Mengejar Cinta ROBBKU

Mengejar Cinta ROBBKU
"Kedatangan calon PELAKOR"


__ADS_3

"Sudalah Nur ngomelnya, aku lapar ni !" Teriak sang suami dari dalam rumah.


Setelah masuk pak Udin membawa sang menantu kedapur untuk makan bersama, sebagai bentuk rasa syukur kedatangan pengantin baru itu.


Mala pun ikut bergabung di meja makan setelah meletakkan koper dab tas mereka kedalam kamar.


Mereka makan dalam diam hinga selesai makan, Satria dan pak Udin meninggal Mala di dapur yang masih sibuk membersihkan bekas makan di wastafel.


.


.


.


Diruang tamu.


Pak Udin menarik nafasnya sebelum memulai berbicara dengan sang menantu.


"Hufff.... "


"Nak Satria, bapak punya niat baik untuk kamu dan Mala"


Satria hanya memandang sang mertua sambil menunggu apa kelanjutan ucapannya hinga Mala datang mendekat membawa dua cangkir kopi.


"Pak, kak, minum dulu" Tawar Mala yang dianguki oleh dua lelaki itu.


Setelah Mala meletakan cangkir kopi, dia berlalu. Mala memilih mengemas pakainan didalam kamar dari pada menemani bapak dan suamianya berbincang.


Setelah melihat Mala berlalu cukup jauh pak Udin mulai melanjutkan ucapanya.


"Nak Satria, kamu tahu bukan kalau toko kelontong didepan sudah tidak terurus. Terlebih lagi rumah ini, jadi karna kalian juga mulai tinggal disini menurut bapak lebih baik kalau ada ART disini mebantu kalian"


Mendengar penuturan sang mertua, Satria menganguk setuju karna sebenarnya masalah materi yang mulai menjadi pikiranya. Dia sadar diri kalau belum bekerja yang berati tidak memiliki uang, bagaimana dia bisa menghidupi sang istri kalau keadaannya seperti ini. Sadar akan kekurangannya dan dia mulai berniat memperbaiki dengan cara mengembakan usaha yang ada kalau bisa semakin maju.


"Terserah bapak saja, asalkan Nur merasa nyaman saya tidak keberatan"


"Kalau begitu nanti sore ada nak Suci akan datang kesini, dia anak yatim yang hanya tinggal bersama neneknya. Bapak sudah memperkerjakkannya sejak dia masih berusia sekitar kelas 2 sd. Bagaimana menurut nak Satria? " Tanya pak Udin meminta pendapat.


Satria yang mendengar penuturan sang mertua kalau yang akan menjadi ART nya anak yatim menyentuh hatinya.


"Tapi pak, berapa usianya sekarang? " Tanya Satria ragu, karna dia tahu kalau sang istri memiliki perasaan cemburu yang berlebihan.

__ADS_1


"Wah, kalau itu bapak kurang tahu nak. Soalnya bapak gak pernah tanya"


"Emmm, begitu ya pak. Tapi tadi kata bapak dia sudah bekerja sejak kelas 2 sd, dan sekarang dia kelas berapa pak? " Tanya Satria, dia sebenarnya ragu memperkerjakan anak di bawah umur kalau tidak terpaksa dia merasa kasian.


"Nah itu nak masalahnya, dia tidak bersekolah lagi sejak lulus sd, katanya kasihan kalau neneknya gak cukup makan. Suci itu kerja ditempat bapak di pasar nak Satria, dan alhamdulillah selama bekerja dia rajin dan cepat tanggap ko. Maka dari itu bapak berani mengajukan dia bekerja disini bantu-bantu kalian, bapak kasihan kalau dia bolak balik kepasar rumahnya jauh kalau disini kan dekat jadi dia bisa pulang dan pergi" Jelas pak Udin panjang lebar.


"Ya sudah kalau begitu pak, nanti aku bicarakan dengan Nur dulu ya. Soalnya saya gak bisa memutuskan seorang diri, mau bagaimana pun semua ini hak milik Nur"


Pak Udin tertegun akan ucapan Satria, walau Satria adalah suami yang berati imam untuk Mala tapi dia tidak mau memutusakan suatu perkara tanpa meminta pendapat sang istri.


Pak Udin merasa haru akan sang menatu yang sangat menghargai putrinya. Karna jarang sekali seorang suami menghargai istrinya, karna kebanyakan suami hanya menjadikan istrinya sebagai pembantu dirumah yang harus mengerjakan semuanya seorang diri. Tetapi tidak untuk Satria dia lebih bijak dalam mengelola harta warisan yang dimiliki sang istri.


Setelahnya mereka membicarakan hal tentang usaha yang selama ini di kerjakan oleh pak Udin. Seperti itu lah Satria dia mencoba membaur dangan sang mertua dan mencari tahu selut belut usaha dagang yang dimiliki oleh mertuanya.


Sebenarnya bukan hal yang susah untuk Satria memulai usaha yang ada karna dirinya yang terlahir dari keluarga pengusaha. Buakan rahasia lagi untuk seorang Satria melihat pola dagang mertuanya tapi dia harus adaptasi karna usaha yang dijalankannya adalah usaha menegah kebawah yang membuatnya harus membaur.


.


.


.


Hinga tidak terasa sore pun datang, setelah solat Asar berjamaah pak Udin pamit pulang kerumahnya meninggal pasangan suami istri itu.


Mereka sibuk akan kegiatan masing -masing hinga suara ketukan terdengar dari luar. Dengan malas Satria menuju pintu untuk membuka pintu karna posisinya yang dekat akan pintu utama.


Ketika pintu dibuka, nampaklah seorang gadis putih dengan body yang berisi berdiri sambil tersenyum kepadanya.


Satria tersadar kalau yang dihadapannya bukan mahromnya dia langsung mendudukan matanya.


"Maaf, cari siapa ya dek? "


Gadis itu merasa heran akan pemuda didepannya yang menundukkan kepala sambil berbicara. Gadis itu pun melihat kebawah seperti yang dilakukan Satria, namun tidak ada apapun pikirnya.


"Kak, saya disini bukan disitu? "


"Iya saya tahu, kamu cari siapa? " Tanya Satria yang enggan lama-lama menatap gadis itu.


"Ya Allah, ini kah namanya godaan? " Batin Satria menjerit tidak tahan.


"Kak, saya Suci" Ucap Suci sambil mengulurkan tangganya.

__ADS_1


"Oh, Suci ya. Tadi bapak sudah kasih tahu saya kalau kamu akan datang, tapi saya belum memberitahu istri saya"


"Istri? kakak masih muda sudah punya istri? " Tanya Suci kaget, padahal dia langsung jatuh hati dengan pemuda blasteran dihadapannya yang dikira masih bujang.


"Iya, istri saya Nur. Anak pak Udin" Jelas Satria yang masih berdiri didepan pintu. Dia enggan menyuruh gadis itu masuk karna menurutnya tidak baik.


"Tapi kak, anak pak Udin namanya Mala bukan Nur? " Tanya Suci bingung.


"Iya, namanya Mala. Nur itu pangilan sayang saya" Jelas Satria.


"Sebaiknya kamu pulang dulu ya" Usir Satria secara halus.


"Tapi kak, saya sudah izin sama pak Udin tadi kepasar untuk langsung bekerja disini" Jelas Suci yang engan untuk pulang sebelum mendapatkan yang diinginkan.


"Tapi saya belum memberitahu istri saya"


"Ya sudah saya yang akan memberitahu" Ucap Suci yang meneronos masuk tapi dihalangi oleh Satria.


"Kamu mau apa?" Tanya Satria panik.


"Saya mau jelasin sama istri kakak"


"Biar saya saja, kamu pulang aja dulu"


"Biar saya aja kak, kan saya yang mau bekerja" Balas Suci masih bersekukuh.


"Jangan"


"Kakak ini kenapa sih? " Tanya Suci yang heras akan kelakuan Satria.


"Kamu tidak mengenal istri saya" Balas Satria geram akan gadis dihadapannya yang tidak mau mendengarkan nasehatnya.


"Iya saya BELUM mengenal istri kakak, makanya mau kenalan dulu supaya enak nantinya kalau saya diterima disini"


"Siapa yang mau diterima?"


.


.


.

__ADS_1


......Bersambung... ......


*Setelah baca wajib like end comen ya 😇*


__ADS_2