Mengejar Cinta ROBBKU

Mengejar Cinta ROBBKU
Kabar Bahagia dan Gembira


__ADS_3

...Setelah makan malam dan solat isya, mereka berkumpul bersama di ruang tamu sambil mengemil cantik....


"Sat, siapa perempuan yang tadi?" tanya Marissa penasaran dengan gadis yang ikut solat berjamah dan makan malam bersama mereka. Sejujurnya ia sangat penasaran, namun tidak ingin bertanya sebab takut menyinggung gadis itu. Sesikit-banyaknya Marissa berubah, sebab perasaan takut setelah ke matian sang Mama. Terkadang ia berfikir, apa jadinya jika ia mati dalam ke adaan zolim kepada orang lain. Hal yang paling di takuti oleh Marissa adalah sang Suami, jika ia tidak berubah maka Suaminya bisa-bisa berpaling ke pada wanita yang lebih baik.


"Dia Suci, Mi."


"Sudah berapa kali kamu mengatakan hal itu? Maksud Papi, kenapa dia ada di rumah kalia?" tanya Ikbal yang sangat kesal akan jawaban sang Putra.


"Dia saudari angkat kami," jelas Satria sambil menatap sang Istri.


"Saudari angkat?" tanya Ikbal dan Marissa bersamaan sambil saling pandang.


...Satria dan Mala hanya mengangguk menangapi pertanyaan itu....


"Eeehhhmmm," Ikbal berdehem menetralkan perasaannya yang terkejut sebelum berbicara.


"Ada yang ingin Papi jelaskan kepada kalian," ucap Ikbal sambil memandang serius kepada Satria dan Mala yang duduk dihadapannya.


"Jangan sekarang, Pi," lirih Marissa menahan karna tahu akan apa yang akan di samoaikan oleh sang Suami.


"Jangan menunda suatu hal yang baik Mi, lagian kamu tahu kita sudah lama menyimpan rahasia ini terlalu lama," jelas Ikbal tidak ingin di bantah.


"Tidak usah kalian jelaskan ko, Pi," ucap Satria seolah mengetahui arah pembicaraan.


...Ikbal hanya memandang heran ke pada sang Putra....


"Maksudmu apa, Sat?" tanya Ikbal penasaran.


"Papi mau menjelaskan tentang Marcel, bukan?" tanya Satria sambil mengenggam erat tangan sang Istri, seolah meminta kekuatan menghadapi ujian yang mengoyahkan hatinya tersebut.


"Kakak Satria sudah mencari tahu tentang Ayah biologisnya," jelas Mala membantu sang Suami menjelaskan kepada sang Papi.


...Ikbal dan Marissa syok setelah mendengar hal itu, padahal maskud hati mencoba menjelaskan secara pelan-pelan. Namun seolah telah terlambat, sebab sang Putra telah mengetahui rahasia yang mereka simpan selama ini....


"Kamu jangan mengada-ada, Sat," kilah Marissa setelah cukup lama diam.


"Aku mencari tahu tentang tamu Mami yang kemarin membuat Mami koleps, dia adalah tuan Marcel. Pemilik perusahan teksil terbesar di kota kita, Marcel Grub."


...Mendengar penjelasan Satria membuat perasaan Ikbal dan Marissa bagaikan di terpa badai sunami yang besar. Terasa sesak di dada setelah menelan kabar itu bulat-bulat....


"Apa kamu sudah menemuinya?" tanya Marissa ragu.


"Belum, mungkin akan? Entahlah, karna kata Nur, untuk apa aku mencarinya?" jelas Satria.


...Marissa menghela nafas lega, berbeda dengan sang Suami....

__ADS_1


"Mengapa kamu mencarinya? Sebab Beliau adalah ayah biologi kamu, dan ada hak yang wajib dia berikan," jelas Ikbal sambil menatap nanar Satria.


"Tapi Pi, dia telah menelantarkan kak Satia."


"Tidak seperti itu Nak! Beliau pasti memiliki alasan yang kuat, apa yang terjadi di dalam hidup kita pasti ada Hikmah dan Hidayahnya," jelas Ikbal yang tidak ingin sang Putra durhaka kepada Ayah biologisnya.


"Apanya yang alasan yang kuat? Dia meninggalkan Mami ketika hamil Satria," jelas Marissa geram jika mengingat lelaki itu.


"Mami!" bentak Ikbal.


"Ueggg," tiba-tiba Mala mual.


"Perut aku kayak di aduk-aduk Kak," balas Mala sambil menahan perasaan mual.


"Kamu baik-baik aja, Nak?" tanya Ikbal khawatir melihat wajah pucat sang Menantu.


...Marissa hanya bisa mengenggam erat ujung bajunya gelisah melihat perangai Mala....


"Kita istirahat di dalam kamar, yuk?" ajak Satria mendapat gelengan tanda sang Istri tidak mau.


"Jangan keras kepala, kalau kamu kenapa-kenapa nanti aku di marahi sama Umi," jelas Satria mencari alasan. Teringat kepada sang Umi, wanita yang teduh jika di pandang namun tegas dalam bertindak membuat Mala ingin bertemu.


"Kak, kita ke rumah Umi, yuk?" ujar Mala dengan mata berbinar.


"Ini sudah malam, Nur," jelas Satria yang tidak ingin mengganggu waktu istirahat sang Umi.


"Uminya Nur, Pi," jelas Satria.


"Mereka belum bertemu dengan Umi, Kak," jelas Mala namun tiba-tiba ia berlari ke dapur.


"Nur," teriak Satria sambil menyusul sang Istri.


"Mi, kamu kenal siapa Umi Mala?" tanya Ikbal mengejutkan sang Istri yang sedari melamun.


"A--apa tad--di, Pi?" tanya Marissa tergagap akibat terkejut.


"Jangan bilang, kalau kamu memikirkan Marcel?" tanya Ikbal penuh selidik.


...Marissa menepuk pelan langan kekar sang Suami setelah mendengar penuturan lelali yang selalu berabar setiap menghadapi tingkah-lakunya itu....


"Mami hanyakepikiran dengan Istri Satria," jelas Marissa.


"Kenapa? Jangan-jangan kamu masih suka jadi Mertua zolim? Tidak baik Mi, nanti kena karma kamu!" jelas Ikbal.


...Marissa hanya mampu menghirup nafas kesal mendengar tuduhan kejam sang Suami, ia meraskan sakit dan hal itu yang di pelajarani oleh nya. Kata-kata sang Suami yang selalu mengingatkan agar mencubit dulu diri kita, jiak terasa sakit? Maka hal itu juga yang orang lain rasakan....

__ADS_1


"Mami cuma menaruh curiga, kalau Mala hamil, Pi."


...Mendegar penuturan sang Istri mebuat Ikbal bangun dan menyusul Satria dan Mala di dapur meninggalkan sang Istri yang masih duduk di ruang tamu....


"Papi!" teriak Marissa geram sebab di tinggal.


.


.


.


Di dapur.


"Ueggg," Sudah sekian kali Mala muntah-muntah namun anehnya hanya air yang keluar.


"Kita ke dokter yuk, Nur?" ajak Satria sambil mengelus punggung belakan sang Istri dengan penuh kasih sayang.


"Aku enggak mau ke dokter, kak," elak Mala bersekukuh sebab sudah berapa kali sang Suami menyarankan hal itu.


"Ini sudah malam, Nur! Umi pasti sudah tidur, lagian kamu aneh baget sih?" terang Satria yang tidak habis pikir dengan ke inginan tidak logis sang Istri.


...Mendegar kata-kata mutiara sang Suami membuat Mala menagis tiba-tiba. Ia tidak paham dengan apa yang terjadi dengannya yang tiba-tiba lemah dan mudah tersinggung....


"Sudah Nur, nanti aku dikira KDRT sama kamu," jelas Satria binggung melihat sang Istri yang tiba-tiba menangis tanpa sebab yang jelas.


"Siapa yang KDRT?" tanya Ikbal masuk dan melihat keadaan sang Menantu. Ketika ia berada di ambang pintu tidak sengaja mendegar ucapan sang Putra tentang KDRT.


"Bukan, siapa-siapa Pi?" jelas Satria sambil menaik turunkan alisnya mengkode sang Papi.


...Ikbal paham akan kode sang Putra sambil menganggu....


"Kamu pucat sekali, Nak. Kita ke rumah sakit ya?" tanya Ikbal sambil melihat wajah pucat sang Menantu.


"Enggak mau, aku mau ke rumah Umi!" rengek Mala sambil menangis dan di peluk oleh sang suami.


"Positif hamil," celetus Marissa yang melihat drama live dihadapannya.


"Allahumma Sholi 'ala syadina Mudammad."


.


.


.

__ADS_1


...Besambung .......


*Setelah baca wajib like end comen ya 😇*


__ADS_2