
"Dimana Lo?" Kaila membalas pesan Albert
"Kamar Abang!"
"Turun!" titah Kaila
Albert pun menyusul Kaila sebelum itu Albert meminta Kevin menjemput dokter yang beberapa jam menunggu Kaila tadi.
"Apa?" tanya kaila saat baru saja Albert keluar lift
"Daddy Nelson minta gue buat cek keadaan kakak" Albert tipe orang pendiam namun kalau dirinya di minta menjaga orang di sayangnya contohnya Kaila dirinya akan posesif tanpa di minta dan apa yang diucapkan oleh nya harus di lakukan tapi harus dalam batas wajar.
"Maksudnya?" Kevin masuk bersamaan dengan dokter juga perawat di belakangnya
"Nurut ka" titah Albert, walau mereka tidak sedarah tetapi sedari kecil mereka sudah bersama Albert sama seperti Athifa apa yang di mau adiknya Kaila selalu mencoba menuruti.
Kaila duduk dengan wajah cemberut, bingung apa yang terjadi namun seketika terlintas ingatan kalau dirinya terluka, dan ? Daddy nya tau? bisa kena ceramah pikir Kaila.
"Gue gak mau di periksa" bantah Kaila
"No, tidak ada bantahan atau Al minta Daddy atau mommy Calya yang datang?" bertepatan dengan itu Elvano datang dengan wajah bantal baru bangun tidur
"Ko rame?"
(🔼🔼🔼 \= ekspresi wajah Albert)
"Dah lahh gue mau makan bye!!" El berlalu karna tak dapat jawaban dari orang-orang di depannya.
"Periksa keadaan kakak saya" pinta Al
Pasrah, Kaila hanya bisa pasrah di periksa apalagi saat ini dokter mengecek tensi darah yang mana tak sengaja menekan luka di lengan Kaila.
"akhh aw!" teriak Kaila
"hati-hati mau gue potong tangan Lo?" Kaila kesakitan
"Ada apa?" tanya Al yang awalnya asik dengan ponselnya seketika terkesiap mendengar teriakan Kaila
"Maaf saya tidak tau kalau lengan nona terluka" ucap dokter itu takut-takut, darah yang sudah tidak keluar seketika mulai mengeluarkan darah lagi
"Apa apaan ini. Cepat obati , dimana lagi lukanya ka?" tanya Albert panik mode kalem.
"Kenapa? apa? siapa teriak? kedengarannya sampe dapur" Elvano panik mendengar teriakkan Kaila walau agak jauh tetap kedengar
Baju Kaila yang berwana biru muda pun di bagian lengan kirinya penuh dengan darah segar Kaila.
Kaila menahan agar dirinya tidak terjulur emosi karna kesakitan, salah dirinya juga tak memberitahu keadaan nya.
"Lo terluka?" tanya El , yang di tanya hanya bungkam
"Buta mata Lo? kalo berdarah ya luka lah ogeb!!" tukas Al
"Brisikkk!!" tegur kaila dirinya menahan perih d lengannya dokter itu pucat setiap mendengar tutur kata Kaila.
"perasaan waktu pulang Lo gak luka deh" El Mengingat "Apa Lo Bunuh orang kai?" Kaila menghela nafas ingin rasanya membungkam mulut El yang tak bisa diam sedari tadi
"Mending Lo balik ke dapur, Atau mau gue jadiin Lo santapan manis dan imut?" tanya kaila, manis dan imut singa peliharaan kaila yang saat ini berada di halaman belakang markas
tanpa menjawab El langsung berjalan meninggalkan mereka. Dokter beserta perawat bersusah payah menelan salivanya takut mereka takut dengan Kaila .
"Obati lukanya" titah Albert
Dokter itu segera mengambil peralatan juga obat untuk membersihkan luka Kaila.
"ka Kaila sudah di obati dad, apa yang terjadi sebenarnya dengan kakak?" isi pesan Albert ke Daddy Nelson
"Terimakasih Al, kakak mu tadi malam di serang orang tapi kamu tenang saja Abang mu Wiliam sudah mengambil tindakan untuk membalasnya" balas Tuan Nelson, Keluarga Kenan sudah seperti saudara terlebih anak-anak mereka sedari kecil bersama.
Albert menatap Kaila, Kaila yang menahan perih dan sakit . Ada sedikit kesal terhadap abangnya El yang lalai menjaga kakaknya.
"Al bakal daftar sekolah di tempat kakak" akhirnya si bocah tengil mau sekolah.
"Bagus kalo gitu, Vin urus semuanya"
"Tidak perlu bang Kevin, aku akan minta anak buah ku yang mengurusnya" Kaila mengangguk.
"Sudah nona, maafkan saya" ucap dokter
"Aku yang minta maaf, Vin antarkan mereka kembali ke rumah sakit"
Setelah itu, Kaila melemaskan otot-otot badannya andai dirinya tidak lupa kalau sedang terluka tak bakal turun dari kamar.
Drrrtttt
drttttt
"Halo Sayang" ucap seseorang di seberang sana
"Halo mami"
__ADS_1
"Oh astaga kamu ini tidak pernah berkunjung ke tempat mami lagi. apa kamu melupakan Mami?"
"Ah bukan begitu mami"
"kalau bukan begitu, ayo sini kerumah Sekarang mami tunggu"
"Tapi mami?"
"Tidak ada tapi, dahh sayang"
Panggilan terputus.
Cobaan apalagi ini, mami Arion menghubungi Kaila meminta dirinya berkunjung tak mungkin Kaila dengan keadaan seperti ini ke sana bisa-bisa di posesif kan lagi, kalau tidak pergi dirinya akan bersalah. Kaila berdiri hendak pergi ke kamarnya untuk bersiap .
"Mau kemana?" tanya El dan Al bersamaan, Kaila menoleh menatap keduanya bergantian.
"Mau kerumah Arion" Kaila melanjutkan langkahnya .
di kamar Kaila sedang bersiap
sengaja menggunakan pakaian berwarna gelap agar tidak terlihat jika ada darah keluar dari lengannya.
Kaila keluar kamar menuju lift dan langsung ke basemen jarang Kaila langsung menuju basemen menggunakan lift biasany dirinya akan ke lantai 1 Atau dasar terlebih dahulu.
Entah kenapa Kaila ingin menggunakan motor sport miliknya padahal lengannya sedang terluka, tanpa pikir panjang Kaila mengambil kunci motornya dan berjalan menuju parkiran dimana motor kesayangan nya berada.
Bremm Bremmm Brrreeem
Kaila menggeber motor miliknya di dalam garasi menggema keseluruhan bagian ruangan. Setelah cukup memanaskan mesin motor barulah Kaila keluar dari garasi.
Para anak buah BD atau pengawal menggeleng heran pasalnya mereka tadi melihat bahwa lengan kiri Queen nya ini terluka dan sekarang malah pergi menggunakan motor sendirian.
Kaila sudah meninggalkan mansion, tujuannya ketempat Mami nya atau orang tua Arion.
Di suatu tempat.
Andrea berulangkali menghubungi Kirana juga menanyakan kepada jova keberadaan Kirana namun nihil tak ada yang tau.
Apalagi orang tua Kirana tantenya berulang kali menanyakan kepada nya.
"Kaila, iya Kirana tadi malam akan menemui Kaila!!" Andrea bergegas keluar kamarnya hendak pergi kerumah tantenya memberitahu keberadaan Kirana .
"Mau kemana kamu?" tanya sang mamah
"Mau ke tempat Tante Tata mah, aku tau seperti nya keberadaan Kirana"
Andrea langsung pergi menuju tempat tinggal tantenya. Mengirimkan pesan ke jova untuk menemui nya di sana.
Skip rumah Tante tata
Andrea dan jova langsung masuk ke dalam rumah keluarga Sena,
"Bagaimana Dre? apa Kirana sudah ketemu? hikss hikss anakku" tuturnya.
"Belum Tante, tapi Andrea baru ingat kalau Kirana tadi malam memberitahu kami kalau ingin menemui Kaila Tante"
"Kaila? siapa itu?"
"Murid pindahan d sekolah kami Tante, Kaila itu orangnya caper Tante kadang juga nuduh kita gitu sampe ngancam kita" dengan nada di olah olah seraya memelas
"iya Tante, tadi malam aja jova tak sengaja nyenggol lengan Feli , kaila langsung nyiram jova"
"Mas anak kita hikss ,aku gak mau tau si Kaila Kaila itu harus dapat hiks balasannya. cari anak kita mas hikss hikss" tangis Tata menjadi.
"Iya sayang kamu tenang dulu, jangan sampai kamu sakit" menenangkan sang istri.
Andrea menyeringai, tanpa harus turun tangan dirinya bisa menyingkirkan Kaila.
di Mansion Keluarga Walsh,
Kaila yang sedang bersama mami juga thalia .
"hachimm Hachimm" Kaila bersin "Siapa yang ngomongin gue woy" batin Kaila
"Kaila gapapa?" Kaila tersenyum
"Gapapa mi"
"Mbaa mana cake yang saya bikin bawain, dan cemilan juga minuman" Pinta nyonya Walsh
"Mi Abang belum pulang?" tanya Thalia
"Belum, tapi tadi waktu mami telpon sudah siap-siap pulang tadi penerbangan di undur karna delay"
"Iya Mi, tadi Vian juga ngabarin Kaila gitu"
Maid menyusun berbagai macam cemilan di meja tentunya beberapa kesukaan Kaila juga Thalia.
"Mami kaila boleh makan itu?" tanya kaila
__ADS_1
"Makan lah, badan kamu kurusan kamu harus banyak makan"
"Kurusan gimana mi? ka Kaila sudah BODYGOLS gituu" tutur Thalia.
"Pasti ada maunya , mau apa Li?" goda Kaila
"Yee bisa aja ka Kaila " gelak tawa terdengar di ruangan itu.
Di Mansion Keluarga Nelson,
El dan Al berada di ruang keluarga seraya menunggu kaila turun dari kamar sudah hampir dua jam lebih Kaila tak kunjung melewati keduanya . keduanya pun asik bermain ps.
"Kaila lama banget ya?" tanya El seraya bermain
"Mungkin tidur" ucap Al
"ya mungkin, Kalo kalah bikin pasta ya" tantang El
"Ogheyy, tapi ulang dari awal. eh tunggu dulu " Albert sedikit curiga keadaan Kaila.
"Bangg" panggil Al pada pengawal di depan
"Ada apa Tuan?"
"Ka Kaila ada keluar dari lift gak tadi?"
"Nona Kaila? bukannya tadi nona Kaila pergi ya tuan?"
"Ehhhh??????????? kapan? "
"Dua jam lebih kayaknya tuan"
"Ah kecolongan, yasudah lanjutan pekerjaan Lo"
"Jadi Kaila udah pergi?" Al mengangguk biarlah toh Kaila tidak terluka parah dan tentunya tujuannya cuman kerumah Arion tak akan ada masalah.
Di dalam pesawat,
"Gue mau istirahat, kasih tau gue kalo udah nyampe" perintah Arion.
Dirinya sedang tidak baik-baik saja sebelum melihat dengan mata kepalanya sendiri keadaan kekasih nya. entah kenapa Arion yang sedingin es itu bisa bucin parah kepada Kaila . walau dulu sempat bucin juga namun tidak sebucin ini.
Di kediaman keluarga Sena,
"Kamu tau tempat tinggal Kaila?" tanya tuan Sena ke Andrea dan jova
"Dia tinggal di apartemen om, Andrea tau ko dimana"
mereka bersiap untuk menuju apartemen Kaila, mungkin saja Kirana di sekap Kaila pikir mereka. Dalam perjalanan menuju ke apartemen Kaila tak ada hambatan, setiba nya mereka langsung menanyakan kepada resepsionis mungkin .
"Dimana tempat Kaila berada?" tanya tuan Sena
"Maaf tuan, Kaila siapa?"
"Kaila Chalondra Adara mba" Andrea menyebutkan nama kaila
"Ah nona Kaila, lantai xxx nomor xxx tuan"
"Terimakasih"
"Eh anu tuan, Setau saya nona Kaila sudah jarang tinggal di apartemen nya"
"Lalu? dimana dia tinggal?"
"Maaf kami tidak tau tuan" ucap kedua resepsionis
Ketiganya saling pandang, Andrea memikirkan kemana kaila dimana dirinya tinggal.
"Kurang ajar!! tinggal selangkah lagi Lo mati tapi banyak tingkah kai awas aja Lo" batin Andrea.
"Om pinta papah aja untuk melacak tempat tinggal Kaila, toh papah kan juga walikota bisa mudah minta di kepolisian untuk mencari alamat seseorang" ucap Andrea
"atau jova hubungi papah jova?" tanya jova
"Tidak , om saja yang menghubungi"
Mereka pun pergi, ntah kemana tujuan selanjutnya yang pasti pikiran tuan Sena saat ini menemukan anaknya.
Di kediaman keluarga Walsh.
"Aw" gerutu Kaila tak sengaja lengan kirinya terkena sikut thalia
"eh maaf ka"
"Gapapa " keduanya menikmati cemilan seraya menonton ytb di ponsel masing-masing, sedangkan sang mami pergi ke kamar berisitirahat.
hari semakin sore, Kaila hendak pulang kerumahnya sebelum malam padahal rencana mereka hari ini akan berangkat ke pantai namun di tunda jadi besok subuh.
Kaila sudah berpamitan dirinya harus pulang apalagi sekarang mendung tak ingin basah kuyup.
"Perasaan gue gak enak" batin Kaila namun tidak menggubrisnya Kaila melanjutkan perjalanan pulangnya dengan kecepatan sedang.
__ADS_1
...✨ jangan lupa like dan vote ✨...