
"Luke! gue gak mau tau urus semuanya dan beli sekolah ini"
"Hehh! maks..udnya??"
"Bukan karna sekolah ataupun kepala sekolah yang bermasalah gue cuman pengen aja nambah hak paten untuk sekolah ini" Luke mengangguk,
...🦍🦍🦍🦍🦍...
Seminggu sudah,
Kaila masih tak sadarkan diri bahkan anak-anak sering sekali menangis merengek meminta agar sang mommy bangun Arion sudah tak bisa berkata apa-apa lagi untung menenangkan anak-anak selain berkata,
..."kita berdoa supaya mommy cepat bangun dan kumpul sama kita lagi ya"...
kata-kata itu yang berulang kali Arion keluarkan untuk menenangkan sang anak, dan dengan berat hati sebenarnya Arion meninggalkan anak-anak juga sang istri yang masih belum sadarkan diri pergi untuk menjemput ajal si pengganggu sekaligus yang membuat istrinya terbaring tak sadarkan diri itu,
"Jaga mommy boy!" Ucap Arion ke Davian
"Tentu Dad, jangan ragukan apapun dan jangan khawatir fokus dengan pekerjaan Daddy saja dulu" Arion terkekeh geli mendengar kata-kata manis di ucapkan anak laki-laki nya yang paling tua,
"Hikss Ala hiks Ala mau ikut Daddy"
"Valez jugaa!!" ucap Varez yang sudah ikut menangis
"Daddy akan segera pulang Girl Boy jadi jaga mommya ya? nanti kalau mommy sudah bangun kita bakal jalan-jalan"
"leally?" dengan sesegukan Varez bertanya
"Really Varez!" Gala membenarkan ucapan sang adik,
Iya Daddy janji tapi ketika pekerjaan Daddy semua selesai"
Arion memeluk keempat anaknya berganti, Dirinya sangat bersyukur ada mereka walau beberapa komentar berkata terlalu dini dan terlalu banyak anak padahal mereka masih muda, tapi Arion tak memperdulikan tentang itu apalagi dia seorang mafia, pemilik Walsh company, Ar company bahkan beberapa mall dan masih banyak lagi yang tak harus di ucapkan,
Seberapa pun uang yang di butuhkan bahkan seberapa banyak pun di gunakan uang Arion tak bakal habis kecuali sang pencipta yang berkehendak.
"Bos sudah waktunya" ucap Luke,
Kini para petinggi BigBos sudah berkumpul di bandara dan juga beberapa petinggi Black Devil ikut turun kecuali orang tua mereka yang mana di minta tolong untuk menjaga anak-anak juga kesehatan mereka karna sudah berumur.
"Ingat jangan menahan diri" ujar El seraya Menaik turunkan Kedua alisnya
"Jan sok yes lu El kalo kenapa-kenapa NANTI NANGESSS!!" Ledek Kaivan
"YAKKK!! Lupa Lo? gue ini petinggi inti BD yang mana sudah ngebun.."
"Ngebunuh orang aja bangga" cibir Al
"Sumpah minta di TEBAS bocah cingur yang satu ini"
Arion berjalan dengan gagah keluar dari lobby rumah sakit mereka akan langsung menuju ke bandara dan tentunya akan langsung memberikan kejutan ke orang yang seminggu ini jadi incaran mereka,
__ADS_1
"Bagaimana dengan perempuan itu?" tanya Ares yang kini berada 1 mobil dengan Arion,
"Aku sisa kan untuk istri ku" Ares menggeleng tak paham dengan keduanya
Tak hanya Ares Arion sendiri pun tidak tau dirinya hanya tak ingin mengeksekusi Mery tanpa alasan dan tanpa pengetahuan langsung dari sang istri apalagi saat ini mereka kan membubarkan bahkan mengakhiri hidup orang-orang yang berani melukai istri sekaligus Queen of the devil kalua Kaila tau itu dan tak menyisakan satupun bisa-bisa Kaila yang murka ke Arion, seperti ada ikatan batin tersendiri di antara keduanya.
...Ting...
...Wilasa (chat)...
"Sorry Ar gue gak bisa ikut,
soalnya Feli juga dadakan
ngajak fitting baju nya"
"maaf banget sumpah!!"
^^^"Kalem Sa, gue paham"^^^
^^^"Gue titip anak-anak dan Keluarga gue"^^^
"Aman Bos"
................
...🦍🦍🦍🦍🦍...
"Setengah Anak buah BD sudah berada di negara D kemarin malam" ucap Wiliam ke Arion, saat ini keduanya sedang berjalan beriringan
"setengah anak buahku sudah berada di sana 3hari, dan mereka sudah memantau alamat yang kita temukan"
"Sesuai rencana bukan?" tanya Wiliam
"of course Brother"
menggunakan pesawat pribadi Arion yang man bisa muat 20 orang karna besar pesawat seperti pesawat biasanya maka muatannya bisa banyak.
flashback seminggu yang lalu...
Setelah kondisi kritis Kaila semuanya itu mereka tak bisa tidur terutama Arion, Wiliam dan Kaivan yang sedari tadi memperhatikan gelagat Mery seperti menemukan titik terang atau bisa di bilang celah menemukan baj1ngan itu,
Kaivan mengirim pesan ke Kevin,
...Kevin (chat)...
^^^"Vin bawakan alat kemarin"^^^
"baik King"
__ADS_1
^^^read.^^^
Sekitar 30 menit Kevin akhirnya Kevin pun tiba,
Kaivan duduk diam menatap sekitarnya karna semuanya tidur, Ponsel Mery yang berada di meja pun Kaivan ambil sebentar untuk menempel kan stiker bening di ponselnya walau kecil tapi tak mencurigakan karna bisa berkamuflase hebat bukan?
karna Kaivan seorang hacker dengan muda dirinya membuka password ponsel Mery dan menginstal aplikasi yang mana akan lebih memudahkan Kaivan menyadapnya walau tak sopan tapi mau bagaimana lagi kan,
Tiga hari setelah nya,
Mery mendapatkan pesan dari XXX.
...XXX (chat)...
"Kerja bagus lokasi yang kau berikan
akurat"
"Uang akan ku transfer seluruhnya
setelah kau menjalankan tugas
terakhir yaitu lokasi markas BB"
^^^"aku masih mencari tau!"^^^
"oke, ah ya bunuh perempuan itu
untuk ku juga dan kirim kepala
nya ke tempat ku"
^^^read.^^^
.................
Mery tak membalas pesan itu lagi karna kaget tiba-tiba saja Kaivan memanggilnya dengan tatapan ingin memangsa dirinya,
"A..Ada apa tuan ?"
"Apa aku mengagetkan mu?"
"Ti..tidak Tuan"
"Bagus lah karna aku bakal selalu mengawasi mu, seperti nya aku tertarik dengan mu" Ucap Kaivan seraya menyeringai.
Setelah hari itu,
Arion langsung menangkap Mery dan menempatkan nya di ruang tahanan BB tanpa alasan yang tepat bagi Mery,
Arion dan Kaivan juga Wiliam yang mengontrol ponsel milik Mery maka itu setelah beberapa hari cukup sudah mereka membodohi orang tersebut waktunya eksekusi.
__ADS_1
Flashback off...
...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE 🖤...