Mengejar Cinta ROBBKU

Mengejar Cinta ROBBKU
Pulang Kerumah Jadi Masalah


__ADS_3

...Satria membawa laju mobilnya, dirinya tidak bisa menahan harsat yang tidak terkendali lebih lama lagi, hingga tidak perlu waktu lama dia telah sampai dirumah....


...Mala dan Satria masih tinggal dirumah warisan pemberian almarhum sang Kakek Ibrahim karna rumah itu adalah saksi bisu perjalanan Mala dan Satria dalam merajut baligai rumah tangga dan tempat bersejarah buat Mala....


...Walau keuangan Satria sangat besar tapi dia tidak ingin pindah, menurut Satria dimana pun dia berada asalkan ada sang istri sudah cukup baginya....


...Satria segera keluar dari mobil dengan tergesa-gesa, dan tidak segaja berpasaan dengan Suci....


...Suci bisa bekerja dirumah Satria setelah melakukan negosiasi yang sulit yang diberikan oleh Mala....


...Baru beberapa bulan Suci jadi ART dirumah itu setelah sang Nenek meninggal karna dia tidak memiliki tempat untuk berteduh, itulah sebab dia bisa tinggal dan bekerja disana....


"Suci, dimana istriku? " Tanya Satria ketika Suci ingin keluar dari rumah.


"Mbak Mala ada di mini market depan bang" Jelas Suci sambil menundukkan kepala.


...Walau Suci adalah ART disana namun Satria dan Mala menganggapnya sebagai bagian dari keluarga terlihat dari cara mereka memanggil....


...Sebagai bentuk keperdulian akan hidup Suci yang sebatang karang sekarang tanpa sanak keluarga....


"Tolong kamu panggilkan" Pinta Satria sambil berlalu masuk kedalam rumah.


...Suci hanya menganggukan kepala tanda mengerti....


...Tujuan Satria kini hanya kamar mandi, dia masuk dan mulai melepaskan pakaiannya. Tubuhnya panas dingin membuatnya menyalakan stofwer dan berdiri diatas cucuran air agar tubuhnya terasa segar kembali....


...Seakan sia-sia yang dilakukannya sebab tubuhnya semakin meremang membuat Satria prustasi dan menyudahi mandinya....


...Ketika Satria keluar kamar mandi hanya dengan handuk melilit dipinggangnya dia disuguhkan oleh senyum manis sang istri yang duduk ditepi ranjang mereka....


"Kakak kenapa mandi? Kuliahnya sudah selesai?" Tanya Mala beruntun.


...Satria tidak mengubris pertanyaan sang istri, dia malahan semakin berhasrat kepada sang istri. Tanpa basa-basi Satria menunaikan hajatnya walau dalam keadaan masih siang sekalipun....


...Mala terkaget akan tindakan tiba-tiba sang suami, namun dia tidak menolak karna dia paham akan hukumnya jika sang suami memintak haknya maka wajib untuk seorang istri melayaninya walau dalam keadaan apa pun selama dalam masa suci....


...Satria menggauli istrinya dengan mengebu-ngebu akibat rasa yang sempat dirasakannya tadi....


...Selesailah tugas Satria kepada sang istri, dia memeluk sang istri dengan erat dari belakang sambil berbaring seolah tidak memberikan istrinya untuk pergi....


"Kakak lepasin, aku masih mengurus pemasukan barang kita dimini market tadi" Ucap Mala sambil melepaskan pelukan sang suami dan berbalik menatap wajah blasteran sang suami yang semakin hari semakin tampan menurutnya.


...Satria menatap sang istri sendu, sebab masih mikirkan urusan lain ketika mereka bersama....


"Kakak marah? "


"Engak" Jawab Satria singkat.


"Kalau begitu lepasin aku" Pinta Mala memohon kepada sang suami, dirinya yang tengah sibuk di mini market dikejutkan oleh kedatangan Suci yang mengatakan bahwa Satria memanggilnya.


...Ternyata sang suami hanya ingin mengaulinya saja. Dikira Mala ada hal yang penting....

__ADS_1


"Nur, maafkan aku"


...Mala terkejut setelah mendegar permintaan maaf dari sang suami....


"Maaf untuk apa kak? " Tanya Mala penasaran.


"Aku lupa pakai balon KB" Lirih Satria menyesal akibat harsat yang menguasai membuat dia melupakan hal penting yaitu pakai pengaman sebelum pertempur tadi.


...Mala menatap wajah sang suami yang nampak sangat menyesal membuat hati kecinya menagis....


...Haruskah dia marah? Jika sang suami menitipkan benih cintanya kedalam rahim Mala....


...Terlalu egoiskah Mala selama ini sampai permintaan sang suami tidak mampu dia berikan padahal sang suami selalu berusaha membahagiakannya dan mengorbankan apa pun demi dirinya....


"Sudah lah kak, aku gak apa-apa ko" Ucap Mala sambil mengelus pipi sang suami guna menenagkan.


"Nanti kalau kamu hamil bagaimana" Tanya Satria ragu karna dia benar-benar lupa bukan disegaja.


"Jika Allah memberi maka aku akan menerimanya"Balas Mala memantapkan hati.


"Alhamdulillah"


...Mala menatap curiga dengan sang suami yang mengucapkan kata syukur sebab sebelum keberangkatan Satria kekampus tadi sempat membahas masalah anak. Apa ini tak tik sang suami untuk menjebaknya pikir Mala....


"Kakak sengaja?"


"Sengaja apa Nur? " Tanya Satria binggung.


"Allahhu Akbar"


"Aku kayak memperkosa istri sendiri ya Allah" Lirih Satria mengayati perannya.


"Aku bercanda ko kak" Balas Mala sambil tersenyum.


"Sebenarnya Nur aku kebelet tadi sebab ada mahasiswi baru yang masuk kelas"


...Satria menjelaskan semua yang terjadi setelah dia sampai kekampus dan kembali pulang kerumah tanpa terkecuali dan ditutupi semua apa adanya....


...Mala hanya tersenyum kecut, dirinya merasa cemburu namun berusaha menutupinya....


...Ketika mereka masih asik bercerita dengan keadaan yang luar biasa, hingga ponsel Satria bergetar tanda ada panggil masuk....


Drettt....


"Siapa kak? " Tanya Mala.


"Pak Aris" Jawab Satria sambil meletakan jari telunjuknya dibibir memberi isyarat untuk Mala diam.


(Halo)


(Halo pak)

__ADS_1


(Kamu ada di mana Sat, bapak ada perlu)


(Saya ada dirumah pak)


(Pantasan dicariin dikampus tidak ketemu)


...Satria hanya tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal akibat ketahuan membolos dari kampus....


(Bapak ada perlu apa?)


(Ini kamu bisa membantu Anatasya untuk masuk organisasi kemanusiaan? Dia ingin mengapresiasikan diri)


...Mendegar permintaan pak Aris membuat Satria bingung, antara harus perpesional atau mengutamakan masalah pribadi....


(Nanti saya korninasikan dengan yang lain dulu ya pak, soalnya walau saya yang ketua disana tetap harus meminta pendapat yang lain)


(Mereka semua sudah setuju, kita bahas dikampus saja)


(Oh iya, baik pak)


...Akhirnya telepon diputus oleh Satria setelahnya, dia bingung harus bagaimana menjelaskan kepada sang istri....


"Kakak disuruh balik kekamapus?"


...Satria menganggukan kepala menaggapi ucapan sang istri, karna dia belum siap menjelaskan apa yang disampaikan oleh pak Aria dari telepon tadi....


"Kalau gitu kakak cepatan mandi dan kembali kekampus" Perintah Mala.


"Mandiin" Regek Satria kepada sang istri.


"Iya ayo, tapi cuma mandi ya"


"Engak mau lagi" Pinta Satria manja.


"Gak bisa kak, nanti kakak terlambat"


"Iya, kenapa aku harus mandi lagi Nur? Tadi udah mandi sebelum kamu kesini" Tanya Satria binggung sendiri.


"Tadi cuma mandi biasa, ini mandi untuk hadas besar" Ucap Mala sambil menarik tangan sang suamu masuk kamar Mandi dan akhirnya mereka mandi bersama.


...Hanya mandi bersama tidak lebih, sebab Mala tidak suka melakukan hubungan didalam kamar mandi yang menjadi tempat vaforit syaitan tinggal....


...Walau Satria tidak menyampaikan secara ditail tentang yang dia bicarakan dengan sang Dosen kepada sang istri tapi Satria merasa gelisa sendiri hingga seperti inilah caranya mengalihkan pikiran sang istri agar tidak banyak bertanya....


.


.


.


......Bersambung... ......

__ADS_1


*Setelah baca wajib like end comen ya 😇*


__ADS_2