
...Setelah melaksanakan fardu kifayah sebagai seorang Mukmim kini semua orang kembali kehidupan masing-masing begitu pun dengan Ikbal....
...Tugasnya kini amatlah berat, setelah meninggal ibu mertuanya sekarang dia menunggu kepulangan mayat bapak mertuanya....
...Semua bagaikan sembilu yang amat perih menusuk hati, namun apa lah daya semua adalah ketentuan Ilahi....
...Ikbal memilih tinggal dikediaman almarhum ibu mertuanya karna dia enggan untuk tinggal di perumahan yang diberikan untuk dinas sebab dia akan meninggalkan dunia politik lalu mengambil alih perusaan Permata Grub yang diwariskan kepadanya....
...Semua itu dia lakukan hanya sebagai bentuk baktinya kepada almarhum sang papa mertua yang banyak berjasa dalam hidupnya terlebih lagi memilih dirinya yang hanya anak yatim piatu untuk menjadi suami sang putri kesayangan beliau....
...Setelah solat magrib Ikbal berniat untuk menemui putranya yang amat dirindukannya, walau bukan anak kandungnya tapi rasa sayang yang dia miliki sangatlah besar kepada Satria....
...Ikbal menuruni tangga rumah sang ibu mertua, tidak ada tahlilan atau sekedar pembacaan doa dirumah itu....
"Tuan mau makan malam? " Tanya ART.
"Saya tidak makan dirumah bi, saya mau keluar dulu. Tolong jaga rumah dengan baik" Ucap Ikbal sambil berlalu.
...Setelah sang pengacara mengantarkannya sampai rumah Ikbal segera membenahi rumah sang mertua yang berantakkan akibat tragedi yang tidak terduga untunglah pihak polisi tidak mempersulitkan semua urusannya....
...Ikbal keluar dari rumah lalu menuju bagasi mobil, dirinya tidak sabar ingin bertemu dengan sang putra yang sudah menikah, walau dia tahu tapi dia tidak bisa datang untuk menyaksikan hari bersejarah itu....
...Rindu yang selalu menghantuinya setiap malam kini akan terbayar, bohong jika dia mengatakan tidak memikirkan sang anak yang tinggal di keluarga yang baru....
...Menurut Ikbal biarlah putranya belajar akan arti hidup yang sesungguhnya, agar mentalnya kuat menghadapi ujian hidup yang semakin berat dikemudian hari....
...Waktu berjalan dengan begitu cepat hinga tidak terasa Ikbal sudah sampai di kediaman sang putra yang dia pinta dari pengacara keluarga Permata....
...Ikbal mengamati keadaan rumah yang lumayan besar untuk ukuran keluarga menegah kebawah apa lagi adanya toko yang berukuran lumayan besar pula didepan rumah....
...Cukuplama Ikbal hanya berdiam diri mengamati dan memantapkan hatinya untuk menemui sang putra....
...Ikbal melangkah dengan pasti hinga didepan pintu dia pun menekal bel rumah....
Tenong....
Tenong.....
"Nur ada tamu"
...Ikbal bisa mendengar dengan jelas suara teriakan sang putra yang membuatnya tersenyum bahagia....
"Gak mungkin ada tamu kak, kita gak nunggu siapa-siapa"
"Siapa tahu itu Suci, kamu buka situ"
"Dasar"
...Semua perdebatan itu terdegar jelas oleh Ikbal hinga pintu terbuka dan nampaklah sosok gadis hitam manis yang terkejut melihatnya....
"Kak, ada hantu" Teriak Mala dan menutup kembali pintu seking terkejutnya.
__ADS_1
"Mana ada hantu Nur? " Ucap Satria mendekati sang istri dan membuka kembali pintu yang ditutup.
"Allahhu Akbar" Teriak Satria tak kalah terkejutnya dengan sang istri.
"Asssallamuallaikum"
"Waallaikum sallam" Ucap Satria dan Mala kompak.
"Emang hantu bisa mengucapkan salam? " Tanya Ikbal yang geli melihat ekspresi sang putra dan menantunya.
"Secara kodrat si bisa pak karna mereka juga hamba Allah" Ucap Mala berpendapat namun tiba-tiba tubuhnya ditarik oleh sang suami.
"Aduh sakit kak"
"Masuk kedalam kamar"Bentak Satria.
"Emangnya kakak mau ngapain nyuruh aku masuk kamar? " Tanya Mala sambil menatap curiga.
...Satria menghembuskan nafasnya kasar sebab benar-benar kesal dengan kecerobohan sang istri yang tidak menutup aurat....
"Satu helai rambut mu ini akan membuat kamu disiksa 10 ribu tahun dineraka Nur" Ucap Satria mengebu-ngebu.
...Sedetik kemudian Mala menyadari kesalahannya dan lari masuk kedalam meninggalkan sang suami bersama tamu yang masih diambang pintu....
...Ikbal melihat dengan jelas cara Satria menegur sang istri yang tidak menutup aurat, akhirnya semua yang dia usahakan untuk sang putra mulai menampakkan hasil....
"Sat, boleh papi masuk? "
"Astagfirullah alazim, ya tentu boleh pa. Silahkan masuk maklum rumah kami berantakan" Ucap Satria basa-basi sambil mengiring sang papa menuju ruang tamu.
...Ikbal hanya tersenyum menangapi ocehan Satria....
...Disinilah mereka duduk saling berhadapan dan tidak berapa lama muncul Mala dengan nampan berisi minuman....
"Silahkan tuan"
"Panggil papi saja" Balas Ikbal merasa tidak nyaman dengan panggilan sang menantu.
...Tangan Mala gemetar setelah mendegar ucapan lelaki yang bertamu kerumahnya, ini kali pertamanya dia bertemu dengan papi mertuanya yang jauh berbeda dengan mami apalagi oma nya Satria....
...Mala melihat pembawaan papi mertuanya sama seperti opa Malik, berwibawa dan berkariamatik....
"Nur, ganti minumannya" Ucap Satria yang melihat isi minuman yang dibawakan oleh sang istri.
...Mala menatap tajam sang suami, dirinya yang masih syok akan kedatangan tiba-tiba papi mertuanya harus berdebat dengan sang suami....
...Satria yang paham akan tatapan sang istri langsung memberitahukan maksud dan tujuannya....
"Papi gak suka minum kopi Nur"
"Bapak suka" Balas Mala tanpa sadar.
__ADS_1
"Itu bapakmu, ini papiku" Balas Satria sengit.
...Ikbal hanya memperhatikan drama suami istri live dihadapannya dengan senyuman yang terus mengembang....
...Memang menikah muda tidak baik pikirnya, sebab hanya akan banyak perdebatan yang terjadi diakibatkan oleh tidak sepahaman antara kedua belah pihak yang belum mengenal satu dan yang lain....
"Biarkanlah Sat, papi akan minum apapun yang disajikan istrimu" Ucap Ikbal yang melerai perdebatan pasangan suami istri itu dan mengambil cangkir yang telah dilegakan sang menantu lalu mengirupnya secara perlahan.
"Papi"
"Gak papa Sat, ini enak loh" Balas Ikbal menenagkan sang putra.
"Ini istri Satria pi, bukan istri papi. Jadi jangan terlalu jaga perasaannya"
...Mala yang mendegar ucapan sang suami langsung memukul bahu Satria dengan keras....
"Sakit Nur" Lirih Satria sambil mengelus bahunya yang terasa panas.
"Duduklah nak, papi kesini membawa kabar duka" Ucap Ikbal sambil meletakkan cangkir kembali ketempatnya semula.
...Mala akhirnya duduk disamping sang suami sambil mengengam tangan Satria dengan erat seolah takut kehilangan pemuda yang telah mengambil haknya sebagai suami darinya....
...Ikbal yang melihat perubahan sang menanti hanya tersenyum geli....
"Ada apa pi? "Tanya Satria tidak sabaran.
"Siapa nama istri kamu Sat? " Tanya Ikbal memainkan perasaan Satria dan Mala.
"Namanya Nur Mala Sari, terserah papi mau panggil yang mana?" Jelas Satria yang mendapat cubitan dilengan tangannya.
"Aw, sakit Nur"
...Namun Mala tidak memperdulikannya dia terlalu tertekan....
"Kalau begitu papi panggil kamu Nur ya, sama seperti Satria"
...Mala hanya mengangukan kepala menagapi ucpan sang papi, entah kemana keberaniannya yang selama ini selalu berkobar. Didepan papi mertuanya padam seketika....
"Pi, jangan bertele" Ucap Satria tidak sabaran.
"Opa dan oma meninggal dunia"
"Apa? "
.
.
.
...Bersambung......
__ADS_1
*Setelah baca wajib like end comen ya 😇*