Kesayangan Tuan Muda Mafia

Kesayangan Tuan Muda Mafia
Bab 123


__ADS_3

"Benarkah? oke gue akan kirim pembunuh bayaran itu datang" dengan semangat Andrea menjawab ucapan jova.


Saat ini di toilet mall, Feli sedang mengganti pakaian miliknya dirinya kesal sangat kesal andai bukan di tempat umum sudah pasti terjadi Jambak menjambak .


Toilet itu sudah di kosongkan sesuai perintah Kaila ke pengawal sebelum masuk Kaila meminta agar menjaga di depan, dirinya ingin sahabatnya ini menenangkan amarah juga meluapkan semua kekesalan nya .


"Pengen gue giling mukanya!!!!" kesal Feli


"Giling aja nanti gue kasih mukanya" entah serius atau bercanda bagi Feli


"Jangan bercanda kek gitu gak lucu" seraya tertawa mendengar tawaran Kaila


"Sudah sana cepat bersihin" suruh Kaila


"Gue masih kesel anjing, Liat aja gue giling beneran tu mukanya sama otaknya" sangat kesal,


"Di depan umum gila, untung aja gue gak ngelawan bisa bisa besok pagi nih dari pagi buta sampe seterusnya muka gua aja yang di tampilkan"


"Kirana anjing !!!"


Bergumam seraya mengutuk Kirana , Kaila hanya terkekeh melihat tingkah sahabatnya itu. yang pasti saat ini Kaila sudah menyiapkan diri untuk menghilangkan satu persatu antek-antek Andrea.


"Waktunya bermain" gumam Kaila pelan , untung saja Feli tidak mendengar karna asik berceloteh.



(Style Feli setelah mengganti pakaiannya untung mereka membeli sepatu juga)


"Ayo balik" ajak Feli yang saat ini moodnya sudah membaik


"Udah gak kesel?"


"Sedikit gila aja gak kesel lagi'


Keduanya keluar toilet , kaget Feli yang melihat dua pengawal yang menjaga pintu toilet.


"Ko bisa ada yang jaga si" bisik Feli


"pengawal gue" tercengang Feli mendengar jawaban Kaila


"Serius? ko bisa"


"Lo tau kan bokap gue abis publikasi kan gue kemarin walau hanya beberapa pengusaha yang tau gue tetap aja bokap gue posesif minta pengawal ngikutin gue" tutur Kaila


bertepatan dengan selesai Kaila berbicara notif di Instagram sesuai harapan Kaila, Kirana mengirimkan pesan kepada Kaila alamat pertemuan mereka,


"Ck, Nice sesuai yang gue pikirkan" batin Kaila


Kaila pun mengantarkan Feli kerumahnya karna sudah hampir tengah malam ,


Elvano sedari tadi juga menanyakan keberadaan Kaila bukan hanya El, Arion pun juga namun yang di balas Kaila pesanannya hanya Arion biarkanlah El menunggu dirinya .


Skip Mansion Feli


"Gue balik ya "


"Hati-hati Kai" keduanya sama-sama melambaikan tangan


Tentu Kaila tak langsung pulang dirinya memilih ke salah satu mall terlebih dahulu,


Para pengawal menunggu Kaila di lobby hotel , sedangkan Kaila masuk ke dalam kamar yang di pesan nya . Mengganti pakaian miliknya menjadi serba hitam



Selesai mengganti pakaian, Kaila langsung beranjak pergi menuju alamat yang di kirimkan Kirana,


Kaila dalam perjalanan menuju tempat pertemuan, entah berapa orang yang akan dirinya lawan yang pasti di dalam mobil terutama jok belakang di bawah kursi terdapat beberapa senjata berjaga-jaga kalau musuh yang dihadapi sangat sulit.


Terus menerus mengikuti arah map, begitu juga pengawal pengawal yang mengikuti Kaila. Entah kenapa jalanan semakin sepi makin lama pertokoan berubah menjadi hutan hutan tinggi .



"Membunuh ku dan membuang ku ke hutan agar tidak ada yang menemukan jasad ku?"


" hahaha , cukup pintar"


Terus mengikuti jalanan tak berujung namun dengan pencahayaan minim jalan di depan di blok dengan pohon tumbang, bukan takut Kaila malah menanti kejutan apa lagi yang akan mereka lakukan .


"Nona Kirana kami akan langsung menyerang mengingat dirinya hanya seorang diri di mobil" Ucap pembunuh bayaran,


Para pengawal Kaila agak jauh tertinggal mereka mengendarai dengan kecepatan pelan. Beberapa orang mengepung mobil Kaila, karna dari luar kaca mobil Kaila gelap mereka susah melihat gerak gerik Kaila,


Kaila mengirimkan pesan kepada Kirana.


"Lo yakin tempatnya di sini?"

__ADS_1


"Lo dimana ? "


"anj Lo nipu gue ya"


Bukan karna apa Kaila sengaja mengirimkan pesan seperti itu agar membuat Kirana senang saat ini dan akan memohon kepada nya nanti.


Tak ada balasan dari Kirana, namun saat ini Kirana tersenyum senang rencananya akan berhasil kali ini . Kirana hanya sendiri karna Andrea sibuk, dan jova memilih pulang karna ngantuk.


Tok tok tok


Seseorang mengetuk kaca mobil Kaila,


Kaila membuka kursi di sampingnya terpampang jelas berbagai merk pisau tersusun di bawah kursi.



kaila memilih pisau ini, terlihat tumpul namun aslinya sangat tajam.


Kaila membuka sedikit jendelanya untuk berbicara dengan orang yang sedari tadi mengetuk jendelanya.


"Aaaa ada apa? tolong aku tak punya apa-apa" suara Kaila Seperti orang ketakutan


"Gadis manis, kami bukan orang jahat, kami cuman mau kamu memberikan kami tumpangan"


"Tidak, aku tidak kenal kalian"


"Kelamaan bos!!" ucap salah satu pembunuh bayaran


Crassss


satu pukulan kuat kaca belakang mobil Kaila pecah,


"Huh, Mobil baru gue" gerutu Kaila,


"Keluar Lo !!!" teriak orang yang memecahkan kaca mobil Kaila


'


Kirana merekam kejadian ini agar Andrea dan jova dapat melihat nya nanti,


"Mau apa kalian!!" teriak Kaila di buat buat


Crasss


Crasss


"Gila ni mobil kacanya gampang banget pecahnya, gue gak mau tau Kaivan harus beliin yang baru!!" gumam Kaila


Kaila di paksa keluar dari mobil tentunya dengan ekspresi ketakutan di wajah Kaila.


"Tolong, jangan bunuh gue" tutur Kaila


"Ck, Lo bakal mati kai say hello dulu dong buat dokumentasi" Kirana keluar dari persembunyiannya


"Akhirnya keluar juga" batin Kaila


"Na lepasin gue, gue takut na" ucap Kaila "Idih ya kali gue takut" batin Kaila


"lepas semua pakaian nya!!" perintah Kirana


Para pembunuh itu pun melepas jaket Kaila, saat jaket Kaila terlepas salah satu orang yang melepaskan dari lengan kiri kaget melihat pisau yang sedari tadi Kaila pegang.


"bos!!" panggilnya


"Yah ketahuan" gumam Kaila , sontak Parak pembunuh bayaran juga Kirana menatap ke arah kaila . Seringai Kaila terlihat jelas di kamera pastinya.



"Apa kalian kaget?" tanya kaila


Cepat apa yang kalian tunggu!!!" titah Kirana


ukhhh akhhh


Rintihan salah satu pengawal karna tertusuk pisau Kaila,


"Pencahayaan!!" Salah satu pengawal langsung menghidupkan flash


"Silau" gumam Kaila sambil menyeringai setan


"Cepat bunuh!!!" perintah Kirana lagi setelah melihat sifat Kaila aneh saat ini dirinya mulai ketakutan.


"Jangan kemana-mana Kirana" titah Kaila


"Siapapun yang membunuhnya akan dapat uang!!" teriak Kirana

__ADS_1


Semua pengawal mulai mengincar Kaila, dengan senang hati Kaila melawan .


Kaila tak langsung membunuh orang itu, melukai sedikit demi sedikit pastinya.


Pembunuh bayaran itu ada sekitar 15 orang ada yang menjaga Kirana dan ada yang menyerang Kaila .


"Dimana kalian?" tanya kaila pada jam tangannya


"Di sini Queen" dua pengawal Kaila yang berjalan tiba


"Ah bagus, tolong jaga perempuan itu, itu akan jadi sajian penutup terutama kepalanya jangan Sampai kalian lukai. karna Feli ingin menggiling nya" ucap Kaila seraya melawan pembunuh.


"Baik Queen" Kirana yang merasa dirinya terancam meminta pembunuh yang mengawalnya menyerang pengawal Kaila.


Terjadi pembantaian massal malam ini di hutan gelap minim pencahayaan.


Kiranya 7 dari 10 yang Kaila hadapi tumbang dan kehilangan nyawanya, 3 di antaranya tak bisa berdiri Kaila tak akan membunuhnya karna akan memperlihatkan ke Kirana tontonan gratis. 5 lainnya pun sudah tumbang dapat pengawal Kaila.


"Siapa sebenarnya Lo!!" tanya pembunuh itu


"Ah Ya aku lupa memperkenalkan diri" Kaila jongkok di samping tubuh pria itu


"Gue, Queen kau tau? the Queen of Darkness " orang yang bertanya itu pun terkejut,


"Maaf Queen maaf tolong jangan bunuh saya" tuturnya


"Queen kami hanya di minta membunuh , kami tidak tau kalau orang itu Queen maafkan kami Queen" memohon tiga orang itu memohon untuk membebaskan mereka.


"Bawa perempuan itu mendekat!!!" titah Kaila, ah bukan saat ini mungkin kalia yang mengambil alih tubuh kaila


Dua pengawal itu mendekat, Dua pengawal bayangan menyaksikan itu dan pastinya akan melaporkan kejadian ini kepada tuan Nelson .


"Queen ampuni saya" ucap pembunuh itu,


dari bahu sampai ujung jari salah satu orang itu di robek Kaila rintihan teriakan menggema di hutan itu.


"Lo ? Lo psychopath " teriak Kirana


"Sutt jangan teriak Na, mereka akan takut" tegur Kaila


Kaila merobek bagian dada pembunuh itu lagi rintihan pastinya bergema di hutan itu Kirana terkulai lemas melihat kaila di depan matanya yang menikmati merobek setiap bagian tubuh pria itu.


"Kirana Lo tau kenapa gue sabar setiap kali Lo bertiga nindas gue?" tanya kaila tepat di depan nya , pisau berlumuran darah di dekatkan ke pipi Kirana beberapa senti goresan akibat pisau itu yang tertutupi darah.


"Gue minta maaf kai , tolong lepasin gue" rintih Kirana


"Ah dimana semangat Lo tadi " tanya kaila


"Maafin gue maafin gue, gue mohon kai" berlutut d depan Kaila


Kaila membungkuk pisau di genggaman nya menggores punggung Kirana.


"Akhhhhhhhh aam Ampun kai Akhh" rintihnya


"Ampun tolonggg" air mata tak terbendung lagi,


Pembunuh bayaran itu semuanya tewas kebrutalan Kaila membunuh membuat siapa saja merinding melihat mungkin ada yang pingsan Seperti Kirana saat ini pingsan.


"Bereskan , jangan sampai meninggalkan jejak!" titah Kaila


"Bawa dia ke markas! jangan biarkan dia mati" titah Kaila lagi


Kaila pergi meninggalkan mereka, sekarang pukul 1 dini hari, kaila berencana tidur di hotel tak akan pulang dan besok dirinya akan membolos. Di perjalanan menuju hotel,


"Apa kamu senang kalia" gumam Kaila, Kaila menggunakan mobil milik pengawal


"Tentu senang, tapi aku belum puas kalau belum Andrea yang aku mutilasi"


"Tunggu lah"


Kaila tiba di hotel, menutupi dirinya degan mantel panjang walau masih sedikit terlihat jelas beberapa bercak darah yang ada di baju dan tubuh tak tertutupi benang.


Drttt drttt


"Lo dimana sih!! gila Lo ini jam berapa!! kalo tau gak pulang gue gak nginep!! biar gak di salahin sama Wiliam!!!" El berceramah


"Gue nginep di hotel, besok bikin surat gue. gue ada urusan penting besok jadi gak masuk sekolah!!!"


"Akhhh!!!! BALIK GAK LO!! SEBELUM GUE SUSUL KE TEMPAT LO SEKARANG!!!"


"Oh my!! Bacot!!" Kaila langsung mematikan panggilan saat hendak masuk ke lift.


Tak hanya El , Arion pun mengirimkan banyak pesan ke Kaila namun belum sempat Kaila membalas dirinya harus segera membersihkan diri setiba di kamar agar bau amis darahnya segera hilang.


"Permisi apa anda terluka?" tanya seseorang di lift

__ADS_1


"Ah, hanya luka kecil maaf kalau mengganggu penciuman mu saya akan keluar " Kebetulan lantai kamar Kaila


...✨ jangan lupa like dan vote 🔫✨...


__ADS_2