Mengejar Cinta ROBBKU

Mengejar Cinta ROBBKU
Cemburu Pakai Saringan


__ADS_3

...Malam semakin larut, membuat Azzahra menyudahi pembicaraan antara mereka. Sebab kasihan kepada sang putri yang kelihatannya kelelahan....


"Mala, sudah larut malam. Kalian tidur sana,"pinta Azzahra kepada sang Putri.


"Iya Umi, "lirih Mala sambil melangkahkan kakinya menuju kamar.


"Aku ko ditinggal sih, Nur? "tanya Satria sambil menyusul sang Istri.


...Azzahra hanya tersenyum melihat tingkah Mala dan Satria....


.


.


.


Di kamar.


Krekkk...


...Bunyi decitan pintu yang ditutup oleh Satria, dirinya baru masuk ke kamar menyusul sang Istri yang mengabaikan panggilannya tadi....


"Nur, kamu marah sama aku? "tanya Satria sambil naik ke atas tempat tidur.


...Mala hanya diam, tidak menjawab pertanyaan sang Suami. Dirinya masih menyimpan perasaan kesal, sebab sang Suami tidak menjelaskan apa pun tentang suara perempuan yang ada ditelepon tadi kepadanya....


"Nur, dosa loh, kalau kamu diamin Suami kamu kayak gini? "


"Mana Dalilnya?"tanya Mala menantang ucapan sang Suami.


...Satria hanya mampu menelan silvernya kasar, dia tidak menyangka jika sang Istri sampai bertanya seperti itu....


"Bissmillahirrohmmannirohim, Bissmika Allahuma akhya wa bissmika amud', amin. "


...Satria membaca doa tidur, lalu mengusap wajahnya dengan kedua tangganya dan berbaring membelakangi sang Istri....


...Mala yang merasa dicueki oleh sang Suami, naik pitam. Dia menyibak selimut dan menatap tajam sang Suami dengan posisi duduk bersila....


"Kak, Satria Putra Permata bin Ikbal Satiwan."


...Satria yang mendengar namanya disebut dengan penuh penekanan, akhirnya tersenyum sambil menatap sang Istri tercinta....


"Iya Istriku tercinta, Nur Mala Sari binti Samsudin," balas Satria dengan nada mengejek.


"Kakak, tahu! Kezoliman apa yang telah kakak lakukan kepadaku? "tanya Mala mata yang mulai bercaca - kaca, mungkin jika tadi Mala marah. Namun sekarang tiba - tiba dia merasa sedih, sebab teringat akan suara perempuan yang bersama Suaminya ditelepon.


"Ya Allah, Nur. Kezoliman apa yang aku lakukan kepada Istri yang amat kucintai ini?"tanya Satria sambil mencubit hidung pesek sang Istri dengan gemas.


"Jangan pegang! "bentak Mala marah.


"Iya, engak pengang ko. Tapi, kalau cium boleh? "goda Satria sambil menaik - turunkan alisnya.


"Kak! " bentak Mala, kali ini dia benar - benar marah.


"Nur, jangan tinggikan suaramu. Ingat adab ketika berbicara dengan Suami? "tanya Satria mengingatkan sang Istri.

__ADS_1


"Iya, aku tahu. Seorang Istri tidak boleh meninggikan suaranya didepan Suaminya, alias membangkang. Tapi, kalau Suaminya Zolim? Maka wajib sang Istri menegurnya, "jalas Mala mengebu - ngebu.


"Iya, aku Zolim sama Istri sendiri. Karna kurang kasih nafkah batin, "


...Mendengar penuturan sang Suami, membuat Mala semakin kesal. ...


"Kakak, memang kega. Karna aku enggak mau hamil anak kita? Kakak, selingkuh dengan perempuan lain."


...Kali ini Mala, benar - benar memangis. Air mata yang jatuh tanpa permisi itu pun, menandakan bahwa Mala, sedang tertekan. ...


...Satria binggung melihat perubahan draktis sang Istri. Tadi dia marah, sekarang dia menagis....


"Sudalah Nur, ini sudah tengah malam. Nanti kita di datangi mbak Kunti loh, "jelas Satria sambil mengelus pundak sang Istri.


"Jadi, nama selingkuhan kakak? Mbak Kunti, "tanya Mala sambil mengapus lelehan air matanya.


"Allahu Akbar, kenapa sih ini mulut enggak pernah di saring dulu, kalau ngomong?" tanya Satria sambil mencubit bibir sang Istri, gemas.


"Sakit, kak! "teriak Mala.


"Maaf, habisnya kamu itu ada - ada aja. Nuduh aku selingkuh? Sama mbak Kunti lagi, "


"Kakak, yang bilang, "balas Mala sengit.


...Satria menghembuskan nafasnya kasar, kadang dia lupa. Kalau Istrinya akan membalas apa yang orang lakukan kepadanya. ...


"Aku enggak selingkuh, Nur. "


...Kali ini Satria berucap dengan lembah lembut, meluluhkan hati sang Istri yang sudah kerasukan hantu cemburu sesat. ...


"Lalu, siapa mbak Kunti? "tanya Mala penasaran.


"Iya, mbak Kunti. Jangan sembelit napa kak? "balas Mala kesal, dipermainkan oleh sang Suami.


"Mbak Kunti itu, hantu Nur! "jelas Satria sambil tertawa, karna geli mendegar pertanyaan tidak berfaedah dari sang Istri. Padahal dirinya sendiri yang memulai.


"Oh, "sedetik kemudian.


Plakkk...


"Aw, sakit Nur! "lirih Satria sambil mengusap lenganya yang dipukul oleh sang Istri.


"Jangan bercanda, aku tanya serius ini! "pinta Mala, sambil menatap wajah sang Suami.


"Iya, "lirih Satria.


"Kakak, sama siapa tadi di Kampus? "


"Sama Mahasiswa dan Mahasiswi,"


"Kak! "teriak Mala kesal.


"Iya, Istriku tercinta."


...Mala menghembuskan nafasnya, seperti banteng. Seking kesalnya kepada sang Suami, Mala harus berbicara mengunakan bahasa formal tinggi....

__ADS_1


"Aku tadi telepon kakak, dan tidak sengaja mendengar suara perempuan. Siapakah dia? "tanya Mala sambil menunjukkan deretan giginya yang putih.


"Oh, dia? Namanya adalah Anatasya. Mahasiswi baru, pindahan dari Australia,"jelas Satria mengikuti permainan sang Istri.


"Dia, selingkuhan kakak? "


"Bukanlah Nur, udah ah. Aku mau tidur, besok mau bangun Subuh, "jelas Satria sambil berbaring dan menarik selimut.


...Mala melihat tingkah sang Suami, akhirnya menangis tergugu. ...


"Hisk, hisk, apalah aku ini? Hanya gadis yatim, hitam lagi. Berpendidikan rendah, bukan anak Kulihan, "isak Mala.


...Satria yang mendegar drama live itu, langsung bangun dari posisi berbaringnya. Kini Mala dan Satria duduk saling berhadapan. ...


"Bisa enggak sih Nur? Kamu itu ikhlas sama ketentuan Allah. Kamu bilang ingin mengejar cinta, dari Robbmu. Tapi, kenapa kamu mengeluh akan hidup yang telah Allah berikan? "tanya Satria sambil menatap tajam wajah sembab sang Istri.


"Aku enggak ngeluh kak, ini memang kenyataan! "


"Iya aku tahu, tapi bisa enggak? Jangan di dramatisasin. Hidup ini memang penuh akan ujian, kalau kamu enggak mau? Mati aja. "


"Iya, aku mati. Lalu kakak bisa punya istri baru lagi, "


...Mala semakin terisak, membuat Satria harus mengeluarkan jurus jitu. ...


"Sayang, aku enggak selingkuh. Tolong jangan menuduhku yang bukan - bukan! Ingat ucapan adalah doa. "


"Aku enggak suka, sama cara cemburu kamu yang tidak pernah disaring terlebih dahulu. Kamu tahu, kalau aku di Kampus? Berati aku berada ditengah banyak orang, "jelas Satria sambil merangkul sang Istri.


...Mala hanya menerima rangkulan itu, lalu mereka saling berpelukkan. ...


"Tapi kak, kenapa perempuan itu menanyakan hijab yang dipakainya cocok atau tidak kepada kakak? "tanya Mala ingin tahu.


...Satria semakin mempererat pelukkanya, dia enggan menjawab pertanyaan sang Istri. Sebab dirinya juga tidak mengetahui alasan apa Anatasya menanyakan hal itu kepadanya. ...


"Kakak? "


"Aku ingin, memberi nafkah batin kepadamu, "jelas Satria sambil mencium ubun sang Istri dan membacakan Salawat Nabi.


"Bissmillahirrohmmannirohim, "


"Tunggu dulu kak, "


"Ada apa Nur? "lirih Satria menahan gejolak di dada.


"Emang cemburu bisa di saring ya, kak?"tanya Mala penasaran.


"Allahu Akbar, "


...Satria hanya mampu mengelus dada, mendegar pertanyaan tidak berfaedah dari sang Istri. ...


.


.


.

__ADS_1


...Bersambung... ...


*Setelah baca wajib like end comen ya 😇*


__ADS_2