Mengejar Cinta ROBBKU

Mengejar Cinta ROBBKU
Asal Usul


__ADS_3

"Apa?" teriak Satria membuat sang kakek dan istrinya menutup telinga karena saking kerasnya suara lelaki itu. 


"Kak, jangan teriak! Aku belum mau tuli," celetuk Mala membuat suaminya kembali duduk karena tadi saking kagetnya sampai membuat lelaki itu berdiri dan berteriak. 


Hati Satria gusar setengah mati, dia tidak mau kehilangan istrinya yang sangat dicintai. Apalagi adanya cabang bayi yang ada di dalam rahim istrinya membuat Satria kalaf seketika. 


"Kamu ini tidak memiliki jiwa kepemimpinan!" hardik sang kakek membuat Mala membela suaminya.


"Kek, wajar saja kalau Kak Satria seperti ini. Dia itu suamiku, Kek. Lagian hukum wanita hamil menikah itu tidak boleh?"


Sang Kakek tersenyum tipis mendengar pembelaan cucunya tersebut.


"Kakek tahu, jika wanita hamil tidak boleh menikah sampai dia melahirkan."


Bagaikan disulut oleh api,  Satria kembali terbawa emosi oleh kata-kata sang kakek. 


"Maksud Kakek, apa? Kakek akan menikahkan, Nur? Setelah melahirkan begitu? Aku suaminya TIDAK RIDHO!" ucap Satria dengan menggebu-gebu.


Mala mencoba menjadi penengah antara suaminya dengan sang kakek, wanita hamil itu mencari sela dari apa yang kakeknya sampaikan tadi sebelum menyerang kembali dengan kata-kata yang tepat. 


Wanita hamil itu tersenyum dan menarik tangan suaminya untuk menyentuh perutnya agar lelaki itu menjadi tenang dan juga menjelaskan bahwa ada anak mereka di dalam rahimnya. 


"Kakek, aku ingin memperjelas ucapan kakek yang mengatakan jika dulu pernah ada kata yang disampaikan oleh almarhum Kakek Ibrahim yang ingin menikahkanku dengan keturunan, Kakek? Tapi, yang aku tahu jika Kakek belum menikah."


Satria seakan mendapatkan angin segar setelah mendengar ucapan istrinya, dia salut akan istrinya yang mampu mengimbangi sang kakek yang menurutnya sulit untuk di jatuhkan. 


Sang kakek kembali tersenyum dan mengusap kepala cucunya dengan lembut sebelum menjawab pernyataan tersebut. 


"Sari, kakek sebenarnya telah menikah."


Satria yang mendengar jawaban sang kakek ingin angkat bicara, akan tetapi tangannya dicengkram kuat oleh istrinya sehingga ia menatap wajah wanita hamil tersebut. 


Mala menggelengkan kepala seolah menyuruh suaminya untuk tidak langsung mengeluarkan apa yang ada di kepalanya. 

__ADS_1


Salah satu cara bijak menghadapi seorang lawan bicara adalah dengan diam, dengarkan saja semua apa yang ingin disampaikan dan ambil poin-poin yang bisa kita gunakan untuk menyerang balik nanti. Mala sangat paham caranya melayani sang kakek yang sangat suka membuat jebakan dengan kata-kata. Walaupun Mala tahu suaminya pun sering melakukan hal tersebut kepadanya. 


Namun, Mala hanya pura-pura tidak tahu akan apapun dan seolah-olah terperangkap oleh kata-kata yang suaminya ucapkan. Padahal sama sekali tidak, akan tetapi Mala hanya ingin menyenangkan hati suaminya. Sebagai istri yang soleha  wajib hukumnya menyenangkan hati suami agar dia ridho atas istrinya.


"Kalau kakek sudah menikah? Kenapa tidak memberi tahu kami? Dan sekarang dimana istri Kakek?" cerca Mala mencoba memancing jawaban sang kakek.


Sang kakek menampakkan wajah sendu, lelaki paruh baya itu menjelaskan bahwa dia menikahi wanita malam. Kakek Sulaiman malu sering dikatai 'Bujang lapuk' atau sering juga disebut 'Lelaki tidak laku'. Padahal ia memiliki segalanya seperti uang, rumah, mobil dan pekerjaan yang tetap dengan gaji yang lumayan besar sebagai pemilik perusahaan tekstil.


Kakek Sulaiman juga menjelaskan bahwa selama 40 hari dia tidak menggauli istrinya  itu di karena takut masih ada benih dari lelaki langganannya dulu. Jika, orang bertanya apakah ia jijik dengan istrinya? Maka jawabanya 'tidak', karena ia sadar diri bahwa bukan lelaki yang baik juga. 


Namun, belum selesai kakek Sulaiman bercerita. Satria sudah memotong ucapan lelaki paruh bayah tersebut.


"Lalu, apakah Kakek memiliki anak dengan istri, Kakek?" tanya Mala penasaran. 


"Tidak! Istri Kakek terkena kanker servik stadium akhir dan tidak bisa tertolong lagi," jawabnya dengan sendu. 


Kakek Sulaiman menjelaskan asal usul dan awal mula ia bertemu sang istri kepada Mala dan Satria. 


"Waktu itu… ."


"Tolong lepaskan aku!" teriak seorang wanita yang diseret oleh beberapa pria berbadan besar dengan tato yang hampir menutupi seluruh badannya. 


Waktu itu Sulaiman yang kebetulan mau pulang melihat hal tersebut, ia tidak berani mendekat karena merasa bukan urusan nya. 


Namun, ketika Sulaiman ingin masuk kedalam mobil. Wanita itu menjerit kesakitan. 


"Aw, hentikan! Sakit sekali!"


Sulaiman segera mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam mobil lalu berbalik badan melihat wanita tadi dan beberapa pria bersamanya sedang melakukan hal yang tidak pantas. Sulaiman yang memang memiliki jiwa tremamental segera menghampiri pria dan wanita tersebut, tanpa permisi Sulaiman menghajar kedua pria yang menurutnya tidak punya hati itu dengan membabi-buta. 


Setelah merasa puas dan melihat lawannya tidak berdaya, Sulaiman berbalik dan melangkah kembali menuju mobilnya. Namun, wanita tadi menghalangi langkahnya dengan cara memegang kakinya lalu memohon. 


"Tolong saya Tuan, saya bisa mati jika seperti ini," lirihnya dengan derai air mata yang membanjiri seluruh wajahnya. 

__ADS_1


Sulaiman merasa iba, akan tetapi tidak tahu harus bagaimana. Akhirnya ia mendorong tubuh wanita itu dengan kasar agar wanita itu berpikir jika ia jahat lalu menjauhinya.


Namun, sayang. Wanita itu kembali menahan kaki Suliman dengan sekuat tenaga dan memohon kembali. 


"Saya mohon Tuan, tolong saya. Hidup mati saya ada ditangan anda."


Sulaiman merasa geram akan kata-kata yang diucapkan oleh wanita tersebut yang menurutnya sangat tidak baik. Sulaiman yang didik dengan ilmu agama, mengimani jika hidup dan matinya seorang Makhluk  ada pada tangan Tuhan Nya. 


"Lepaskan! Saya BUKAN TUHAN! Pergi menjauh dari saya!" hardiknya dengan keras membuat tubuh wanita itu gemetar ketakutan, akan tetapi masih bersikukuh lalu bersujud di kaki Sulaiman.


"Apa kamu sudah GILA!" pekik Sulaiman yang tidak habis pikir akan tindakan wanita tersebut.


"Saya tidak punya siapa-siapa? Saya hanya wanita kotor yang hanya menjadi sampah masyarakat. Namun, saya ingin bertobat. Saya ingin pergi dari dunia gelap, Tuan! Saya yakin jika anda adalah urusan dari Tuhan untuk menolong saya kembali kepada Tuhan sebelum, Mati!"


Sulaiman mematung ketika mendengar ucapan wanita itu, ia akan merasa berdosa jika ada seseorang yang ingin kembali kejalan yang benar. Namun, ia tidak memiliki peran apapun. 


Akhirnya Sulaiaman mengajak wanita tersebut ke dalam mobilnya, ia merawat wanita itu dengan baik dan meminta agar wanita itu tidak menceritakan masa lalunya kepada siapapun. Karena sebaik-baiknya orang yang bertaubat? Ialah mereka yang menutupi aib masa lalunya dan menjadikan yang dulu sebagai pelajaran berharga untuk masa depan.


Flashback off


"Jadi, siapa nama istri Kakek?" tanya Mala penasaran.


"Kakek memberi nama Khumairoh yang artinya kemerah-merahan, Kakek sering melihat dia malu-malu lalu menampakkan warna kemerahan di wajahnya. Dia sudah bertaubat dengan taubatan nasuha yang berarti dia kembali seperti bayi suci, fitrah."


"Apa Kakek menggaulinya?"


Deg… .


.


.


.

__ADS_1


...Bersambung ••• •...


...*Setelah baca wajib like end comen ya 😇*...


__ADS_2