannya"
"Res Lo yakin? Jangan terlalu gegabah"
"Wil kalo kita tidak bertindak cepat lebih banyak nyawa anak buah kita hilang!"
Wilasa terdiam , benar kata Ares anak buahnya yang di jadikan sandera di depan juga lebih penting.
"Kalian fokus bidik anak buah nya, gue yang urus bos nya" titah Ares
__ADS_1
"Gue ikut Lo" Wilasa tak ingin sahabat nya ini kenapa-kenapa
"Tembak!!!"
Tepat sasaran semua anak buah Ariel tumbang sebagian,
"Akhhhh"
"Ahhh!"
"Shittt!!"
jeritan anak buah Ariel
Ariel yang tadinya fokus mengintrogasi terkejut saat mendengar jeritan anak buahnya. anak buahnya yang tadi bersembunyi tak jauh dari Ariel siaga melindungi Ariel.
Anak buahnya yang tertembak langsung tersungkur di tanah. sakit tentu saja kedua lengannya tertembak timah panas siapa yang tidak kesakitan.
Ariel mencari dimana orang yang menembak anak buahnya, karna terlalu gelap dan hanya mengandalkan cahaya dari bulan penglihatan mereka susah.
Ares berjalan di ikuti Wilasa dan anak buah BigBos, "Hahaha setimpal bukan? darah dibayar darah" sambil menyeringai Ares keluar dari persembunyian
"Hoho si pengecut baru menampakkan diri" tukas Ariel
"Jadi apa mau Lo??" tanya Ares serius sedangkan tangannya memerintahkan Wilasa dan beberapa anak buah BigBos mengevakuasi anak buahnya.
anak Buha BigBos tidak semua ikut keluar dari persembunyian hanya beberapa saja ikut, berjaga-jaga kalau Ariel bertingkah.
"Ah tak ada basa basi ternyata, Okey Mau gue? Candy "
"Oh kalau gue gak ngasih?"
"Lo gak berhak nolak! sedari awal candy milik gue!"
"Lo lupa? apa Lo amnesia? hahaha" terdengar jelas tawa Ares
Ariel hanya mengerutkan keningnya,
"Gue gak perduli, Bunuh semua!!" titah Ariel pada anak buahnya.
Baru saja anak buahnya hendak menembak, anak buah BigBos sudah lebih dulu melumpuhkan lawannya.
"Anak buah abal-abal" ejek Ares
"Bangsa* !! " Ariel menembak secara membabi buta sedangkan Ares dengan cepat bersembunyi.
"Keluar Lo anjenk!!!"
"Akhh!!".
"Bngs*"
Teriak Ariel, Ares melihat jam di lengannya harus segera mengakhiri ini karna harus menyusul Arion.
Saat peluru Ariel habis dan hendak mengganti nya ,Ares langsung menembak dada Ariel.
"Akhh!" Ariel langsung tersungkur dan memegangi dadanya yang tertembak.
"Katakan siapa yang memberitahu Lo"
"Bacot! Lo gak perlu tau!"
"Nyawa Lo di tangan gue" kesal Ares sambil meletakkan kakinya di dada Ariel
Belum Ares mendapatkan informasi dari Ariel , Ariel sudah tak sadarkan diri.
anak buah BigBos berjalan di belakang Wilasa , "Urus jangan sampai meninggalkan jejak" titah Wilasa
"baik Tuan Muda"
Ares dan Wilasa kembali, sebelum kembali mereka memerintahkan kepada anak buahnya untuk membawa temannya kerumah sakit.
Saat diparkiran Ares menghubungi Luke menanyakan dimana Arion.
__ADS_1
"Bang, Lo dimana? Arion dibawa kemana?"
"Rumah sakit Keluarga"
"gue ke sana"
Wilasa dan Ares melajukan mobilnya, butuh waktu beberapa menit agar tiba di rumah sakit Keluarga,
Tiba di rumah sakit,
Ares dan Wilasa langsung mencari keberadaan Luke di depan ruang operasi. tak lama Ares menemukan Luke dokter keluar dari ruang operasi.
"Operasi berjalan lancar, pasien akan segera di pindahkan keruangan" ucap dokter tersebut.
"Terimakasih dok" ucap ketiganya
Setelah itu mereka menunggu Arion di bawa,
"Bagaimana?" Luke bertanya keadaan di pelabuhan
"Beres, Ternyata Ariel yang berulah"
"Lalu?"
"Ya gue bunuh aja:)" sambil menyeringai Ares menjawab pertanyaan Luke
"Gue beli makanan dulu,Lo belum makan kan bang?" tanya Wilasa di jawab anggukan
"Jangan lama Wil, hati-hati" Ares
"Tentu, gue berangkat kabari dimana ruangan Arion saat sudah di pindah "
Wialsa langsung berangkat membeli makanan untuk mereka, tak lama setelah Wilasa pergi Arion di pindahkan ke ruangan VIP .
Baru saja di pindahkan Arion sudah sadar dari obat bius.
"Gimana keadaan Lo?" tanya Luke saat Arion sadar
"Lebih baik, Luke urus administrasi nya gue mau pulang"
"Gila Lo! Istirahat dulu "
"Cuman ini gak bikin gue mati, Ada yang lebih penting! oh ya tugas yang gue suruh Lo cari gimana?"
"Sudah gue temukan orangnya"
"Yasudah ayo gue mau pulang"
"Ri mending Lo istirahat dulu" Ares ikut bicara
"Res, Gue punya alasan untuk yang satu ini sebelum semua terlambat dan juga Lo tau kalau kita gak masuk lagi kita balik ke desa"
Ares memikirkan ucapan Arion, Luke pun pasrah mengikuti perintah untuk pulang tapi mereka menunggu Wilasa datang baru pulang.
"Jangan sampai ada yang tau gue tertembak" titah Arion
Arion kembali merebahkan badannya untuk beristirahat sebentar.
Satu jam kemudian Wilasa datang membawa beberapa makanan dan cemilan tak lupa minuman.
"Makan dulu" ucap Luke pada Arion
Setelah mereka makan, Luke mengurus kepulangan Arion mau tidak mau Luke meminta dokter mengijinkan rawat jalan untuk Arion.
Dapat persetujuan dari dokter barulah Arion bisa pulang, Saat ini mereka dalam perjalanan menuju apartemen Arion, ketiga tuan muda tidur di apartemen Arion kecuali Luke dia harus kembali ke markas.
...---...
Jangan lupa like komen dan favorit kan❤️
juga jangan lupa vote poin/koin
......Terimakasih ❤️❤️🙏......
__ADS_1