
...Setelah mata kuliah Ibu Ismy selesai, Satria langsung bergegas keluar kelas dan menuju pakiran. Ketika Satria ingin masuk kedalam mobil, ada Anatasya Mahasiswi baru yang menghadangnya. ...
"Ada apa?" tanya Satria jengah akan tingkah laku Anatasya.
"Aku ingin ikut mobil kamu, sekalian antarkan aku pulang ya!" pinta Anatasya yang masih berdiri di depan pintu mobil Satria.
...Satria semakin kesal kepada Anatasya, setelah mendegar permintakaan perempuan itu. Yang memintanya mengantarkannya pulang! Emangnya siapa dirinya? Pikir Satria....
"Aku gak bisa bawa kamu! Jangan aneh - aneh. Tolong jangan ganggu aku! Dan menyingkirlah dari mobilku, "ucap Satria sambil menatap tajam Anatasya yang seakan tidak mengindahkan ucapanya.
"Aku juga ingin pulang, makanya mau ikut mobil kamu! Sekalian nebeng, "jawab Anatasya yang masih kekeh akan keinginanya.
"Maaf Anatasya, saya ini sudah menikah dan bersetatus suami orang. Tidak baik nantinya, jika saya mengantarkan kamu pulang! "jelas Satria kesal akan Anatasya yang tidak memahami penolakan halusnya.
...Mendegar pernyataan Satria, membuat Anatasya terkejut. Dia yang menaruh rasa kagum ketika pertama kali bertemu dengan Satria yang tampan, apalagi wajahnya yang blasteran membuat hati Anatasya ingin menjadikanya kekasih. ...
...Anntasya yang sempat berfikir jika Satria menghindarinya hanya karna ingin terlihat cool. Namun perkiraanya salah besar, ternyata Satria menghidarinya disebabkan telah menikah dan ada hati yang harus dijaga oleh Satria. ...
"Kamu bisa mingir dari mobil ku? "tanya Satria yang semakin kesal kepada Anatasya yang hanya melamun dihadapannya tanpa mau menyingkir dari mobilnya.
"Eh, iya bisa. "Anatasya menjadi salah tingakah, dan akhirnya berlalu begitu saja tanpa berpamitan kepada Satria seking malu sendiri.
...Akhirnya Satria bisa bernafas lega, bisa menghindari fitnah yang mungkin bisa terjadi jika dirinya mengiyakan ajakan Mahasiswi baru itu. Setelah melihat kepergian Anatasya, Satria segera masuk kedalam mobil dan melajukan kendaraannya meninggalkan pakiran Kampus. ...
...Satria membawa laju mobilnya menuju rumah Umi Azzahra untuk menjemput istri tercinta yang berada disana, dan ingin menjelaskan perkara yang sang istri degar di telepon tadi. Sebab Satria sangat hafal sifat cemburu sang istri yang kadang over dosisi. ...
...Kalau tidak segera diluruskan suatu masalah, akan berakhir panjang urusanya jika berhadapan dengan sang istri....
.
.
.
Di rumah Umi Azzahra.
__ADS_1
"Itu bagus, dari pada dia punya anak dari wanita lain? "
...Mala yang mendegar pernyataan sang Umi semakin gelisah, apa lagi setelah mendegar pembicaraan sang Suami ditelepon tadi sedang bersama wanita lain. Mala semakin menaruh curiga kepada sang Suami takut berpaling darinya disebabkan penolakkan yang selalu diutrakannya Mala, jika sang Suami memintanya untuk mengandung buah cinta mereka....
"Umi, ucapan itu adalah doa," lirih Mala.
"Iya, maafin ucapan Umi. Jika menyinggung perasaanmu. Oh iya, kamu ingin mendegar cerita tentang Almarhum Ibu kamu, bukan? " tanya Azzahra mengalihkan pembicaraan.
...Mala hanya menganggukkan kepala menangapi ucapan sang Umi. ...
"Kita mulai dari mana ya? "tanya Azzahra binggung, dari mana memulai cerita tentang Ibu kandung Mala, Almarhum Azizah sang adik.
"Bagaiman kalau ketika Ibu hamil, Mala? "usul Mala antusias, ingin mengetahui seperti apa pengorbanan sang Ibu ketika mengandungnya didalam rahim.
"Boleh, waktu itu Ibu kamu tidak mengetahui jika dirinya tengah hamil, hinga."
Flashback on
"Uekkk,,, " Ini adalah kesekian kalinya Azizah muntah - muntah, mereka yang masih tinggal satu atab disebabkan sang Ibu Aisyah yang selalu ingin bersama kedua putrinya. Walau sudah berumah tangga sekali pun, namum bagi Azzahra atau Azizah itu bukan masalah yang berati. Selagi mereka bisa melakukanya maka akan mereka lakukan, demi sang Ibu.
"Engak tau Bu, dari beberapa minggu ini muntah terus. Tapi anehnya gak keluar apa - apa selain air aja, kenapa ya? "jelas Azizah yang memang binggung akan keadaan dirinya sendiri.
"Mungkin kamu hamil, Dek? " tanya Azzahra yang kebetulan lewat kamar sang adik dan mendapti sang Ibu juga ada disana.
"Apa iya kak? " tanya Azizah ragu.
"Kamu telat datang bulan enggak, Dek? " tanya Azzahra sambil masuk kedalam kamar Azizah dan duduk ditepi tempat tidur disamping sang Ibu sambil menatap sang adik yang baru keluar dari kamar mandi setelah muntah.
"Udah hampir dua bulan sih, "jawab Aziziah sambil mendekati sang Ibu dan kakak, lalu duduk ditengah kedua orang yang amat dia sayangi.
"Kalau begitu kamu hamil! "teriak Azzahra gembira setelah mendegar penuturan Azizah, lalu menyimpulkan bahwa sang Adik tengah hamil.
"Kalau aku hamil, jadi anak kita bisa tumbuh besar bersama ya, kak? " tanya Azizah yang merasa senang jika dirinya benar hamil.
"Inssya Allah," jawab Azzahra dan Ibu bersamaan.
__ADS_1
Flashback off
"Jadi Umi dan Ibu sama - sama hamil? Tapi kenapa aku dan Abang Azzam beda satu tahun?" tanya Mala binggung.
"Sebenarnya kalian itu hanya beda 10 bulan saja, apa lagi waktu itu kamu terlahir lebih awal dari perdiksi. Setelah melakukan operasi sesar, Ibu kamu mengalami pendarahan yang hebat. Hal itu yang membuatnya harus pergi untuk selamanya, " lirih Azzahra mengingat kepergian sang Adik yang bertaruh nyawa demi melahirkan buah hatinya.
"Tapi Umi, ko aku jadi adik kelas Abang Azzam sih? Seharusnya kami satu kelas dulu pas sekolah, " tanya Mala mengalihkan pembicaraan.
"Iya beda lah sayang, kamu kan lahirnya bulan tua sedangkan Abang kamu bulan muda, jadi kamu harus tunggu dulu cukup umur baru bisa masuk sekolah," jelas Azzahra sambil tersenyum menatap sang putri yang kini telah dewasa dan semakin cantik. Berbeda dengan waktu dulu masih gadis, Mala yang sekarang terlihat sangat terurus dari segi penampilan dan wajah.
...Ada perasaan sedih merasuki hati Azzahra jika dia mengingat bahwa Mala sudah menikah. Di mana usia seperti Mala saat ini sedang asiknya menikmati masa remaja yang tidak akan pernah bisa diulang. ...
...Namun sang putri harus menyandang setatus sebagai Ibu rumah tangga, jika ditanya apa kah Azzahra mampu melihat keadaan sang putri? Maka jawabnya tidak. ...
...Jika Azzahra bisa, maka dia ingin sekali melihat Mala berkuliah seperti Satria dan Azzam. Namun Mala menolak dengan alasan, sebaik-baiknya seorang istri adalah yang berdiam diri dirumah....
...Gurat kekecewaan itu nampak sekali diwajah Azzahra ketika sang putri menolak permintaannya untuk melanjutkan pendidikkan, karna menurut Azzahra, sang putri berhak merasakan indahnya bangku Kuliah....
...Mala yang melihat perubahan diwajah sang Umi tidak bisa lagi menahan diri untuk tidak bertanya....
"Umi kenapa sedih? "tanya Mala sambil mengenggam tangan sang Umi, menguatkan ikatan mereka.
"Umi hanya teringat akan Almarhum Ibu mu," kilah Azzahra yang tidak ingin sang purti kepikiran akan keinginnya yang pernah ditolak oleh Mala dulu.
...Akhirnya mereka menyambung kisah yang sempat tertunda hinga suara kelakson mobil mengagetkan mereka....
"Kak Satria, "batin Mala.
.
.
.
...Bersambung... ...
__ADS_1
*Setelah baca wajib like end comen ya 😇*