
Arion berada di samping tempat tidur kaila,
menatap Kaila bak putri tidur tak menunjukkan tanda pergerakan.
Arion mendekati Kaila mengelus lembut telapak tangan nya.
"Sayang kamu kenapa?"
"bangun dong , aku di sini"
"jangan tidur Mulu iih"
"Wake up, honey "
"kamu mah ga lucu iih bercanda nya"
Arion berusaha membangunkan Kaila dengan suara pelan sambil mengelus telapak tangan nya agar si empu tidak terganggu.
Arion setia menemani Kaila di dalam ruangan tak terasa dua jam lebih Arion di kamar Kaila, Wiliam dan yang lain pun ikut menyusul bukan tak percaya kepada Aron, namun mereka ingin melihat keadaan kaila.
"Lo makan dulu gih bareng El dan teman Lo" ucap Wiliam
"nanti aja bang masih kenyang" jawab Arion
"Makan sekarang, gue gak suka di bantah!"
"oke bang"
baru saja El dan Ares tiba Arion mengajak mereka ke bawah untuk makan sesuai perintah Wiliam.
"Mereka sudah pergi?" tanya Wiliam ke Kaivan
Kaivan memeriksa Keluar sebentar untuk memastikan bahwa mereka sudah tak ada.
"Sudah bang"
Wiliam mengecek suhu tubuh kaila, tubuh kaila dingin wajahnya pucat .
"bawa ke rumah sakit aja bang, tubuhnya butuh asupan" ujar Kaivan
"Gue gak yakin kalo kerumah sakit"
"Di infus kaya waktu itu di markas "
"terserah"
Kaivan berjalan pergi menuju lantai dasar karna lupa membawa handphone nya saat naik tadi.
"Please wake up, Brother doesn't like you like this " gerutu Wiliam sambil mengelus pucuk kepala Kaila
__ADS_1
"Abang janji deh bolehin princess buat ngelakuin apapun asal bisa jaga diri"
"adeknya Abang yang cantik bangun yuk"
"Abang ga kuat liat kamu gini iih sakit"
"makanya kata Abang kan langsung basmi aja kamu mah ga mau"
"tadi juga sehat-sehat aja kenapa malah jadi gini sih"
Wiliam bergumam sendiri tanpa ada balasan atau tanda Kaila mendengar gumaman Wiliam .
Kaivan masuk ke dalam kamar sehabis meminta Kevin mengantarkan dokter pribadi BD ke mansion.
"Gue takut bang" ucap Kaivan pelan sambil menutup matanya dengan tangannya
"gue takut Kaila gak bangun, gue takut" Kaivan terduduk di samping tempat tidur Kaila air matanya yang sedari tadi di tahanan tak lagi bisa d tampung .
apa lagi saat ini hanya mereka bertiga di kamar,
"omongan Lo, Kaila bangun ko tenang kita doa buat kaila" mengelus punggung sang adik agar kuat.
"sampai Kaila kenapa-kenapa, keluarga Lovata akan gua buat menderita !!"
Kaila POV On..
"Kal lepasin Kaila!!" gue terperangkap di dimensi atau alam bawah sadar gue sendiri .
"Kalia!!! Kaila harus bangun, kal jahat!!! kal jahat sama Kaila!!!" teriak gue
"Kamu masih ngebiarin mereka hidup!! mereka itu udah bikin kamu malu!!!!" tak mau kalah kalia pun membalas ucapan Kaila dengan teriakan.
"enggak!! kita tunggu waktu nya, kai gak mau saat ulangtahun Daddy semuanya berantakan!!" gue gak mau bikin Daddy sedih karna gue buat keluarga Lovata hancur, sedih nya karna gue takut, gue gak bisa hadir di pesta ulang tahun Daddy maka itu gue tunda semuanya.
padahal bisa saja gue buat mereka tunduk sama gue, tapi gue gak suka ,gue juga punya sisi kemanusiaan gue gak tau harus gimana sebenarnya.
"Kamu bodoh!! kamu tau harus gimana tapi pura-pura gak tau!!!!" kesal kalia
"Tunggu acara Daddy selesai okey? baru kita berpesta dengan mereka" bujuk Kaila
"Kamu bohong!"
"no, no i promise , kamu yang akan bermain aku akan tidur selagi kamu bermain nanti sampai puas"
"aku mohon kalia, aku mau bangun Abang pasti khawatir dengan keadaan ku di sana"
bujuk kaila sampai Kalia mau mengeluarkan dirinya dari dimensi alam bawah sadar ini.
"ok! aku pegang janji kamu!"
__ADS_1
Kaila mengangguk, gue harus segera bangun , gue ngerasa tubuh gue makin lemah selama gue di dimensi ini.
Tapi kalia terus mengajak gue berdebat, walau kalia sudah menyetujui tapi dia belum mengeluarkan gue dari dimensi ini ntah apa alasan dia , yang pasti alasan kalia hanya ingin bermain seperti dulu bersama.
Kaila POV Off.
Infus sudah terpasang, dokter yang menangani sudah di antarkan pulang oleh Kevin.
di kamar Kaila saat ini berkumpul kelima tuan muda, kamar cewe tulisan di pintu tapi mereka tak perduli karna keadaan genting.
"Bang kapan Kaila bangun?" pertanyaan itu lolos keluar dari mulut Arion.
"Gue juga berharap Kaila bangun secepatnya, tapi kita tunggu aja semoga bentar lagi dia bangun" ucap Wiliam
"bang gue balik ke kamar dulu ya? soalnya papah mau nentuin mansion yang akan di beli" cela El
Wiliam hanya mengangguk begitu pun Kaivan , Ares ingin mengajak Arion pulang karna sudah malam tak enak mereka berada di sini apa lagi besok sekolah.
"Ri ayo pulang" bisik Ares
Arion hanya menatap sekilas Ares, dia memikirkan pulang atau tidak rasa tak ingin meninggalkan kekasihnya ini. berpikir beberapa saat setelah itu Arion menyetujui ucapan Ares .
"Bang gue sama Ares balik dulu ya? kabarin kalo Kaila sudah bangun"
"Iya hati-hati Lo, jangan ngebut jangan bikin Kaila khawatir" ucap Kaivan di balas anggukan oleh Arion.
"Bang pamit dulu" ucap Ares , lalu mereka pergi meninggalkan kamar Kaila.
Di lift Ares bingung ingin berbicara apa,
Melihat kondisi Kaila saat ini ada rasa tak tega ingin rasanya Ares memberitahu hadiah yang mereka miliki kepada Arion namun waktu saat ini tidak tepat.
mereka dalam perjalanan pulang, Ares memilih untuk tidur di mansion Walsh untuk malam ini karna malas pulang sudah ngantuk katanya.
Skip mansion Walsh.
"Dari mana?" tanya ibu Arion kepada Arion dan Ares yang baru saja hendak naik ke lantai atas.
"Tongkrongan" ucap Arion singkat lalu pergi meninggalkan sang ibu.
"Ares ke atas nyusul Arion dulu"
Ibu nya pun hanya mengangguk lalu melanjutkan drakornya.
Arion tak menuju kamarnya melainkan ke bar mini yang ada di mansion nya , menghidupkan musik dengan vol full mengisi kesunyian di bar mini itu, Arion mengambil salah satu wine untuk menemaninya.
"sorry for just tonight I want a drink " gerutu nya lalu menuangkan wine itu ke gelas dan meminumnya.
segini dulu maaf pendek 🙏
__ADS_1
jangan lupa ,like dan favorit kan ya 💜❤️🙏