
"Kalia" batin Wiliam , aura keduanya sama-sama membuat orang bergidik ngeri karna sama-sama haus akan darah saat ini,
"Jangan memerintah Queen!" tegas Kaila or kalia
"Bacot Lo!! habisi mereka!! serangg!!!"
"Buat Lo! Sebaiknya Lo jangan ikut karna ini urusan kami" titah kalia ke Arion , Arion? wajahnya seketika Seperti orang bodoh ,Lo? gue? Arion masih sibuk dengan kebingungan nya tak menyadari BD dan LT saling menyerang.
"Vian!!!" teriak kaivan yang masih waras dari kedua saudara nya,
"Eh, iya?" ucap Arion yang baru sadar, saat baru sadar anak buah LT ingin melayangkan samurainya reflek Arion untung cepat jika tidak tinggal leher.
**Cringggg
Crassss
Bugg
Bugg
Akhh!
Shit!
Bugg
Crassss
Cringggg
Cringgg
Crasss**
Suara senjata saling beradu, Wiliam tak seganas Kaila pasukan musuh tersisa beberapa puluh saja, tiga belas banding dua ratus, Anggota LT kalah telak sebenarnya.
"Ini yang katanya Pencabut nyawa? hahahaha" tawa Kaila terdengar jelas di sela pedang yang beradu.
Arion menatap Kaila, berbeda itu pikir Arion bukan Kaila yang saat ini bersamanya.
Saat pasukan musuh makin menipis, Wiliam di minta untuk mundur , mau tak mau dia langsung mundur kalau di teruskan bisa semua anak buah BD yang ikut di ratakan oleh Kalia.
"Van, Vian dan BD S MUNDUR!! " titah Wiliam
"Tapi bang?"Arion tidak terima dengan ucapan Wiliam
"Ini perintah! kalau kita lanjutkan ,kita yang akan mati"
Arion tak ma beranjak terpaksa Kaivan menyeret paksa Arion untuk kembali kebelakang memantau kekasihnya dari jarak agak jauh.
"Gue tau apa yang Lo pikirin saat ini, tapi gue hanya bisa bilang , jangan terlalu banyak tau tentang kami apalagi kalau niat Lo belum jelas" peringatan untuk Arion dari Wiliam, Wiliam pun langsung pergi ke dalam markas
Kaila saat ini sedang menghabisi pasukan musuh dengan gembira, pasukan terakhir atau bisa di bilang bos dari life taker yang berada di belakang memperhatikan sedari tadi,
__ADS_1
anak buah life taker sudah tumbang semua mengenaskan pastinya, Sekujur tubuh kaila penuh dengan darah korbannya bukan risih Kaila malah menikmati, oh ya bukan Kaila tapi kalia .
"oh hoo, are you the boss? " gumam Kaila Seperti bersenandung
"Kamu salah pilih lawan honey" sambil menyeringai kalia mendekati mangsanya itu.
"Mati Lo!!" Bos life taker hendak menembak Kalia namun sayang pergerakan kalia lebih cepat dari musuhnya .
"Senjata jarak jauh? kalau begitu aku juga akan menggunakan senjata ku" seolah tak terima dirinya ingin di lukai seperti itu.
Bukan nya Kalia mengambil pistolnya , dia malah berjalan sedikit meloncat ke kiri dan kanan dan bergumam
"**aku menyukai darah"
"darah itu enak "
"Apa darahmu enak ? "
"Darahh"
"Amis**"
Ternyata gumamnya kalia itu mengecoh bos dari LT , dia tak sadar Bahwa musuhnya sudah berada tepat di depannya,
Kaila mengambil pistol dari mangsanya, lalu membuang jauh dari mereka berdua, Karna aura yang di keluarkan oleh Kalia sangat mengerikan bagi orang awam pastinya akan merinding , bis dari LT itu masih tegang keringat dingin telah bercucuran dari wajahnya .
"let's play my prey " bisik Kalia,
Kalia menggores kedua paham laki-laki itu dalam dan bersamaan.
berlanjut menusuk-nusuk kedua kakinya, kalia berjongkok di depannya tak bisa melawan mangsanya itu , ingin menendang Kalia namun kedua kakinya di tancapkan samurai .
lengannya menarik kuat rambut kalia, kalia hanya menyeringai sakit sebenarnya apa lagi mangsanya itu menamparnya.
saat tamparan kedua hendak di layangkan, dengan sengaja Kaila menancapkan pisaunya ke adik mangsanya itu lagi dan lagi teriakan terdengar.
"Bangs*ttt!!! biad*p!!!!" teriaknya
"Ha ha ha !!" tawa kalia pecah , lalu kalia berdiri dan menendang tepat di adik kecil pria itu dan yang di tendang langsung terjatuh kebelakang.
"L E M A H" eja kalia
Kalia mencabut pisau nya itu, tak ingin membiarkan pisau kesayangan nya ini ternodai. setelah mencabut Kaila malah menancapkan pisaunya ke perut laki-laki bodoh itu.
"Perut yang bagus" puji kalia lalu di tariknya ke atas dengan pelan pisaunya membelah perut pria itu.
"Akhhh!!!"
"Iblis!!!"
"psiko akhhhh pat Akhhh!!!"
teriak pria itu,
__ADS_1
Kalia tertawa bahagia beda dengan penonton di belakang terutama Arion, Arion sedari tadi ingin sekali berlari menghampiri kekasihnya itu .
"Itu bukan Kaila!" batin Arion
"Tenang aja, Kaila baik-baik aja pasti, dia sudah terlatih bahkan di atas kita keahliannya" Kaivan mencoba menenangkan Arion , Arion mengangguk tapi matanya tak henti-hentinya menatap kekasihnya itu.
Kalia menusuk perut pria itu berulang kali, dan terakhir kedua mata pria itu tanda permainan selesai.
Setelah serasa puas , kalia berjalan menuju kedua abangnya yang sudah berada di mana Elvano duduk anteng degan kursinya.
Sebenarnya ingin mengambil darah dari hati korbannya namun kalia malas,
Kaila berjalan menuju mereka melewati kolam darah dadakan, saat berjalan anak buah LT ada yang seketika sadar .
Kalia menyadari itu dan menyimpang menuju yang masih hidup, yang jelas itu semua musuh . anak buahnya semu aman dan selamat.
"are you alive? "tanya kalia seolah-olah tidak tau apa-apa
"tolo-ng, di sini ada iblis" terbata-bata dia meminta tolong
"haha you're cute, I'm not a devil you know? I'm an angel" Kaila langsung menusuk kedua mata korban nya itu berulang kali sampai kerangka kepalanya bolong.
Kalia beranjak, saat ini kaila mencoba bangun agar haus darah di diri kalia meredam, mencoba untuk membuat kalia tidur.
Saat beberapa langkah lagi tiba di depan mereka yang menunggu, tiba-tiba Kaila kehilangan kesadarannya lagi dengan cepat Arion menangkap tubuh kekasihnya itu.
"Kaila!!" teriak mereka sambil berlari kecil menuju Kaila yang berada di bekapan Arion
"Bawa keruangan pribadi nya!!" titah Wiliam , tanpa basa-basi mereka semua menuju ruangan pribadi Kaila .
"Minta dokter itu datang!! SEGERA!" perintah Wiliam
semua tampak tegang, aura kedua prince Nelson Masih sangat mengerikan saat ini jangan ada yang membantah saat ini pastinya kalau tak ingin berakhir tanpa kepala.
Dokter tiba dengan tergesa-gesa, langsung memeriksa keadaan Kaila, walau tubuh kaila penuh dengan darah saat ini.
"Bagaimana keadaan nya!" tanya Arion pada dokter tersebut
"Kondisinya sedikit lemah, saya akan memasangkan infus lagi. dan Apa ada yang bisa membersihkan badan Queen?" tanya dokter itu
mereka diam memikirkan, Wiliam menatap jam tangannya "Minta perawat mu datang kesini . dan pastikan mulutnya bisa jaga rahasia!" ucap Wiliam dingin,
"Baik King" dokter itu langsung menghubungi asisten nya untuk bersiap dan anak buah BD yang akan menjemput nya.
"Gue masih gak paham" gumam Arion yang dapat di dengar oleh Elvano
"Lo akan tau nanti, tapi bukan sekarang" El menepuk bahu Arion, sebenarnya sakit hati El melihat keadaan sahabat nya ini, El hanya bisa berharap sahabat nya baik-baik saja.
membantah ucapan orang berkepribadian ganda apa lagi haus darah, percuma di lawan dan enggak di lawan juga percuma walau sudah tau hasilnya percuma, tetap mereka akan melakukan apapun membuat orang itu sadar.
"Saat Kaila sadar kabari gue!" perintah Wiliam, Wiliam menenangkan dirinya pergi menjauh dari mereka sebentar adalah pilihan yang baik.
"Baik bang"
__ADS_1
perawat itu sudah tiba, langsung membantu membersihkan tubuh kaila para laki-laki yang sedari tadi berjaga di dekat Kaila menunggu di luar terutama dokter itu..
......like dan vote jangan lupa ✨......