
"Om Mana!"
"Om Mana? Om gak sayang kita?"
"Huaa Om bohong"
"Om jahat"
"Jahat Jahatt"
"hikss hikss om bilang bakal ketemu kita"
"huaa hiks hiks uhukk hikss"
Berbagai macam rintihan para anak-anak yang menunggu kedatangan Arion, Luke yang sedari tadi mencoba menenangkan mereka pun tak bisa membantu lebih pasalnya mereka tidak percaya ucapan Luke.
Arion sudah berada di parkiran rumah sakit, Didepan rumah sakit sudah banyak para wartawan yang menunggu penjelasan dari kepolisian tentang apa yang terjadi kemarin.
(style Arion)
Baru turun dari mobil Arion langsung di kawal para anak buahnya, Awalnya Arion berencana lewat pintu darurat tetapi sepertinya itu tidak perlu.
"bawa ini" Arion memberikan beberapa kresek berisikan cemilan juga memerintahkan salah satu anak buahnya membawakan Susu kotak yang di belinya tadi.
"Sudah semua kan? ayo anak-anak menunggu" Beberapa anak buah membantu membukakan jalan agar Arion lebih mudah masuk ke dalam, salah satu reporter menyadari ada orang penting datang tetapi tidak di ketahui siapa karna memakai masker,
reporter itu hanya memotret berulang kali membuat para reporter lain juga mengambil gambar Arion, Mau tak mau bergegas masuk sebelum jadi incaran media.
Skip lantai dua,
"Ah akhirnya Lo datang" Luke menghela nafas, Arion mengerutkan keningnya
"Anak-anak itu nunggu Lo dari tadi, gue udah bilang Lo di jalan merek gak percaya malah makin menjadi nangisnya" memijit pelipisnya
"Oh, ok Wilasa dan Ares mana?"
"diruang om Arya" Arion mengangguk lalu menuju
"Gue ketemu anak-anak dulu, pihak kepolisian yang nyari gue dimana?"
"Di ruangan om Arya juga"
"Beri tau mereka tunggu sebentar lagi" Luke mengangguk
Arion menuju ruangan dimana para anak-anak itu berada di ikuti anak buah yang membawa cemilan, sebelum menjauh Arion berbalik memanggil Luke yang hendak pergi.
"Luke" Luke langsung berbalik mendengar Arion memanggilnya
"Beli rumah yang fasilitas nya lengkap juga tak jauh dari rumah gue,Kaila juga markas" Bukan mengangguk Luke malah memberikan jari tengahnya , Arion mengerutkan kening
"Gue mau besok paling lama" lalu Arion berbalik lagi meninggalkan Luke ,Luke menggerutu kesal ke Arion.
"Untung Lo bos nya kalo gue, udah gue pecat ngasih perintah gak mikir anjir. ya kali rumah dia Kaila sama markas itu bertolak belakang mana ada rumah yang Deket di antara ketiganya" Luke berjalan menuju ruangan Om Arya seraya menggerutu kesal
Arion berada di depan pintu ruangan anak-anak, terdengar jelas sesegukkan anak-anak yang habis menangis dan suara salah satu anak yang kemarin menenangkan si bayi kecil.
__ADS_1
"Hallo" sapa Arion saat membuka pintu , Anak-anak itu langsung menoleh saat menyadari itu Arion semuanya berlari termasuk anak paling tua di antara mereka, mereka langsung memeluk Arion.
"Huaa Om kemana"
"Hiks hiks Oom Gak bohong"
"Om jangan tinggalin kita"
beberapa ucapan anak-anak yang bisa kita simpulkan, Arion hanya terkekeh dan menggeleng pelan mendengar ucapan mereka,
"Om udah datang kan? jadi om gak jahat" mereka serempak mengangguk
"Sekarang duduk yang rapi ya?" mereka langsung duduk di atas karpet dengan rapi
"Okeyy" Arion meminta anak buahnya membagikan satu-satu ke setiap anak, awalnya anak-anak itu takut melihat anak buah Arion tetapi mendengar ucapan Arion kalau para om ini baik mereka pun mulai membiarkan mereka mendekat.
"sebelum makan berdoa dulu ya? Nanti om tinggal sebentar kalau mau apa-apa bilang sama om yang jaga ya?"
"Mau kemana om?" tanya salah satu anak yang bisa di lihat paling tua
"Om mau ketemu teman om yang kemarin jadi kamu jaga Adek adeknya dulu ya?" anak laki-laki itu mengangguk
Di sela percakapan Arion dan para anak-anak itu ada yang memperhatikan dirinya dengan bangga,
"Ar" sapa Tuan Walsh, Arion langsung menoleh ke sumber suara
"Papah?" Arion sedikit terkejut pasalnya dia tidak tau kalau ayahnya ini akan ke sini.
"Om pergi dulu sebentar, kalian jangan nakal" mereka mengangguk seraya kembali menoleh ke layar tv besar yang ada di ruangan itu.
"Baru saja, papah di minta Om mu ke sini trus tadi ketemu Luke di lobby, kayaknya dia tekanan batin" papahnya terkekeh seraya mengingat wajah kesal Luke.
Sang papah baru saja masuk dan hendak menuju ruangan adiknya dan tak sengaja bertemu dengan Luke yang baru saja keluar dari lift sambil ber komat Kamit dengan wajah kesal
lalu saat Tuan Walsh memanggil seketika wajah yang tadinya menggerutu berubah menjadi cool, para pasien tua muda menjerit saat melihat Luke mau itu dengan mulut komat-kamit Atau tidak mereka tetap mengagumi pria ini,
"Pa?" sapa Luke langsung menghampiri dan Salim
"Kenapa wajah mu terlihat kesal? Apa Thania memarahi mu?"
"Ah Luke hanya kesal pa dengan Arion" Luke dengan keluarga Walsh sudah seperti keluarga kandung maka itu dia blak-blakan soal apapun kecuali itu menurutnya privasi pribadi nya.
"Arion?"
"Ya pa, masa dia minta belikan rumah yang dekat dengan rumah papah, Kaila dan markas kan gak lucu" Tuan Walsh terkekeh mendengar pengucapan Luke
"Aish anak itu akan papah bantu pikir, papah mau bertemu dengannya dulu" Luke mengangguk
"Arion di lantai 2 pa" mereka pun berpisah.
Arion yang mendengar penjelasan sang papah pun ikut terkekeh apalagi kalau dirinya yang berada di situ melihat wajah kesal Luke bisa-bisa dirinya tak menahan agar tidak terbahak-bahak.
"Ayo kita di tunggu aparat tak sopan membuat mereka menunggu" Arion mengangguk
__ADS_1
Papa dan anak itu berjalan menuju ruangan Arya atau Ayah Naresh.
Skip di ruangan,
"Maaf kita terlambat" ucap Tuan Walsh
"Ah tidak apa-apa Tuan" ucap pihak kepolisian
"Jangan begitu, saya tidak bisa berlama-lama karna harus menemani istri saya kerumah temannya jadi bisa kita mulai?" mereka mengangguk.
Pihak kepolisian menjelaskan bahwa ada laporan kehilangan anak mereka sekita seminggu ini , laporan itu ada dari beberapa negara salah satu nya yang pasti ,Negara B(Kota B), Negara D (Kota D), dan Negara kita dari selatan kota A,
Para kepolisian setempat mencoba menghubungi setiap orang tua yang melaporkan kalau anaknya hilang agar bisa memberikan lebih spesifik tentang anak mereka.
"Syukurlah kalau begitu, pihak kami juga akan membantu mempercepat proses pencarian keluarga anak-anak itu" Ucap Tuan Walsh
"Boleh saya meminta penjelasan dari yang terjadi di lokasi kejadian sebelum kita tau?" tanya pihak polisi
Keempat anak muda itu saling tatap seperti saling tukar pendapat,
"Tentu pak" jawab Ares
"Bagaimana kalian bisa berada di tempat kejadian?"
"Sahabat kita di culik, tentu kita tak bisa diam mendengar kalau sahabat kita sedang berada di ambang kematian kan? awalnya kita gak tau kalau tempat itu tempat dimana para pedagang manusia" Ares menjelaskan
"Kalian membunuh banyak orang yang berada di situ, itu tindakan yang salah harusnya! apa kalian bisa mempertanggung jawabkan perbuatan kalian?"
"Hm untuk apa? mereka pantas untuk mendapat hukum nyata" bukan Ares yang menjawab melainkan Wilasa
Aura ruangan ini sudah berubah yang awalnya tidak ada ketegangan tiba-tiba berubah menjadi menegangkan.
"kalau bapak sekalian ingin menanyakan hal tanggung jawab kita bisa bertanggung jawab! tapi liat kondisi pak" tutur Wilasa, sepertinya Wilasa memiliki dendam tersendiri dengan pihak kepolisian
"Bukan maksud saya menyinggung tetapi ini kan menyangkut nyawa banyak orang apalagi di lokasi kejadian lebih dari satu mayat yang berserakan"
"lalu?" Arion ikut menyuarakan dengan wajah serius nya menatap setiap anggota kepolisian
Kedua Tuan Ararya dan Arya hanya memperhatikan anak-anak mereka yang sedang berdebat, bukan mereka tidak memperdulikan keadaan anak-anak mereka tetapi ini tanggung jawab mereka dan bagaimana mereka menyelesaikan itu hak mereka asal tidak salah jalan.
"Andai kalian (pihak kepolisian) berada di posisi kita? apa kalian akan diam saja ketika melihat lawan kalian bersenjata dan ingin membunuh kalian? tidak kan! itu namanya pembelaan diri"
"Atau kalian mau saya praktekkan bagaimana cara pembelaan diri itu?" Arion bertanya kepada mereka
"Tidak perlu, Jadi bagaimana solusi kalian untuk ini? masalah hukum kita kesampingkan dulu , kita hadapi para reporter terlebih dahulu"
Drrttt
drrttt
drttt
Arion merogoh saku jaketnya,
...✨ JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE ✨...
__ADS_1