Mengejar Cinta ROBBKU

Mengejar Cinta ROBBKU
Salah paham berakhir diranjang


__ADS_3

"Siapa yang mau diterima? " Tanya Mala tiba-tiba, sebenarnya dari tadi dia mendengar suaminya berbicara tapi entah siapa lawanya yang membuat Mala ingin melihat sang suami lagian perkerjaannya telah selesai tinggal mandi saja yang belum.


"Siapa yang mau diterima? " Mala mengulang pertanyaannya entah mengapa hatinya menjadi sakit melihat ada perempuan lain yang berbicara dengan suaminya.


"Itu Nur, orang suruhan bapak"


"Bapak? Emangnya kenapa bapak menyuruh perempuan itu? " Tanya Mala penuh selidik.


"Katanya untuk bantu-bantu kita dirumah" Jelas Satria.


"Halo kak, saya Suci" Ucap Suci memperkenalkan dirinya.


"Saya tidak menyuruh kamu berbicara" Ucap Mala ketus.


Satria hanya mampu membuang nafas kasar, sudah tabiat istrinya mungkin bermulut bom atom.


"Nur, aku tadi lupa ngasih tahu kamu kalau bapak cariin kita ART untuk meringankan perkerjaan kamu dirumah"


"Aku tidak suka" Teriak Mala membuat Suci meneteskan air mata, dia sudah terbiasa dihina dan direndahkan tapi tidak pernah diambil hati kecuali kali ini. Entah mengapa rasanya sakit sekali menurutnya.


"Nur, kamu tidak boleh kayak gitu. Kalau tidak suka bicara baik-baik" Ucap Satria memperingatkan sang istri namun ditanggapi lain oleh Mala.


"Kakak ngembelain permpuan lain dihadapanku? " Tanya Mala dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Mala bingung dengan dirinya yang lemah seperti ini, dia benci dengan perasaan yang dirasakannya sendiri.


"Kamu itu kenapa sih? Aku sebagai suami hanya mengingatkan kamu kalau bisa jaga mulut kalau berbicara, kasihan orang lain" Ucap Satria yang mulai geram akan kelakuan kekanak-kanakan sang istri.


"Gitu ya? Aku disuruh baik-baik ngomong tapi keluarga kakak boleh semaunya sama aku"


"Kamu ngomong apa sih Nur? " Satria binggung akan Mala yang semakin menjadi-jadi.


"Kak, sebaiknya aku pulang ya" Ucap Suci ragu-ragu, dia tidak ingin ikut campur akan masalah pasangan suami istri itu.


"Emangnya siapa yang nyuruh kamu kesini? Satu hal lagi jangan panggil kakak. Karna kamu bukan siapa-siapa"


"Nur" Teriak Satria yang mulai terpancing emosi.


"Apa? " Tantang Mala sambil menatap tajam Suci yang katanya akan pergi namun tak kunjung pergi.


"Suci, nanti aku beritahukan sama bapak keputusannya" Jawab Satria sambil mendorong tubuh gadis itu keluar rumah.


Melihat Satria yang menyentuh punggung perempuan lain, membuat Mala semakin terbakar api cemburu.


Setelah menyuruh Suci pulang dan mengunci pintu, Satria berbalik kebelakang. Dia masih melihat sang istri yang setia diposisi awal tadi tidak berubah. Satria melewati Mala dan memilih menutup jendela dan pintu belakang karna senja mulai datang menandakan mangrib akan berkumandang.


"Kak" Lirih Mala yang dicueki oleh sang suami.


Satria seolah tuli dia terus melangkahkan kakinya, dirinya benar-benar malas berbicara dengan sang istri hingga selesai solat magrib pun Satria masih setia mendiamkan sang istri sampai makan malam pun sama. Mereka berada dalam satu ruangan tapi tidak saling berbicara.


Akhirnya setelah solat isya Mala tidak tahan lagi di diamkan oleh sang suami angkat bicara.


"Kak"


"Emmm... " Satria hanya membalas dengan gumaman saja.

__ADS_1


"Kak" Panggil Mala lagi.


"Kamu mau apa sih Nur? " Tanya Satria geram akan sang istri.


"Aku gak suka kakak berbicara dengan permpuan lain" Ucap Mala sambil menundukkan kepala.


"Iya" Balas Satria singkat sambil melepas sarung yang digunakan untuk solat dengan baju piyama tidurnya.


"Kak"


"Apa? "


Mala bener-bener kesal sama bapaknya yang mengirim gadis tadi kerumahnya, apa coba maksud bapaknya kalau tidak menguaik rumah tangga mereka.


"Bapak bener-bener ketelaluan" Umpat batin Mala.


Satria bergegas naik keranjang, dirinya lelah kalau harus berdebat dengan Mala. Dia memilih ingin cepat tidur saja.


Melihat sang suami yang berbaring membakanginya membuat Mala makin kesal. Kenapa suaminya gak peka sama dirinya yang merasa sakit hati melihat suaminya berbicara dengan gadis tadi.


"Kak"


"Kak"


"Kak Satria" Teriak Mala sudah berkali-kali dia memanggil sang suami tapi tidak di indahkan.


"Kamu kenapa sih Nur? Gak usah teriak aku gak budek" Jawab Satria ketus.


"Kau mau apa? "


"Aku mau kakak tanggung jawab"


Mendengar penuturan sang istri membuat hati Satria tersentil, dia tahu maksud dari ucapan sang istri.


"Maaf kan aku Nur, aku belum bekerja jadi belum bisa memberi nafkah sama kamu" Lirih Satria.


Mala binggung akan jawaban yang keluar dari mulut sang suami. Maksudnya bukan menyinggung masalah materi, tetapi perhatian Satria terhadapnya.


"Kak, aku" Lirih Mala sambil menundukkan kepala.


"Besok aku mulai membantu kamu buka toko kelontong didepan dan inssyaallah aku bakalan rajin bantu-bantu kamu dirumah hanya itu kemampuanku Nur, aku gak punya pengalaman kerja diluar tolong kamu pahami"


"Bukan gitu maksudku kak"


"Oh, masalah nafkah batin? " Tanya Satria ragu-ragu.


Anehnya Mala mengangukan kepala.


"Kalau itu aku siap" Ucap Satria mantap melihat angukan sang istri yang sepertinya setuju.


"Maksudnya kak? " Tanya Mala binggung.


"Nafkah batin"

__ADS_1


"Batin yang mana kak? " Mala sepertinya salah mahami maksud sang suami, karna batin maksud Mala adalah perasaannya yang lemah.


"Hubungan suami istri" Jelas Satria gemas akan tingkah sang istri yang muter-muter.


"Kak kalau itu aku gak siap" Ucap Mala panik setelah memahami maksud sang suami.


"Nur, kamu mau dilaknat oleh malaikat sampai pagi kalau tidak mau melayani suamimu?" Tanya Satria sambil menatap tajam sang istri, dia kesal akan alasan sang istri yang katanya selalu belum siap padahal mereka sudah menikah hampir 2 bulan lamanya dan belum melakukan runinitas sebagai suami istri.


"Bukan begitu kak" Mala panik harus bagaimana, jujur dia trauma akan anak yang tidak diinginkan seperti dirinya. Oleh sebab itu dia selalu menghindar dari hal berhubung ranjang tersebut.


"Lalu apa Nur? Aku tidak tahan lagi" Ucap Satria sayup-sayup menahan harsatnya yang timbul begitu saja.


"Aku takut hamil kak" Akhirnya kata itu lolos dari mulut Mala.


Satria menghembuskan nafas kasar, ternyata itu masalahnya yang membuat sang istri selalu menghidar dari ajakannya.


"Kalau begitu pakai KB aja Nur"


"KB itu apa kak? "


Satria gemes banget sama sang istri yang memiliki sedikit pengetahuan tentang hal selain berkelahi.


Satria segera bangun mengambil tas raselnya dan mencari sesuatu didalam sana.


Mala melihat apa yang dilakukan suami dengan jeli, karna dia penasaran apa itu KB.


Setelah menemukan apa yang dicari, Satria mendekat kearah ranjang dan memperlihatkan benda yang masih terbungkus tersebut.


"Bagaimana mengunakanya kak? " Tanya Mala polos.


Satria tersenyum menaggapi, hinga muncul niat menjahili istrinya.


"Aku pakai didepan kamu ya? "


"Kakak mau ngapain? " Tanya Mala gugup.


"Mau pakai KB" Bisik Satria disamping telinga sang istri membuat meremang bulu kudup Mala ketika di terpa hembusan nafas Satria.


"Kak, aku takut"


"Kamu diam aja" Peringatah Satria yang mematikan lampu kamar dan memulai aksinya.


"Aaaaaaa...... "


.


.


.


...Bersambung... ...


*Setelah baca wajib like end comen ya 😇*

__ADS_1


__ADS_2