Mengejar Cinta ROBBKU

Mengejar Cinta ROBBKU
Yang Berubah Bikin Resah.


__ADS_3

Suci yang memperhatikan gerak-gerik Mala akhirnya mengetahui kalau wanita itu hanya berpura-pura saja. 


"Jangan berpura-pura, Mbak."


Wajah Mala terlibat pias seketika, untung ada Cahaya. Sang putri yang menangis seketika mengalihkan perhatian Suci kepada makhluk kecil itu. 


"Dia terbagun, Mbak?" tanya Suci sambil menatap ke arah Cahaya yang menangis. 


"Dia haus," kilah Mala kemudian menyusui sang putri. 


Namun, Cahaya tidak mau menghisap susunya sang ibu hingga kedatangan Azzahra serta yang lainnya termasuk Pak Rudy ayah Suci. 


"Mala tadi sakit," jelas Azzahra seketika dihadapan Mala. 


"Kamu kenapa, Nur? Sini Cahaya kugendong," kata Satria ingin meraih sang putri akan tetapi Mala tidak mengindahkannya dan menatap tajam kearah sang suami. 


"Ada apa?" tanya Satria masih belum paham.


"Mohon maaf Pak Rudy, sepertinya keadaan Mala baik-baik saja. Ayo, kita kembali mengobrol di ruang tamu," ajak Udin kepada ayahnya Suci itu karena paham akan tatapan tajam sang putri yang tidak mengenakan hijab. 


Satria hanya terkesiap mendengarkan ucapan sang mertua, setelah kepergian kedua orang itu. Satria segera mendekati istrinya dan meminta maaf. 

__ADS_1


"Maaf, Nur. Aku tadi benar-benar panik karena mendengar pertanyaan Umi tadi, hingga tidak menyadari kalau ada Pak Rudy," jelas Satria dengan sorot mata penyesalan.


Azzahra yang mendengar penuturan Satria merasa menyesal karena ia panik hingga lupa akan segala hal, akan tetapi sedetik kemudian wanita itu tersadar dengan alasan kenapa ia panik tadi. 


"Mala! Katanya kamu tadi sakit?" tanya Azzahra dengan sorot mata mengintimidasi. 


Mala hanya mampu menelan silvernya  kasar melihat raut wajah sang umi, akan tetapi Cahaya yang sedari menangis dan sekarang semakin menangis mengalihkan semua perhatian mereka untuk memperhatikan makhluk kecil tersebut. 


"Sini Nur, aku gendong Cahaya," pinta Satria yang mengambil alih sang putri. 


Namun, Cahaya masih saja menangis hingga Azzahra ikut menenangkan cucunya tersebut. Akan tetapi, tangisan Cahaya semakin nyaring dari sebelumnya membuat mereka kewalahan untuk menenangkan bayi kecil itu. Hingga suara Suci meminta izin untuk menggendong Cahaya membuat mereka baru menyadari keberadaannya. 


Satria mendengar pertanyaan itu segera menatap Suci, gadis itu membuatnya menatap tidak berkedip hingga suara sang istri terdengar.


"Wahai kaum Adam, tundukkanlah pandanganmu."


Suci tersadar kemudian memasang cadarnya kembali dan meminta Cahaya dari gendongan Azzahra. 


Seketika tangisan Cahaya terhenti seketika di gendongan Suci membuat semua orang terperanga tidak percaya. Suci meminta izin membawa Cahaya untuk bertemu dengan ayahnya. 


"Bolehkah, aku membawa Cahaya bertemu dengan Ayah?" tanya Suci lembut.

__ADS_1


Satria mengizinkannya membuat Mala cemburu seketika, akan tetapi dipendam karena merasa tidak enak dengan uminya.


Setelah mendapatkan izin, Suci membawa Cahaya yang diam digendongnya keluar dari kamar untuk menemui sang ayah. 


Wajah Mala ditekuk karena cemburu dan melarang suaminya keluar, sedangkan sang umi telah berlalu begitu saja. 


"Kakak, disini saja!" celetuk Mala. 


Satria paham akan perasaan istrinya, jadi ia hanya menurut tanpa ada bantahan sama sekali. Terlebih Satria sangat paham jika istrinya itu akan merasa sepi jika di tinggal sendirian. 


Proses hamil sampai melahirkan memanglah berat, tidak akan pernah ada kata 'Mudah'. Namun, yang bisa dilakukan adalah menjalaninya dengan hati yang ikhlas karena semuanya pasti akan berakhir. Hal itu yang Satria percaya dan membuatnya berusaha untuk tetap tegar menjalani ujian demi ujian yang datang silih berganti, seperti siang dan malam. 


.


.


.


... Bersambung ••• •...


...*Setelah baca wajib like end comen ya 😇*...

__ADS_1


__ADS_2