Mengejar Cinta ROBBKU

Mengejar Cinta ROBBKU
Menjadi Orang Tua


__ADS_3

"Siapa yang tidak peka?" tanya Udin seolah mengetahui apa yang ada di dalam hati sang istri membuat wanita itu menegang seketika dan hanya mampu mematung. 


"Aku suamimu, Ra," tambah Udin setelah itu kembali sibuk membersihkan lantai yang masih belum di sapu. 


"Dia memang suami yang luar biasa," batin Azzahra. 


***


Dikamar Mala dan Satria tengah menggoda Cahaya malaikat kecil mereka, setelah  pemberiaan nama kini mereka sudah membiasakan diri memanggil putri mereka dengan panggilan Cahaya. 


Jika Satria memanggil istrinya dengan panggilan Nur sekarang ia memanggil sang putri dengan panggilan Cahaya,  ada perasaan aneh saja yang menyeruak di hati lelaki itu karena panggilan istri dan putrinya sama hanya beda bahasa saja. 


Namun, senyum di wajah sang istri membuat Satria merasa bahagia, karena istrinya menerima nama yang diberikan oleh sang Mami. 


Tawa Mala pecah seketika ketika sang putri menangis karena di kerjai olehnya. 


"Nur, jangan seperti itu! Kasihan Cahaya, dia masih haus," pinta Satria menghentikan tingkah istrinya yang memainkan putri mereka dengan mencabut ****** susunya ketika Cahaya masih ingin mengisap.


"Tapi, dia lucu, Kak."

__ADS_1


Satria hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan sang istri dan memeluk wanita itu dari samping.


"Nur, kamu sangat senang jika Cahaya merengek seperti ini?" tanya Satria yang mendapatkan anggukkan kepala istrinya. 


"Nur, kamu tahu bukan? bahwa selain bisa melahirkan anak. Seorang wanita juga bisa menyusui anak mereka, betapa beruntungnya kamu bisa melakukan hal itu. Karena disana banyak sekali ladang pahala, bagi seorang wanita."


Mala sampai meneteskan air mata mendengar penuturan suaminya, sebab diuar sana ada seorang ibu yang hanya bisa melahirkan anaknya. Namun,  tidak bisa menyusui dengan berbagai macam alasan dan keterbatasan sama seperti Mala ketika bayi. Setelah ditinggal Ibunya menghadap Sang Khalik, Mala kecil tidak pernah menyusu kepada Almarhum. Itu yang diceritakan oleh sang Umi kepadanya. 


"Iya, Kak. Aku sayang Cahaya dan Kakak, aku ingin kita bisa terus bersama seperti ini," pinta Mala dengan lelehan air mata. 


Satria menghapus sisa air mata istrinya dan meyakinkan jika mereka hanya bisa berdoa agar Sang Robb bisa menyatukan mereka hingga ke Jannah. 


"Kakak, kenapa diam?" tanya Mala sambil menatap heran.


"Kita telah menjadi orang tua ya, Nur? Berarti kita semakin mendekati Sang Robb," kata Satria dengan senyum yang mengembang seraya mengelus pucuk kepala sang istri. 


Mala paham akan arah pembicaraan suaminya itu kemudian menghibur lelaki yang dicintainya karena Sang Robb itu agar bisa berserah dan bermuhasabah diri. 


"Kita memang telah menjadi orang tua, Kak. Namun, bukan berarti kita akan segera menghadap Sang Robb begitu saja. Sebab adanya Cahaya menandakan bahwa Allah tengah memberi kita amanah yang paling besar selain harta benda. Jadi, kita harus semakin belajar mencintai Allah bukan hanya mencintai pemberian-Nya, karena apa bila kita mencintai apa yang diberikan saja?  Itu artinya kita BODOH!"

__ADS_1


Satria mengacak-acak rambut istrinya seking gemas setelah mendengar patuah sang istri.


"Memangnya siapa yang mau menjadi BODOH?" tanya Satria mengejek sang istri. 


"Ada 'lah," balas Mala menimpali ucapan suaminya. 


"Siapa?" tanya Satria penasaran. 


"Itu… ," ucapan Mala terhenti ketika uminya masuk. 


"Mala! Satria!" teriaknya.


.


.


.


...Bersambung ••• •...

__ADS_1


...*Setelah baca wajib like end comen ya 😇*...


__ADS_2