Mengejar Cinta ROBBKU

Mengejar Cinta ROBBKU
Bertemu Umi Azzahra


__ADS_3

...Setelah bercerai dengan Abi Aziz setahun yang lalu, kini Umi Azzahra telah menyandang setatus sebagai janda. Kehidupan Umi Azzahra yang sekarang jauh lebih tenang dari sebelumnya....


...Jika dulu masih menjadi istri Abi Aziz, Umi Azzahra selalu akan berdebat dan bermusuhan dengan mantan Suaminya. Sekarang hal itu tidak akan pernah terjadi lagi, sebab diantara mereka tidak ada ikatan kecuali Azzam sang putra, sebagai penyambung tali silahturami. Selebih dari itu sang mantan suami tidak memiliki hak apa pun terhadap hidup Umi Azzahra lagi....


...Azzahra kini mengembangkan bisnis yang dulu diwariskan oleh sang Bapak. Mendapat bagian yang sama rata dengan Mala. Bisnis yang dulunya hanya toko telontong biasa, kini telah menjadi swalayan. Masih ditempat yang dulu, didekat pasar. Namun perubahan yang terjadi selama setahun ini amat banyak terjadi. Entah dari bagunan yang direnovasi dan barang yang ada didalamnya. Semua Azzahra kerjakan bersama Azzam sang putra....


...Harta dunia mungkin tidak akan dibawa mati oleh sang pemilik harta tersebut, namun harta yang diwariskan akan menjadi amal Jariah untuk kita, yang akan mengalir walau telah wafat sekalipun. Amal ibadah yang akan terus mengalir hinga akhir Zaman....


...Hal itu yang membuat Azzahra selalu giat bersedekah, baik secara benda atau tenaga. Untuk dikirimkan kepada Almarum tercinta yang telah lebih dahulu meninggalkan alam dunia ini....


"Umi, kita jadikan surve suplayer baru? " tanya Azzam yang baru pulang dari mengajar pondok persantren lalu mendekati sang Umi.


"Insya Allah Zam, tugas kamu ngajar sudah selesai? " tanya Azzahra kepada sang putra sambil tetap sibuk menghitung uang dimeja kasir.


...Azzam mengikuti jejak sang Abi, yang menjadi Ustad di pondok pesantren untuk mengapresiasi ilmu yang dimiliki. Namun Azzam menjadi Ustad hanya mengajar datang dan pergi, tidak seperti sang Abi yang menetap tinggal dipondok....


...Disebabkan Azzam saat ini juga masih kuliah, membuat dia membagi waktu. Jika dipagi hari dia akan datang dan mengajar di pondok persantren Nurul Huda. Lalu di siang hari nya dia akan kuliah hinga sore. ...


...Azzam menjadi mahasiswa disalah satu kampus terkemuka, dia mengambil jurusan IT (Informasi Teknologi). ...


...Bebas berekspresi dan mengekspresikan diri, hal itu yang saat ini Azzam rasakan. Setelah perceraian kedua orang tuanya, hidup Azzam tidak ditekan lagi oleh sang Abi. Ketakutan yang dulu sempat dirasakan oleh Azzam kini telah memudar, sebab kedua orang tuanya tetap menjaga tali silahturami, walau hanya dalam urusan tentang dirinya saja. ...


...Sang Abi pun tidak lagi memaksa kehedaknya kepada Azzam, sebab ada sang Umi yang menjadi tamengnya. Selama yang dilakukan oleh Azzam masih dalam jalan yang baik maka kedua orang tuanya akan mendukung. ...


"Sudah Mi, lagian aku juga sudah mengajukan cuti lebih awal untuk beberapa minggu kedepan tidak mengajar. Azzam mau menyelesaikan tugas kuliah dulu. Pusing Mi, suka gak fokus." jelas Azzam sambil duduk disamping sang Umi.


"Ya, jelas tidak bisa fokus. Kalau beda jalurnya. " ucap Azzahrah sambil tersenyum menangapi ucapan sang putra.


...Seperti itulah keseharian yang mereka lalui, bekerja, belajar, berdoa dan menerima semua ketentuan dari sang Robb dengan hati yang ikhlas....


.


.


.


...Waktu telah menunjukan pukul 01.05 siang. Setelah solat Zuhur dan makan siang bersama karyawan mereka yang bekerja di swalayan. Azzahra mengajak sang putra kembali pulang kerumah yang berada disamping swalayan tersebut. ...


...ART yang bekerja dirumah memberitahukan bahwa ada tamu yang menunggu mereka dirumah. ...

__ADS_1


"Ayo Zam, kita pulang kerumah terlebih dahulu. " ajak Azzahra kepada sang putra.


"Kenapa aku harus ikut pulang Umi? " tanya Azzam yang enggan mengikuti sang Umi sebab masih ingin berada di swalayan milik mereka.


"Melawan orang tua itu dosa loh Zam, kata AH saja kamu bisa masuk Neraka! "


...Mendegar ucapan sang Umi, membuat Azzam menjadi panik. Azzam lalu meraih tanggan sang Umi lalu menciumnya dan mengatakan kata maaf karna menolak ajakkan sang Umi....


"Maafkan anak mu yang suka melawan ini."


...Azzahra hanya tersenyum menangapi ucapan dan tingkah laku sang putra, akhirnya mereka pulang kerumah sambil bergandengan tangan. ...


...Ketika mereka masuk kedalam rumah, mereka dikejutkan akan kehadiran Mala. ...


"Assalamualaikum." Umi dan Azzam mengucapkan salam kepada Mala


"Waallaikum sallam, Umi, Abang. " Mala menjawab salam sang Umi dan Azzam lalu menatap kedua orang itu bergantian.


"Kamu sendirian dek?" tanya Azzam sambil duduk disova yang menghadap ke arah Mala.


"Iya bang, kak Satria masih dikampus. " jelas Mala yang paham akan maksud dari pertanyaan Azzam.


"Naik taksi Umi."


"Apa kamu sudah izin kepada Suami mu? " tanya Azzahra yang mendapat gelengan kepala dari Mala.


"Ya Allah nak, kenapa kamu tidak mintak izin dulu? Bukan kami tidak suka kamu datang berkunjung kesini. Tetapi kamu harus terlebih dahulu meminta izin dari Suamimu, agar Allah tidak melaknat kamu, sebab durharka kepada Suami. "


...Mala mendegar penuturan sang Umi langsung mengambil ponselnya, lalu menelpon sang suami. Guna meminta izin. ...


(Halo)


(Assalamualaikum kak)


(Waallaikum sallam Nur, ada apa?) bisik Satria.


"Aku cocok enggak pakai hijab ini? "


...Mala yang mendengar suara wanita lain yang tengah meminta pendapat dari sang suami terkejut, dan langsung mematikan sambungan telepon mereka. ...

__ADS_1


...Mala yang berfikir buruk pun berpraduga jika sang suami berbisik tadi supaya tidak ketahuan sama wanita yang tengah bersamanya. ...


"Ada apa sayang? " tanya Azzahra yanh melihat perubahan ekspresi dari sang putri.


"Kak Satria sibuk Mi, Mala kirim pesan aja untuk memberitahukan kalau Mala ada dirumah Umi. " jelas Mala agar sang Umi tidak semakin curiga.


(Kak, aku saat ini berada dirumah Umi. Nanti jika urusan kakak sudah selesai, tolong jemput aku)


...Setelah selesai mengirim pesan, Mala langsung mematikan ponsel miliknya. Dadanya terasa sesak, setelah mendengar suara wanita lain yang meminta pendapat kepada sang Suami. Namun Mala mencoba memutupi perasaannya, agar Umi dan Abangnya tidak menaruh curiga....


"Kamu sudah makan Dek? " tanya Azzam sambil menatap wajah Mala dalam, Azzam merasa ada yang ditutupi oleh Mala dari mereka.


...Azzahra yang juga melihat perubahan ekspresi dari Mala, mencoba mengusir sang putra secara halus....


"Zam, bukankah kamu sudah harus bersiap ke kampus?"


"Iya Umi, tapi Azzam mau mandi dulu baru ke kampus. " balas Azzam sambil bangun dari duduknya dan berlalu meninggalkan sang Umi dan Mala yang masih duduk di sova tamu.


"Abang Azzam ko masuk siang Mi? " Enggak seperti kak Satria yang dari pagi pulang sore? " tanya Mala penasaran, atau lebih tepatnya semakin memaruh curiga kepada prasangka buruk yang dia alamatkan kepada sang Suami.


"Kamu ada masalah ya, sayang? " tanya Azzahra sambil menatap wajah sang putri penuh selidik.


"Umi mau menceritakan perjalanan Ibuku, ketika mengandung hinga melahirkan ku? " tanya Mala sambil menatap sendu sang Umi.


"Tentu Umi mau menceritakannya, tapi kenapa kamu mau mengetahui nya sekarang? " tanya Azzahra merasa ada yang disemunyikan oleh sang putri.


"Kak Satria, ingin punya anak dari rahimku Mi." lirih Mala.


"Itu bagus, dari pada dia punya anak bersama wanita lain? "


.


.


.


...Bersambung... ...


*Setelah baca wajib like end comen ya 😇*

__ADS_1


__ADS_2