Mengejar Cinta ROBBKU

Mengejar Cinta ROBBKU
Alasan Mala


__ADS_3

...Setelah mandi bersama Satria dan Mala bersiap-siap untuk kembali dengan kesibukan masing-masing. Seperti Satria yang akan kembali kekampus dan Mala yang harus menyelesaikan pekerjaan di mini market yang sempat dia tinggal sebelum selesai....


...Seperti biasanya, Mala akan menyiapkan semua keperluan sang suami. Dari pakaian, sepatu dan lain sebagainya....


...Seperti saat ini Mala tengah mengancing baju kemeja sang suami....


"Kakak, mau makan siang dulu? Atau langsung kembali ke kampus? " Tanya Mala disela-sela tangannya yang masih sibuk menyiapkan kebutuhan sang suami.


"Kayaknya langsung kekampus aja Nur. Soalnya aku tadi belum izin kalau akan pulang lebih dahulu, kamu juga tau kalau tadi pak Aris menelpon suruh balik kekampus. Nanti kalau aku terlambat beliau akan ngomel" Jelas Satria kepada sang istri sambil mengenakan sepatu.


...Setelah siap Satria melangkah keluar kamar di ikuti oleh sang istri hinga pintu depan. Seperti biasanya Mala akan mencium punggung tangan sang suami setiap akan berpisah seperti saat ini....


...Satria mengelus puncak kepala sang istri yang berbalut hijab dan membacakan selawat Nabi, berharap bisa mendapatkan safaat dari beliau di hari akhir nanti....


"Aku berangkat dulu ya Nur, hati-hati dirumah, jagan sampai kecapeaan" Ucap Satria sambil masuk kedalam mobil dan melambaykan tangan kepada sang istri yang masih setia berdiri didepan pintu rumah.


...Mala menatap nanar mobil yang dikendarai oleh sang suami, hingga menghilang dari pandangan matanya....


...Ada luka yang Mala rasakan hinga tanpa dia ketahui air matanya menetes....


Tes...


...Air mata itu jatuh dengan sendirinya tanpa dipinta turun sama sekali. Mala teringat akan permintaan sang suami yang menginginkan hadirnya buah cinta mereka....


...Berdosakah jika Mala menolak keinginan sang suami? Yang semua lelaki menginginkan hal itu. Jika sudah berumah tangga maka momonganlah hal yang selalu dibicarakan....


...Anak adalah anugerah terindah dari Allah, yang tidak semua orang bisa diberi amanah itu. Harta yang paling berharga dari apa pun didunia ini. Dan dititipkan kepada mereka yang sangub memikul tanggung jawab besar itu....


"Maafkan aku kak" Lirih Mala sambil berbalik badan lalu menutup pintu rumah dan berjalan menyeberangi jalan raya guna menuju mini market yang dibangun mereka di seberang jalan rumah dengan hasil kerja keras selama ini.

__ADS_1


...Ketika Mala masuk kedalam mini market yang sudah sepi sebab sudah jam istirahat. Dia berpasan dengan Suci yang kebetulan bersiap-siap untuk menutup mini market....


"Mbak Mala kenapa? " Tanya Suci setelah menghitung uang dikasir dan ingin pulang, namun melihat kedatangan Mala dengan mata yang memerah membuat dia urungkan niatnya.


"Engak kenapa-kenapa ko. Oh iya kamu sudah makan siang belum Suci? " Tanya Mala mengalihkan pembicaraan sebab dia tidak ingin Suci mengetahui tentang masalah dalam rumah tangganya.


...Sebab semua hal dalam rumah tangga itu bersifat rahasia. Tidak boleh disebar luaskan walau dengan dalih ingin curhat, sebab pasangan suami istri itu adalah satu kesatuan yang harus saling menjaga....


...Suami mu adalah pakaian mu, dan istri mu adalah pakaian mu. Jika kau ungkap keburukan pasangan mu, itu sama saja seprti kau telah melucuti pakaian mu sendiri....


...Suci paham akan sikap Mala karna apa lah dirinya yang hanya orang luar....


"Belum mbak, tapi kalau mbak Mala ingin makan siang? Nanti saya masakkan dirumah" Tanya Suci mencoba mengurangi kecanggungan yang terjadi akibat keingin tahuannya tadi, yang menayakan hal diluar ranahnya.


"Nanti saja, kalau kamu mau duluan silahkan. Soalnya dirumah gak ada siapa-siapa, kak Satria juga sudah balik kekampus" Jelas Mala menatap Suci menunggu reaksi apa yang akan ditunjukkan oleh gadis dihadapannya.


...Mala adalah tipe orang yang cemburu itu semua sebab dia baru merasakan yang namanya dicintai dan mencinta....


...Mala membawa langkahnya menuju ruangan khusus untuk dirinya beristirahat, disini lah Mala dan sang suami suka mengobrol atau membahas apa pun itu. Sebab mereka tidak suka mengumbar pembicaraan kepada karyawan yang bekerja disana....


...Mereka ramah kepada para pekerja mereka namun tidak etis menurut Mala dan Satria jika pembicaraan mereka didegar oleh orang lain apa lagi mengenai hubungan suami istri yang mereka harus jaga....


...Mini market amat terasa sunyi sebab para pekerjanya yang beristirahat. Jam telah menunjukan pukul 12.15 yang berati waktu zuhur telah tiba....


...Mala melangkahkan kakinya menuju kamar mandi yang tersedia disana dan melaksanakan solat Zuhur seorang diri....


...Dalam sujud Mala selalu berdoa kepada sang ROBB agar cinta dan kasih sayang yang dia rasakan saat ini bisa bertahan selamanya....


...Apa yang baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah. Sebab sebaik-baiknya pemberi adalah Allah yang Maha mengetahui segalanya....

__ADS_1


...Setelah solat Zuhur Mala teringat akan sang suami, lalu dia mengambil ponselnya. Ponsel hadiah pernikahannya dengan sang suami yang ternyata dari sang Bapak. Walau mampu untuk membeli yang baru, namun hal itu tidak dilakukan oleh Mala dan Satria. Karna menurut mereka pemberian dari orang terkasih lebih berharga dari segalanya....


...Mala mulai mengetik pesan sebab takut menganggu sang suami jika dia menelpon....


(Asssallamuallaikum kak)


(Kakak, jangan lupa solat Zuhut dan makan siang ya)


...Hanya itu pesan yang Mala kirimkan kepada sang suami, walau tidak mendapat balasan. Namun itu salah satu cara Mala memberikan perhatiannya kepada sang suami....


...Mala menundukkan kepalanya sambil menangis dalam diam. Dia memandang foto dirinya bersama sang suami yang saling merangkul sambil tersenyum bahagia dilayar ponselnya. Foto dimana mereka menghabiskan banyak waktu bercanda tawa yang Mala pasang dilayar utama ponsel miliknya....


...Mala teringat lagi akan permintaan sang suami yang menginginkan dirinya menerima benih cinta mereka didalam rahimnya....


...Bukan Mala tidak mengingginkan buah hati mereka hidup dan berkembang didalam rahimnya, namun Mala terlalu takut nantinya jika cinta dan perhatian sang suami teralihkan kepada anak mereka. Dan mengabaikan dirinya....


...Egois memang, namun cemburu membuat dirinya lemah tidak seperti dulu. Mala yang dulu sangatlah kuat dalam menjalani kerasnya kehidupan. Tidak ada perasaan takut dengan apa pun kecuali kepada Allah ta'ala....


...Disela tangisnya Mala teringat dengan Almarhum sang Ibu yang rela berkorban nyawa demi dirinya agar bisa hidup didunia ini....


...Mala menghapus sisa jejak air matanya dan melangkahkan kaki keluar mini market yang telah sepi lalu menutupnya....


...Mala ingin bertemu sang Umi agar perasaannya bisa terobati dan ingin mendegar cerita pengorbanan sang Ibu langsung dari mulut Umi Azzahra....


.


.


.

__ADS_1


...Bersambung.......


*Setelah baca wajib like end comen ya 😇*


__ADS_2