
Di Markas,
Kaila di sambut semua anak Buah BD karna kaila membawa penerus yang masih sangat bayi,
"Sudah kalian bersihkan?"
SUDAH QUEEN" Ucap mereka antusias sampai-sampai boy terkejut mendengar suara mereka dan langsung menangis
"Anak gue kaget woy!! dah ah karena hari ini gue seneng . beli pizza semau Lo pada nanti gue bayar"
Kaila bergegas menuju ruangan pribadi nya seraya menenangkan boy yang sedari terkejut tadi menangis, ingin memarahi para anak buahnya namun di urungkan dirinya memilih untuk membelikan semua bahan makanan agar tidak bacot.
Setelah di rasa suasana cukup tenang tak terdengar suara tangisan boy lagi hanya ada hembusan nafas yang teratur dari bayi kecil itu,
Kaila merebahkan bayi tersebut ke tempat tidur, setelah bayi itu berada di tempatnya dengan nyaman barulah Kaila meminta Kevin duduk di kursi miliknya untuk menjaga agar bayi itu tidak jatuh atau Kenapa-kenapa saat Kaila tinggal.
"jaga anak gue, nih kalo makanan nya udah datang" Kaila memberikan sepuluh lembar uang ratusan,
Kaila meninggalkan ruangan segera menuju ruang tahanan untuk berpesta bersama dengan dua peliharaan berbadan manusia milikknya,
"Halo gengsss" sapa kaila saat sudah berada di dalam ruang tahanan
"Bangun woy! Sekarang Lo bikin wasiat gih gue rekam biar jadi kenangan" anak buah Kaila pun memegang kamera untuk merekam wasiat terakhir Kirana
"Kasih liat berita hari ini ke yang di sana" salah satu anak buah Kaila mendekat ke Andrea
Andrea membelalakkan mata saat melihat berita tentang walikota yang diciduk KPK karna korupsi uang rakyat .
"Ini pasti editan!!"
"Makan tu editan"
anak buah Kaila membuka koper yang mana berisikan senjata-senjata yang khusus untuk menyiksa korbannya,
"Tahan dia, buka matanya lebar-lebar jangan biarkan tertutup agar dia ikut menyaksikan detik terakhir adik nya" titah Kaila
Kaila mengambil palu besi yang ada di koper, tak hanya mengambil palu Kaila juga mengambil pisau kecil itu,
"show time" Kaila berbalik menghadap ke arah Andrea dan Kirana, suasana menjadi tegang setelah Kaila berucap seperti itu, ruang tahanan itu berasa seperti tidak memiliki pasokan udara
Kirana sudah pucat apalagi melihat kaila seperti orang berbeda, kedua mata pun sudah berbeda tanda Kalia lah yang ada di situ bersama mereka,
"Hay" sapa kalia, Kirana langsung memundurkan tubuhnya ke belakang takut melihat kalia yang semakin mendekat ke dirinya
"Ah ya tutup mulut animal itu" kalia menunjuk ke arah Andrea
Anak buah yang berada di situ hanya bisa mengangguk, tenggorokan mereka terasa kering ingin menjawab perintah kalia.
"L.. lo.. mau apa!! jangan mendekat" usir Kirana,
Kalia malah tersenyum miring dirinya teramat senang menunggu saat ini melampiaskan kekesalan nya ke mereka terus menerus tanpa henti, dendam yang selama ini di tahannya karna permintaan Kaila sendiri akhirnya bisa di bayar satu persatu.
"Gue mau buat tanda di sini" Kaila menusuk pisau kecil ke bahu Kirana
__ADS_1
"Akhhhhhh hikss hikss ampun sakittt" Kaila menarik lagi pisau yang tertanam di bahu Kirana
"upssss sakit ya? maaf dehh" dengan suara di bikin-bikin
"Tapi gue gak puas"
Srekkkk
"Aaaaaaakkhhhhh amp.. hikss .. hikss.. sa.. kit kai ampun..."
Andrea sedari tadi memberontak ingin di lepas kan pun langsung diam membeku saat Kaila menancapkan pisau itu ke bahu Kirana,
"emumhmmummmemmm"
"Apa si Andrea , Lo mau juga?" tanya Kalia seraya memberikan kode ke anak buah agar membuka kain yang menutup mulut Andrea .
"Gila Lo ya!!! dia manusia!!" kesal Andrea
"Aaaaaaakkhhhhh" teriak Kirana saat Kaila menarik keluar pisau yang tertancap di bahu nya
"Lo mau juga? Kaila mendekat ke Andrea menggores dalam pipi Andrea , teriak kesakitan keluar dari mulut Andrea
"Queen" panggil Kevin
"Ada apa?"
"King Arion menghubungi Queen sedari tadi"
"Katakan aku sedang sibuk" Kevin mengangguk lalu bergegas kembali ke ruangan Kalia sebelum bayi kecil itu terbangun , walau ada yang menjaga juga tetap saja nyawa Kevin taruhannya.
Kirana di tahan beberapa anak buah agar tidak banyak bergerak,
Tubuh Kirana telentang, baju nya yang sebagian terkena darah dari bahunya. Menaikkan sedikit baju nya terlihat perut Kirana yang ramping.
"Amp... un.. hiks.. hikss.. hikss."
"Lepasin gue anj!!"" Andrea memberontak agar bisa terlepas dan menyelamatkan Kirana, walau dirinya jahat ke Kirana dia juga memilki perasaan apalagi mereka tumbuh besar .
SREETTTTTTTTT
Kalia membelah perut Kirana begitu saja, lalu merobek kotak-kotak daging di bahu Kirana , Andrea mencoba menutup mata tapi selau saja anak buah Kaila membuatnya membuka mata dan memperhatikan tindakan bos nya itu,
"Lo!! pesikopat!!"
"Akhh hikss hikss" rintih demi rintihan menggema di ruangan itu,
"Asam sulfat yang gue minta mana!"
"ini Queen" Kalia langsung mengambil dan menumpahkan ke dalam perut Kirana yang di robeknya tadi.
"Aaaaaaaaaaaaaakhhhhhhhhh" Teriak Kirana,
Sakit sangat sakit, nafas Kirana mulai melemah dirinya kehabisan banyak darah juga tenaga apalagi di tambah dengan perutnya yang baru saja di tumpahkan asam sulfat oleh Kalia.
"LO ORANG GILA!! PEMBUNUH!!"
"hahahaha Tumben lu bener?"
__ADS_1
"Lo tau kenapa selama ini gue diam saat Lo semua ngebully gue? ya gue ngumpulin aja kesalahan Lo tiap hari, jadi waktu kesalahan Lo udah banyak ngebuat itu jadi mudah karna gue udah gak memperdulikan rasa bersalah kalau gue bunuh Lo Lo pada"
Kirana sudah makin melemas nafasnya tidak teratur, Kaila mengambil pisau kecilnya lalu merobek kecil bagian perut nya dan melepas kulit tubuh Kirana perlahan-lahan,
Andrea tak sanggup melihat itu lagi dirinya mencoba menutup mata namun anak buah Kaila terus-menerus membuka matanya,
Setelah selesai menguliti bagian-bagian tubuh Kirana, Kaila mengambil palu yang tadi di bawanya. Kirana sudah hampir tidak sadarkan diri . Kaila langsung memalu kaki Kirana, sampai benar-benar pecah tak berbentuk lagi.
Rintihan yang semakin lemah dari Kirana membuat kaila sedikit tak bersemangat.
"Ah aku salah, lain kali aku tak memerlukan asam sulfat" gerutunya
"Next nanti Lo , jadi siap² Andrea" Andrea membelalakkan matanya ,
"Emmmmmemmmemememmm"
"Selamat tinggal Kirana, Dan Terimakasih"
BRUGGGG
BRUGGGG
BRUGGGG
tiga Palu di daratkan ke kepala Kirana, alhasil kepala nya hancur tanpa bersisa darah dimana-mana dan juga otak Kirana yang hancur pun berhamburan kemana.
Kaila duduk di depan tubuh Kirana, membelah perutnya, melepaskan kedua lengan Kirana untuk di jadikan makanan peliharaan miliknya yang berada di belakang markas,
"pernah coba jus hati manusia belum?" tanya Kaila ke Andrea,
namun yang di tanya hanya menangis tanpa memperdulikan Kaila, Kaila yang kesal di abaikan berdiri lagi mengambil pisau kecil miliknya .
"Akh! uhukk" Andrea merintih dan terbatuk saat Kaila menancapkan pisau kecil ke dada nya, tanpa menunggu lama pisau itu di tarik kembali ke luar.
"Akhh.. bunuh gue kai bunuh!!" ucap Andrea saat Kaila membuka penutup mulutnya
PLAKKK
PLAKKK
Dua tamparan di dapat Andrea , tangis Andrea semakin menjadi Kaila menancapkan pisau nya lagi di sisi sebelah nya.
"Aaaanj akhh" umpat Andrea kesakitan,
Darah segar terus menerus keluar , di tarik kembali keluar oleh Kaila, Kaila mengambil benang putih yang sudah di sediakan.
Mengikat benang tersebut ke leher Andrea lalu di tarik keras sampai Andrea kesusahan bernafas. Karna Melihat wajah Andrea yang memerah Kaila melepas ikatan benang tadi,
"Huh huh huh " Andrea mencari pemasok udara
"Obati jangn sampai dia mati" perintah Kaila
Kaila kembali mengambil palu miliknya tadi lalu membabi buta memukul tubuh Kirana , hancur lebur tubuh Kirana tak berbentuk tergeletak begitu saja di ruang tahanan.
"Bersihkan, sebelum itu ambil tulang-tulang nya , jangan sampai meninggalkan sidik jari kalian , kirim tulang yang tidak terlalu remuk ke rumahnya . sisanya kuburkan. jangan sampai kalian beri makan ke peliharaan gue"
...✨ JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE ✨...
__ADS_1