Kesayangan Tuan Muda Mafia

Kesayangan Tuan Muda Mafia
Bab 25


__ADS_3

"Feli aku akan menghubungi Kaka ku dulu saat mereka selesai mencuci tolong susun piringnya"


"Okey kai"


Kaila berjalan masuk ke arah hutan.


"Bangg," ucap Kaila


"......"


"Aku butuh bantuan bang Kaivan tapi aku masih marah dengannya jadi aku menghubungi mu, Tolong cari informasi tentang Andrea Lovata"


".... ..."


"Mencegah sesuatu yang besar terjadi. saat ini aku masih sabar atas perlakuan nya terhadapku"


" ..... "


"Bang Wiliam ayo lahh selagi aku maish bersabar dan memikirkan bagaimana aku akan bermain degannya tolong bantu aku"


" ...... "


"Kaila berjanji ,Kaila tidak akan berulah tidak akan nakal dan selalu jadi gadis polos yang baik juga cantik"


"......."


"Kau yang terbaik aku menyayangimu" meakhiri panggilan nya dengan Wiliam .


"Menyayangi siapa?" tanya Arion membuat kaila terkejut


"Menguping itu tak baik" cibir Kaila


"Jadi tolong jelaskan siapa yang kau hubungi dan kenapa kau mengucapkan kata manis kepadanya?


"Ka sedang cemburu Vian?" ejek Kaila sambil berlari meninggalkan Arion


"Kaila Chalondra Adara" teriak Arion


"Kejar dan tangkap aku kalau bisa akan ku beritahu" sambil berlari ke arah tenda


"Ah kau tertangkap tuan putri yang nakal"


Kaila pun menyerah karna tak kuat lagi berlari, dia pun mengajak Arion duduk di depan tenda lalu menceritakan siapa yang dia hubungi.


Tentu Kaila sedikit berbohong apa yang mereka bicarakan di telpon tak semuanya yang diberitahukan ke Arion benar.


pukul 05.45 sore


murid-murid berkumpul untuk melakukan perjalanan hikking mencari Bendera yang sudah di tempatkan di berbagai tempat di bukit.


"Haruskan kita berangkat" Feli


"Kenapa tidak?" tanya kaila


"Kau tau kai kalau aku sampai kenapa² ayahku akan sedih" Feli


"Tenang saja ada Arion dan Wilasa yang jadi pengawal kita" ejek Kaila membuat wajah Wilasa sedikit masam


Feli menatap ke arah Wilasa dengna tatapan mata berbinar


"Kenapa kau menatapku seperti itu" Wilasa


"Kai kau yakin dia akan menjaga kita?" tanya Feli


"Kau meragukan kemampuan ku?" menggerutu


"Tentu tidak tuan muda Wilasa "


Mereka pun bersiap untuk hikking, Andrea sudah merencanakan sesuatu untuk mencelakai Kaila.


"Kau yakin dengan rencana mu An?" tanya jovanka dan Kirana


"Apapun yang terjadi akan terjadi salahkan dia terlalu berani mendekati Arion ku" Gumam Andrea


mereka bertujuh berjalan dibantu dengan senter untuk penerangan.


Di dalam hutan sambil mencari bendera yang di sembunyikan.


"Firasat ku Sepertinya akan ada yang terjadi" batin Kaila


Kaila sedikit berjalan lambat agar Feli dan yang lainnya di depan. Arion menyadari tingkah laku Kaila seperti sedang berpikir dan gelisah.


"Ada apa kai?Apa ada yang menganggu pikiran mu?" tanya Arion


"Tidak ada Vian,cepat jalan atau kita akan tertinggal" Kaila tak ingin membuat Arion khawatir.


Kaila dan Arion menyusul yang lain.


"Di sini ada satu bendera" teriak jovanka


Mereka semua menghampiri jova dan setelah mengambil bendera mereka melanjutkan untuk mencari bendera yang lain.


Hari makin malam dan semakin gelap.


Saat ini di mereka berada di atas jurang tak terlalu tinggi namun curam.

__ADS_1


"Sebaiknya kita istirahat dulu" ucap Arion


"Okee"


"Akhirnya"


"Baik"


Jawab mereka bersamaan.


Kaila memainkan ponselnya. "Tak ada sinyal di sini" batinnya


Kaila pun berdiri di pinggir jurang sambil melihat ke bawah. Andrea memperhatikan kaila.


"Kirana tolong fotokan aku, Jova tolong arhakan cahaya senter ke arah ku" perintah Andrea


Andrea berlari dan dengan sengaja menyenggol Kaila. Kaila pun terdorong ke depan. karna saat itu Arion dan Wilasa sedang berbincang memilih rute dan tak memperhatikan kaila yang berdiri di pinggir tebing.


"Akhh tolongggg" teriak Kaila sambil tersungkur ke depan


"Astag maafkan aku, aku.. Akku.. aku tak melihat kalau Kaila di situ sangat gelap" Andrea mengeluarkan air mata "Selamat tinggal kaila" batinnya


"KAILAAAAA" Teriak Arion langsung berlari


"Kaiiiii" Feli ikut berteriak terkejut


Wilasa mengejar Arion


"Hikss.. Hikss.. Kaila " Andrea sambil menangis


"Kailaaaa" teriak Arion


"Viannn tolongggg" teriak Kaila


Kaila terguling beberapa kali dan juga menabrak bebatuan serta pohon setelah berteriak tak terdengar suara Kaila lagi


Feli menangis sejadi-jadinya. Feli tak memperhatikan saat kaila karna sedang melihat peta.


"Hikss.. Bagaimana ini Kaila" isak tangis Feli


"Akh Siapapun yang menyebabkan ini tunggu dan lihat saja nanti" batin Arion


Arion melihat kebawah tak ada tanda² Kaila.


"Wil bawa yang lain kembali dan beritahu tim penyelamat" perintah Arion


"Tapi bagaimana dengan kau?" Tanya Wilasa


"URUS SAJA MEREKA AKU BISA MENJAGA DIRI. PRIORITAS SEKARANG KAILA" teriak Arion.


"Astaga bagaimana dia bisa terjatuh" para guru terkejut


"Pak tolong segera siapkan Tim SAR untuk mencari" ucap Wilasa yang panik karna sahabat langsung turun tanpa alat bantu


"Di sana sangat curam dan banyak bebatuan. Cepat bergerak" penjaga dan tim SAR


Wilasa mencoba menenangkan Feli yang terus menerus menangis.


"kita ke tenda dulu" ajak Wilasa kepada Feli


"Huaaa Bagaimana dengan kaila" menangis dengan keras


Wilasa memeluk Feli untuk membuatnya tenang "Mereka akan di temukan tenang lah"


Feli mengangguk namun masih menangis. "Kalau kau terus menangis bagaimana aku mencari mereka?Sudah tegah malam akan sulit mencarinya nanti" ucap Wilasa


"Kau pergilah aku akan menunggu mu di sini untuk mendapatkan kabar yang baik" ucap Feli melepaskan pelukannya.


Wilasa pun meninggalkan tenda Feli lalu bergabung dengan tim penyelamat.


Di tenda Andrea.


Andrea nampak senang saat melihat ekspresi Kaila .


"Bagaimana kalau dia masih hidup?" tnaya jovanka


"Pikirkan itu nanti, saat ini aku sangat senang" ucapnya


Sedangkan di tempat Arion .


Arion menelusuri area tempat Kaila terjatuh.


"Kailaaa" panggil Arion


Beberapa menit setelah mencari Arion melihat kaila di dekat pohon di penuhi luka goresan juga jidad Kaila berdarah.


Arion langsung berlari dna memangku Kaila .


"Bangun kaila" perintah Arion sambil menangis melihat keadaan Kaila saat ini


"Kailaaa bangun ,kau tak boleh kenapa²"


"Kailaaa" teriak Arion sambil menangis


"Kau terlalu berisik Vian" dengan nada pelan

__ADS_1


"Akan ku balas nanti,aishhh kepala ku pusing sekali. aku tak akan mati dengan cara seperti ini" batin Kaila


"Ah syukurlah kai kau masih sadar"


"Via.... n" belum menyelesaikan ucapannya Kaila pingsan


"Ada apa kai?Kaila bangun kailaa" Arion nampak panik kembali


Setelah setengah jam tim SAR berpencar mereka menemukan Kaila dan Arion.


"Mereka di sini cepat bawa tandu" perintah salah satu tim penyelamat


Arion membantu mengangkat Kaila.


Saat ini Arion Wilasa dan Feli mengikuti mobil ambulan menuju rumah sakit


"Sialan cepat sekali di temukan" gerutu Andrea .


Perjalanan cukup jauh Arion di dalam ambulans bersama Kaila, Feli dan Wilasa di mobil Arion.


"Kerumah sakit A" sebut Arion


"Baik" ucap sopir


Arion menghubungi om Arya.


"....."


"Om kau sekarang menuju rumah sakit segera tunggu di depan"


" .... "


"Nanti aku jelaskan sekarang tidak sempat"


"....."


Belum Arya menyelesaikan pembicaraan nya Arion mematikan telpon.


sedangkan di mobil belakang Wiliam menghubungi Kaila Feli tak sengaja mengangkat panggilan itu .


" ...... "


"Ah maafkan aku , Apa kau abangnya Kaila?" tanya Feli sambil sesegukan setelah menangis


"....."


"Aku Felysia Inez teman Kaila"


"....."


"Hikss... Hikss... Kaila, dimobil depan" sambil menangis


"......"


"Kaila terjatuh di jurang sekarang tidak sadarkan diri" menangis dengan keras


"......"


"Kami sedang menuju rumah sakit"


Wiliam nampak panik saat mendengar berita yang di beritahu kan Feli ,dengan cepat keluar kamar dan menuju kamar Kaivan.


"VAN KAIVANNN" teriak nya


"KAIVANNNN" terikanya lagi


sambil menggedor-gedor pintu kamar Kaivan


"ADA APA BANGGG!!!" Kesal Kaivan


Teriakan Wiliam membuat kedua ornag tuanya terbangun dan langsung menuju lantai tiga kamar anak²nya.


"CEPAT SURUH ANAK JASON SIAPKAN PESAWAT KITA BERNAGKAT KE KOTA A SEKARANG" perintah Wiliam


"Hey ada apa Tengah malam teriak²" tanya sang ayah.


"Kaila kecelakaan" ucap Wiliam sambil menghubungi nomor Kaila lagi namun tak ada jawaban.


"APAAA!!!!!" Nyonya Nelson terkejutnya mendengar ucapan Wiliam


Kaivan dan sang ayah juga terkejut. Kaivan langsung berlari mengambil handphone untuk menghubungi anak buahnya.


"Aaa dada ku sangat sakit" sambil mengelus dada nya dan tak lama nyonya Nelson pingsan


Mereka langsung berangkat menuju rumah sakit untuk membawa nyonya Nelson. Athifa di rumah bersama pengasuhnya.


"Liam dan Ivan yang akan ke kota A ,ayah tolong jaga mamah" ucap Wiliam setelah memastikan keadaan sang ibu baik² saja


Halo Kakak-kakak ❤️🙏


Maaf kalau ada salah kata🙏 semoga Kakak-kakak suka dengan karya pertama aku maaf juga kadang sering telat upload 🙏🙏😭.


Mohon dukungan nya dengan cara apapun mau itu vote poin/like 🙏


jangan lupa di favorit kan ka agar tau kalau kita update 🙏🙏🙏🙏❤️❤️

__ADS_1


Terimakasih ❤️🙏


__ADS_2