Mengejar Cinta ROBBKU

Mengejar Cinta ROBBKU
Siapakah Lelaki Itu?


__ADS_3

...Setelah menelpon sang Papi, Satria kembali mengirim pesan. Dia yakin kalau Papinya mengenal lelaki yang sebelumnya menemui sang Mami. Jujur saja, Satria kesal jika ada yang menyinggung masalah momongan termasuk sang Papi. Bukan Satria tidak mau. Tetapi, apalah daya jika sang istri yang selalu ingin menunda. Ah, teringat kata membuat dengan benar. Satria sebenarnya tidak memasang lagi KB balon miliknya jika berhubungan dengan sang istri....


"Mungkin sudah jadi?"


...Gumaman Satria masih terdegar Mala yang memang duduk si samping sang Suami....


"Apa yang jadi, kak?" tanya Mala penasaran.


...Satria tergagap mendapat pertanyaan sang istri....


"An--nu it--tu,"


"Sat," lirih Marissa.


"Mami sudah sadar?"


...Satria terselamatkan oleh sang Mami, bisa runyam urusannya jika sang istri menegetahui hal yang di pikirkannya tadi. ...


"Kamu," ucap Marissa sambil menatap Mala.


"Iya, Mami."


...Satria binggung harus bagaimana? Maminya baru siuman dan melihat keberadaan Mala di sini....


"Sat, kepala Mami pusing."


...Satria segera mengelus pelan kepala sang Mami, sambil sesekali memberi pijatan kecil. ...


"Mami sudah mendingan?" tanya Satria sambil menatap wajah pucat wanita yang telah melahirkannya itu.


"Iya, tapi masih agak pusing aja."


...Mala binggung antara ingin bertanya atau tetap pergi, sebab dia tahu kalau kehadirannya tidak di anggap oleh sang Mertua. ...


"Mami istrirahat dulu aja, jangan banyak gerak ke sana-ke sini," pinta Satria yang masih mengelua kepala sang Mami.


"Mami ini di RSJ, enggak bakalan bisa keluar!" balas Merissa kesal akan sang Putra yang sok menasehatinya. Padahal tahu sendiri kalau Maminya di kurung tidal bisa ke mana-mana.


"Iya, iya, jagan marah Mi. Nanti hilang cantiknya loh?" ejek Satria sengaja ingin melihat reaksi sang Mami. Kalau Maminya marah, itu berati sang Mami masih normal.


"Kamu ada-ada aja, mana bisa kecantikan Mami hilang? Kalau dari orok emang sudah cantik begini," jelas Marissa sambil menatap Mala yang sedari diam saja. Biasanya Menantunya itu akan ikut-ikutan dalam segala pembicaraan. Namun, kali ini dia hanya diam seribu-bahasa.


...Satria melihat tatapan sang Mami kepada istrinya. Membuat ada perasaan tidak nyaman di dalam hati Satria. ...


"Siapa yang menemui Mami, sebelumnya?" tanya Satria penasaran sambil mengalihkan perhatian sang Mami dari Mala.


...Marissa mendegar pertanyaan dari sang Putra, kembali mengingat kejadian sebelumnya....


Flashback on


...Hari di lalui Marissa dengan suka-cita. Hanya menghitung hari lagi, dia akan bertemu dengan sang Suami tercinta. Marisaa yang mendapat kabar kalau Suaminya akan pulang ke tanah air kalau keadaannya mulai membaik senang bukan kepalang. Marissa menunjukkan hal positif agar bisa bebas dari tempat terkutuk ini....


"Selamat ya Ibu Marissa, keadaan anda mulai menampakkan kemajuan yang pesat," jelas Dokter yang memeriksa Marissa.


"Benarkah Dok? Jadi, saya bisa keluar dari sini?" tanya Marisaa dengan mata yang berbinar.


"Iya, tapi pesan Pak Ikbal. Beliau sendiri yanh akan menjemput Ibu."

__ADS_1


...Marissa yang mendegar penjelasan sang Dokter semakin berbuga-bunga. Di jemput sang pujaan hati terasa syahdu baginya. ...


"Silahkan Ibu kembali ke kamar, pemeriksanya telah selesai."


...Marisaa tersenyum bahagia, ia mengangguk dan keluar dari ruangan sang Dokter. ...


"Terimakasih Pak Dokter," ucap Marissa ketika di ambang pintu keluar.


"Jangan lupa minum obatnya," pesan sang Dokter sebelum Marissa berlalu.


...Bagaikan taman yang penuh akan bunga bermekaran, seperti itulah suasana hati Marissa. Dia bisa bangkit dari keterpurukkannya setelah melewati masa yang paling sulit selama setahun lebih....


"Ibu Marissa, ada seseorang yang ingin menemui anda?" jelas seorang perawat ke pada Marissa.


...Marissa menatap perawat tersebut dengan tanda tanya besar, siapakah yang ingin menemuinya?"...


"Di mana orangnya, Sus?" tanya Marissa penasaran.


"Dia menunggu di ruangan anda," jelas perawat tersebut sambil berlalu meninggalkan Marissa yang masih berdiri mematung.


"Siapa ya? Mungkinkah ...."


...Marissa segera melangkah dengan cepat menuju kamar rawatnya selama di RSJ. Kamar khusus yang di sewa sang Suami untuk memantau perkembangannya....


Di kamar Marisaa.


...Ragu namun penasaran, Marissa membuka perlahan pintu kamarnya. Dan tampak seseorang lelaki blasteran yang sangat dia kenal tengah duduk tersenyum di sova sambil menatapnya dengan senyuman khas. ...


"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Marissa garang.


"Keluar!" bentak Marisaa marah.


"Aku ke sini ingin menanyakan anak kita?" jelasnya sambil menatap Marissa tajam. Seolah-olah ingin menguliti wanita itu hidup-hidup.


"Anak yang mana?" tanya Marissa seolah tidak paham dengan pertanyaan lelaki dihadapannya.


"Anak kita! Kita buat sama-sama masak kamu lupa?"


"Sudahku gugurkan, seperti permintaanmu waktu itu," jelas Marissa yang masih berdiri dihadapannya lelaki tersebut.


"Oh iya? Lalu, siapa Satria Putra Permata?" tanyanya sambil mengelus dagunya seolah berfikir.


...Marissa menelan silvernya kasar, entah bagaiman? Lelaki dihadapannya ini bisa mengetahui keberadaan sang Putra. ...


"Dia Putraku dengan Ikbal," jelas Marissa.


"Benarkah? Aku rasa tidak percaya kalau tidak ada bukti yang jelas."


...Marissa binggung harus bagaiman caranya agar lelaki itu pergi. Hingga, muncul ide gila....


"Pergi! Pergi!"


...Marissa meraung-raung sambil memukuli kepalanya, membuat suara keras dengan menghentakkan kakinya kelantai dengan kuat-kuat. ...


"Hentikan, Raissa!" pinta lelaki itu sambil membujuk Marissa. Namun sayang, wanita itu semakin mengila.


"Tolong!" teriaknya sambil menuju pintu keluar.

__ADS_1


"Ada apa, Pak?" tanya perawat yang kebetulan lewat.


"Itu, Ibu Marissa!" ucapnya sambil menujuk kamar Marisaa yang masih terbuka dan menampakkan kegilaan Marissa.


"Dokter!" teriak perawat tersebut.


...Dokter jaga segera menghampiri ruangan Marissa setelah mendegar teriakkan seorang perawat. ...


"Ada apa?" tanyanya sambil mendekat.


"Ibu Marisaa berulah!" jelas sang perawat.


"Ambilkan obat bius!" perintah sang Dokter sambil masuk ke dalam ruangan Marissa.


"Ibu Marissa, tenang ya!" pinta sang Dokter sambil memengangi tubuh Marissa yang terus meronta-ronta.


"Usir dia Dok, dia penjahat!" teriak Marissa sambil menujuk lelaki yang masih berdiri di ambang pintu.


"Anda siapa?" tanya sang Dokter. Namun lelaki itu malah pergi begitu saja tanpa menjelaskan apa pun.


"Dok, ini obatnya."


...Sang Dokter segera menyutikkan obat bius ke tubuh Marissa dan membuat wanita itu perlahan terdiam dan tertidur....


"Tolong hubungi pak Satria," pinta sang Doktre ketika Marissa telah di baringkan di ranjang.


"Baik, Dok."


Flasback off.


"Mami," panggil Satria pelan sambil mengayunkan tangganya di depan sang Mami.


"Eh, Sat. Kamu ngomong apa tadi?" tanya Marissa linglung.


"Siapa yang menemui Mami? Dan kenapa Mami sampai seperti ini?" tanya Satria beruntun.


"Bukan siapa-siapa. Tidak penting," kilah Marissa yang memang tidak ingin meceritakan lelaki itu.


"Tapi ke---,"


"Kamu sehat Mala?" tanya Marissa memotong ucapan sang Putra.


"Alhamdulillah, sehat Mi," jelas Mala sambil tersenyum.


...Akhirnya, setelah sekian lama dianggap mahluk tak kasat mata oleh sang Mertua. Dan akhirnya mereka bercengrama dengan riang gembira hingga waktu senja....


"Siapakah lelaki itu?"


.


.


.


...Bersambung.... ...


*Setelah baca wajib like end comen ya 😇*

__ADS_1


__ADS_2