Mengejar Cinta ROBBKU

Mengejar Cinta ROBBKU
Di Kampus Bikin Mampus


__ADS_3

...Setelah menuntaskan harsatnya, Satria membawa laju mobilnya menuju Kampus meninggalkan halaman rumah. Dirinya yang telah mendapatkan suplay tenaga baru dari sang istri tercinta, kini harus kembali ke kampus untuk melanjutkan kelas dan menyelesaikan masalah yang sempat di tinggal sebelumnya....


...Satria sudah di didik oleh sang Papi untuk selalu tanggung jawab, tidak boleh lari dari masalah apa pun itu. Semua harus di selesaikan terlebih dahulu....


...Satria yang masih berada di perjalannan menuju kampus, mendapat telepon dari Pak Aris. Beliau mengatakan bahwa Anatasya sudah menjadi bagian dari anggota Organisasi yang diketuai olehnya, setelah melakukam voting suara....


(Halo)


(Iya, halo. Kamu di mana sekarang Sat?)


(Saya masih di perjalanan Pak, menuju Kampus. Ada perlu apa ya Pak? )


(Begini, masalah Mahasiswi baru. Anatasya, dia sudah Bapak masukkan ke dalam Organisasi melalui voting teman - teman kamu)


(Oh, masalah itu. Nanti kita bicarakan ketika saya sampai di Kampus ya Pak?)


(Iya sudah, saya tunggu)


...Setelah itu sambungan teleponnya terputus, Satria melanjukan mobilnya hinga memasuki halaman pakiran Kampus dan memakirkan mobilnya di antara deretan mobil yang lain....


...Satria menghirup udara sebanyak-banyaknya, agar otaknya tidak ke habisan pasukan oksigen ke otak. Dengan memantapkan hati, Satria keluar dari mobil dan memasuki lorong Kampus....


...Satria di kejutkan oleh seseorang yang menepuk pundaknya dari belakang....


"Mau ke mana Bro? "


"Ya Allah, kamu bikin aku kaget aja," balas Satria kepada pemuda itu.


"Yuk, solat Zuhur dulu. Habis itu kita ke kantin buat isi tangki, makan! Soalnya harus ekstra kuat jalani kerasnya kehidupan," Jelas pemuda itu sambil tersenyum kepada Satria yang satu kelas dengannya.


...Mereka sangat akrab, dan sering terlibat dalam berbagai urusan. Karna sifat Satria yang mudah beradaptasi dengan banyak orang, membuat Satria banyak di kagumi oleh Mahasiswa dan Mahasiswi yang ada di Kampus....


"Makasih Bro, atas tawaranya. Tapi aku harus ke ruangan Pak Aris terlebih dahulu, ada urusan mendesak ini. " Jelas Satria menolak secara halus ajakan temanya, dan berlalu menuju ruangan pak Aris.


.


.


.


Di ruangan Pak Aris.


Tokkk....


"Asssallamuallaikum." Satria mengucapkan salam sambil mengetuk pintu ruangan Pak Aris.


"Masuk. " Terdegar perintah Pak Aris dari dalam ruangan, Satria lalu mendorong pelan daun pintu. Nampak sang Dosen yang tengah duduk di meja kerjanya sambil membuka lembaran kertas.


"Silahkan duduk Sat, kamu ingin menanyakan masalah yang kita bicarakan tadi di telepon? Bukan!" tanya Aris yang seolah tahu maksud kedatangan Satria, sebab dia yang meminta kepada Mahasiswa yang selalu jadi teladan di Kampus itu untuk menghadap kepadanya.


"Iya Pak, tetapi saya datang bukan tentang masalah itu saja. Saya juga ingin meminta maaf, karna tadi tidak izin untuk pulang terlebih dahulu, di sebabkan ada masalah yang mendesak. Pak! " jelas Satria panjang lebar.

__ADS_1


...Pak Aris hanya menganggukkan kepala menangapi penjelasan yang Satria sampaikan. Lalu, Beliau menatap Satria dengan tatapan penuh arti....


"Apa kah Bapak boleh meminta bantuan kamu, Sat?"


"Tentu boleh Pak. Inssya Allah, jika saya bisa bantu, maka akan saya bantu Pak, " jelas Satria.


"Begini Sat, kamu tahu bukan tentang Mahasiswi baru pindah yang bernama Anatasya? Dia itu anak kepala Derektur di Kampus kita, dan kebetulan juga Bapak diamanatkan buat memantau Anatasya selama berkuliah di sini. Boleh Bapak meminta tolong kepada kamu, untuk memantau Anatasya salama beradatapsi di lingkungan Kampus? Kamu jugakan kepala anggota di Organisasi yang Anatasya ikuti," jelas Aris mengutarakan keinginannya kepada Satria.


...Mendengar penjelasan Pak Aris, membuat Satria gama. Antara binggung dan dilema, sebab jika dia menerima permintaan sang Dosen, berati dia harus siap selalu berinteraksi dengan Anatasya. Hal itu yang membuatnya berat untuk mengiyakan permintaan Pak Aris....


"Nanti saya usahakan ya Pak. Saya harus meminta pendapat terlebih dahulu dari istri saya, takut nanti terjadi salah paham antara saya dan Anatasya jika istri saya tidak mengetahui kebenarannya."


...Akhirnya alasan itu yang mampu Satria utarakannya kepada sang Dosen. Pak Aris yang mendengar penuturan Satria hanya tersenyum....


"Kamu takut, kepada istrimu?"


...Satria merasa tersinggung akan pernyataan yang diucapkan oleh Pak Aris, seakan harga dirinya sebagai suami direndahkan....


"Saya bukan tipe Suami takut istri, Pak! Saya hanya selalu menjaga perasaan istri saya saja, karna sebaik-baiknya seorang Suami adalah yang bisa menghargai istrinya. "


"Allahhuu Akbbar... Allahhuu Akbbar... "


...Sayup - sayup terdengar suara Azan berkumandang, menandakan solat yang akan didirikan....


"Saya mohon undur diri, Pak! Sudah waktunya solat Zuhur, " ucap Satria sambil bangun dari duduknya dan menatap Pak Aris sebentar menunggu reaksi sang Dosen lalu berbalik menuju pintu.


"Saya tunggu jawaban kamu!" ucap Pak Aris sebelum Satria menghilang dari balik pintu.


.


.


.


...Satria membawa langkahnya menuju Musolah yabg berada di area Kampus. Dirinya perlu berkomunikasi dengan sang Robb, mengadukan dan berkeluh kesah akan semua yang terjadi kepada dirinya. Karna sebaik-baiknya tempat curhat hanyalah Allah. Sang pemilik kehidupan....


...Setelah solat Zuhur berjama'ah, Satria merasa tenang kembali. Satria membawa dirinya menuju kantin, sebab jam telah menujukkan pukul 01.45 yang menandakan waktu makan siang akan berakhir. Dan kelas akan dimulai beberapa menit lagi....


...Satria mengambil makanan dan memilih meja yang sepi di kantin sebab mahasiswa yang lain sudah kembali ke aktifitasnya masing-masing....


...Sebelum makan Satria membaca doa, mensyukuri nikmat yang Allah berikan. Satria menyelesaikan makan siangnya dengan cepat, karna jam kelas akan segera di mulai....


...Satria menyempatkan diri membuka ponselnya, melihat apakah ada yang menghubunginya. Dan ternyat ada pesan dari sang istri....


(Kak, jangan lupa makan siang dan solat Zuhur ya)


...Satria tersenyum membaca pesan sang istri dan tidak ada niat untuk membalasnya....


.


.

__ADS_1


.


Dikelas.


...Satria lagi dan lagi hanya mampu membuang nafas kasar, sebab tingkah laku Anatasya yang tidak mau menjauh darinya....


...Hingga kedatangan Ibu Ismy yang akan menyampaikan materi pun ikut memperhatikan tinhgah Anatasya kepada Satria yang selalu mengoceh menanyakan hal - hal yang tidak penting. Beliau pun mendekati mereka berdua....


"Kamu Mahasiswi baru, bukan? " tanya Ismy yang mendapat anggukan kepala dari Anantasya.


...Ismy lalu mengeluarkan bungkusan yang berisi hijab syari lalu menatap Anatasya....


"Apakah, kamu mau mengenakan kain ini dikepala kamu? " tanya Ismy sopan.


"Emmm,, " Anatasya binggung antara ingin menolak atau mengiyakan permintaan Dosen perempuan dihadapannya.


"Coba kamu kenakan dulu, ini namanya hijab. Kamu seorang Muslim kan?" tanya Satria sambil menundukkan pandangannya.


"Iya, " jawab Anatasya lalu mengenakan hijab yang di pegang oleh sang Dosen.


...Ismy tersenyum, lalu kembali melanjutkan materi yang sempat tertunda....


...Ketika tengah sedang asik menerima materi dari Ibu Ismy, ponsel Satria bergetar. Satria membuka ponselnya secara diam - diam, sebab takut ketahuan oleh sang Dosen yang tengah menyampaikan materi. Tertera nama sayangku di layar ponsel miliknya, Satria segera mengangkat telpon tersebut. Sebab tidak biasanya sang istri menelpon jika tidak penting....


(Halo)


(Assalamualaikum,)


(Waallaikum Sallam Nur, ada apa?) ucap Satria berbisik takut ketahuan oleh Ibu Ismy.


...Namun Satria terkejut akan pernyataan yang Anatasya ucapkan....


"Aku cocok enggak, pakai hijab ini? " tanya Anatasya memegang ujung hijab sambil menatap Satria.


Tut....


...Sambungan telepon terputus begitu saja, Satria terkejut lalu menatap tajam Anatasya. Namun ponselnya bergetar kembali dan ada pesan masuk dari sang istri...


(Kak, aku di rumah Umi. Nanti kalau urusan kakak sudah selesai, tolong jemput aku)


...Satria hanya mampu membuang nafas kasar, setelah membaca pesan dari sang istri....


"Matilah aku, " batin Satria.


.


.


.


...Bersambung......

__ADS_1


*Setelah baca wajib like end comen ya 😇*


__ADS_2