Kesayangan Tuan Muda Mafia

Kesayangan Tuan Muda Mafia
Bab 92


__ADS_3

Semuanya sudah siap, Arion dkk juga sudah berada di Mansion.


Kaila menghubungi orang tuanya dengan video call menampilkan semua yang ada di acara tersebut kecuali ,Feli Wilasa dan Ares .


Setelah selesai video call, mereka mulai berbincang apapun yang asik di bicarakan.


anak buah BD juga ikut bergabung bergantian .


Saat sedang menunggu daging yang di bakar Kaila mendapatkan telpon dari Kevin,


"Queen maaf mengganggu tapi ini darurat, markas cabang kita di serang" Kevin tau Queen nya ini baru sadar dari tidurnya.


"Hah??? ulangi apa katamu!!"


"Mafia dari life taker menyerang kita Queen, saat ini mereka berada di luar . pasukannya kira-kira dua ratus orang"


"looking to die! , tahan mereka ! gue berangkat sekarang!"


Kaila melepaskan jarum infus yang masih berada di tangannya. Arion yang sedari tadi membantu memanggang rasa gelisahnya akan sesuatu, saat Arion berbalik untuk menatap gadis nya pemandangan yang di lihat Arion adalah Kaila melepas paksa jarum infusnya.


"What are you doing!" tanya Arion , mereka semua Langsung menatap ke arah kaila bersamaan karna Arion sedikit berteriak.


"What? I didn't do anything " elak Kaila dia pun ingin buru-buru berangkat.


"Mau kemana?" tanya Kaivan sambil mencegah Kaila


"Oh kebetulan bang, retas lampu lalu lintas!" ucap Kaila, lalu Kaila mendekati telinga Kaivan untuk berbisik "markas di serang oleh ' LT "


"Brengs*k !! Lo di sini gue yang berangkat!"


"Saat seperti ini, jangan lupakan siapa Queen di sini" tegas Kaila raut wajahnya berubah .


"Ko jadi tegang gini suasananya" gerutu Wilasa


"Sutt!! kamu mah gak bisa diam!" bisik Feli


"What happened?" tanya Wiliam


"BD attacked " ucap Kaila, semua anak buah BD yang ada di situ langsung menatap ke arah kaila


"Bagaimana bisa?"


"Gue gak bisa buang-buang waktu lagi. gue berangkat! fel sorry ada urusan mendadak Lo pada jangan pulang dulu nginap di sini aja" ucap Kaila lalu pergi ,


"Bang Lo di sini , gue susul Kaila" ucap Kaivan sambil bergegas ingin menyusul namun di tahan Arion


"gue yang jaga Kaila, Lo retas lampu lalu lintas Dari sini, gue jamin Kaila aman"

__ADS_1


"damn !!!! oke gue titip Ade gue!" ucap Kaivan


"Penjaga! ikut gue!" titah Wiliam saat ini ketiga Kakak beradik itu berubah ke sikap pemimpin mereka.


Arion menyusul Kaila, saat kaila hendak masuk ke dalam mobil Arion berteriak memanggil nya.


"SAYANG!!"


Kaila menoleh seraya menunggu Arion mendekat, "Kenapa?"


"Aku yang nyetir, kamu tunjukan jalannya" Arion mengambil alih untuk menyetir


mereka langsung berangkat menuju markas BD, Kaila tak ingin berdebat tentang ini dulu.


yang terpenting saat ini nyawa anak buah nya di markas, karna markas cabang lebih sedikit anggota nya dari pada markas utama walau tempat nya sama besar .


"ko kita di tinggal?" tanya Feli yang tak mengerti situasi saat ini,


"Wil, Lo antar Feli pulang gih udah malam" ucap Ares , Ares saat ini ikut panik namun mode kalem.


"kita pulang dulu , barbeque nya kita lanjutkan nanti" ajak Wilasa yang paham maksud Ares .


"Yasudah , pamitan gak ? abangnya Kaila gak ada" tanya Feli


"Nanti gue yang bilang ke mereka" ucap Elvano


Mansion yang tadinya ramai berubah menjadi sepi seketika, Ares menghampiri Kaivan yang berada di ruangannya bersama Elvano.


"Lo juga mikir apa yang gue pikirin saat ini?" tanya El


"ah shit !! gue lupa!! Res gue bisa minta tolong Lo gak? gue tau Lo bisa teras-teras juga! ini gue kasih amanat ke Lo ! gue harus nyusul Kaila!" ucap Kaivan, lalu mereka berdua pergi untuk mencari keberadaan Wiliam.


"lah? ko ? eh ? anjim! nyesel gue masuk!" kesal Ares, mau tak mau dia membantu meretas lampu lalu lintas juga cctv di jalan .


Kaivan saat ini bergegas mencari keberadaan abangnya, dia melupakan point' penting tentang apa yang terjadi selanjutnya.


"WILIAM!!!!!!" teriak kaivan di lantai dasar, namun yang di dengarnya hanya bunyi klakson dari mobil di depan pintu.


"Tuan Wiliam menunggu di mobil" ucap penjaga , Kaivan dan El langsung berlari menuju mobil Wiliam , mobil sport dua pintu? El duduk dimana? terpaksa El membawa mobil sendiri saat sadar mobil yang di gunakan Wiliam .Setelah itu mereka menyusul Kaila dan Arion,


Kaila dan Arion tiba di markas, mereka menggunakan topeng agar tidak di kenali, dimana mereka dapat? Kaila selalu membawa di dalam mobilnya juga rompi bertuliskan Queen Black Devil di sisi lengannya.


Sedangkan Arion hanya menggunakan topeng bertanda Anggota BD ,


Para anggota BD menunduk hormat kepada Kaila, Kaila tak lewat depan melainkan lewat jalan tikus agar Kaila dapat menemui para anak buahnya dulu.


"Panggil Kevin!" titah Kaila , Anggota yang di perintahkan langsung undur diri dan pergi mencari Kevin. tak lama Kevin tiba .

__ADS_1


"Saya Queen" ucap kevin,


Arion yang melihat itu hanya diam , dia akan menanyakan nanti saat mereka sudah selesai karna rasa penasaran nya makin menumpuk dan hampir penuh.


"Siapkan sepuluh anggota tingkat S kita! sisanya mundur!" perintah Kaila, aura Kaila berubah membuat yang berada di dekatnya merinding dan takut.


"Tapi Queen? mereka dua ratus orang"


"JANGAN PERNAH MEMBATAH DNA BERTANYA BALIK PADAKU KEVIN!!!" tegas Kaila


"maaf Queen, saya undur diri" Kevin langsung bergegas pergi untuk memerintah para anak buahnya mundur juga menyiapkan apa yang Kaila perintah.


"Keluar kalian BD!!!"


"PENGECUT!!!"


"SAMPAH!!!"


"SERAHKAN KEPALA QUEEN KALIAN!! ATAU KALIAN AKAN MATI SIA-SIA!!"


teriakan pasukan LT dari depan gerbang utama, Baru WilVanEl tiba mereka juga melewati jalan tikus yang mereka buat khusus .


kedua prince Nelson bergegas mencari keberadaan sang adik, namun mereka terlambat. Kaila sudah berada di garis depan.


"itu bang" tunjuk Kaivan ke arah dimana sepuluh anggota BD tingkat S berjalan di pimpin kaila di sampingnya Arion .


Mereka hendak menyusul namun Kevin mencegah, sesuai perkiraan Kaila sebelum maju ke depan ,Kaila yakin abangnya akan menyusulnya dan benar saja mereka menyusul Kaila.


"King, kalian di minta Queen untuk tetap berjaga di belakang sesuai perintah" Kevin menyampaikan perintah Kaila kepada mereka bertiga termasuk Elvano.


"Jangan berani menghalangi aku kalau tak ingin kepala mu lepas dari tempatnya!" tegas Wiliam, saat ini aura Wiliam sama seperti saat Kaila berubah menjadi Kaila .


"jangan halangi aku!" Wiliam berjalan menyusul Kaila, jiwa haus darah Kaivan juga seketika bergejolak ingin ikut tanpa berucap dia melangkah menuju mereka di depan.


El? El dia memilih menunggu, karna setelah Kaila sadar dia pasti berceramah karna perintah nya tidak di turuti.


"Vin kursi" ucap El ,Kevin langsung bergegas mengambil kan kursi , kevin tak ikut ke barisan depan karna kaila bisa mengatasinya.


di barisan depan,


"Siapa Lo?" tanya anak buah LT


"Banyak bacot!" kalimat yang tepat di keluarkan untuk anak buah LT saat ini sedari tadi tak habis berteriak.


"Queen! mundur!!!" tegas Wiliam yang berada di samping Kaila.


"Jangan bercanda king!" Kaila menoleh menatap ke abangnya

__ADS_1


Degggg


...like dan vote jangan lupa ✨...


__ADS_2