Kesayangan Tuan Muda Mafia

Kesayangan Tuan Muda Mafia
Bab 212


__ADS_3

"Yaudah gue eksekusi trus gantinya elu gimana?"


"gak jadi deh makasih, yuk ke tempat satunya hehe"


"Al Lo kuliah ambil apa?"


"Kedokteran kayaknya, trus nanti boleh gak Andrea jadi bahan uji coba"


"masih lama Dede jangan halu dulu ya" ujar El


"dah ah malesin" Albert berjalan menyusul Kaila,


Kini mereka berada di ruang eksekusi maybe Kaila gak akan segan-segan untuk mengambil nyawa Rena hari ini juga, Saat sudah berada di depan Rena. kemarahan kekesalan dan sakit hati nya saat Alana maupun Varez terluka padahal dirinya selalu berhati-hati agar keempat anaknya tak terluka,


...BRAKKKKKK...


Kaila menendang wajah bagian kiri Rena hingga terlempar kuat, Keadaan Rena mengenaskan sebenarnya karna sehabis di gilir anak buah BB kasian? tak ada Rasa kasian di mata Kaila jangan kan kasian punya perasaan saja tidak,


"SIALAN!" rintih Rena,


El dan Al hanya duduk manis saja melihat kaila tak berani ikut campur, keduanya tau kalau ini tak bakal cukup melampiaskan apa yang di rasa Kaila maka itu mereka lebih memilih menyerahkan semuanya agar Kaila sedikit puas,


Andai bisa pun mereka ingin langsung menghabisi namun ya gak baik kan kalau Cowo lawan Cewe , Rena kembali di dudukkan dengan benar, Aura kemarahan Kaila sangat terlihat jelas,


...BRAKKK...


lagi Kaila menendang wajah Rena hingga terpental ke samping tubuhnya, Kaila mengambil ponselnya menunjukkan berita utama dan terhot hari ini adalah....


...**AYAH SETUBUHI PUTRI KANDUNGNYA SENDIRI...


...TUAN R SETUBUHI PUTRI KANDUNGNYA SENDIRI VIDEO TERSEBUT SUDAH TERSEBAR DI MANA-MANA...


...SAHAM R COMPANY MENUJU AMBANG KEBANGKRUTAN KARNA SKANDAL YANG DI LAKUKAN CEO NYA SENDIRI...


...ISTRI TUAN R SEDANG BERADA DI RS KARNA SERANGAN JANTUNG**...


"Anj ini semua gara-gara Lo! gue bakal bunuh Lo!!"


"Bunuh gue? Ck siapa yang bunuh siapa sebenarnya?" Kaila menyeringai


Berjalan mengambil Kater yang sudah ada di meja, memainkan seraya berjalan menghampiri Rena, wajah Rena seketika memucat keringat dingin.


"Lo tau berapa jahitan di lengan anak gue?"


"13 jahitan seingat gue ya, tapi Lo tau gak? yang lebih parahnya? anak gue trauma" Kaila menutup matanya dengan satu tangan


"Anak gue masih kecil dan Lo buat dia trauma" Kaila menendang perut Rena,


"Ah ya anak gue yang paling tua juga bilang, Lo selalu mukul lagi dan lagi Alana, sebenarnya apa yang buat Lo kesal hah?"


...Sreetttttttt...

__ADS_1


"Ah akhh!!!"


Dari bahu hingga siku Rena Kaila sobek menggunakan kater yang di pegang nya,


"Sakit? enggak kan"


"Akhhh!!!"


darah segar dari lengan Rena keluar sangat banyak, El Al hanya memperhatikan sesekali karna keduanya sedang Mabar game online sesantai itu melihat secara live eksekusi..


...Kreeakkkkkk...


...BUGGGGG...


...BRAKKKKK...


"Gimana kita coba hal baru?" Kaila meminta anak buahnya untuk mencairkan timah ,


"Lepasin gue!! ah!! Gue mohon !!"


"Gue janji gue gak bakal ganggu hubungan Lo lagi"


"plis lepasin gue"


"Mulut Lo brisik gimana kalau kita potong" mata Rena membulat Kaila yang tadinya duduk di dekat El dan Al seraya menikmati Susu pisang yang di siapkan Kevin tadi,


...Sreeeeeettttt...


"Akhhh ah sial aahh" Rena menggeleng kesakitan karna tangannya yang terikat tak bisa langsung memegang wajahnya,



"Kai Istrinya meninggal dunia" ujar El saat membaca notifikasi


"Istri siapa?"


"Renaldo"


"Eh maksud gue Tuan Renaldo" ujar El seraya tersenyum



"ah sayang sekali"


"Gak!! gak gak mungkin!!" Rena memberontak ingin melepaskan diri


"Ini Queen" membawakan timah panas tersebut


"Emm, jangan deh taroh aja di sana" Kaila mengurangkan niatnya ingin menyiramkan timah panas tersebut ke Rena,


"lepas lepasin gue!!" bergerak terus menerus,

__ADS_1


"Gerak aja tros gerakk sampe Lo kehabisan darah" ujar Kaila karna dari tadi darah yang di keluarkan dari lengan maupun pipi Rena tak kunjung berhenti,


"gini deh gini" Kaila mendekat namun Rena mundur ke belakang


"Aaaaaaaakhhhhhhhhhh!!!" Kaila yang gemas dengan kulit pipi Rena karna terbuka itu pun menarik nya hingga ke Dagu Rena,


Jadi saat ini kulit bibir Rena tak berada di tempat nya akibat tarikan Kaila tadi, gigi yang berderet rapi terlihat jelas karna tak tertutup rapat oleh bibir


Rena tak bisa berkata-kata atau sumpah serapah lagi hanya bisa menangis dan menangis merasakan sakit di wajahnya,


"ah ya itu Lo gimana? sakit gak?" Kaila tersenyum penuh arti


Rena semakin ketakutan tidak sesuai ekspektasi nya, dirinya kira Kaila ini hanya anak SMA yang baru lulus ternyata pemikiran nya salah sangat salah ada rasa penyesalan telah mengganggu ketenangan nya,


"EL AL GUE TAU LO BERDUA UDAH PUBERTAS TAPI TUTUP MATA YA? SOALNYA MAU COBA HAL BARU GUE" ucap Kaila seraya berteriak padahal jarak mereka bisa di bilang dekat,


"YA ELAH KAI LAGI MAIN"


...BUGG...


"Apa sih Al!!" kesal El yang tiba-tiba di pukul Al


"Brisik bang gosah teriak!!"


"Kaila duluan!"


"Ka kai cewe selalu benar dan Lo salah!"


"Janc0k" kesal El,


Karna mereka lagi bermain game maka itu memilih untuk membalikkan badan saja agar tak melihat hal baru apa yang ingin di lakukan, tak hanya El Al saja tetapi anak buah nya lun di minta Kaila untuk berpaling padahal mereka sudah biasa melihat hal ekstrim yang akan di lakukan Kaila,


"Mau apa Lo!!" sekuat tenaga Rena bertanya,


...BRAKKK...


baju rena sobek


"Eh jantung Lo bagus gak ?" terlintas di otak Rena tentang Jantung yang di perlukan untuk ayah dari anak buahnya,


Kaila menutup lagi bagian dada Rena,


"Bawa dia ke ruang medis untuk di periksa apakah jantungnya cocok " Titah Kaila,


"Kenapa kai? gak jadi eksekusi?" El menghampiri Kaila,


"Gue kepikiran jantungnya aja" El mengangguk paham sejahat jahat nya Kaila sedakjal nya Kaila juga memiliki perasaan dan rasa iba ke orang tertentu,


"Trus Sekarang gimana?" Kaila tersenyum,


"Dih kesetanan ni anak di tanya malah senyum"

__ADS_1


"Masih ada 1 lagi yang perlu di kunjungi" ujar Kaila


...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE 🖤...


__ADS_2