Mengejar Cinta ROBBKU

Mengejar Cinta ROBBKU
Tempat Terakhir Seorang Hamba


__ADS_3

"Hubungi pak Ikbal" Ucap pak Bagus.


...ART itu langsung berlari kelantai bawah dan mengambil telepon rumah yang tadi ditinggalkannya begitu saja....


...Dia langsung menekan nomor kantor kepolisian guna memberitahukan kejadian yang menimpa keluarga Permata....


(Halo)


(Halo pak, Nyonya Yolanda meninggal bunuh diri) Ucapnya memberitahu.


(Maksudnya apa ya bu? Tadi katanya sakit dan sekarang meninggal bunuh diri)


(Datang kediaman Nyonya Yolanda pak, saya tidak tahu siapa yang harus dihubungi) Ucapnya berputus asa.


.


.


.


...Setelah telepon itu pihak kepolisian datang kediaman Yolanda bersama pengacara dan Dokter pribadi Permata....


...Keadaan rumah yang kacau termasuk penghuninya yang telah meninggal dengan tragis....


...Pihak kepolisan segera mengamankan TKP dan memintak kesaksian dari ART yang berkerja disana....


...Setelah penyelidikan diketahu bahwa semuanya murni aksi bunuh diri yang dilakukan oleh Yolanda disebabkan depresi akibat kabar duka yang diterima sebelumnya....


...Marissa mau tidak mau harus mereka amankan di RSJ sebelum dia mencoba bunuh diri lagi....


...Semua cepat berlalu tanpa bisa kita duga, begitu pula dengan kehidupan yang dialami oleh Marissa....


...Hidup dengan bergelimang harta tidak akan selalu membawa bahagia....


...Hakikat hidup sesungguhnya adalah jika engkau telah meninggal dunia dan banyaknya pelayat yang datang mendoakan kematianmu....


...Jika kebaikkan yang selalu kau tabur maka kebaikkan itulah yang kau tuai begitupun sebaliknya....


...Tidak ada rekan dan taulan yang bisa dihubungi membuat kematian Yolanda sangat miris....


...Semua dibayar dengan uang dari proses memandikan mayat sampai masuk kedalam liang lahat....


...Pak Ikbal dikeluarkan dari penjara oleh pengacara keluarga Permata, semua bebab hanya dia pewaris perusahaan Permata yang sah setelah meninggalnya pak Malik....


"Pak Ikbal selamat masa tahanan anda telah selesai" Ucap kepala kepolisan dengan tulus karna selama Ikbal didalam tahanan dia selalu berlaku baik dan taat dalam beribadah.


"Padahal saya ingin lama-lama disini loh pak" Gurau Ikbal sambil berjabat tangan.

__ADS_1


"Anda harus mengurus perusahan basar pak" Ucap kepala polisi sambil tertawa.


"Terimakasih banyak pak atas semua perhatian dan waktunya"


"Seharusnya saya yang mengucapkan hal itu"


...Dan akhirnya mereka tertawa mengingat hal yang pernah dilalui....


...Sebenarnya Ikbal memang tidak bersalah sebab kasus koropsi yang menyeret namanya hanyalah jebakan dari orang yang iri dengki kepadanya yang memiliki banyak dukungan....


...Namun karna Ikbal yang mengakui bahwa dia yang koropsi menjadikan dia membekam dibalik deruji besi. Semua itu dia lakukan karna tidak tahan akan tingkah sang istri yang setiap kali dia pulang bukan senyum manis yang diberikan sang istri, tapi caci maki dan hinaan yang terlontar dari mulut sang istri. Dikarnakan dirinya yang memasukkan sang putra kepondok persantren....


...Setelah pengecara Permata melanjutkan penyelidikan dan mengungkap kebenarannya membuat Ikbal bisa keluar dari penjara....


"Pak Ikbal kita langsung kepemakaman ibu Yolanda" Jelas sang pengacara ketika didalam mobil.


"Bagaimana keadaan papa? " Tanya Ikbal sambil menatap sang pengecara.


...Ikbal sebenarnya terkejut dengan kedatangan pengacaran Permata yang turun tangan memebaskannya dan membawa kabar duka yang tidak terduga olehnya....


"Mungkin besok pagi pak sebab mayat harus diotopsi terlebih dulu" Jelasnya.


...Ikbal hanya mampu membuang nafas kasar, dia harus menanggung tanggung jawab yang berat. Padahal dia merasa bahagia berada dalam penjara dari pada keluar namun menanggung beban....


"Bagaimana dengan istri saya?"


"Lalu bagaimana dengan putraku? "


"Kalau Satria tinggal bersama istrinya pak"


...Ikbal tekejut akan berita itu namun dia coba menutupinya....


...Tidak ada lagi pembicaraan antara mereka hinga sampai di TPU tempat terakhir untuk Yolanda. Wanita yang terkenal akan keangkuhannya dan sekarang akan masuk keliang lahat menjadi santapan cacing tanah. Dimana kah harta yang selama ini dia banggakan? Rupa yang elok yang selalu perawatan kecantikan yang mahal? Semua sirna dan tidak berguna lagi jikala tubuh sudah terbujur kaku....


"Bagaimana semua sudah siap? " Tanya sang pengacara kepada pak ustad yang disewa untuk mengatur pemakaman Yolanda.


"Sudah pak, tinggal menunggu diazankan angota keluarga" Jelasnya.


"Kalau begitu biar saya saja" Ucap Ikbal.


"Apa bapak yakin? " Tanya pengecara ragu.


"Dia juga ibu ku pak" Balas Ikbal sambil melangkah maju menuju liang lahat sang ibu mertua yang durhaka.


...Kata durhaka lah yang layak disematkan kepada wanita yang selalu menghina dan mencaci makinya disebabkan dia hanya anak yatim piatu yang benasib baik dirawat oleh pak Malik....


...Jika Ikbal ingat akan semua prilaku sang ibu mertua kepadanya mungkin saat ini dia akan tertawa bahagia melihat wanita yang selama ini membencinya hinga dia pulang ketanah kelahirannya telah terbujur kaku....

__ADS_1


...Tapi hal itu tidak dilakuannya sebab dia memiliki Allah yang maha sempurna yang akan membalas semua kebaikan dan keburukan setiap hambanya. Sebagai Manusia kita hanya bisa berusaha dan berdoa hal itu yang bisa dilakukan oleh Ikbal....


"Allahu Akbar... Allahu Akbar... "


"Ashadu 'ala illa ha illahhh.... "


"Ashadu 'ala illa ha illahhh.... "


"Wasshadu'ana Muhammad an Rosullulah..."


"Wasshadu'ana Muhammad an Rosullulah... "


...Kumandan azan yang dilafaskan oleh Ikbal membuat semua orang meneteskan air mata, ada perasaan sedih yang tiba-tiba merasuki hati mereka yang mendegar suara azan Ikbal....


...Disinilah ketulusan yang diberikan oleh Ikbal kepada ibu mertuanya, bukan harta, bukan tahta. Hanya doa tulus seorang menantu yang selalu diremehkan dan dihina....


...Bagi Ikbal semua kelakuan yang pernah dilakukan oleh sang metua telah dia ikhlaskan lahir batin....


...Tidak mudah memang melupakan semua kelakuan menyakitkan yang orang lain lakukan kepada kita begitu saja, tapi percayalah akan firman Allah...


"Aku persangka hamba-Ku"


"Jika hamba-Ku ridho akan ketentuan-ku maka Aku akan ridho kepadanya"


...Hal itulah yang selalu membuat Ikbal senang tiasa memaafkan semua kesalahan yang orang lain lakukan kepadanya, apalagi jika orang itu telah meninggal dunia....


"Pak Ikbal ayo naik, kita akan mengubur almarhum" Pinta sang pengecara sambil mengulurkan tangannya kepada Ikbal untuk naik keatas.


...Setelah Ikbal naik dari liang lahat, tubuh Yolanda yang ada didalam ditimbun dengan tanah hinga sedikit demi sedikit sambil diiringi dengan bacaan yasin yang hadir di pemakaman....


...Usai sudah kisah hidup Manusia jikala masuk kedalam tanah, hanya amal ibadah yang akan dibawa sampai ke jannah....


...Semua oranf pergi meninggalkan sang mayat seorang diri, kini hanya Ikbal dan sang pengacara yang tertinggal....


"Pak Ikbal sebaiknya kita kembali pulang sebab besok masih banyak yang harus kita lakukan" Jelas sang pengacara.


"Baiklah" Jawab Ikbal sambil bangun dari duduknya.


"Selamat beristirahat ibu, aku menyangimu sama seperti ibu kandungku" Ucap Ikbal sambil menatap sendu batu nisan sang ibu mertua.


.


.


.


...Bersambung......

__ADS_1


*Setelah baca wajib like end comen ya 😇*


__ADS_2