Mengejar Cinta ROBBKU

Mengejar Cinta ROBBKU
Lewati Saja Dengan Senyuman


__ADS_3

"Jangan!" teriak Mala membuat semua orang menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya. Namun, hal itu membuat Mala menjadi malu sendiri dan 'tak kuasa menatap semua orang.


Satria yang sedari tadi disamping sang istri hanya tersenyum geli dan akhirnya mengalihkan pembicaraan.


"Mohon maaf semuanya, mungkin bumil ini sedang kecapekan," ujar Satria sambi mengulum senyum dan mengajak sang istri ke kamar guna beristirahat,  karena proses ijab kabul yang telah sukses. 


Setelah Satria dan Mala masuk, Pak penghulu pun akhirnya ikut pamit undur diri ditemani oleh Azzam yang akan mengantarkan beliau. 


"Mohon maaf saya harus undur diri, maklum masih ada undangan yang lain," jelasnya seraya mengulurkan tangan kepada Udin dan mengucapkan kata selamat. 


Namun, sang penghulu berbisik di telinga Udin memberi petuah, "Hati-hati, pelan-pelan saja."


Udin hanya mampu mengangguk tanda mengerti akan maksud sang penghulu tersebut. 


Setelah kepergian Pak penghulu daj Azzam, tinggal tertinggal Ikbal, Udin, dan Azzahra. Namun, tidak berapa lama ponsel milik Ikbal berdering tanda panggilan masuk. Lelaki itu segera mengangkat telepon tersebut yang ternyata dari sang istri yang menyuruhnya untuk kembali. 


Ikbal pun akhirnya berpamitan kepada Udin dan Azzahra karena ada tanggung jawab yang harus ia kerjakan. Namun, sebelum ia pergi lelaki itu menyempatkan diri untuk menggoda pasangan pengantin baru tersebut. 


"Mohon maaf Udin, Zahra. Saya harus pergi! Ada tugas dari Ibu Negara ini!" ujar Ikbal setelah mengangkat telepon sang istri.

__ADS_1


"Iya, tidak apa-apa. Terimakasih banyak ya, telah bersedia meluangkan waktu untuk menjadi saksi nikah kami," ujar Udin dengan tulus.


"Ehem, iya. Untuk malam pertamanya jangan lama-lama ya, soalnya sudah tua," goda Ikbal seraya berlalu. Entah mengapa, sejak mengenal besannya tersebut membuat hati Ikbal selalu menghangat. Bagaikan mendapat keluarga baru, hal itu yang dirasakannya. 


"Hati-hati, tertabrak tembok!" teriak Udin ketika sang besan pergi menghindar setelah mengejeknya. 


"Jangan teriak-teriak!" bentak Azzahra kesal dengan sang suami. Namun, hal itu menjadi bahan untuk Udin menggoda istrinya tersebut. 


"Iya, aku tidak akan teriak siang ini! Akan tetapi, nanti ketika malam denganmu," ujar Udin sambil menghindari Azzahra yang telah siap untuk mencubitnya.


"Aku tidak akan melakukan hal itu! Aku sudah tua!" teriak Azzahra antara kesal dan malau akan sikap suami barunya itu. 


Udin hanya cekikikan sambil mempercepat langkahnya menuju kamar, ia telah merasa gerah dan ingin cepat mandi agar merasa segar kembali.


Hanya senyuman yang mampu kita berikan, karena sifatnya yang mudah untuk dilakukan. Bahkan ada istilah 'senyum itu adalah sedekah yang mudah'. Ingat untuk bahagia maka ingat untuk selalu tersenyum. 


"Umi! Umi!'


Teriakan Satria membuyarkan lamunan Azzahra, hingga wanita itu ikut panik garanya. 

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Azzahra panik dan menahan bahu Satria yang datang dengan keringat mengucur deras.


"Umi! Nur!"


"Kenapa dengan Mala?" tanya Azzahra semakin panik hingga seluruh tubuhnya terasa lemas jika sesuatu yang buruk terjadi kepada sang putri. 


"Nur!"


"Iya, kenapa dengan Mala?" teriak Azzahra naik darah gara-gara ucapan Satria yang tidak jelas.


"Nur! Berdarah Umi!" teriak Satria dengan keras sambil diiringi tetesan air mata.


"Apa? Apa yang terjadi?"


.


.


.

__ADS_1


... Bersambung ••• •...


...*Setelah baca wajib like end comen ya 😇*...


__ADS_2