Mengejar Cinta ROBBKU

Mengejar Cinta ROBBKU
Salah Paham, Bikin Meradang


__ADS_3

"Apa?"


"Apanya?"


"Itu, maksud kakak!"


...Mala sangat kesal akan sang suami, yang suka mempermainkan....


...Satria hanya tersenyum menangapai kekesalan sang istri, tanpa niat meluruskan ucapanya....


.


.


.


...Waktu berlalu begitu cepat, setelah makan malam dan solat Isya berjamaah. Pak Udin berpamitan kepada sang putri dan menatunya. Lebih tepatnya, dia ingin menghindari perdebatat di rumah itu. Apalagi, seharian dia sibuk dengan urusan dapur. Sebab, oleh dua Mahluk durhaka yang tidak bertanggung jawab. ...


"Bapak, hati-hati di jalan."


"Kalau, jalan! Ya, memang harus hati-hati," balas Udin ketus kepada sang putri.


"Mala hanya mengingatkan, Pak!" balas Mala sambil mengerucutkan bibirnya.


"Bapak, bukanya harus hati-hati. Tetapi, cari istri lagi," ujar Satria sambil menaik-turunkan alisnya menggoda sang Mertua.


"Dasar, Menantu durhaka!" hardik Udin sambil terus melangkah keluar pintu. Kalau diladeni dua Mahluk tersebut? Maka, tidak akan pernah ada habisnya.


"Assalamualaikum,"


"Wallaikum sallam wabarokatu," balas Mala dan Satria kompak.


...Setelah mengantar sang bapak hingga depan rumah dan menghilang di balik belokan. Sebab sang bapak yang hanya berjalan kaki pulang ke rumahnya yang dulu. ...


...Kini Mala dan Satria duduk di ruang tamu. Ada hal yang mengangu hati dan pikiran Satria dan ingin mengutarakan hal tersebut kepada sang istri. ...


"Nur, kamu bujuk Suci!" pinta Satria sambil mengelus rambut sang istri yang tergerai, sebab Mala hanya mengunakan hijab jika di luar rumah saja.


"Emangnya kenapa, Kak? Biarin aja," balas Mala yang memang malas mengungkit tentang Suci.


...Satria menghembuskan nafasnya kasar. Sebenarnya, Satria kapikiran dengan Suci. Dari kejadian siang tadi, hingga malam ini. Suci tidak menampakkan batang hidungnya. ...


"Nur, Suci belum makan dari siang tadi. Apa kamu tidak kasihan?" tanya Satria lemah--lembut agar hati sang istri melunak.


"Siapa yang marah? Dia yang rugi!" balas Mala ketus.


"Kamh yang marah, tapi enggak mau rugi."


...Mala yang mendegar ucapan sang suami,menaruh curiga yang tidak beralasan. ...


"Kakak suka sama Suci? Ko, perhatiaj sekali! " tanya Mala penuh selidik


"Kamu itu aneh! Suci itu tanggung jawab kita. Kamu sendiri yang mengizinkan dia tinggal di sini! Sekarang kamu tidak perduli sama dia?" balas Satria dengan nafas yang naik-turun menahan amarah.


"Maaf," lirih Mala. Dia tau, kalau salah. Tetapi, enggan untuk membujuk Suci.


"Sekarang, kamu ke kamar Suci. Bujuk dia makan!" pinta Satria sambil mendorong pelan tubuh sang istri untuk bangun dari duduknya.


"Kalau, dia enggak mau?" tanya Mala ragu.


"Harus mau! Kalau tidak? Kamu berdosa," jelas Satria.


"Ko, aku yang dosa?" tanya Mala binggung. "Kakak yang kepala rumah tangga, bukan aku! " tambah Mala menyudutkan sang suami.


"Aku bukan Mahrom Suci. Nanti, kamu tuduh aku Zinah lagi!" balas Satria geram kepada sang istri.

__ADS_1


"Iya, iya, iya," ucap Mala sambil mengentakkan kakinya dan berjalan menuju kamar Suci.


Tok ....


...Mala mengetuk pintu kamar Suci. Ragu tapi, mau bagaimana lagi? Mala akhirnya memanggil nama gadis itu. ...


"Dek, Suci."


...Tidak ada sauhutan dari dalam, membuat Mala semakin gusar....


"Kalau, tidak di bukain? Aku dobrak nih," teriak Mala.


Krek ....


"Ada apa Mbak?" tanya Suci dengan suara parau. Dia habis menangis sejadi-jadinya, meluapkan perasaan sakit di dalam dadanya agar mau keluar.


"Makan yuk!" ajak Mala sambil meraih tangan Suci.


"Aku enggak lapar, Mbak!" balas Suci sambil melepaskan tangan Mala.


"Lapar enggak lapar? Kamu harus makan," perintah Mala agar gadis itu manurut.


...Akhirnya, Suci mengalah dan menuruti ajakan Mala. Sebab, dia tahu diri. Ditampung di dalam rumah dan diberi makan oleh Mala dan Satria adalah nikmat yang harus selalu disyukuri. Karna, diluar sana banyak yang tidak seberuntung dia. ...


...Mala menuntun Suci ke meja makan. Mangambilkan nasi dan lauk-pauk masakan sang bapak. Dan duduk disamping Suci, menemani gadis itu makan malam. ...


"Mbak, enggak makan?" tanya Suci ragu. Padahal dia tahu, kalau Mala sudah makan bersama yang lain.


"Makan," balas Mala sambil mengambil nasi dan lauk-pauk juga.


...Suci hanya diam, memperhatikan Mala. Sambil sesekali menunduk....


"Piring kamu itu di sini, bukan di sana!" jelas Mala heran melihat Suci yang menunduk.


"I--iya, Mbak!" balas Suci gugup.


Deg ....


...Jantung Suci, seakan ingin keluar dari tempatnya. Setelah, mendegar pernyataan itu. ...


"Kamu, mau ikut tidak?" tanya Mala geregetan.


"A--ak--ku," ucapan Suci terbata. Seking gugupnya.


"Aku mau?"


...Suci segera menggeleng, menagapi pertanyaan Mala. ...


"Kalau, begitu? Kami aja yang ke KUA," jelas Mala sambil bangun dan berlalu menuju wastafel untuk mencuci piringnya.


Suci menatap heran kepada Mala. "Sebenarnya, apa maksud mereka?" batin Suci penasaran.


"Aku, duluan ke kamar. Sudah ngantuk," jelas Mala sambil berlalu meninggalkan Suci sendirian.


...Suci penasaran, apa maksud dari ucapa Mala barusan? Tetapi, dia sukan untuk bertanya. Suci berfikir keras, hingga suatu hal dapat disimpulkan. ...


"Mungkinkah, mereka akan---jangan So'ujon Suci! Sadar, kamu itu siapa?"


...Suci perang melawan perasaannya sendiri, dan pra-duga dengan segala kemungkinan. ...


.


.


.

__ADS_1


Di kamar.


Krekkk ....


...Mala masuk ke kamar yang lampunya sudah remang-remang. Sebab, ada sang suami disana. Setelah, menyuruh Mala membujuk Suci. Satria kembali ke kamar dan menunggu sang istri....


"Sudah makan, Suci?" tanya Satria ketika, sang istri naik ke tempat tidur.


"Sudah kenyang, kak! Ada pertanyaan sudah makan?"tanya Mala yang tidak habis pikir dengan kata-kata Abstrak sang suami.


"Iya, istriku yang cantik."


...Satria memuji sang istri, sambil mencapit hidung pesek Mala, karna gemas....


"Kak, jadi besok ke KUA?" tanya Mala penasaran.


"Emangnya, siapa yanh mau ke KUA?" tanya Satria binggung dengan pertanyaan sang istri.


"Kakak, masa lupa? Tadi, katanya mau mengadopsi Suci," jelas Mala.


"Oh, itu!" balas Satria sambil mengangguk.


"Iya itu, iya itu. Jawabannya apa?" tanya Mala kesal. Sebab, di permainkan oleh sang suami.


"Kamunya, mau atau enggak?"


"Mau apanya?"


"Mengadopsi Suci!" balas Satria geregetan.


...Mala menganguk menagapi ucapan sang suami. ...


"Enggak nyesel?"


"Sekali lagi kakak, ngomong muter-muter? Aku pukul!" balas Mala kesal. Sebab, dipermainkan oleh sang suami.


"Jangan KDRT, Nur! Dosa," balas Satria sambil senyum mengejek.


" 'Auzubillahi Minnassyaithon niroimm,"


"Aminnn,"


Plakkk ....


"Aduh, sakit Nur!" ujar Satria sambil mengelus lenganya yang si pukul sang istri.


"Ngeyel," ucap Mala sambil menatap tajam sang suami.


"Maaf,"


"Jadi, jawabanya apa?" tanya Mala penasaran.


"Iya, kamu siap-siap dapat MADU!" jelas Satria sambil menekankan kata madu agar sang istri paham.


"Madu TJ?"


"Allahu akbar,"


"Memangnya, IQ kamu berapa sih?"


.


.


.

__ADS_1


...Bersambung .......


*Setelah baca wajib like end comen ya 😇*


__ADS_2