Mengejar Cinta ROBBKU

Mengejar Cinta ROBBKU
Siapa yang Minta, Siapa yang Marah.


__ADS_3

...Matahari yang menyinari bumi, membawa cahaya yang terang. Setelah, dari gelap gulita. Pagi hari ini seharusnya menjadi hari yang hangat untuk pasangan Satria dan Mala. Namun, gara-gara pembahasan malam tadi. Dari solat subuh hingga sarapan Mala, lebih banyak mendiamkan sang suami. Seperti saat ini....


"Nur, aku berangkat dulu ya."


...Satria binggung harus bagaimana menghadapi sikap sang istri, akhirnya dia memilih untuk cepat ke kampus dari pada lama-lama di rumah semakin keruh keadaannya....


"Emmm, hati-hati."


...Mala membalas dengan perasaan yang masih dongkol, setelah memahami maksud dari sang suami yang ingin mengadopsi Suci....


...Setelah mengantar sang suami hingga menghilang bersama mobil yang di kendarai. Mala menutup pintu dan kembali ke dalam rumah, saat ini dia dalam mode malas untuk melakukan apa pun. Ketika berpasaan dengan Suci, Mala tidak bisa menahan diri jika berinteraksi dengan gadis itu....


"Kamu mau ke mana?" tanya Mala penuh selidik.


"Mau, ke mini market mbak," jelas Suci sambil menunduk.


...Mala menganguk mendegar penuturan Suci, dia baru ingat kalau memiliki usaha yang harus dikelola....


"Mbak, gak jadi ke KUA?" tanya Suci ragu. Sebenarnya dia sangat penasaran, sebab dari semalam ia memikirkan hal itu.


...Mala menatap tajam Suci, dia teringat lagi akan kekesalannya....


"Emangnya, kenpa?"


Suci binggung mendegar jawaban Mala. "Tidak kenpa-kenapa, Mbak!" jawab Suci binggung.


"Jadi, kenapa kamu tanya-tanya masalah KUA?" tanya Mala lagi.


"Kenapa dia seolah menyudutkanku?" batin Suci binggung.


...Suci mengeleng menanggapi ucapan Mala, cari aman pikirnya....


"Kamu ingin ke KUA?" tanya Mala tiba-tiba sambil menunggu reaksi gadis dihadapannya.


...Suci binggung harus menjawab apa? Sebab, yang mengajak dia ke KUA malam tadi adalah Mala sendiri. Sekarang, malah bertanya seperti ini....


"Kenapa diam?" tanya Mala mendesak Suci agar memberi jawaban kepadanya.


"Saya enggak ke KUA, Mbak! Saya mau ke mini market, kasian kariyawan yang lain pasti sudah menunggu."


...Suci berusaha mengindari pertanyaan yang Mala lontarkan dengan dahli yang tepat....


"Ya sudah, pergi sanah!" balas Mala sambil berlalu meninggalkan Suci yang masih diri mematung setelah mendegar ucapanya.


"Kenapa mbak Mala, marah? Dia yang minta, ko dia yang marah? Aneh," batin Suci sambil menuju pintu keluar dan menyeberang jalan raya untuk segera sampai ke mini market yang terletak di seberang rumah.


.

__ADS_1


.


.


Di kampus.


...Setelah masuk kelas, Satria segera fokus dengan buku materinya. Sebab dia tidak ingin kelewatan materi yang pernah disampaikan oleh Pak Aris tempo lalu....


"Fokus baget, Sih?" tanya Anatasya sambil duduk disamping Satria.


"Tolong, jangan gangu aku!" pinta Satria yang memang tidak menyukai keberadaan Anatasya.


"Aku enggak ganggu, cuma tanya aja," jelas Anatasya sambil memandangi wajah tampan Satria yang meluluhkan hatinya.


...Satria benar-benar kesal dengan ucapan Anatasya, dia memilih diam. Sebab, jika di balas. Tidak akan pernah ada selesainya....


...Jam pelajar Pak Aris berjalan dengan mulus tanpa hambatan, hingga jam istriahat. Satria yang telah selesai mengikuti materi pak Aris memilih untuk pulang ke rumah. Sebab, Satria merasa tidak tenang jika belum memujuk sang istri....


"Mau ke mana, Sat?" teriak Anatasya sambil mengejar Satria yang ingin masuk ke dalam mobil.


...Satria hanya memandang Anatasya dengan wajah masam. Sebab, menurut Satria sangat sial. Jika berhadapan dengan perempuan itu....


"Aku, nebeng ya?" pinta Anatasya sambil membuka pintu mobil Satria tanpa izin.


"Keluar!" bentak Satria kesal akan kelakuan Anatasya.


"Ada apa ini, Sat?" tanya Aris yang kebetulan ingin menuju mobilnya, dan tidak sengaja melihat Satria membentak seseorang yang ada di dalam mobilnya.


"Bukan apa-apa, Pak!" jelas Satria sambil tersenyum terpaksa kepada sang Dosen.


"Ya, sudah. Bapak duluan," jawab Aris sambil berlalu.


...Satria segera masuk ke dalam mobil dan mengemudikan dengan kecepatan sedang, keluar kampus....


"Kamu takut dengan Pak Aris?" tanya Anatasya penasaran. Sebab, Satria tidak mengeluarkan suara setelah berbicara dengan sang Dosen.


"Tujuanmu ke mana?" tanya Satria yang enggan menangapi pertanyaan tidak berfaedah Anatasya.


"Tujuanku? Ke mana kamu barada."


...Mendegar jawaban abstrak Anatasya, membuat darah Satria mendidih marah. Masalah rumah tangganya belum selesai, kini ada masalah baru. Dia benar-benar prustasi....


"Aku sudah menikah, tolong jangan buat rumah tanggaku. Menjadi runyam gara-gara kamu!" pinta Satria sambil terus mengemudi tanpa arah.


...Anatasya yang mendegar penuturan Satria, tersenyum penuh arti....


"Kamu ingat, dengan permintaan Pak Aris kepadamu?" tanya Anatasya sambil menatap Satria dengan mata berbinar.

__ADS_1


...Satria mengingat kembali permintaan sang Dosen tempo lalu, yang memintanya untuk mendampingi Anatasya selama di kampus. Namun, belum Satria beri kepastiannya....


"Kamu mau apa?" tanya Satria mengalihkan pembicaraan.


"Aku mau ikut kamu pulang," jawab Anatasya santai.


...Satria menghembuskan nafasnya kasar, dia binggung harus bagaimana lagi? Menghadapi Anatasya membuatnya bisa mati berdiri. Akhirnya Satria memutuakan untuk membawa pulang saja penumpang yang tidak di harapkan. Sebab, waktu yang sudah siang. Satria takut telat solat Zuhur....


...Mobil Satria melaju dengan kecepatan sedang dan mulai memasuki jalan menuju rumah....


"Kamu tinggal di jalan sempit?" tanya Anatasya yang tidak bisa untuk tidak memukakan pendapatnya.


...Satria hanya diam, ia enggan untuk menjawab pertanyaan perempuan yang duduk di sampingnya. Hingga mobil masuk ke perkarangan rumah dan keluarlah sang istri yang mendegar suara kelakson mobil....


"Assalamualaikum," Satria mengucapkan salam seraya menghampiri sang istri untuk melakukan ritual seperti biasanya.


"Waallaikum sallam," Mala menjawab salam sang suami seraya mencium punggung tanggan dan menunggu di usap kepalanya oleh Satria.


"Kamu, sendirian aja di rumah?" tanya Satria seraya merangul sang istri masuk.


...Anatasya yang masih di dalam mobil, melihat pasangan suami-istri itu masuk begitu saja menjadi dongkol. Sebab, dianggap tidak ada. Akhirnya, Anatasya turun dari mobil dan membanting pintu dengan keras. ...


...Mala dan Satria yang mendegar suara pintu mobil yang di banting segera mengembaliakan badan. ...


...Mala melihat dengan jelas ada perempuan yang tidak di kenalnya keluar dari mobil suaminya dan mendekat. ...


"Aku di anggurin?" sindir Anatasya sambil menatap tajam Satria.


"Emangnya, kamu siapa?" tanya Mala penuh selidik sambil sesekali memandang sang suami seolah meminta penjelasan.


"Dia Anatasya, Nur. Dia mintak di antar ke rumahnya."


...Satria berusaha menjelaskan kepada sang istri. Namun, mulut laknat Anatasya sudah berbunyi. ...


"Aku mintak di antarkan ke rumah Satria. Kami ada tugas," ucap Anatasya dengan santai seraya melewati Mala dan Satria untuk masuk ke dalam tanpa di minta.


...Mala dan Satria saling pandang, antara terkejut dan kesal akan sikap tak beradap Anatasya. ...


"Rumah kalian kecil ya?" ucap Anatasya yang sudah duduk di sova ruang tamu.


"Drama lagi," batin Satria.


.


.


.

__ADS_1


...Bersambung .... ...


*Setelah baca wajib like end comen ya 😇*


__ADS_2