Mengejar Cinta ROBBKU

Mengejar Cinta ROBBKU
Akhirnya Terjadi


__ADS_3

"Aaaaaa..... " Teriak Mala begitu keras membuat Satria menghidupkan kembali lampu.


"Kamu kenapa sih Nur? " Tanya Satria kesal.


"Aku takut kak"


"Aneh banget sih"


"Aku takut gelap kak"


"Kalau begitu kamu mau lihat aku pakai KB ini terang benderang kayak gini? " Tanya Satria membuat Mala malu sendiri, sebenarnya dia bingung mau bagaimana.


"Kak, itukan balon" Tanya Mala polos.


"Iya ini balon, untuk menghalangi anak kecebong keluar. Sudah diam, kalau begini gak jadi-jadi"


...Mendengar jawaban asal Satria membuat Mala bingung akan maksud sang suami....


"Kak, kita ini mau menjalankan hubungan suami istri kenpa kakak bahas anak kecebong?" Tanya Mala heran.


"Huuffffff "


...Satria menghirup udara banyak-banyak sepertinya oksigen diotaknya mulai menipis menghadapi sang istri yang luar biasa....


"Kak" Belum selesai Mala berbicara mulutnya telah dibungkam oleh Satria dengan bibirnya. Mala hanya diam karna tidak paham dengan keadaan tersebut.


"Diam, jagan bicara cukup rasakan saja" Ucap Satria sambil memandang wajah Mala dengan intens.


...Mala menganggukkan kepala tanya mengerti, dan Satria mengulango lagi perbutannya yang tadi hinga Mala melepaskannya....


"Ada apa? " Tanya Satria geram akan Mala, dirinya yang sudah terbakar harsat harus tertahan oleh tingkah istrinya.


"Baca doa kak" Ucap Mala mengingatkan.


"Aku lupa" Balas Satria sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ya udah ikuti ucapanku ya kak" Ucap Mala yang mendapat anggukan kepala Satria.


..."Bissmillahi aujubikka syaitonaa minal ibbadika sholohin, Amin"...


"Amin... Sudahkan? Setelah itu diam ya" Bujuk Satria.


"Iya kak" Ucap Mala dengan mantap.


...Hingga terjadilah yang seharusnya dilakukan dari sebulan lebih yang lalu, menyatukan ikatan ijab kobul dengan ikatan batin....


......Penyatuan tubuh pasangan suami istri yang sah dimata hukum dan agama adalah hal terindah untuk Satria. ......


...Manisnya malam pertama yang dirasakan oleh dua insan dalam hubungan halal itu tiada terkira nikmatnya....


...Sebab sebaik-baiknya makanan adalah yang TOYIB (baik) begitu pula sebuah hubunggan, adalah yang sah bukan zinah....


...Karna sekejam-kejamnya perbuatan adalah BERZINAH....


.


.

__ADS_1


.


Malam yang hangat.


...Setelah merasakan nikmatnya surga dunia kata orang, membuat Satria ketagihan hinga tidak mau berhentk. Dia menginginkannya lagi, lagi dan lagi hinga pukul 03.20 dini hari baru Satria berhenti disebabkan kelelahan....


...Mala tidak bisa berbuat banyak, mau menolak maka Satria akan mengancam dengan dalih malaikat akan melaknatnya jika menolak melayani suami....


...Hebat bukan Satria? Tahu akan kelemahan Mala yang takut akan Robbnya, takut Robbnya marah, takut Robbnya murka dan sebagainya. Hinga dia hanya menuruti apa kemauan sang suami....


Sebentarnya Mala merasakan dua hal sekaligus setiap kali suaminya menggaulinya, disatu sisi dia merasakan nikmat dan disisi lain terasa sakit. Entahlah hanya mereka yang pernah merasakan.


...Dan pada akhirnya mereka terlelap dalam rasa yang berbeda hinga menjelang pagi....


...Suara kokokan ayam serama tetangga membangunkan pasangan suami istri itu....


"Kak, udah jam 07.00 pagi" Teriak Mala heboh.


...Satria yang masih ngantuk tidak mengubris ucapan sang istri hinga tubuhnya digoncang dengan sangat kuat oleh Mala tentunya....


"Ada apa sih Nur? " Balas Satria yang masih mengumpulkan separu nyawanya yang hilang.


"Kak, kita kesiangan" Ucap Mala panik.


"Kita gak sekolah lagi" Balas Satria asal.


"Iya enggak sekolah lah kalau kita sudah lulus" Balas Mala sengit.


"Lalu masalahnya apa? "


"Ya Allah Nur, di qodho aja" Balas Satria sambil memejamkan matanya, ternyata pergulatan mereka malam tapi membuat tenaga Satria ludes. Dirinya benar-benar merasa lelah dan mengantuk.


"Mana bisa kak"


"Bisa"


"Kita bukan musafir kak, yang melakukan perjalanan jauh" Jawab Mala geram akan sang suami.


"Emang engak" Balas Satria yang masih setia memejamkan matanya.


"Lalu bagaimana bisa di qodho? "


"Bisa Nur"


"Kakak ngacok, habis tu gak tanggung jawab lagi"


......Mendengar kata-kata Mala tentang tanggung jawab menyentil hati kecil Satria membuatnya bangun dari posisi berbaring dan duduk sambil menatap tajam sang istri. ......


"Maksud mu apa Nur? " Tanya Satria ketus.


"Ya kakak, nyuruh aku qodho solat subuh ya gak bisa lah kak" Jawab Mala sambil cemberut.


...Fokus Satria buyar ketika melihat sang istri, bukan dari cara berbicara Mala namun keadaan sang istri yang tidak menggunakan baju....


...Satria menarik nafas dalam-dalam, dia ingin marah namun tidak jadi....


"Kak"

__ADS_1


"Apa? " Jawab Satria sambil membuang nafas.


"Ini gara-gara kak, aku gak solat subuh" Ucap Mala sambil menangis tersedu.


...Satria bingung melihat tingkah sang istri yang lain dari biasanya. Karna yang Satria tahu istrinya adalah sosok gadis yang kuat dan pemberani. Namun yang ada dihadapannya adalah gadis yang mudah marah dan cengeng....


"Sudah Nur" Ucap Satria menenagkan sang istri.


"Ini salah kakak" Ucap Mala sambil menghapus air matanya.


"Iya kakak mintak maaf" Ucap Satria mengalah.


"Maaf kakak gak bisa ngembalikin solat subuh ku yang terlewat"


"Bisa di qodho Nur"


"Aku bukan musafir kak"


"Emang bukan"


"Lalu kenapa kakak suruh aku qodho solat? " Tanya Mala bingung akan jawaban suaminya yang muter-muter.


"Ini nih kalau ustad atau ustazah nyampaikan materi enggak menyimak. Nur dengerin baik-baik ya" Ucap Satria sambil menakupkan kedua tangganya dipipi sang istri.


...Mala menganggukan kepala menjawab pertanyaan sang suami....


"Kita boleh mengqodho solat jika ada unzur atau perkara. Misalnya seperti ini, kita kesiangan berati boleh kita qodho solatnya"


"Tapi kak, kalau waktunya habis ya gak bisa solat makanya ada batas waktu" Sela Mala.


"Ini nih, kebiasaan buruk kamu. Menyela orang berbicara, tidak mau mendengarkan penjelasaan lalu pakai argumen sendiri" Balas Satria sambil mencubit hidung pesek sang istri gemes.


...Mala tertunduk malu di hadapan sang suami, karna apa yang diucapkan oleh Satria adalah kenyataan....


"Dengar ini baik-baik ya Nur, jangan disela dulu" Ucap Satria memperingatkan sang istri yang mendapat anggukan kepala.


"Kita boleh mengqodho solat jika ada unzur atau perkara seperti saat ini kita kesiangan, tanapa disengaja yang berati BOLEH mengqodho solat. Asalkan jangan diulangi lagi, paham Nur Mala Sari?" Ucap Satria sambil menatap wajah sang istri.


"Tapi kak, kita bukan musafir" Lirih Mala yang masih teguh dengan argumennya.


"Nur, mengqodho solat itu bukan hanya untuk musafir. Allah menilai ibadah hambanya bukan dari seberapa rajinnya dia ngaji, solat dan lain-lain. Tapi dari niat dan kesungguhan hatinya yang ada disini" Ucap Satria sambil menyentuh dada Mala membuat mata Mala membulat sempurna setelah menyadari kalau dirinya yang tidak memakai baju.


"Kakak modus" Teriak Mala sambil bangkit dari kasur dan menuju kamar mandi yang ada dikamar.


Satria hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala melihat tingkah sang istri yang menghilang dari balik pintu kamar mandi.


"Nur, akankah cinta kita abadi? " Batin Satria.


.


.


.


...Bersambung......


*Setelah baca wajib like end comen ya 😇*

__ADS_1


__ADS_2