Mengejar Cinta ROBBKU

Mengejar Cinta ROBBKU
Memiliki Masalah Hidup


__ADS_3

Aziz menceritakan apa yang kini tengah ia alami, keuangannya yang sangat miris dan membuatnya harus mencari uang yang banyak. 


Lelaki itu juga menceritakan bahwa ibunya sedang sakit-sakitan dan membutuhkan biaya yang banyak, bagi seorang Aziz yang paham akan ilmu agama hal ini tidak bisa dibenarkan sebenarnya. 


Menceritakan masalah dalam keluarga atau rumah tangga hukumnya tidak boleh, Aziz sangat paham akan hal itu. Namun, mau bagaimana lagi? Ia membutuhkan pekerjaan yang mapan agar bisa membiayai sang ibu. 


Bagi orang yang paham akan ilmu fiqih, menceritakan masalah rumah tangga atau membuka aib sama saja dengan telanjang, sangat memalukan dan tidak pantas untuk dilakukan. 


Aziz pasrah dengan hal itu, untung di depannya adalah Mala yang merupakan anak angkatnya. Jika tidak? Maka hukum akan berlaku. 


Sebenarnya Aziz malu jika harus mengemis pekerjaan kepada pasangan  suami istri di depannya ini, akan tetapi sebagai seorang anak ia ingin terus berbakti kepada sang ibu. 


Bakti seorang anak lelaki kepada ibunya walaupun sudah menikah  dan bakti seorang istri ialah kepada suaminya. Hal ini yang menyebabkan Aziz menyampingkan Azzahra ketika menjadi istrinya dulu. 


Ada sesal dalam hati Aziz, akan tetapi ia coba terima akan ketentuan sang Ilahi. Bukankah cinta Sang Robb terlihat dari seberapa berat ujian hidup yang dilewati oleh seorang Hamba. 


Satria dan Mala hanya menyimak apa yang lelaki itu sampaikan hingga tidak terasa waktu makan siang telah tiba, Satria mengajak Abi Aziz untuk bersantap siang bersama dan di angguki oleh lelaki itu. 


Mereka bertiga keluar dari ruangan tersebut dan menuju kantin kantor yang berada di lantai bawah. 


Aziz tidak henti-hentinya mengagumi Satria yang sekarang, dulu ketika masih menjadi anak pondok Satria termasuk santri yang banyak diam dan tidak berinteraksi dengan santri yang lain. 

__ADS_1


Kini mereka tengah berada di kantin, Satria mengajak Abi Aziz dan istrinya memasuki ruangan khusus yang berada di kantin, tempat ia dan papinya suka makan siang jika di kantor. 


Setelah menunggu cukup lama, hidangan makan siang mereka datang. Seperti adatnya makan, mereka diam dan menyelesaikan tugas tersebut tanpa bicara hingga selesai.


Satria merasa keadaan yang sudah konduktif untuk mulai pembahasan yang sempat tertunda tadi, lagian Abi Aziz dan istrinya sudah selesai makan.


"Bi, aku tanya sekali lagi. Apakah Abi bersedia menjadi OB di sini?" tanya Satria ingin melihat kesungguhan lelaki yang duduk di depannya.


"Insya Allah, Satria. Aku benar-benar butuh uang yang banyak untuk biaya berobat Ibuku."


Satria mengangguk tanda menyetujui permintaan lelaki itu, lalu menatap istrinya seolah meminta persetujuan. 


"Nur, apa kamu setuju Abi Aziz bekerja menjadi OB di sini?"


Satria tersenyum bangga kepada sang istri, mungkin ini jalan dari Allah agar mereka bisa menyambung tali silaturahmi yang sempat terputus, hingga Satria teringat akan alasan kenapa istrinya ingin bertemu dengan Abi Aziz. 


"Nur, sekarang 'kan ada Abi Aziz? Coba kamu katakan apa yang kamu inginkan."


Aziz merasa tegang setelah mendengar penuturan Satria yang mengatakan jika Mala ingin meminta sesuatu darinya, keringat mengucur deras di pelipisnya. Sesekali lelaki itu membuang nafas kasar hingga  terdengar celoteh Mala. 


"Abi, aku mau dielus perutnya sama tangan Abi, boleh?"

__ADS_1


Aziz hanya mampu melongo dengan mulut yang menganga saking terkejutnya akan permintaan Mala yang diluar dugaan nya, begitupun dengan Satria sang suami yang mengira-ngira apa permintaan istrinya yang mendesak ingin bertemu dengan Abi Aziz. 


"Nur, apa kamu yakin hanya meminta hal itu?" tanya Satria yang ingin tahu apa yang sebenarnya diinginkan oleh sang istri.


Mala mengangguk menanggapi ucapan suaminya. 


"Kenapa?" tanya Aziz yang ikut penasaran.


"Karena Abi, biangnya penyakit. Kata Umi jika mau diangkat penyakit kita? Kita harus menemui biangnya penyakit," celetuk Mala polos. 


Wajah Aziz tiba-tiba memerah akibat menahan amarah yang sangat mendalam, sehingga nampak aura tidak sedap jika memandang wajah lelaki tersebut.


"Kau tunggu Zahra, aku akan balas dendam," ucap Aziz dalam hati. 


"Abi kenapa?"


.


.


.

__ADS_1


...Bersambung ••• •...


...*Setelah baca wajib like end comen ya 😇*...


__ADS_2