Kesayangan Tuan Muda Mafia

Kesayangan Tuan Muda Mafia
Bab 30


__ADS_3

Bell masuk kelas sudah berbunyi. Arion pun tak sempat makan siang Arion duduk di kelas sambil memainkan ponselnya.


kruukk


perutnya Arion berbunyi Wilasa yang berada di sebelah sebelah nya dengan jelas mendengar suara perut Arion.


"Ada apa dengan perutmu bung" ejek Wilasa.


Arion tak memperdulikan ejekan Wilasa . guru yang mengajar sudah masuk kelas para murid kembali ke posisi duduk masing ² .


Arion menatap papan tulis dengan malas tangannya memegang pulpen dan mencoret-coret buku nya tak karuan.


"Sedari pagi aku tak ada makan, dan istirahat nanti aku harus membersihkan toilet astaga tuhan becanda mu gak asik" batin Arion kesal


Andrea yang sebentar-sebentar menoleh ke arah Arion. Banyak yang mengetahui kalau Andrea menyukai Arion karna siapapun yang berani mendekati Arion akan di buatnya menyerah sebelum mencoba.


Tetapi berbeda dengan Kaila, Arion yang berjuang untuk mendapatkan Kaila dan hasilnya memuaskan awalnya Kaila ingin merahasiakan hubungan mereka tetapi Arion tak memperdulikan dengan bangga memperlihatkan dan memberikan peringatan bahwa Kaila hanya miliknya.


Saat ini di rumah sakit.


Kaila sedikit bosan berada di ruangan terus maka itu dia meminta Wiliam untuk mengajaknya berjalan di taman.


sebenarnya Wiliam sedang memeriksa beberapa berkas namun dia ingat kalau Kaila masih marah dengan Kaivan maka itu Wiliam menemaninya.


dari pada Kaivan yang membantu Kaila berkeliling dan terjadi perang antara keduanya lebih baik mencegah pikir Wiliam .


Wiliam dan Kaila tiba di taman.


Tak banyak bicara keduanya asik memainkan ponselnya masing-masing.


Tak terasa satu jam mereka berada di taman. Wiliam mengajak adiknya kembali ke ruangan, sebelum sampai keruangan Kaila ingin menjenguk Ares terlebih dahulu walaupun mereka tidak terlalu akrab tetapi Ares keluarga sekaligus sahabat Arion.


Tok


tok


tok


Cindy membuka kan pintu ruangan itu.


"Ah Maaf apa aku menganggu?" tanya kaila


"Tidak masuklah kai" jawab Arion


Kaila dan Wiliam masuk ke dalam ruangan.


Naresh hanya bersama Cindy di ruangan maka itu Kaila tak enak hati mengganggu keduanya.


"Bagaimana kabarmu kai?" Naresh


"Harusnya aku yang bertanya, aku tamunya"


"Ck, oh kai bisakah kita bicara empat mata?" tanya Ares


Kaila menatap Wiliam meminta persetujuan lalu Wiliam menjawab degan anggukan.


Candy pun paham dia langsung keluar setelah di ijinkan oleh Ares ,Wiliam juga keluar dan kembali ke ruangan Kaila.


"Ada apa?" tanya kaila


"Aku ingin meminta bantuan mu, ya walaupun kita tak belum terlalu akrab bagaimana"


"Akan aku pikirkan setelah mendengar apa yang kau inginkan"


"Kau tau candy perempuan tadi? Beberapa hari ini dia selalu bersama ku dan juga aku juga mengintrogasi nya setiap saat. aku akan meminta ayahku untuk memasukkan candy ke sekolah yang sama dengan kita tetapi di kelas mu, dan saat itu aku ingin kau berteman dan membantu ku mengawasi nya saat d sekolah. Arion dan Wilasa belum sepenuhnya nya percaya kepada candy,aku pun juga"


"Kenapa harus di kelas ku?"


"Hanya kau yang dapat ku minta tolong Kaila" memijit bagian kepalanya


"Aku menyesal menjenguk mu" ejek Kaila

__ADS_1


"Tolonglah, Aku yakin candy orangnya baik walau tak sepenuhnya yakin"


"Baiklah aku akan membantu mu"


Saat sedang berbicara serius dengan Kaila Wilasa menghubungi Ares .


"Ada apa?"


"Hey res kau pasti tidak akan percaya kalau aku bilng tetapi saat kau melihat ini kau akan percaya" mengarahkan kamera handphone nya ke arah Arion yang sedang membersihkan toilet


"Hahahaha anak pemilik sekolah membersihkan toilet" ejek Ares dengan semangat "Kaila kau harus melihat ini"


Saat Ares menyebutkan nama kaila Arion langsung menatap ponsel Wilasa tampak wajah Kaila d layar ponsel dan juga ekspresi tak karuan Arion kesal dengan cepat Arion meraih ponsel Wilasa dan mengakhiri panggilan itu.


Ares masih saja tertawa saat melihat ekspresi wajah Arion tadi begitu juga Wilasa. berbeda dengan Kaila dia hanya tersenyum,


Wiliam mengetuk pintu ruangan Ares untuk menjemput Kaila karna waktunya pemeriksaan dan juga makan siang.


"Aku kembali dulu res, sepertinya kau dan Wilasa harus berhati-hati dengan pikiran Arion" kaila memperingati Ares


"Kau membuat ini jadi tidak asik" kesal Ares


Kaila dan Wiliam kembali keruangan nya.


"Apa yang kalian bicarakan tadi?" tanya Wiliam


"Haruskah Kaila beritahu ke Abang Liam?"


"Harus untuk mencegah sesuatu terjadi"


"Hmm, Naresh ingin Kaila berteman sekaligus mengawasi candy perempuan yang di ruangan bersamanya tadi, mengawasi saat d sekolah saja"


"Kenapa harus kau?"


"Karna hanya aku yang bisa d minta tolong olehnya"


"Hmmm jaga dirimu baik-baik, kalau ada apa² cepat hubungi kami"


"Cukup Abang saja yang aku hubungi tak ada yang lain" sindir Kaila ke Kaivan .


"Kaila tak bersalah" sela Kaila


"Sudahlah, van minta maaf mau smpai kapan kalian seperti ini?" kesal Wiliam


"Hmmm, Kau ingin apa agar kau memaafkan ku?" to the point Kaivan


"Kau kira aku begitu" gumam Kaila


"Yasudah kalo kau tak ingin , Adikku yang tercantik baik hati abangmu ini minta maaf" dengan gaya imut meminta maaf ke Kaila


"Kiriman aku uang jajan tanpa sepengetahuan ayah 10juta." ucap Kaila


"kau bilang kau bukan orang seperti itu" Kaivan menggerutu kesal


"Ya atau tidak" ancam Kaila


"YA AKAN AKU KIRIMKAN" kesal Kaivan


Setelah permintaan maaf itu mereka berdebat dan tiba-tiba dokter yang akan memeriksa Kaila mengetuk pintu.


Hasil pemeriksaan Kaila saat ini kondisinya baik² saja hanya perlu istirahat beberapa hari baru boleh keluar rumah sakit.


Di sekolah.


Arion sudah selesai membersihkan tiga toilet pria dia meminta agar tak membersihkan toilet guru dengan alasan itu akan memakan waktu banyak dan dia tak sempat ikut kelas tambahan kepala sekolah menyetujui permintaan nya.


Setelah menyelesaikan hukumannya untuk hari ini, Arion berjalan ke arah ruangan khusus untuk nya juga kedua temannya Seperti apartemen kecil ada kamar mandi juga tempat memasak karna mereka beberapa bulan sebelumnya juga berap Minggu ini sibuk mereka jarang ke ruangan pribadi itu.


Arion menghubungi Wilasa yang saat ini sedang bersama Feli di kantin.


"Aku di ruang pribadi kalau kau ingin ke sini bawakan makanan ok"

__ADS_1


belum sempat Wilasa menjawab Arion mematikan panggilan.


Wilasa mengajak Feli ke ruangan pribadi mereka. Arion yang baru saja keluar kamar mandi terkejut melihat Wilasa dan Feli yang baru masuk ke ruangan itu.


"Astaga Arion kau berdosa sekali abs mu itu" ucap Feli sambil menutup matanya dengan tangan


"Ah aku ternodai kenapa kalian masuk tanpa memencet bell" kesal Arion sambil memakai baju sekolah miliknya yang lain.


"Ck. Nona muda Feli jangan bertingkah polos seperti itu saat pemotretan kemarin kau melihat abs ku pun tak berkedip" ejek Wilasa


"Menyebalkan kau Wil" sambil mencubit pinggang wilasa dengan kencang


"Aaaaw ampun" teriak Wilasa kesakitan


Mereka tak masuk pelajaran tambahan dengan alasan akan menjenguk Kaila juga Naresh di rumah sakit.


Mereka berjalan ke parkiran sekolah.


"Kenapa kau mengikuti ku?" tanya Wilasa ke Arion


"Kenapa ingatan mu jelek sekali Wil"


"Ah baiklah kau boleh ikut degan kami"


Mereka menuju rumah sakit menggunakan mobil Wilasa .


Beberapa menit perjalanan mereka tiba di rumah sakit. Feli langsung menuju ruangan kaila sambil membawa bunga dan juga buah yang di belinya saat menuju rumah sakit.


sedangkan Arion dan Wilasa ke ruangan Naresh terlebih dahulu untuk membahas tentang Ariel dan candy.


didalam ruangan Ares ada ayahnya juga candy ,ayahnya duduk di sofa sedangkan candy duduk di samping Ares. Saat ini candy menjadi pelayan pribadi Ares sebelum itu juga candy harus di interogasi oleh orang tua Ares dulu lalu di setujui.


Arion tanpa permisi langsung masuk ke ruangan Ares begitu pun Wilasa yang bersama nya.


"Om" sapa Arion


"Hmm"


Arion langsung duduk di sebelah Arya Wilasa mengikuti Arion.


"Bagaimana keadaan mu bro" tanya wilasa


"Ck. kau meragukan kesehatan ku? aku sudah membaik"


"Kalau begitu kita langsung mengatur strategi balas dendam hari ini" sela Arion


Candy pun sedikit terkejut ketika Arion menyebutkan kata balas dendam.


"Bagaimana om?,pah?" tanya Wilasa dan Naresh bersamaan


"Itu ide yang bagus karna saat ini kondisi mu sudah baik² saja" jawab Arya sambil meminum kopi nya


"Kita akan membahas lebih lanjut malam ini"


ucap Arion sambil menatap tajam ke arah Candy


Candy merasa di tatap pun langsung menunduk. Tak ada niat mengkhianati dalam diri Candy tapi itu tak akan membuat keempat pria itu dengan mudah percaya.


"Baiklah akan aku hubungi nanti malam" ucap Arion "Aku keruangan Kaila dulu" ucapnya lagi sambil berdiri diikuti Wilasa


"Kenapa kau mengikuti ku terus Wil" gumam Arion sebelum keluar ruangan Ares


"Aku juga tak tau" jawab Wilasa sambil mengangkat kedua bahunya.


Arion melanjutkan langkahnya menuju ke ruangan Kaila.


Halo Kakak-kakak ❤️🙏


Maaf kalau ada salah kata🙏 semoga Kakak-kakak suka dengan karya pertama aku maaf juga kadang sering telat upload 🙏🙏😭.


Mohon dukungan nya dengan cara apapun mau itu vote poin/like 🙏

__ADS_1


jangan lupa di favorit kan ka agar tau kalau kita update 🙏🙏🙏🙏❤️❤️


Terimakasih ❤️🙏


__ADS_2