Kesayangan Tuan Muda Mafia

Kesayangan Tuan Muda Mafia
Bab 165


__ADS_3

Arion sedikit kewalahan menjaga baby boy yang rewel, membawa baby boy ke kamar game agar tidak mengganggunya Kaila dan yang lainnya tidur,


sekitar satu jam baby boy menangis akhirnya tertidur pulas, Arion langsung kembali ke kamar Kaila merebahkan kembali ke tempat tidur bayi. lalu Arion mengecek keadaan kedua anaknya yang sakit,


"Sudah mendingan" gumamnya


"Ah cape, papa dan mami pasti ngerasain kaya gini ya" ucapnya seraya rebahan di samping Kaila, menatap kekasihnya itu yang sedang tertidur.


"Dalam waktu dekat bby" bisiknya lalu mengecup kening Kaila dan menyusul Kaila ke alam mimpi.


Malam yang cukup singkat bagi Arion, serasa baru saja terlelap tiba-tiba sudah di paksa membuka mata lagi karna hari sudah menunjukkan pukul 5 pagi,


"Sayang bangun" Kaila membangunkan Arion dengan lembut,


Kaila tau kalau Arion tadi malam begadang menjaga anak-anak , ingin membantu Arion menjaga anak-anak tetapi matanya tidak bersahabat sekali.


"Sayang bangun yuk?" Arion mengangguk namun matanya masih setia tertutup.


Mendapat jawaban dari Arion walau dengan anggukan Kaila langsung berdiri dari duduknya untuk mengecek keadaan kedua anaknya yang sakit.


"Syukurlah sudah mendingan" Kaila beralih ke baby boy yang sudah terbangun untung bayi kecil itu tidak menangis atau rewel saat bangun.


"Ayo kita liat kakak mu yang lain" Kaila menggendong bayi kecil itu, dirinya berjalan menuju lantai 2 karna anak-anak berada di lantai 2.


Di lantai dua anak-anak sudah terbangun namun hanya diam saja menonton kartun yang sudah di putarkan oleh para penjaga.


"Pagi sayang sayang nya mommy" sapa kaila ,


"Agi mom"


"Pai mom de"


ucap mereka bersamaan lalu kembali fokus ke tv untuk menyaksikan kartun.


"Mandi dulu baru nonton tv lagi" titah Kaila


mereka langsung menurut takut kalau Kaila marah, Kaila meminta para maid untuk memandikan anak-anak sebelum Kaila menyewa para suster untuk menjaga mereka.


"Astaga gue kan hari ini sekolah" Kaila bersama baby boy bergegas menuju kamar. di kamar kedua anaknya yang sedang sakit tadi sudah terbangun.


"Haii anak mommy udah bangun, gimana badannya udah enakkan?" keduanya mengangguk.


"Mommy boleh minta tolong? jagain Ade kalian sebentar ya? mommy mau mandi dulu"


"Iya mom" ucap keduanya,


Kaila bergegas masuk ke dalam kamar mandi, selang beberapa menit sudah keluar dengan pakaian yang rapi.


"Vian bangun"

__ADS_1


"Vian!!"


"sekolah gak!!"


"Dihh molor banget"


Kaila terus menggoyangkan tubuh Arion agar segera terbangun, hasil dari membangunkan Arion akhirnya membuahkan hasil.


"iya ini bangun" ucapnya dengan suara berat khas bangun tidur


"Ok aku tunggu di bawah, anak-anak udah pada siap" Arion mengangguk seraya mengucek matanya


"Ayo kita ke bawah sayang" ajak Kaila ke anaknya yang ada di kamar sambil menggendong bayi kecil.


Mereka sudah berkumpul di meja makan, dokter dan perawat pun ikut makan bersama mereka, tetapi tadi sebelum itu dokter sudah memeriksa keadaan kedua anaknya yang sakit.


(udah anak nya aja nih Kaila dan Arion 🙄🔫)


"Nona muda , boleh kita kembali ke rumah sakit nanti?" tanya sang dokter, Kaila menatap sekilas namun tak menjawab pertanyaan dokter tersebut


"Kalian boleh kembali ke rumah sakit" ucap Arion, dokter itu mengangguk.


Selesai makan, dokter dan perawat kembali ke kamar untuk bersiap ke rumah sakit, Kaila sudah siap dengan seragam sekolah nya namun kata Arion mereka tak akan berangkat ke sekolah.


"jadi mereka akan di jemput oleh orang tuanya?"


"aku juga minta Luke memberikan uang berangkat dan pulang ke orang tua anak-anak, jadi kira-kira hampir semua orang tua mereka datang kecuali 3 anak Luke maupun Ares atau Wilasa tak bisa menemukan keberadaan mereka, besar kemungkinan mereka sudah tidak ada" Kaila memijit pelipisnya,


keduanya sedang berada di ruang tengah seraya mengawasi anak-anak yang sedang bermain, bayi kecil yang sedang di dalam box tempat tidur bermain sendiri.


"permisi tuan dan nona muda, kami ijin pamit"


"Oh ya terimakasih" ucap Arion, Kaila hanya mengangguk menatap satu persatu wajah ketiga orang itu,


saat mereka berjalan menuju pintu keluar, Kaila mengikuti mereka dan memanggil salah satu perawat yang sedari kemarin meresahkan matanya.


"Ada apa nona?" tanyanya


"Lo bosen pake mata ya?" Kaila balik bertanya


"Ah.. hah? eh maksudnya nona?"


Dokter, perawat dan penjaga yang ada di situ pun di buat bingung dengan Kaila Arion yang duduk di sofa juga bingung melihat tingkah Kaila namun tak Arion pikirkan. Kaila maju mendekati perawat itu lalu membisikkan sesuatu .


"Jaga mata Lo kalo gak mau copot dari tempatnya" bisik Kaila


"Milik ku ya milikku! jangan coba-coba untuk merebut atau berharap memilikinya" ucap kaila penuh penekanan sampai-sampai mereka merinding dan semakin bingung.


"Sayangg ayo siap-siap" teriak Arion

__ADS_1


"Antarkan mereka dengan selamat, dan terimakasih dokter putra" Kaila berbalik,


Perawat itu tadi masih tercengang dirinya bergidik ngeri entah kenapa nyalinya ciut untuk menggoda tuan muda Walsh ,


"Kamu tadi ngapain?"


"Cuman bilang hati-hati doang dan terimakasih" Arion mengangguk


"mereka ke sini atau ketemuan di luar?"tanya Kaila


"Di luar aja"


Kaila meminta anak-anak bersiap karna akan berangkat, Arion atau Kaila tak pernah sekalipun menanyakan tentang orang tua anak-anak mereka hanya meminta anak-anak menganggap kalau mereka adalah orang tua agar terasa nyaman dan aman.


Skip Caffe


Arion sengaja memesan 1 caffe agar anak-anak bisa lebih leluasa bermain, caffe keluarga yang mana bertemakan untuk kumpul keluarga ada berbagai macam permainan mulai dari permainan anak-anak sampai orang dewasa,


Setiap sudut caffe luar dalam di jaga ketat oleh pengawal BB, awalnya tadi berencana membwa pengawal BD tetapi mengingat hari penyerangan waktu itu anak buah semua dalam masa pemulihan.


mengingat tentang markas, Andrea masih dalam perawatan karna kondisinya kemarin sempat kritis Kaila tak akan membiarkan Andrea mati begitu saja ,


Tulang belulang Kirana sudah di kirimkan ke orang tuanya , mereka tak berani mengungkap ke media karna di dalam kotak yang di kirimkan ada tertulis sebuah peringatan agar mereka tidak terlalu mempermasalahkan.


"Jika kalian mempublikasikan nya ke media dan jangan mencari tau siapa kami atau kalian lah berikutnya" peringatan singkat namun itu mutlak di berikan,


Tapi tetap saja orang tua Kirana tidak terima karna anaknya sudah tiada, sekarang mereka sedang memikirkan bagaimana agar bisa mencari tau siapa yang berani melakukan hal sekeji ini.


back to topik~


setelah menunggu waktu sekitar setengah jam kurang akhirnya para orang tua dari anak-anak itu berkumpul, Anak-anak yang tadinya asik bermain langsung berlarian menuju ke orang tua kandung mereka, Ikatan batin yang begitu kuat.


"Terimakasih nak terimakasih" ucap semua orang tua anak-anak itu bersyukur akhirnya bisa di pertemuan dengan Buah hati mereka,


Tiga anak yang tidak ada orang tuanya itu hanya diam di tempat melihat mereka saling melepas rindu,


"Sini Daddy peluk" ucap Arion kepada tiga anak itu yang mana dua anak laki-laki dan satu anak perempuan , mendengar ucapan Arion mereka langsung masuk ke dalam pelukan Arion.


Kaila juga ingin memeluk mereka namun ada baby boy di dalam gendongannya jadi tak bisa ikut.


Di salah satu orang tua tersebut adalah pemilik perusahaan cukup terkenal di negaranya, namun cukup lama mencari keberadaan anaknya itu tidak membuahkan hasil sampai-sampai mereka pasrah kepada Tuhan ,


Namun keajaiban datang, mereka di hubungi kepolisian mengabari kalau anak mereka di temukan itu juga berkat Arion dkk,


"Perkenalkan saya Jackson Imanuel, Saya sangat berterimakasih kepada kalian sudah menemukan putri satu-satunya kami, saya tak tau harus bagaimana membalas kebaikan kalian"


Arion dan Kaila saling pandang lalu tersenyum..


......🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE 🖤......

__ADS_1


__ADS_2