Mengejar Cinta ROBBKU

Mengejar Cinta ROBBKU
Berserah Diri Kepada Ilahi


__ADS_3

Azzahra benar-benar kesal hingga menampar Mala keras dan menghardiknya, wanita itu tidak paham dengan jalan pikiran sang putri yang menurutnya terlalu sempit. 


"Umi," lirih Mala sambil mengusap pipinya yang terasa panas akibat cap telapak lima sang umi.


"La, kamu harus ingat hal ini!" Azzahra menarik nafas dalam-dalam sebelum menyambung ucapannya. 


"Sebagai Manusia yang beriman kita dilarang berputus asa, apalagi memegang ucapan Manusia lain sebagai pendirian. Dokter Tasya hanyalah seorang Manusia biasa, apa yang dia katakan hanya tentang ilmu dunia saja. Dunia ini sifatnya fana , tidak ada keabadian di dalamnya. Sebagai seorang Muslim kita percaya akan kuasa Allah, serahkan semuanya kepada Dia yang Maha Tahu dan Pemberi. Tugas kita sebagai Hamba hanya bisa berusaha dan berdoa, sisanya kita hanya mampu berserah diri."


Setelah mendengar penuturan sang umi yang panjang, pikiran Mala mulai terbuka. Dia dipengaruhi oleh emosi yang ada di dalam dirinya, sehingga ia lupa jika ada Zat yang Maha Kuasa atas segalanya. Perasaan takut kehilangan dan was-was akan hari esok yang masih menjadi misteri di manfaatkan oleh syaitan untuk merayu wanita hamil itu untuk kufur nikmat. 


Cara setan merusak Manusia ialah dengan membuat Manusia memandang hidup orang lain hingga muncul rasa iri yang lambat laun menjadi dengki. Perasaan yang marah jika melihat orang lain bahagia sedangkan dirinya tidak, padahal nikmat yang telah Allah berikan sangatlah banyak. Manusia lupa jika hari ini masih bernafas adalah salah satu nikmat yang paling besar. 


Mala segera memeluk sang umi dengan erat seolah-olah takut kehilangan, Azzahra membalas pelukan Mala dengan hangat juga. Dia tahu kalau saat ini putrinya sedang mengalami masa sulit, karena ia pernah di masa itu. 


Azzahra teringat ketika sedang mengandung Azzam sang putra di mana ia merasa sangat kecewa kepada Aziz suaminya waktu itu. Aziz hanya mementingkan Fatimah adiknya daripada Azzahra yang merupakan istri sahnya. 


Aziz sibuk mengurus Fatimah dari berangkag sekolah hingga kembali pulang, dari pakaian, kendaraan, uang jajan dan hal-hal yang lain selalu Aziz siapkan untuk sang adik. 

__ADS_1


Namun, hal itulah membuat Azzahra merasa sakit hati selama mengandung Azzam dan bernazar tidak akan memiliki anak lagi dari lelaki itu. Azzahra hanya mampu berserah diri kepada Sang Robb karena sudah berikhtiar sekuat tenaga, mengingatkan sang suami jika ia adalah tanggung jawabnya juga. 


Puncak kesabaran Azzahra adalah ketika Aziz menyakiti Mala sang putri, perasaan yakin jika berpisah adalah jalan yang terbaik. Azzahra tidak ingin di sakiti dan menyakiti orang-orang yang ia sayangi, mengorbankan rumah tangga yang tidak sehat adalah jalan yang ia pilih dan sampai sekarang selalu disyukuri. 


"Umi," panggil Mala pelan karena melihat sang umi melamun sambil meneteskan air mata. 


"Ah, iy-ya, La. Kamu mau apa?" kata Azzahra yang kelagapan di depan sang putri.


"Aku ingin bertemu Abi sebelum melakukan operasi, Mi. Aku mohon izinkan aku bertemu Abi, bagaimanapun beliau juga orang tuaku," pinta Mala memohon dengan wajah sendu. 


Azzahra membuang nafas panjang, sambil membelai rambut panjang sang putri. 


Sang umi pun tidak tahu harus mengatakan apa? Hatinya telah dingin kepada mantan suaminya.


"Aziz."


"Umi memanggil nama, Abi?"

__ADS_1


"Hah, apa?" tanya Azzahra kelagapan dan memalingkan wajahnya. Wanita itu merasa malu dan akhirnya memilih pergi.


"Umi, mau ke mana?" tanya Mala ketika melihat sang umi telah sampai di ambang pintu.


"Mau cari Bapak, kamu," jawabnya acuh sambil berlau dan menutup pintu kamar Mala.


Setelah kepergian sang umi, Mala hanya mampu berdoa di dalam hati agar permintaannya yang ingin bertemu sang abi bisa terwujud, hingga ia teringat seseorang yang mungkin bisa membantunya.


Mala segera mengambil ponselnya dan menelpon seseorang, tidak berapa lama sambungan teleponnya telah tersambung.


"Halo, asssallamuallaikum, aku boleh meminta sesuatu?" tanya Mala dengaj senyum mengembang penuh arti.


.


.


.

__ADS_1


...Bersambung ••• •...


...*Setelah baca wajib like end comen ya 😇*...


__ADS_2