Mengejar Cinta ROBBKU

Mengejar Cinta ROBBKU
Kedatang Bapak dan Suci


__ADS_3

"Siapa pun yang memberikan ini akan ku buat perhitungan" Batin Satria


"Hacihhh..."Ada yang ngomongin aku ya? Ucap pak Udin sambil mengaruk hidungnya gatal.


"Kalau kita pakai ini terus kita tidak akan pernah punya anak Nur" Jelas Satria memelas kepada sang istri.


"Aku belum siap kak"


...Dan akhirnya pertengkaran antara mereka terjadi, cekcok sana sini namun akhirnya balikkan lagi....


...Itulah bumbu dalam berumah tangga, kadang diperlulan perdebatan supaya kita semakin mengenal sifat dan waktak masing-masing agar kita bisa menerima kekurangan pasanggan kita....


.


.


.


...Malam Hari dirumah Mala dan Satria...


...Setelah selesai makan dengan menu yang sama seperti beberapa hari yang lalu yaitu mie instan dan telor cepok. Rencananya besok pagi mereka akan kepasar untuk membeli keperluan dapur dan Satria juga ingin membeli kartu untuk ponsel baru mereka....


Ting..


Ting...


Ting...


...Terdegar suara bel rumah yang dipencet beberapa kali dari luar rumah....


"Kak, ada tamu sepertinya" Ujar Mala memberitahu sang suami yang tengah asik menonton tv.


"Kamu bukain Nur, aku nanggung ni lihat acara" Balas Satria yang enggan beranjak dari posisi duduknya.


...Dengan langkah gontai Mala menuju kepintu dan membukakan tamu yang tidak diundang itu datang, sebab mau Mala atau Satria sama-sama tidak mempunyai janji dengan siapa pun....


...Hingga nampaklah pak Udin ketika Mala membuka pintu....


"Oh ternyata bapak" Ucap Mala, namun melihat gadis yang kemarin membuat darah Mala mendidih marah.


"Mau apa kamu kesini lagi?" Tanya Mala dengan garangnya.


"Mala biarkan bapak masuk dulu" Pinta pak Udin.


...Dengan hati yang malas akhirnya Mala mengijinkan sang bapak masuk....


"Kamu disini saja" Perintah Mala ketika gadis itu ingin ikut masuk juga.

__ADS_1


"Mala, biarkan Suci masuk dulu. Ada yang amu bapak sampaikan" Jelas pak Udin yang melihat sang putri yang menghalangi Suci masuk kedalam rumah.


...Lagi-lagi Mala hanya bisa mengalah, sebenarnya dia juga penasaran kenapa sang bapak membawa gadis itu kesini....


...Satria yang masih tengah asik menonton tidak menyadari kedatangan sang mertua....


"Sat, kamu sibuk" Tanya pak Udin ketika berada disamping sang menantu.


"Eh bapak" Ucap Satria terkejut dengan kedatangan sang mertua yang tiba-tiba.


.


.


.


...Disinilah mereka berempat duduk dikursi tamu dengan perasaan yang tidak menentu....


"Mala" Pak Udin memulai pembicaraan setelah cukup lama hening.


"Kalau niat bapak menyuruh Mala menerima dia, maaf Mala gak bisa" Ucap Mala sambil menunjuk Suci.


...Pak Udin hanya mampu membuang nafas kasar akan tingkah sang putri....


"Bapak kesini hanya ingin menjelaskan tentang keadaan Suci, setelah itu terserah kalian mau menerima atau tidak" Jelas pak Udin.


"Suci ini anak yatim sejak lahir, sama kayak kamu Mala. Akan tetapi yang meninggal adalah bapaknya, ibu Suci kerja jadi TKW meninggalkan Suci dari berusia 5 tahun tinggal bersama neneknya. Namun ketika Suci telah masuk sekolah ibunya menghilang tidak ada kabar apa lagi uang yang ditrsanfer seperti sebelumnya. Maka dari itu bapak mengkerjakan dia, karna neneknya tidak bisa bekerja lagi sebagai buruh cuci akibat rematik yang diderita" Jelas pak Udin panjang lebar.


...Pasangan suami istri itu saling pandang, ada perasaan sedih bercampur haru diusia Suci seperti itu sudah menerima beban hidup yang berat. Namun lagi-lagi egois masih menguasai Mala membuat dia menutup hati kecilnya karna tidak ingin merasa cemburu yang membunuhnya secara perlahan....


"Tapi pak" Belum selesai Mala berbicara sudah dipotong oleh sang suami.


"Nanti kami pikirkan ya pak" Ucap Satria yang paham akan keadaan sang istri, namun tidak ingin sampai Mala mengeluarkan kata-kata gempa buminya.


"Itu terserah kalian nak, sekarang kamu dengarkan Suci nanti mereka pilirkan" Jelas pak Udin sambil menatap gadis disampingnya yanv hanya diam dari tadi.


...Setelah menyampaikan apa yang ada didalam hati pak Udin pun berbincang-bincang dengan anak dan menantunya hinga malam semakin larut tidak terasa karna terlalu asik berbicara apa Satria yang mengutarakan niatnya kepada sang mertua yang langsung didukung oleh pak Udin bahkan beliau sendiri yang akan membantu membawakan barang yang akan dibeli sang menantu dengan mobil pick up miliknya....


...Hinga Mala yang memang sudah mengatuk mengusir sang bapak dengan halus....


" Bapak tidak bekerja besok?"


"Iya kerjalah nak kalau tidak bagaimana dengan keberlangsungan hidup bapak" Jawab pak Udin sambil tersenyum menaggapi ucapan sang putri.


"Kalau begitu bapak akan pulang karna sudah larut malam lagian Suci tidak boleh pulang sendiri takut diomeli neneknya" Sambung pak Udin setelah melihat kode Satria dengan menatapnya dan Mala bergentian.


...Mala dan Satria mengantar sang bapak juga Suci hinga pintu depan, ketika Mala teringat akan anjing kesayangan dia tidak bisa menahan diri untuk tidak menanyakan hal itu....

__ADS_1


"Bapak membawak Dog kerumah? " Tanya Mala ketika sang bapak baru beberapa melangkah keluar.


"Iya Mala, dia jagain rumah bapak kalau bapak tidak ada dirumah seperti sekarang. Bapak akan merasa aman karna gak ada yang berani mendekat kalau melihat Dog. Lagian kamu tidak bisa merawatnya" Jelas pak Udin.


"Kata siapa aku gak bisa ngerawatnya? " Tanya Mala sewot.


"Sudahlan Nur, bapak itu sudah mau pulang. Kalu kamu ngomong terus gimana bapak akan cepat pulang? Lagian besok kita kan akan bertemu lagi dengan bapak" Ucap Satria yang geregetan dengan sang istri yang selalu tidak pernah mau mengalah jika direndahkan.


"Iya, iya, iya"


...Pak Udin dan Suci pun berjalan menjauh dari rumah Mala, mereka hanya berjalan kaki sebab jarak yang tidak jauh lagian pak Udin tidak suka membawa mobil jalan-jalan kalau tidak ada keperluan. Pak Udin yang didatangi oleh Suci karna mengadukan apa yang dia terima ketika dirumah Mala....


Flasblack on.


...Setelah menerima kelakuan kasar dari Mala, Suci kembali kerumah dengan lelehan air mata.Sang nenek yang melihat cucunya pulang sambil menangis pun segera menghampiri....


"Ci, kamu kenapa ndok" Tanya sang nenek yang memanggil Suci dengan panggilan suku jawa yang artinya anak sebab neneknya Suci menganggap Suci seperti anak bukan cucu disebabkan sang nenek yang selalu merawatnya dari kandungan ibu Suci hinga sekarang.


...Suci langsung mendekat dan memeluk wanita tua yang berjasa dalam hidupnya lalu menceritakan apa yang dialaminya ketika dirumah Mala tadi. ...


"Ndok, jangan nagis lagi. Nanti malam kamu datang kerumah mang Udin untuk menanyakan hal ini"


...Mendengar penjelasan sang nenek membuat Suci menghentikan tangisannya dan menatap sang nenek. ...


..."Baiklah nek"Lirihnya lalu pergi kedapur untuk mencuci wajahnya suapaya segar. ...


...Malam harinya setelah solat magrib Suci berangkat kerumah pak Udin yang tidak terlalu jauh hanya berjarak beberapa gang dari rumahnya....


...Ketika Suci telah sampai dirumah pak Udin dia dikejutkan akan lolongan anjing yang diikat didepan pintu rumah pak Udin membuat sang empunya keluar untuk melihat keadaan. ...


"Loh, ada nak Suci" ucap pak Udin terkejut melihat kedatangan Suci malam-malam kerumahnya.


...Suci menjelaskan apa yang terjadi ketika datang kerumah Mala hanya didepan halaman rumah karna dia takut dengan anjing yang berada didekat pak Udin dan lagian tidak etis sebenarnya kalau dia bertamu kerumah seoranv lelaki walaupun pak Udin bersetatus duda. ...


...Pak Udin yang mendengar penuturang Suci akhirnya memutuskan akan meluruskan masalah yang ada yaitu kerumah sang anak. ...


Flas black off


.


.


.


...Bersambung... ...


*Setelah baca wajib like end comen ya 😇*

__ADS_1


__ADS_2