Mengejar Cinta ROBBKU

Mengejar Cinta ROBBKU
Pulang Kerumah Bikin Nangis


__ADS_3

...Setelah selesai sarapan, Satria mengajak sang istri untuk pulang. Sebab Sartia merasa tidak nyaman dengan tingkah sang istri yang selalu ingin ikut campur urusan orang lain....


"Umi, kami balik pulang ya? "ucap Satria berpamitan kepada sang Umi.


"Loh, ko cepet sih? Disini aja dulu, kita ngobrol-ngobrol!"pinta Azzahra menahan Satria dan Mala agar tetap tinggal lebih lama di rumahnya.


"Iya tuh, Mi! Kak, Satria enggak peka. Kita sudah lama enggak ngehabisin waktu bersama," jelas Mala yang memang tidak mau pulang.


"Maaf Umi, mungkin lain kali kami mampir lagi. Aku juga mau melihat keadaan rumah, kasian sama Suci. Kalau kami lama-lama disini," jelas Satria mendapat anggukan dari sang Umi.


"Iya sudah, hati-hati di jalan."


...Akhirnya Azzahra mengalah, sebab dia paham. Kalau Satria dan Mala memiliki tanggung jawab di rumah....


...Mala dan Satria berpamitan kepada Umi dan Azzam sambil bersalaman. Namun, ketika ingin bersalaman dengan abi Aziz. Lelaki itu membuang muka, seolah tidak mengangap keberadaan Mala dan Satria....


"Assalamualaikum, Abi."


"Menjawab salam itu, wajib hukumnya!" ujar Azzahra menyinggung sang mantan Suami.


"Waallaikum Sallam," jawab Aziz ketus.


...Sebenarnya, Aziz amat dendam dengan Mala. Masalah, satu tahun lalu. Lebih tepatnya setelah perceraian dirinya dengan sang istri. Semua terjadi sebab, Azizi yang ingin menguasai harta warisan sang mertua. Tetapi, Mala yang malah mendapatkannya.Aziz yang ingin untung, malah menjadi buntung....


"Iya, sudah. Umi, Abang dan Abi. Kami pulang dulu," ujar Satria sambil mengandeng sang istri menuju pintu keluar ditemani oleh sang Abang.


"Hati-hati di jalan, jagain Adekku yang cantik ini, dengan baik. Awas sampai kamu macem-macem, Sat!" pesan Azzam yang diangguki oleh Satria.


...Mobil yang ditumpangi oleh Satria dan Mala mulai melaju meninggalkan kediaman sang umi....


"Semoga kamu selalu bahagia, dek!" batin Azzam berdoa. Sambil melihat mobil yang ditumpangi Mala dan Satria menghilang dibelokkan jalan.


.


.


.


Di mobil.


"Kak, abi Aziz itu jahat!" jelas Mala sambil menatap wajah tampan sang Suami.


"Jangan suka Su'ujon, Nur! ujar Satria mengingatkan sang Istri.


"Beneran kak, aku ini saksi bisunya!" balas Mala sengit.


"Kalau, kamu saksi bisunya? Bagaimana, kamu bisa menjelaskan?" tanya Satria yang mulai menjahili sang Istri.


...Mala, mengangguk-angguk mencerna ucapan sang Suami. Hingga, Mala memiliki kata yang tepat untuk mendebat sang Suami....


"Kak, aku saksi bisunya! Memang tidak bisa berbicara, namun bisa dilihat."


"Maksudnya?" tanya Satria bingung akan ucapan sang Istri.


"Saksi bisu, bukan berati tidak memiliki bukti! Dia hanya tidak berbicara, namun bisa dilihat."


"Jadi, apa yang bisa dilihat?" tanya Satria mengikuti permainan sang Istri.


...Mala tersenyum penuh arti, mendegar pertanyaan sang Suami....

__ADS_1


"Kakak, bisa melihatku?" tanya Mala.


"Aku lagi nyetir mobil, Nur! Nanti, di rumah aja."


"Iya, aku tau. Kakak, memang begitu!" balas Mala kesal, akan jawaban sang Suami.


...Tidak terasa, perjalanan yang mereka lewati dengan canda dan tawa. Kini mereka telah sampai di rumah. Tempat ternyaman yang pernah dimiliki oleh Mala....


"Assalamualaikum,"


...Mala mengucapkan salam, setelah turun dari mobil bersama sang Suami tercinta....


"Waallaikum Sallam,"


...Suci keluar rumah dan membukakan pintu untuk tuan rumah, tidak lupa membalas salam tersebut....


"Kamu, enggak kenapa-kenapa kan?" tanya Mala kepada Suci yang mendapat gelengan.


"Syukur deh, oh iya. Kami enggak bawa oleh-oleh buat kamu!" ucap Mala dengan perasan sedih, sebab melupakan buah tangan untuk Suci yang notabennya angota keluarga.


"Kata siapa?" tanya Satria sambil tersenyum.


"Kataku lah, emang kata siapa lagi?" balas Mala sengit.


"Suci, kamu buka bagasi mobil. Lalu bawa semua barang yang ada, dari dalam sana!" pinta Satria sambil memberikan kunci mobil dan berlalu menuju kamarnya.


"Emangnya ada, apa?" tanya Mala penasaran.


"Buka aja!" teriak Satria yang sudah menjauh.


"Ayo, mbak!" pinta Suci sambil menarik tanggan Mala mendekati mobil.


...Mereka berdua membuka bagasi mobil, dan ternyata ada banyak kantong keresek yang entah apa isinya. ...


"Dasar, suami tidak berakhlak!" umpat Mala yang masih terdengar oleh Suci.


"Jadi, bagaimana Mbak?"


"Asssallamuallaikum."


...Mala dan Suci terkejut akan salam dadakan itu. ...


"Waallaikum Sallam," jawab mereka kompak.


"Bapak, kayak Jelangkung!" ucap Mala sepontan.


...Udin yang kebetulan ingin mampir ke rumah sang putri, sebab sudah rindu akan masakan buatan putrinya. Dibuat heran akan kelakuan sang putri dan Suci yang hanya diam memandang bagasi mobil. ...


...Namun, setelah memberi salam. Dia mendapat kata ajaib sang putri....


"Dasar, anak durhaka! Bukan baik-baik sama Bapak, ini malah ngatain Bapak?" balas Udin sewot lalu mendekat.


"Maaf, Pak!" lirih Mala yang tahu akan kesalahanya.


"Kalian, ngapain di sini?" tanya Udin binggung.


"Anu, Pak! Kak Satria, suruh bawak semua barang yang ada di sini," jelas Mala.


"Emang, kalian bisa?"

__ADS_1


...Mereka mengeleng menagapi ucapan sang Bapak. ...


"Kamu, juga Suci! Kenapa mau aja disuruh yang aneh-aneh sama Satria?" tanya Udin yang heran akan sikap Suci yang penurut.


"Maaf, Pak!" balas Suci sambil menunduk.


"Uang kamu jatuh, Nak?" tanya Udin kepada Suci.


"Mala enggak punya uang, Pak!" jelas Mala.


"Bapak, enggak tanya sama anak durhaka kayak kamu!" balas Udin sambil menatap tajam Mala.


"Lalu,?" tanya Mala polos.


"Adik angkat kamu, Suci!" jelas Udin sambil menangkat beberapa kantong keresek dan berlalu masuk kedalam rumah.


...Meladeni sang Putri, tidak akan pernah ada habisnya. Pikir pak Udin, meninggalkan dua perempuan tersebut yang masih mematung di tempat....


"Pak, kenapa kami ditinggal?" tanya Mala sambil menyusul sang Bapak.


"Mbak, ini barangnya bagaimana?" tanya Suci binggung akan sisa kantong keresek yang masih lumayan banyak.


...Mala yang mendegar ucapan Suci akhirnya kembali dan membantu membawakan sisa kantong keresek tersebut, lalu menutup kembali bagasi mobil sang suami yang tidak berakhlak. ...


...Dengan susah payah mereka membawa kantong keresek yang entah isinya apa? kedalam rumah. ...


"Ini, taroh dimana?" tanya sang Bapak binggung.


"Bawa ke dapur!" perintah Satria yang tiba-tiba datang.


"Dasar, Menatu durhaka!" umpat Udin didepan Satria sambil berlalu menuju dapur.


"Dasar, Suami tidak berakhlak!" ujar Mala menyusul sang Bapak.


...Kini giliran Suci, gadis itu malu-malu ketika melewati Satria. ...


"Dasar, Abang tidak beradab!" ucap Satria sambil tersenyum manis dihadapan Suci.


...Suci yang mendegar ucapan Satria langsung menatap wajah tampan tersebut. Hingga tatapan mata mereka bertemu. ...


...Cukup lama mereka saling memandang, ada perasaan aneh di antara mereka yang sulit untuk dijelaskan oleh kata-kata. Namun semua itu buyar oleh Mala. ...


"Kalian mau berzinah?"


...Teriakan Mala membuat sang Bapak yang tadi merapiakan barang bawaan mengampiri mereka. ...


"Siapa yang berzinah?" tanya Udin penasaran.


"Mereka, Pak!" ucap Mala sambil menangis dipelukan sang Bapak.


"Allahu Akbar,"


"Alamat, cemburu berlaknat ini!" batin Satria.


.


.


.

__ADS_1


......Bersambung... ......


*Setelah baca wajib like end comen ya 😇*


__ADS_2