Mengejar Cinta ROBBKU

Mengejar Cinta ROBBKU
Bukan Berbohong


__ADS_3

"Memberi tahukan apa?"


Deg ... .


Udin dan Azzahra menatap Satria dengan tubuh yang menegang. Mereka tidak menyadari akan keberadaan Satria disana. Kini sang menantu mendekat dan mengulangi pertanyaan yang sama.


"Memberi tahukan apa?"


"Nama anak kamu," balas Udin. Namun, mendapatkan cubitan dari istrinya.


"Nama anakku?" tanya Satris sambil menatap kedua mertuanya memperjelas. Satria mendengar sedikit pembicaraan Bapak dan Uminya tadi. Namun, karena penasaran akhirnya ia masuk dan bertanya.


"Iya nama anak kamu dan Mala," jelas Udin.


"Siapa namanya?" tanya Satria penasaran.


Akhirnya Udin menjelaskan bahwa kedua orang tua Satria memberi nama Cahaya Satria. Sebelum mereka pamit untuk menghadiri meeting tadi. Udin juga menambahkan bahwa mereka juga senang akan nama yang diberikan oleh Ikbal dan Marissa karena sangat sesuai dengan panggilan Satria kepada Mala yaitu Nur yang atrinya cahaya.


Namun, Satria merasa belum yakin dengan apa yang dikatakan sang Bapak karena ia mendengar bahwa hanya boleh memberitahu jika Mala bertanya.


"Lalu, apa maksud Bapak tidak berbohong? Dan tadi mengatakan akan memberitahu Nur, jika ia bertanya?"


Wajah Udin menjadi pias setelah mendengar pertanyaan itu, akan tetapi ia bisa tenang dan kemudian menjelaskannya.


"Bapak belum ingin memanggil anak kalian dengan panggilan Cahaya Satria sebelum Mala sadarkan diri, Bapak akan memberitahukan nama itu jika nanti Mala bertanya karena kalian 'lah yang berhak memberi nama anak kalian."


Satria mengangguk memahami apa yang Bapak sampaikan, menurutnya ada benarnya juga apa yang dikatakan jika mereka harus memberitahu istrinya terlebih dahulu sebelum memanggil malaikat kecil mereka dengan nama baru. Satria mulai paham akan maksud sang Bapak yang hanya akan memeritahukan istrinya jika sang istri bertanya yang berati mertuanya sangat menjaga hati sang istri.

__ADS_1


"Nak, ayo sarapan dulu," ajak Azzahra mengalihkan pembicaraan yang sangat membuatnya tegang.


Satria mengikuti ajakan uminya tersebut, akhirnya mereka sarapan bersama walau dalam hati Azzahra mengumpat kesal kepada sang suami yang telah menjerumuskannya dalam lembah kebohongan.


"Apa itu namanya tidak BERBOHONG? Dasar lelaki edan," batin Azzahra.


...***...


Waktu terus berlalu hingga sampai malam harinya Mala baru sadarkan diri, entah mengapa efek dari obat bius membuat wanita itu hanya bagun sebentar kemudian tertidur kembali. Namun, malam ini sepertinya kesadaran Mala sudah penuh, terlihat dari wanita itu yang tidak henti-hentinya memanggil malaikat kecil mereka.


"Halo malaikat kecil, kenapa kamu tidur terus? Ayo main sama Bunda."


Hal itu terus yang diucapkan oleh Mala membuat suaminya segera menghampiri dan mecium pipi sang istri dengan lembut membuat mertuanya berdehem kemudian pergi dengan alasan ingin membeli cemilan.


Satria paham akan kepekaan sang Bapak yang pergi karena ingin memberikan waktu privasi buatnya untuk berduaan dengan sang istri.


Namun, kata-kata suaminya itu membuat wajah Mala ditekuk karena tidak suka.


"Ada apa?" tanya Satria yang melihat perubahan ekspresi istrinya.


"Aku ingin bermain bersama malaikat kecil kita? Kenapa harus menunggu dia besar, sih?: protes Mala dengan wajah masam.


"Bukan melarang, Nur. Tapi, putri kita perlu istirahat sama seperti Bundanya," jelas Satria yang sudah terbiasa sabar dalam menghadapi tingkah istrinya yang sejak hamil dan akan berlanjut sampai setelah melahirkan.


"Kamu mau memberi nama siapa putri kita?" tanya Satria mengalihkan pembicaraan.


"Malaikat kecil, Kak," jawab Mala dengan mata yang berbinar.

__ADS_1


Satria tersenyum melihat istrinya yang sangat mudah dialihkan dengan pertanyaan tersebut.


"Kakak, punya nama buat putri kita?" tanya Mala antusias ingin tahu nama seperti apa yang kan suaminya sematkan untuk putri mereka.


Satria menggelengkan kepala menjawab pertanyaan istrinya tersebut karena ia memang belum memiliki pilihan nama untuk putri mereka. Namun, ia teringat akan ucapan Bapak tadi dan kemudian memberitahukan kepada istrinya.


"Ada satu nama panggilan yaitu Cahaya Satria, kamu suka tidak?" tanya Satria yang mendapatkan anggukan kepala istrinya.


"Namanya bagus sekali, Kak," jelas Mala kegirangan.


"Tapi nama panggilan itu bukan dari aku," kata Satria.


"Lalu, dari siapa?"


"Mami!"


Deg ... .


Jantung Mala seolah ingin berhenti berdetak mendengar nama sang mertua.


.


.


.


...Bersambung ••• •...

__ADS_1


...*Setelah baca wajib like end comen ya 😇*...


__ADS_2