
...***AKHIR BULAN TAMAT...
GIMANA KALIAN PADA SIAP GAK ?
MASIH LAMA SIHH WKWK
...OH YA YA YA...
...DI BAB KEMARIN KALIAN LIAT FOTO AKU KAN?...
...GIMANA PENDAPAT KALIAN???...
...MAU AKU APUS NANTI ITU FOTO MALUπ...
...TAKUT KALIAN LANGSUNG ...
...IIH APAAN SIH GITUππ...
...TAPI KEKNYA KEBURU DI APUS SEBELUM KALIAN BACA INI WKWK...
DAN JUGA!!!
...GIMANA KALO KITA BIKIN AKUN INSTAGRAM UNTUK ...
...KESAYANGAN TUAN MUDA MAFIA?...
...TAPI GAK TAU APA YANG DI UPLOAD DI SANAπ...
...UDAH AH LANJUT*** !!...
"Mata klean mau gue copot hah? jangan liat liat suami gue!" Kaila
...πππππ...
Kaivan menendang Melisa tanpa rasa iba, perempuan itu sedang terbaring lemas setelah kemarin malam di bor dua puluh orang entah sampai jam berapa..
"Uuhh" lenguh Melisa lemas,
"Wake up! d4mn girl!!"
(bangun! perempuan s1alan)
"Lo kan yang merencanakan ledakan itu hah!!!"
__ADS_1
"Maksud Lo apa uhukk akh!"
"Bangsat Lo!!"
...BUGGGGGG...
...BUGGGG...
"Gue bakal bunuh seluruh keluarga Lo, termasuk anak Lo !!"
Mata Melisa langsung panik mendengar kata anak, ya Melisa memiliki anak seumuran Varez namun tak ada yang tau selain dirinya dan sekertaris nya.
"Jangan! jangan lukai anak gue!! Lo bakal menyesal !!!"
"LO YANG AKAN MENYESAL BRENGS3K !!!" teriak Kaivan ,
Kaivan amat sangat sangat marah saat ini, gara-gara Melisa adik perempuan nya hampir kehilangan nyawa dan juga anak-anak nya.
Memilih pergi dari ruangan itu sebelum kesadaran diri nya hilang ,
"Bawa anak perempuan s1alan itu ke sini, jangan sampai anak nya kenapa-kenapa!" Titah Kaivan Sebelum pergi,
Kaivan tak mungkin melukai anak kecil tak berdosa apalagi yang masih belum mengerti permasalahan orang tua nya,
Di waktu yang sama, di rumah sakit...
"Lo ke tempat Alana aja dulu, gue yang jaga Kaila" ujar Elvano memberitahu Arion,
titip istri gue sebentar" El mengangguk,
Kini hanya Elvano dan Kaila di dalam ruangan, El yang semula duduk di sofa kini berganti duduk di samping Ranjang Kaila yang sedang terbaring pulas.
"Bocah ngeselin Lo Kai" ucapnya
"Bangun dong, gue sendirian nih Lo demen banget bikin gue takut Kai" El menggenggam tangan Kaila
"Semua bakal baik-baik aja, Lo cukup pikirin diri Lo sama anak-anak, Lo harus bahagia terus jangan kaya gini Kai" El menunduk air mata s1alan nya ini tak bisa di ajak kompromi.
"Alana udah bangun Kai, Lo juga dong masa tidur Mulu Lo kebo" dengan suara pelan namun serak serak basah sangat membuat akidah perempuan buyar.
Setelah berucap demikian El berjalan ke arah jendela dirinya sakit Melihat Kaila seperti ini, awal tau kejadian ini El sangat marah bahkan ruangan kantornya hancur akibat kemarahan dalam dirinya.
"Uuh" lenguh Kaila, El menoleh ke arah Kaila.
"Vian!" rintih Kaila pelan,
__ADS_1
"Jangan banyak gerak dulu!"
"minum dulu" El mengarahkan sedotan ke mulut Kaila,
"Arion mana?" tanya Kaila,
"Lagi ngecek keadaan Alana, operasi nya berjalan lancar"
"mau ke tempat Alana" pinta Kaila
"istirahat dulu Kai, kasian anak Lo yang di perut! Lo harus mikir dia juga! Alana baik-baik aja di sana ada mommy Daddy semua kumpul di sana jaga Alana, sekarang Lo fokus ke kesehatan Lo dulu sama anak Lo yang di perut!!" berucap dengan nada marah namun tetap lembut,
"Maaf hikss maaf" Kaila saat ini sangat sensitif dengan perasaan nya seperti sekarang walau El tidak membentak tetap saja Kaila menangis.
El mengelus kepala Kaila lembut agar tenang, El sangat sangat menyayangi Kaila mereka sudah bersama sejak kecil awalnya memang El berencana untuk menjadikan Kaila istri namun tidak mungkin karna dirinya dan Kaila berjanji jangan sampai ada yang menaruh rasa selain kakak adik juga sahabat.
"jangan nangis" ucap El, bukan berhenti menangis Kaila semakin kencang menangisinya.
"Stttt di bacok Arion ntar gue Kai kalo nangis kejer kek di kejar maling gini" El membawa Kaila ke dalam pelukan nya, tak peduli kalau Arion memergoki mereka, yang penting Kaila tenang.
Di tempat yang berbeda...
Arion menatap anak perempuan nya yang terbaring lemas, hati nya terasa di cabik cabik melihat keadaan Alana saat ini.
"Semua pasti baik-baik aja" ujar Thania lalu memeluk sang adik
Di situlah titik terlemah Arion, tangis tanpa suara dalam pelukan Thania, Thania yang merasakan Basah di bahu nya langsung mengelus-elus punggung sang adik.
"It is okay" ujar Thania,
(tidak apa-apa)
Keluarga Arion maupun Kaila semua melihat di mana Arion sangat rapih, baru kali ini mereka melihat Arion selemah ini.
"Ganteng nya mama kuat ko, cucu sama menantu mama juga kuat semua pasti baik-baik aja" Iswara mengelus rambut Arion lembut
"HWAAAA HIKSS DADDY HIKSSS" tangis Varez kencang menggema di seluruh koridor rumah sakit
"Daddy hikss Daddy" rengeknya
Arion yang tadi nya melow langsung menoleh ke arah Varez yang di gendong Galaxy di sampingnya ada Davian, dan di belakang mereka beberapa bodyguard yang menjaga anak-anak.
"Ada apa?" tanya mereka semua serempak
Rahang Arion mengeras seperti ingin menebas orang-orang bagaimana tidak? wajah Davian terluka entah kenapa bahkan darah nya masih keluar.
__ADS_1
"Ada apa? kenapa Davin terluka?" tanya Calya dan Iswara bersamaan
...π€ JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE π€...