
...Setelah melaksanakan rutinitas memberi nafkah batin, Mala dan Satria sampai kesiangan untuk solat subuh....
...Azzam yang baru pulang dari pondok pesantren setelah solat berjamaah kebetulan melewati kamar tamu, yang ditempati oleh Mala dan Sartia pun dikagetkan oleh teriakkan sang Adik....
"Kakak memang jahat, kakak enggak sayang sama aku? "
...Mendegar kata - kata yang keluar dari mulut sang Adik, membuat Azzam mengempalkan tangannya geram. Dirinya tidak tahan lagi hingga mengetuk pintu kamar yang masih tertutup rapat....
Tokkk
...Satria membukakan pintu, dan nampak sang Abang tengah menatapnya dengan tajam....
"Ada apa Bang?"tanya Satria seolah tidak terjadi apa pun.
"Kamu apakan Adikku, ha? "tanya Azzam dengan suara yang meninggi.
...Satria hanya mampu menghembuskan nafasnya kasar, sebab sang Abang sepertinya sudah salah paham terhadapnya....
"Nur, tanggung jawab nih. Abangmu marah sama aku! "teriak Sartia yang masih berdiri diambang pintu.
"Aku gak bisa keluar, Bang!"teriak Mala yang masih berada di dalam selimut.
"Emangnya kenapa, Dek? "tanya Azzam penasaran dan mencoba ingin masuk, namun dihadang oleh Satria.
"Abang, mau kemana? "
"Ya, mau melihat Mala lah! "jawab Azzam sewot.
"Enggak boleh Bang, "balas Satria sengit.
"Emang kenapa? Apa yang kamu semunyikan? "tanya Azzam menyelidiki.
"Mala belum pakai baju, Abang mau melihat auratnya? "tanya Satria menjelaskan.
"Oh gitu, "
Sedetik kemudian.
"Astagfirullah Alazim, kalian memang pasangan tidak berakhlak,"ucap Azzam yang paham akan hal itu, memilih berlalu dengan perasaan dongkol.
"Memang, tukang pamer. Awas aja, lama - lama disini? Bakalanku tendang, "batin Azzam kesal.
...Setelah melihat Azzam berlalu, Satria kembali menutup pintu dan mendekat kearah sang Istri yang menutupi tubuhnya dengan selimut....
"Aku mau solat subuh, Nur. Mumpung masih sempat,"jelas Satria sambil duduk ditepi tempat tidur.
"Lalu, aku gimana? Kakak harus tanggung jawab pokoknya,"ujar Mala masih dalam keadaan kesal kepada sang Suami.
"Iya, aku pasti bakalan tanggung jawab sama kamu dan anak kita nanti. Tapi sebelumnya aku mau pergi solat Subuh dulu, ya? "jelas Satria sambil mengusap rambut sang Istri penuh kasih sayang.
"Solat disini aja, jangan keluar! "pinta Mala yang diangguki oleh sang Suami.
...Akhirnya Satria bisa solat Subuh yang hampir kesiangan, sebab Matahari mulai menampakkan sinarnya....
...Mala sama sekali tidak bisa bergerak, dia benar - benar lupa untuk membeli baju ganti. Seperti yang sang umi anjurkan, berbeda dengan sang Suami yang memang membawa baju ganti yang selalu disimpan didalam mobil....
"Kak, "lirih Mala ketika melihat sang Suami telah mengucapkan salam.
...Satria berdiri dan melangkah mendekati sang Istri. ...
"Kamu mau apa, Nur?"
"Mau mandi, tapi gak bawa baju,"jawab Mala malu-malu.
"Aku pulang kerumah ya? Ambil baju kamu, "tanya Satria sambil mengambil kunci mobil.
__ADS_1
"Jangan!"teriak Mala, sambil memegangi tangan sang Suami.
...Mala tentu tidak mau sampai suaminya pulang sendiran. Berbahaya, sebab di rumah ada Suci. ...
"Lalu, kamu mau bagaimana?"tanya Satria binggung dengan tingkah sang Istri.
"Belikan aja aku baju, di pasar."
"Iya, lepasin dulu ini? Bagaimana bisa aku ke pasar kalau, kamu pegangi? "
...Mala segera melepaskan sang suami, walau dengan hati yang berat. ...
Satria melangkah menuju pintu keluar, dan tidak sengaja berpasan dengan sang umi.
"Asssallamuallaikum, Umi. "
"Waallaikum sallam, kamu mau kemana, Sat? "tanya Azzahra penuh selidik.
"Mau ke pasar, Umi. Nur, lupa beli baju ganti,"jelas Satria.
"Enggak usah beli, Umi ada simpankan baju baru buat Mala. Kamu tunggu aja di meja makan, kita sarapan dulu ya? "pinta Azzahra yang mendapat anggukan dari Satria.
...Azzahra berlalu, ke kamarnya dan mengambil baju baru yang memang dia simpan untuk sang putri. ...
"Kamu pasti suka,"batin Azzahra sambil tersenyum.
Azzahra lalu keluar kamar dan menuju kamar tamu, di mana ada sang putri disana.
Tok ...
"Masuk aja, kak. Enggak dikunci, "teriak Mala.
Azzahra lalu mendorong pelan pintu dan menatap sang putri yang bersembunyi dibalik selimut.
"Kamu, sakit?"
Mala hanya menggeleng menjawab pertanyaan sang Umi.
"Lalu kenapa kamu masih didalam selimut?"tanya Azzahra bingung akan tingkah sang Putri.
"em, itu,"Mala bingung mau menjelaskan atau tidak.
Azzahra yang melihat tingkah sang Putri yang salah tingkah, akhirnya menyerah pakaian yang dibawanya untuk Mala.
"Ini baju untuk kamu, setelah kamu mandi dan bersiap. Segera ke ruang makan, kita sarapan bersama, "jelas Azzahra sambil berlalu meninggalkan Mala.
"Ini gara-gara, kakak. Awas aja nanti, aku akan buat perhitungan,"batin Mala geram.
Mala segera ke kamar mandi, dan melakukan rutinitas tersebut dengan cepat. Mala menatap tampilan dirinya di cermin, lalu tersenyum.
"Umi, memang yang terbaik."
.
.
.
Di meja makan.
"Bissmillahirrohmmannirohim,"
Mereka berempat membaca doa makan, lalu mulai menyantap sarapan dalam keadaan tenang.
Hingga suara teriakkan dari luar mengagetkan mereka.
__ADS_1
"Azzahra,"
"Ada siapa, Bik?" tanya Azzahra kepada sang ART yang mendekat.
"Itu Buk, Abinya Azzam,"jelasnya.
Azzam yang mendegar nama Abinya Azzam, akhirnya tersedak.
"Uhukkk, "
"Palan-pelan, Zam! "pinta Azzahra lalu memberikan segelas air putih.
"Abinya Azzam? Maksudnya Abi Aziz kah, Umi? "tanya Mala penasaran.
"Mungkin? "balas Azzahra mengangkat bahunya.
"Azzahra, "
Teriakkan itu semakin nyaring, dan tidak lama kemudian datanglah si empunya suara tersebut.
"Azzahra, kamu tidak punya telinga ya? "bentak abi Aziz geram, sebab sang mantan Istri yang tidak menghiraukan panggilanya sedari tadi.
"Tolong diam, dan tunggu saya di ruangan tamu,"pinta Azzahra yang kesal akan sikap sang mantan suaminya.
"Oke, "jawab Aziz berlalu.
"Umi, kenapa Abi Aziz kesini? "Tanya Mala penasaran, namum mendapat teguran dari sang Suami.
"Enggak usah ikut campur, Nur. Selesaikan makanmu, kita pulang setelah ini! "jelas Satria.
"Selesaikan makan kalian, Umi mau menemui tamu tidak diundang, "jelas Azzahra yang telah selsai makan dan bagun dari duduknya untuk menemui mantan suaminya.
Setelah kepergian sang Umi, Mala yang sudah selesai makan lalu mencoba mengorek informasi dari sang Abang.
"Bang, emang Abi kesini suka marah-marah kayak tadi?"
"Iya, "balas Azzam yang masih duduk di meja makan, dia kehilangan selera makannya jika sang abi datang dengan keadaan yang tidak bersahabat.
"Kamu ini Nur, dibilangi ngeyel banget sih? "ucap Satria sambil mencubit hidung sang Istri.
"Aku penasaran kak, kenapa Abi marah-marah kalau menemui Umi? "
"Siapa yang marah, dia yang rugi? "balas Satria sambil membantu sang Istri membersihkan bekas makan mereka.
"Ko, bisa kak? "tanya Mala penasaran.
"Sebab, marahpun harus pakai tenang!"balas Satria sambil tertawa.
...Azzam yang mendegar ocehan tidak berfaedah Satria, hanya tersenyum kecut. Berbeda dengan Mala yang bingung sendiri. ...
"Emang berat ya tenaganya?"
...Satria yang mendegar penuturan sang Istri semakin tertawa terbahak-bahak, seking geregetanya. ...
"Hahahaha ... ."
.
.
.
...Bersambung ... ....
*Setelah baca wajib like end comen ya 😇*
__ADS_1