Mengejar Cinta ROBBKU

Mengejar Cinta ROBBKU
Ada Istilah Yang Luar Binasa


__ADS_3

Dokter Tasya tersenyum lebar dan menjelaskan apa yang di sebut pelepas tanpa melakukan penyatuan. 


Mala hanya diam membisu mendengar apa yang dikatakan oleh Dokter tersebut hingga pemeriksaan selesai dilakukan. 


Setelah menebus obat, mereka langsung pulang ke rumah. Setelah dari rumah sakit Mala hanya diam tidak bersuara sama sekali dan masuk tanpa menghiraukan keberadaan umi dan bapaknya. 


Satria yang hanya berdiam di dalam kamar sampai terkejut melihat kedatangan sang istri dengan wajah muram tersebut hingga ia beranikan diri bertanya. 


"Nur, kamu kenapa? Bagaimana hasil pemeriksaan tadi?" tanya Satria sambil mendekati sang istri. Namun, tiba-tiba mereka berdua di kejutkan akan kedatangan sang umi yang masuk tanpa mengetuk pintu. 


Wanita itu masuk dan menyerahkan sebuah kantong keresek kecil kepada Mala dan berkata, "Ini obatmu, ingat apa pesan Dokter tadi. Dan kamu Sat, jaga jarak dengan Mala."


Setelah mengatakan hal itu Azzahra keluar begitu saja tanpa menunggu protes atau jawaban dari pasangan suami istri tersebut. Dia telah di ingatkan oleh Udin suaminya agar tidak mencampuri urusan rumah tangga Maka dan Satria, karena itu adalah hal yang tidak boleh. 


Khawatir akan anak dan menantu itu hal yang wajar, akan tetapi jika ikut campur dalam segala urusan itu tidak boleh. 'Biarlah mereka belajar memina rumah tangga mereka dengan cara mereka sendiri',  itulah pesan Udin kepada Azzahra.

__ADS_1


"Nur, kamu baik-baik saja 'kan" tanya Satria setelah kepergian sang umi. 


"Aku baik-baik saja kak, katanya tidak boleh melalukan hubungan suami istri apa lagi nanti setelah melakukan operasi," jelas Mala dengan wajah yang muram. 


Bukan hal itu yang membuat wanita hamil itu muram, akan tetapi penjelasan Dokter Tasya yang menjelaskan hubungan yang tidak wajar menurutnya.


"Nur, kamu kenapa?" tanya Satria yang merasa tidak puas akan jawaban sang istri, ia merasa ada sesuatu yang disemunyikan oleh istrinya tersebut.


"Kak, aku ingin menemui Abi Aziz," pinta Mala dengan sorot mata memohon.


Mala menjelaskan apa maksud dan tujuannya yang ingin menanyakan tentang hukum Fiqih kepada sang Abi, Mala juga menjelaskan apa saja yang disamapikan oleh Dokter Tasya tadi ketika ia periksa.


Satria hanya mampu membuang nafas panjang, ia harus menerima permintaan sang umi yang akan memisahkan mereka berdua. 


"Kamu tidak usah bertanya kepada Abi, aku akan memenuhi permintaan Umi. Kita memang harus berpisah."

__ADS_1


"Tidak, Kak. Aku sayang sama Kakak,  aku tidak ingin kita berpisah," tangis Mala pecah. Satria menjadi bingung harus melakukan hal apa? Agar istrinya itu berhenti menangis. Namun, tiba-tiba pintu kamar mereka di buka dan menampakkan sang umi dan bapak yang datang dengan wajah tegang.


Suara tangis Mala yang terdengar cukup keras membuat Udin dan Azzahra yang tengah berada di ruang tamu segera menghampiri pasangan suami istri tersebut, takut-takut Mala mengalami sakit perut lagi.


"Apa yang terjadi?"


.


.


.


...Bersambung ••• •...


...*Setelah baca wajib like end comen ya 😇*...

__ADS_1


__ADS_2